Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemberian Ekstrak Metanol Carica papaya Terhadap Perkembangan, Fertilitas, Dan Fekunditas Spodoptera frugiperda Padillah, Rifqi; Ramadhan, R. Arif Malik; Firmansyah, Efrin
Jurnal Agro Wiralodra Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v7i2.121

Abstract

The increasing pattern of use of synthetic pesticides and the unwise use of synthetic pesticides can cause various further problems such as air, water and soil pollution which will affect the environment and the health of farmers. The papaya plant (Carica papaya L.) belongs to the Caricaceae family which has been widely used in traditional medicines. This research was carried out with the aim of determining the effect of administering C. papaya methanol extract on various biological aspects of Spodoptera frugiperda and to determine the compound content contained in the extract. This research will be carried out from June to August 2022 at the Agrotechnology Laboratory of the Tasikmalaya University of Perjuangan. The design used was a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatment levels including 0%, 1%, 2%, 3% and 4% papaya extract. Each treatment was repeated 4 times so that there were 20 experimental units. The results of the study showed that 2% methanol extract of C. papaya leaves had a significant effect on inhibiting the growth of S. frugiperda from instar II to instar III but had no significant effect on the development of larvae from instar IV to imago. The research results showed that the methanol extract of C. papaya was not effective in inhibiting the formation of pupae and imago. Application of C. papaya leaf extract at a concentration of 1% can reduce the fecundity level of female imago of S. frugiperda but does not affect the fertility of the eggs produced.
Burung Hantu (Tyto alba) Sebagai Pengendali Tikus Sawah (Rattus argentiventer) di Desa Parakannyasag Kota Tasikmalaya Ardigurnita, Firgian; Frasiska, Nurul; Firmansyah, Efrin
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.409 KB) | DOI: 10.26874/jakw.v1i1.13

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan produksi padi dan pendapatan petani di Kelurahan Parakannyasag Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya dengan memanfaatkan predator alami burung hantu untuk menekan populasi hama tikus melalui program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM). Strategi solusi meliputi (1) Pemberdayaan bina produksi, (2) Pemberdayaan bina kelembagaan, (3) Pemberdayaan bina masyarakat (SDM), (4) Pemberdayaan bina lingkungan. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah model pemberdayaan partisipatif dengan kelompok mahasiswa KKN, dosen pendamping lapangan dan masyarakat Kelurahan Parakannyasag secara kolaboratif. Khalayak sasaran pada program ini adalah seluruh masyarakat Keluarahan Parakannyasag dan dipusatkan pada kelompok-kelompok tani di Kelurahan Parakannyasag. Pelaksanaan program ini melibatkan beberapa pihak antara lain, masyarakat Kelurahan Parakannyasag, petani yang tergabung dalam kelompok tani, penyuluh pertanian, dan aparat desa. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini menghasilkan peningkatan pemberdayaan masyarakat melalui aspek pemberdayaan produksi, aspek pemberdayaan bina kelembagaan, aspek pemberdayaan bina masyarakat / sumberdaya manusia, serta aspek pemberdayaan bina lingkungan sehingga kelurahan Parakannyasag menjadi desa yang melaksanakan konservasi burung hantu secara terpadu.
Growth and Yield Response of Kailan Plants (Brassica Oleraceae L.) to Various Doses of Guano Fertilizer Firmansyah, Efrin; Shafanah, Aniq Humaira; Hidayat, Cecep
ISTEK Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/istek.v14i1.1436

Abstract

Kailan is a vegetable plant from the cabbage family that has promising potential due to its high economic value and the high nutritional content contained in kailan. However, kailan production is still unstable due to the continuous use of inorganic fertilizers, resulting in a decrease in soil quality in terms of physical, chemical, and biological properties. Actions that can be taken to stabilize kailan production can be done by adding organic guano fertilizer to kailan plant cultivation. The purpose of this study was to determine the effect of various doses of guano fertilizer on the growth and yield of kailan plants (Brassica oleraceae L.). The method used in this study was a randomized block design (RAK) with 5 treatments and 5 replications, namely A: Control, B: 5 tons ha-1, C: 10 tons ha-1, D: 15 tons ha-1, and E: 20 tons ha-1. The results showed that the administration of various doses of guano fertilizer affected the parameters of plant height 35 HST, number of leaves 35 HST, leaf size, leaf area, and fresh weight of plants. However, it did not affect the harvest index parameters. In treatment D, the application of guano fertilizer dose of 15 tons ha-1 was able to provide the best results for the growth and yield of kale plants in the parameters of plant height 35 HST, number of leaves 35 HST, leaf size, leaf area, fresh weight of plants, and dry weight of plants. Therefore, the dose of 15 tons ha-1 is the recommended dose for kale plant cultivation.
PENGARUH SUHU TERHADAP BOBOT PUPA, FEKUNDITAS DAN FERTILITAS Spodoptera Frugiperda J.E. SMITH Azizah, Dewi Nur; Ramadhan, R. Arif Malik; Firmansyah, Efrin
Agrika Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i1.5545

Abstract

ABSTRAKSpodoptera frugiperda J.E. Smith merupakan hama yang menyerang tanaman jagung. Suhu berperan dalam mempengaruhi berbagai aspek biologis S. frugiperda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan suhu terhadap bobot pupa, fekunditas imago dan fertilitas telur S. frugiperda pada skala laboratorium. Penelitian disusun berdasarkan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan perbedaan suhu yang terdiri dari 4 taraf yaitu (A) 34℃, (B) 27℃, (C) 19℃, dan (D) 13℃. Setiap perlakuan terdiri dari 5 ekor larva dan diulang sebanyak 6 kali pengulangan sehingga jumlah serangga uji yang digunakan sebanyak 120 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan suhu berpengaruh terhadap bobot pupa, fekunditas imago betina, dan fertilitas telur S. frugiperda. Pada parameter bobot pupa, perlakuan (D) 13℃ merupakan perlakuan terbaik dikarenakan tidak terdapat serangga uji yang mampu membentuk pupa pada perlakuan tersebut. Parameter fekunditas imago betina dapat dipengaruhi oleh perbedaan suhu. Fekunditas imago betina pada perlakuan (C) 19℃, dan (D) 13℃ dinilai sangat rendah dengan nilai berturut-turut sebesar 111,50 ± 60,58 telur dan 0,00 ± 0,00 telur. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa Perlakuan perbedaan suhu mempengaruhi bobot pupa, fekunditas imago betina dan fertilitas telur S. frugiperda. Perlakuan (D) 13℃ merupakan perlakuan terbaik karena tidak terdapat serangga uji yang mampu membentuk pupa. Fekunditas imago betina dan fertilitas telur S. frugiperda pada perlakuan (C) 19 ℃, dan (D) 13 ℃ lebih rendah dibanding perlakuan A & B. Perlakuan (C) 19℃ dapat menekan tingkat penetasan telur S. frugiperda hingga 74.5% dan perlakuan (D) 13℃ dapat menekan penetasan telur hingga 100%.  ABSTRACTSpodoptera frugiperda J.E. Smith is a pest that attacks corn plants. Temperature plays a Spodoptera frugiperda J.E. Smith is a pest that attacks corn plants. Temperature plays a role in influencing various biological aspects of S. frugiperda. The aim of this research was to determine the effect of temperature differences on pupa weight, imago fecundity and egg fertility of S. frugiperda on a laboratory scale. The research was structured based on a completely randomized design (CRD) with different temperature treatments consisting of 4 levels, namely (A) 34℃, (B) 27℃, (C) 19℃, and (D) 13℃. Each treatment consisted of 5 larvae and was repeated 6 times so that the number of test insects used was 120 individuals. The results showed that temperature differences had an effect on pupa weight, female imago fecundity, and S. frugiperda egg fertility. In terms of pupa weight parameters, treatment (D) 13℃ was the best treatment because there were no test insects that were able to form pupae in this treatment. Female imago fecundity parameters can be influenced by temperature differences. The fecundity of female imago in treatments (C) 19℃, and (D) 13℃ was assessed as very low with values of 111.50 ± 60.58 eggs and 0.00 ± 0.00 eggs respectively. The results showed that different temperature treatments affected pupa weight, female imago fecundity and S. frugiperda egg fertility. Treatment (D) 13℃ was the best treatment because there were no test insects capable of forming pupae. The fecundity of female imago and the fertility of S. frugiperda eggs in treatments (C) 19℃, and (D) 13℃ were lower than treatments A & B. Treatment (C) 19℃ could reduce the hatching rate of S. frugiperda eggs by up to 74.5% and treatment (D) 13℃ can suppress egg hatching up to 100%. 
Advanced Yield Trial for Various Peanut Lines (Arachis hypogaea L.) at Sodonghilir, Tasikmalaya, West Java, Indonesia Nurhalimah, Siti; Wahyu, Yudiwanti; Nurhidayah, Siti; Firmansyah, Efrin
Journal of Tropical Crop Science Vol. 8 No. 01 (2021): Journal of Tropical Crop Science
Publisher : Department of Agronomy and Horticulture, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jtcs.8.01.22-32

Abstract

This study aims to evaluate yield and yield components in several peanut lines planted in West Java, Indonesia. The genetic materials tested involved 21 genotypes consisting of 18 potential peanut lines (G100, G133, G142, G144, G199, G205, G209, G21, G234, G237, G33, G37, G41, G53, G54, G76, G84, G99) from a selection of 5 biparental population (GWS79A1/”Zebra”, “Jerapah”/GWS79A1, “Zebra”/GWS79A1, GWS79A1/”Jerapah”, “Zebra”/GWS18A1) and 3 comparative varieties (“Gajah”, “Sima”, and “Zebra”) as controls. Results showed that various genotypes have significant effects on plant height (at 9 and 10 WAP), number of branches (at 4, 10, and 12 WAP), flowering age, and harvest age. Some potential lines showed ideal characters expected of a high quality peanut plant. Based on characters such as harvest age, dry pod weight, and productivity, G100, G41, G21, G205, and G84 can be considered the best potential lines. These lines demonstrated high heritability values including characters classified as high category such as plant height, number of branches, age of flowering, age of harvest, harvest index, wet stover weight, fresh pod weight, number of filled pods, number of empty pods, number of filled pods, and weight of 100 seeds. Additionally, these lines also show high productivity, a character classified in the medium category.
Pengaruh Kombinasi Dosis Pupuk Kandang Ayam dan Pupuk Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pagoda (Brassicaee narinosa L.) Saepuloh, Saepuloh; Isnaeni, Selvy; Firmansyah, Efrin
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 2 No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v2i1.500

Abstract

Pupuk merupakan suatu bahan yang mengandung unsur hara baik hara makro atau mikro yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk kandang merupakan pupuk yang berasal dari limbah ternak berupa kotoran ternak yang mengadung unsur hara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2020 di screen house Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Rancangan yang di gunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 16 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi dosis pupuk kandang ayam dan pupuk kandang kambing berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter tanaman, warna daun, berat basah, dan berat kering. Dosis pupuk yang optimal yaitu pukan ayam 168 g tan-1 + pukan kambing 281 g tan-1, pada parameter tinggi tanaman dan diamater tanaman sedangkan dosis pukan ayam 168 g tan-1 + pukan kambing 168 g tan-1 pada parameter jumlah daun, berat basah, dan berat kering.
Keefektifan Trichoderma sp. dalam Mengendalikan Layu Fusarium pada Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Novita, Nira; Firmansyah, Efrin; Isnaeni, Selvy
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 3 No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v3i1.621

Abstract

Agens pengendali hayati (APH) selain dapat membatasi pertumbuhan dan perkembangan Organisme Pengganggu Tumbuhan, APH juga berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem  lingkungan pertanian. Trichoderma sp. merupakan salah satu agens pengendali hayati yang dapat digunakan untuk mengendalikan patogen tular tanah salah satunya Fusarium sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Trichoderma sp. terhadap pertumbuhan, hasil dan keevektivan dalam mengendalikan layu fusarium tanaman mentimun. Rancangan yang di gunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Penelitian ini dilakukan di Screen House Satuan Pelayanan BPTPH Wil V Tasikmalaya. Perlakuan penelitian yaitu Dosis Trichoderma sp. 0 g tan-1 (kontrol),  25 g tan-1,50 g tan-1,  75 g tan-1,  100 g tan-1. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dilanjutkan dengan uji Duncan taraf α 5%. Hasil penelitian menunjukan tidak adanya kejadian serangan penyakit fusarium pada tanaman dengan perlakuan dosis Trichoderma sp. maupun perlakuan kontrol, hal tersebut diduga bahwa keadaan lingkungan  tidak sesuai bagi pertumbuhan cendawan Fusarium sp.. Dosis Trichoderma sp. 75 g tan-1 memeberikan pertumbuhan dan hasil yang optimal pada tanaman mentimun.
Pengaruh Dosis Pupuk Silika Padat terhadap Pertumbuhan Padi Hitam Lokal Aksesi Tasikmalaya Halim, Diki Abdul; Nasrudin, Nasrudin; Firmansyah, Efrin
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 4 No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v4i1.938

Abstract

Garam merupakan cekaman abiotik yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman melalui cekaman ionik, osmotik, dan ketidakseimbangan unsur hara. Penambahan hara silika berfungsi untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap cekaman abiotik. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji penambahan dosis hara silika padat terhadap pertumbuhan padi lokal aksesi Tasikmalaya pada kondisi salin. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial. Konsentrasi garam sebagai faktor ke-1 dengan 4 aras di antaranya 0 dS.m-1, 4 dS.m-1, 8 dS.m-1, dan 12 dS.m-1. Dosis hara silika padat sebagai faktor ke-2 dengan 3 aras di antaranya 300 mg.kg-1, 450 mg.kg-1, dan 600 mg.kg-1. Perlakuan konsentrasi garam berpengaruh nyata terhadap bobot kering tajuk 56 HST namun tidak berpengaruh nyata terhadap warna daun dan jumlah anakan 70 HST serta panjang akar dan bobot kering akar 56 HST. Konsentrasi garam 8 dS.m-1 menghasilkan bobot kering tajuk yang lebih rendah dibandingkan konsentrasi garam lainnya. Intraksi konsentrasi garam dengan dosis hara silika berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan bobot kering akar 56 HST. Konsentrasi garam 0 - 4 dS.m-1 dengan dosis silika sebesar 300 mg.kg-1 menghasilkan tanaman tertinggi, sedangkan konsentrasi garam 0, 4, dan 12 dS.m-1 dengan dosis silika 300 - 600 mg.kg-1 menghasilkan bobot kering akar tertinggi. Semakin tinggi konsentrasi garam maka akan menurunkan tinggi tanaman dan bobot kering tajuk, sedangkan konsentrasi garam 8 dS.m-1 ditambah dosis hara silika menyebabkan penurunan terhadap bobot kering akar, tinggi tanaman, dan bobot kering tajuk.
Efektivitas Trichoderma viride Sebagai PGPR pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.) Hizbillah, Syandra Tiara; Ramadhan, R. Arif Malik; Firmansyah, Efrin
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 6 No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v6i1.1422

Abstract

Pemanfaatan T. viride sebagai PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dapat berperan sebagai mikroorganisme yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2022 yang bertempat di lahan percobaan Universitas perjuangan Tasikmalaya dan proses penanaman isolat dilaksanakan di Laboratorium BPTPH Wilayah V Kota Tasikmalaya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis T. viride yang efisien untuk pertumbuhan cabai merah, mengetahui pengaruh T. viride pada fase vegetatif dan generatif pada budidaya tanaman cabai merah, persentase hambatan T. viride sebagai PGPR terhadap Fusarium oxysporum secara in vitro, serta mengetahui efektivitas T. viride sebagai PGPR bagi tanaman cabai merah. Perlakuan yang diujikan dalam penelitian merupakan variasi dosis T. viride, di antaranya T0 (0 g), T1 (2,5 g), T2 (5 g), T3 (10 g), T4 (15 g), dan T5 (20 g). Rancangan percobaan yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan T5 memperoleh hasil lebih unggul pada beberapa parameter seperti tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang akar, jumlah buat, bobot buah, dan persentase hambatan jamur. Aplikasi T. viride sebagai PGPR efektif terhadap fase vegetatif dan generatif tanaman.
Efektivitas Ekstrak Biji Mahoni (Swietenia mahogani) Mengendalikan Hama Tanaman Jagung Spodoptera frugiperda Firmansyah, Efrin
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 6 No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v6i2.2038

Abstract

Spodoptera frugiperda merupakan salah satu hama yang keberadaannya baru di Indonesia, sehingga metode pengendalian yang dapat digunakan masih relatif terbuka untuk dikembangkan. Ekstrak biji mahoni telah diketahui memiliki potensi sebagai insektisida nabati untuk mengendalikan hama pada tanaman budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan penggunaan ekstrak biji mahoni dalam mengendalikan larfa S. frugiperda di laboratorium, yang selanjutnya dapat dijadikan rujukan pengendalikan di lapangan. Metode yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Lengkap satu faktor yaitu konsentrasi ekstrak biji mahoni yang terdiri dari kontrol (0.0%), 0,5; 1,0; 1,5; 2,0; dan 2,5% dan diulang 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak biji mahoni hingga konsentrasi 2,5% tidak memberikan pengaruh terhadap aktivitas makan S. frugiperda terlihat dari klasifikasi penghambatan makan sangat lemah (< 40%). Sementara semakin tinggi ekstrak yang digunakan pada penelitian ini menyebabkan mortalitas meningkat hingga 87,5%. Hasil lain menunjukkan ekstrak mahoni pada konsentrasi 2,5% menghasilkan nilai LC50 dan LC95 secara berturut turut adalah 0,826% dan 11,856% dengan nilai LT50 dan LT95 berturut-turut 3,406 hari dan 10,313 hari. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak biji mahoni efektif mengendalikan larva S. frugiperda.