Claim Missing Document
Check
Articles

Keefektifan Trichoderma sp. dalam Mengendalikan Layu Fusarium pada Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Nira Novita; Efrin Firmansyah; Selvy Isnaeni
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol. 3 No. 1 (2021): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v3i1.621

Abstract

Agens pengendali hayati (APH) selain dapat membatasi pertumbuhan dan perkembangan Organisme Pengganggu Tumbuhan, APH juga berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem  lingkungan pertanian. Trichoderma sp. merupakan salah satu agens pengendali hayati yang dapat digunakan untuk mengendalikan patogen tular tanah salah satunya Fusarium sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Trichoderma sp. terhadap pertumbuhan, hasil dan keevektivan dalam mengendalikan layu fusarium tanaman mentimun. Rancangan yang di gunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Penelitian ini dilakukan di Screen House Satuan Pelayanan BPTPH Wil V Tasikmalaya. Perlakuan penelitian yaitu Dosis Trichoderma sp. 0 g tan-1 (kontrol),  25 g tan-1,50 g tan-1,  75 g tan-1,  100 g tan-1. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dilanjutkan dengan uji Duncan taraf α 5%. Hasil penelitian menunjukan tidak adanya kejadian serangan penyakit fusarium pada tanaman dengan perlakuan dosis Trichoderma sp. maupun perlakuan kontrol, hal tersebut diduga bahwa keadaan lingkungan  tidak sesuai bagi pertumbuhan cendawan Fusarium sp.. Dosis Trichoderma sp. 75 g tan-1 memeberikan pertumbuhan dan hasil yang optimal pada tanaman mentimun.
Pengaruh Dosis Pupuk Silika Padat terhadap Pertumbuhan Padi Hitam Lokal Aksesi Tasikmalaya Diki Abdul Halim; Nasrudin Nasrudin; Efrin Firmansyah
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol. 4 No. 1 (2022): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v4i1.938

Abstract

Garam merupakan cekaman abiotik yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman melalui cekaman ionik, osmotik, dan ketidakseimbangan unsur hara. Penambahan hara silika berfungsi untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap cekaman abiotik. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji penambahan dosis hara silika padat terhadap pertumbuhan padi lokal aksesi Tasikmalaya pada kondisi salin. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial. Konsentrasi garam sebagai faktor ke-1 dengan 4 aras di antaranya 0 dS.m-1, 4 dS.m-1, 8 dS.m-1, dan 12 dS.m-1. Dosis hara silika padat sebagai faktor ke-2 dengan 3 aras di antaranya 300 mg.kg-1, 450 mg.kg-1, dan 600 mg.kg-1. Perlakuan konsentrasi garam berpengaruh nyata terhadap bobot kering tajuk 56 HST namun tidak berpengaruh nyata terhadap warna daun dan jumlah anakan 70 HST serta panjang akar dan bobot kering akar 56 HST. Konsentrasi garam 8 dS.m-1 menghasilkan bobot kering tajuk yang lebih rendah dibandingkan konsentrasi garam lainnya. Intraksi konsentrasi garam dengan dosis hara silika berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan bobot kering akar 56 HST. Konsentrasi garam 0 - 4 dS.m-1 dengan dosis silika sebesar 300 mg.kg-1 menghasilkan tanaman tertinggi, sedangkan konsentrasi garam 0, 4, dan 12 dS.m-1 dengan dosis silika 300 - 600 mg.kg-1 menghasilkan bobot kering akar tertinggi. Semakin tinggi konsentrasi garam maka akan menurunkan tinggi tanaman dan bobot kering tajuk, sedangkan konsentrasi garam 8 dS.m-1 ditambah dosis hara silika menyebabkan penurunan terhadap bobot kering akar, tinggi tanaman, dan bobot kering tajuk.
Morphology Performance On Six Black Rice Accessions (Oryza Sativa L.) In M1 Generation Irradiated By Gamma Rays Jujun Widian; Siti Nurhidayah; Sherly Rahayu; Efrin Firmansyah; Roza Yunita
JERAMI : Indonesian Journal of Crop Science Vol 3 No 2 (2021): JIJCS
Publisher : Department of Crop Science, Faculty of Agriculture, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jijcs.3.2.62-67.2021

Abstract

Increasing the genetic diversity of plants can be done through physical mutations with gamma-ray irradiation. This study aims to determine gamma-ray irradiation on the growth of six M1 generation black rice accessions. This research was conducted in May-October 2019 at the Experimental Rice Fields of the Tasikmalaya Perjuangan University, West Java. The materials used in this study were six accessions from Tasikmalaya (PH, PH2, PH3, PH5, PH7, and PH8) without 0 Gy irradiation and with 200 Gy gamma-ray irradiation of M1 generation. The results showed that gamma-ray irradiation reduced germination characteristics, seedling height, and flowering age. Some of the accessions showed different effects; there were a decrease and an increase in the characters of root length, plant height, number of productive tillers, number of unproductive tillers, and the total number of tillers.
POTENSI EKSTRAK DAUN Sphagneticola trilobataSEBAGAI INSEKTISIDA NABATI UNTUK MENGENDALIKAN LARVA Spodoptera litura Efrin Firmansyah; Syafina Pusparani
Musamus Journal of Agrotechnology Research Vol 2 No 1 (2019): MJAR
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.802 KB) | DOI: 10.35724/mjar.v2i1.2527

Abstract

ABSTRACT The aim of this research was to study the potential of Sphagneticola trilobata as botanical insecticide to control Spodoptera litura larvae. The research consisted of several stages, namely insect rearing, plant extraction, bioassay, and phytochemical analysis. The results showed that the extract of Sphagneticola trilobata leaves caused mortality of S. litura larvae with the highest mortality of 72% at 5% concentration level. At the same concentration, the treatment caused the highest level of feeding inhibition was 76.12%. Phytochemical analysis results showed that S. trilobata leaf extract contained several secondary metabolite compounds including alkaloids, saponins, steroids, flavonoids and tannins. Keywords: Sphagneticola trilobata, Vegetable Insecticide, Weed
Pengaruh Kotoran Puyuh dan Kambing Terhadap Kandungan Hara Kompos Berbasis Limbah Berangkasan Kedelai dan Jerami Efrin Firmansyah; Selvy Isnaeni; Syafina Pusparani
AGRO SINTESA JURNAL ILMU BUDIDAYA PERTANIAN Vol 2, No 2 (2019): Agrosintesa: Jurnal ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.404 KB) | DOI: 10.33603/jas.v2i2.3307

Abstract

Kesuburan lahan pertanian akibat penggunaan input berupa bahan kimia dapat menyebabkan degradasi lahan. Penurunan kesuburan lahan pertanian ini akan menyebabkan stagnasi hingga menyebabkan kondisi “leveling off” dari produktivitas pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kotoran puyuh dan kambing sebagai bahan tambahan pembuatan kompos berbasis limbah brangkasan kedelai dan jerami padi. Penelitian dilakukan dengan cara membuat beberapa kombinasi komposisi kompos yaitu  p1k1, p1k2, p1k3, p2k1, p2k2, p2k3, p3k1, p3k2, dan p3k3 (p1=jerami padi, p2=brangkasan kedelai, p3=jerami padi+brangkasan kedelai, k1=kotoran puyuh, k2=kotoran kambing, dan k3=kotoran puyuh+kotoran kambing) masing-masing kombinasi perlakukan diulang tiga kali. Secara umum hasil pengamatan menunjukkan nilai pH masing-masing kompos mengalami kenaikan menuju pH netral, sedangkan suhu kompos mengalami penurunan. Perbedaan komposisi bahan kompos yang dapat dideskripsikan adalah lama waktu terbentuknya kompos yang matang. Kompos dengan komposisi p1k2 matang paling cepat yaitu 12 minggu dan kompos dengan komposisi p2k1 matang paling lama yaitu 19 minggu, sementara kombinasi komposisi yang lainnya matang pada 14 minggu. Kata kunci : limbah pertanian, organik, pengomposan
PENERAPAN PENGENDALIAN SEDERHANA UNTUK MENGENDALIKAN HAMA DI PERTANAMAN SKALA RUMAH TANGGA Efrin Firmansyah; Siti Nurhidayah
Journal of Empowerment Community Vol. 1 No. 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.717 KB) | DOI: 10.36423/jec.v1i1.178

Abstract

Perlindungan tanaman merupakan salah satu aspek penting yang dapat mempengaruhi perolehan hasil panen petani. Pada proses budidaya skala rumah tangga, upaya perlindungan tanaman jarang dilakukan. tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menyampaikan dan menerapkan beberapa  pengendalian sederhana yang dapat dilakukan oleh para petani skala rumah tangga. Pengabdian dilakukan pada salah satu kelompok wanita tani yang ada di Kota Tasikmalaya.  yang digunakan dalam pengabdian ini diantaranya  transfer matode, pelatihan atau workshop, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Hasil pengabdian ini para anggota peserta pengabdian membuat beberapa perangkap hama dan mengaplikasikannya di areal pertanaman masing-masing dan pada kegiatan evaluasi ada cara pembuatan perangkap yang harus dievaluasi dan diperbaiki.
PENGENDALIAN HAMA HORTIKULTURA DI PERTANAMAN KELOMPOK MAWAR BODAS KOTA TASIKMALAYA Efrin Firmansyah; Siti Nurhidayah
Journal of Empowerment Community Vol. 3 No. 1 (2021): MARET 2021
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v3i1.393

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan padakelompok wanita tani Mawar Bodas Kota Tasikmalaya dalam hal perlindungantanaman. Kegiatan dilaksanakan melalui dua metode kegiatan yaitu penyuluhan danpelatihan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini diantaranya adalah kelompok dapatmembuat perangkap sederhana berupa perangkap lalat buah dan perangkap kuning.Pada kegiatan ini dilakukan pula penanaman tanaman refugia berupa kenikir danbunga matahari sebagai upaya pelestarian musuh alami hama
BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN DI KELOMPOK WANITA TANI (KWT) MAWAR BODAS SECARA VERTIKULTUR Selvy Isnaeni; Efrin Firmansyah
Journal of Empowerment Community Vol. 2 No. 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v2i2.517

Abstract

Budidaya tanaman sayuran merupakan sektor yang cukup banyak dalam bidang pertanian. Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang  memiliki kelompok wanita tani (kwt) yang bernama KWT Mawar Bodas, dan berkonsetrasi dalam bidang budidaya sayuran dan produk olahannya seperti keripik bayam dan keripik bawang. Kelompok wanita tani mawar bodas ini memiliki potensi untuk maju dalam bidang budiayanya, namun keterbatasan pengetahuan budidaya dan kontinuitas budidaya juga keterbatasan pemasarannya menjadi kendala dalam proses budidaya dan produksi komoditinya, sehingga perlu diberikan sedikit arahan dari stakeholder perguruan tinggi untuk dapat mengabdikan ilmunya kepada masyarakat, melalui pengembangan masyarakat desa binaan. Tujuan jangka panjang dari program ini adalah : (1)  Mendorong tumbuhnya motivasi dan kreativitas kwt Mawar Bodas dalam proses budidaya tanaman sehingga meningkatkan produksi, (2) Membantu potensi kwt Mawar Bodas dalam mengembangkan budidaya dengan produksi yang maksimal, dan (3) Membantu kwt Zahra dalam menyelesaikan permasalahan dalam budidaya, agar dapat membangun kecamatan tawang lebih baik. Adapun target khusus yang ingin dicapai adalah dihasilkannya produksi beberapa jenis sayuran dan olahan berkualitas untuk Kecamatan Tawang. Pelatihan dan pendampingan mengenai pentingnya teknologi budidaya yaitu secara vertikultur. Kata kunci : budidaya, kelompok wanita tani, vertikultur, sayuran.
Penerimaan Konsumsi Nasi Beras Hitam Untuk Mencegah Penyakit Diabetes di KWT Zahra Siti Nurhidayah; Efrin Firmansyah
Journal of Empowerment Community Vol. 3 No. 1 (2021): MARET 2021
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v3i1.534

Abstract

Black rice is one of the functional foods that is safe and recommended for the fulfillment of carbohydrate adequacy, especially for sufferers of degenerative diseases. solve social problems related to the high rate of productive unemployment to be able to participate in and join the program to build a healthy village, (3) Encourage creativity and innovation in the community in utilizing the potential of black rice to increase living standards to be more prosperous, (2) Encourage the creation of food-independent villages and create a prosperous household. The service was carried out from September to December 2018 at KWT Zahra, Parakannyasag Village, Indihiang District, Tasikmalaya City. Activities carried out include the transfer of healthy living technology, the prospect of black rice cultivation, training and demonstrations of cooking mixed black and white rice, and conducting black rice preference tests on KWT members. The results showed that people's preferences based on hedonic quality that black rice did not differ much in terms of hedonic quality when compared to white rice and tended to be neutral based on the level of preference.
Daun Sirsak (Annona muricata) sebagai Pestisida Nabati pada Sistem Budidaya dalam Ember R. Arif Malik Ramadhan; Efrin Firmansyah
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 5 NOMOR 1 MARET 2021 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.039 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v5i1.9632

Abstract

Keberadaan organisme penganggu tanaman (OPT) pada sistem budidaya dalam ember(budikdamber) dapat menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen sementara pengendalian menggunakan pestisida sintetik tidak dapat dilaksanakan karena alasan kompatibilitas. Pemanfaatan pestisida nabati ekstrak daun A. muricata dapat digunakan sebagai pengendali OPT pada sistem budikdamber. Program ini dilaksanakan di kelompok wanita tani (KWT) Mawar Bodas kota Tasikmalaya. Komoditas yang dibudidayakan merupakan tanaman kangkung dan ikan lele. Proses budidaya kangkung dilaksanakan sebanyak dua periode tanam. Pada periode tanam pertama, tidak diaplikasian pengendalian dan pada periode tanam kedua diaplikasikan pestisida nabati daun A. muricata dengan konsentrasi 3%. Parameter yang diamati berupa intensitas serangan OPT, hasil panen tanaman kangkung, respons mortalitas pada ikan lele, serta pemahaman anggota KWT Mawar Bodas dalampembuatan dan pengaplikasian pestisida nabati. Pestisida nabati A. muricata dengan konsentrasi 3% yang diaplikasi dengan interval 3 hari sekali dapat menurunkan intensitas serangan OPT sebesar 58% dan dapat meminimalisir kehilangan hasil pada tanaman kangkung hingga 8,05% lebih tinggi dibandingkan tanpa pengaplikasian pestisida nabati. Pengaplikasian pestisida nabati ekstrak A. muricata 3% tidak bersifat toksik terhadap tanaman kangkung dan ikan lele pada sistem budikdamber. Sebanyak 93% anggota KWT Mawar Bodas telah menguasai cara pembuatan pestisida nabati dan 86% anggota KWT Mawar Bodas dapat mengaplikasian pestisida nabati dengan benar. Pengabdian ini penting dilaksanakan agar masyarakat mengetahui cara pengendalian OPT ramah lingkungan.