Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Studi Tipologi Denah dan Ruang Masjid Tua Abad ke-18 di Jakarta Adinda Thalita Puspa Juwita; Ryan Adhi Nugraha; Safriyati Rindi yuningsih; Dian Monica Erveline Basri; Astrid Hapsari Rahardjo
Local Engineering Vol. 1 No. 2 (2023): December
Publisher : CV. Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/lejlace.v1i2.78

Abstract

Keberadaan bangunan masjid tua di Jakarta yang dibangun di abad ke-18 menjadi nilai sejarah tersendiri yang memiliki karakteristik masing-masing bangunannya. Dalam hal ini, studi mengenai tipologi denah dan ruang masjid penting dilakukan untuk menemukan kesimpulan, yaitu tipologi denah dan ruang masjid. Permasalahan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah banyaknya bangunan masjid tua yang memiliki keberagaman tersendiri, mulai dari bentuk atap dan bangunan, material dan ornamen sehingga cukup sulit untuk menentukan tipologi denah dan ruang masjid abad ke-18. Maka, penelitian ini dilakukan dengan cara studi banding ke lokasi masjid yang didukung beberapa sumber literatur. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan penelitian secara kualitatif untuk pengumpulan data bangunan. Instrumen pendukung penelitian berupa literatur diperlukan sebagai perbandingan untuk mengetahui kondisi masjid pada awalnya dengan kondisi sekarang. Hasil studi didapatkan 6 dari 10 masjid sudah direnovasi menjadi lebih modern serta meninggalkan konsep ruang dan ornamen lama dengan penambahan lampu LED di area plafon. 4 dari 10 masjid masih mempertahankan ornamen dan konsep lama, hanya digantikan dengan material yang lebih baru. 2 dari 10 diantaranya mengadaptasi konsep atap rumah Jawa berbentuk Joglo, 2 dari 10 lainnya menggunakan atap dak, dan sisanya diganti dengan atap yang lebih modern dengan ekstensi kanopi di depan masjid.
Identifikasi Kriteria Happy Design pada Rancangan Interior Gerai Kopi di Tangerang Astrid Hapsari Rahardjo; Hendrik Poltak Doloksaribu
Local Engineering Vol. 1 No. 2 (2023): December
Publisher : CV. Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/lejlace.v1i2.79

Abstract

Pencapaian kebahagiaan seseorang merupakan respon dari stimulasi dari lingkungannya. Mengingat bahwa manusia menghabiskan sekitar 80%-90% dari waktunya beraktivitas di lingkungan ruang dalam, maka perancangan arsitektur dan ruang dalam (interior) memiliki peran yang sangat besar dalam perolehan kebahagiaan penggunanya. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi kriteria dari teori happy design yang dikemukakan dalam buku happiness, happy design, interior space design, café pada Kafe Fore yang berlokasi di Pusat Perbelanjaan Qbic, Serpong, Tangerang. Tidak semua kriteria pada teori tersebut dapat diimplementasikan dikarenakan adanya keterbatasan kondisi fisik kasus penelitian ataupun ketidaksesuaian fungsi ruang yang ada (misalnya fungsi ruang tidur). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan dokumentasi dan pengamatan yang dilakukan di lapangan. Hasilnya diharapkan dapat memberikan gambaran terkait implementasi kriteria happy design di dalam rancangan arsitektur dan ruang dalam atau interior
PERBANDINGAN RANCANGAN GUBAHAN MASSA DAN DAMPAKNYA DENGAN KENYAMANAN TERMAL. Studi Kasus: Rusunawa Jatinegara Barat dan Pengadegan. Astrid Hapsari Rahardjo; Firmansyah Bachtiar; Reza Rezaie; Sheren Azahra
Agora : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol. 21 No. 1 (2023): Kenyamanan dan Ketahanan dalam Desain Arsitektur dan Lingkungan
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/agora.v21i1.15338

Abstract

Penggunaan AC pada unit hunian rusunawa bertingkat tinggi bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah terbilang cukup banyak dilihat dari sisi luar bangunan. Studi ini merupakan upaya untuk melihat salah satu faktor pemicu penggunaan AC tersebut yakni adanya ketidaknyamanan penghuni dari sisi termal. Dengan mengambil dua lokus penelitian yaitu Rusunawa Jatinegara Barat dan Rusunawa Pengadegan, studi ini mengevaluasi kondisi nyaman termal bangunan dengan menggunakan simulasi Sefaira pada model tiga dimensi yang mewakili gubahan massa kedua lokus penelitian. Selain menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, studi ini juga merupakan perbandingan antara Rusunawa Jatinegara Barat dan Rusunawa Pengadegan dikarenakan keduanya berada pada area iklim makro yang sama datanya dirujukkan pada stasiun cuaca Halim Perdanakusuma. Observasi juga dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak penggunaan AC pada kedua lokus penelitian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran terkait rancangan gubahan massa bangunan yang berbeda pada rusunawa bertingkat tinggi bersubsidi dan dampaknya pada kenyamanan termal penghuninya.
Sistem Green Wall Sebagai Wujud Konsep Arsitektur Biofilik Rahardjo, Astrid Hapsari; Purwanto, L. M. F.
Local Engineering Vol. 2 No. 1 (2024): June
Publisher : CV. Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/lejlace.v2i1.87

Abstract

Penerapan sistem green wall telah dilakukan sejak tahun 2.500 SM. Seiring dengan berkembangnya teknologi, penerapan yang tadinya hanya dilakukan pada bangunan bertingkat rendah, saat ini dapat dilakukan pada bangunan bertingkat tinggi, diantaranya Newton Suite, Singapura. Sistem green wall ini selain merupakan bagian dari konsep arsitektur berkelanjutan, juga sejatinya merupakan perwujudan dari konsep biofilia, utamanya pada lingkungan perkotaan, di mana kualitas hubungan antara manusia dengan lingkungan alaminya telah mengalami penurunan dengan maraknya pembangunan lingkungan binaan yang identik dengan perkerasan diiringi dengan penggunaan teknologi individu. Konsep biofilia pertama kali berangkat dari pemikiran terkait koneksi manusia dengan lingkungan alami oleh Eric Fromm di ranah ilmu antropologi dan psikologi.  Kemudian dikembangkan menjadi hipotesa arsitektur oleh Stephen Kellert dan Edward Wilson. Manifestasi dalam bentuk green wall ini banyak dilakukan baik dalam skala makro perkotaan, messo bangunan dan lingkungan sekitarnya, dan mikro pada ruang interior. Makalah ini merupakan studi dari berbagai literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun tujuannya adalah untuk mengetengahkan wacana terkini tentang green wall baik dari sejarahnya, sistemnya, dampaknya, dan contoh-contohnya hingga kini.
Kajian Literatur Tersistematis (SLR) Pengaruh Penghijauan untuk Peningkatan Kesehatan Mental dan Performa Siswa di Lingkungan Sekolah Rahardjo, Astrid Hapsari; Bachtiar, Firmansyah; Doloksaribu, Hendrik Poltak
Local Engineering Vol. 3 No. 1 (2025): June
Publisher : CV. Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/lejlace.v3i1.180

Abstract

The concept of biophilia is widely recognized as a way to reconnect humans with the natural environment, based on the understanding that humans are inherently part of nature. Studies have shown that this reconnection can have positive effects, including improved mood. Among school children, this benefit is often reflected in better academic performance. In architecture, the integration of natural elements is commonly linked to biophilic concepts and design patterns. This literature review examines studies conducted across various fields between 2014 and 2024. The final analysis presents methods and key findings of these studies, identifies existing research gaps, and highlights potential directions for future research in architecture.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI AUGMENTED DAN VIRTUAL REALITY DALAM PENELITIAN ARSITEKTUR Rahardjo, Astrid Hapsari; Purwanto, L.M.F.; Ardhianto, Peter
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2024.v14i2.01

Abstract

Teknologi digital augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) memiliki keutamaan dalam menyajikan representasi kondisi di dunia nyata dan mensimulasikan suatu kondisi buatan terhadap kondisi nyata tadi. Keduanya memiliki ciri tersendiri dimana AR mengetengahkan simulasi digital dari modifikasi kondisi buatan atau proyeksi rencana rancangan pada suatu kondisi eksisting lingkungan terbangun sedangkan VR sepenuhnya menyajikan representasi rancangan yang dapat diakses manusia dalam dimensi digital. Di dalam ranah ilmu arsitektur, pemanfaatan teknologi ini ditemukan di dalam penelitian arsitektural dalam rangka investigasi dan pengembangan keilmuan, selain daripada penggunaannya di dalam praktek perancangan dan konstruksi. Studi ini merupakan kajian literatur tentang pemanfaatan teknologi VR dan AR dalam penelitian arsitektur terkait berbagai topik, seperti pelestarian bangunan cagar budaya, pengaruh psikologis biofilia pada pengguna suatu lingkungan binaan, dan preferensi calon pengguna terhadap suatu rancangan arsitektur dan interior. Studi literatur ini disajikan secara sistematis (systematic literature review atau SLR) yang dimulai dengan perbedaan karakteristik antara teknologi VR dan AR kemudian dilanjutkan dengan penelitian mana saja yang menggunakan teknologi AR atau VR.
Kajian Konseptual Arsitektur Masjid Babah Alun Desari sebagai Manifestasi Akulturasi Budaya Buchori, Muhammad Ilham; Azwar, Juliana; Sulaiman, Madrin; Rahardjo, Astrid Hapsari; Ibadi, Raden Mohamad Wisnu
Local Engineering Vol. 3 No. 2 (2025): December
Publisher : CV. Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/lejlace.v3i2.218

Abstract

In architecture, a concept serves as the fundamental idea that guides the entire design process—integrating function, form, symbolism, and cultural context. This study examines how such a concept is manifested as a form of architectural acculturation in the Babah Alun Desari Mosque, Cilandak, a contemporary Indonesian mosque that harmoniously blends Islamic spatial values with Chinese aesthetic traditions. The research aims to identify and analyze how the architectural concept of acculturation is implemented through the mosque’s visual composition, ornamentation, and spatial arrangement. A qualitative descriptive approach was employed through literature review and case study methods, involving visual observation, documentation, and theoretical analysis related to architectural concepts and cultural synthesis. The findings of this study reveal that the curved roof crowned with a dome, the presence of dragon and floral ornaments, and the open, inclusive spatial configuration represent tangible manifestations of architectural acculturation. From a distance, Chinese architectural identity appears more dominant, while Islamic character becomes more evident upon approaching the prayer hall. Thus, the Babah Alun Desari Mosque stands as a manifestation of architectural acculturation, harmonizing Eastern aesthetics with Islamic spirituality within Indonesia’s multicultural urban context.
Analisis Penerapan Prinsip Appropriate Site Development (ASD) pada Lingkungan Universitas Tanri Abeng Astrid Hapsari Rahardjo; Ahmad Nur Muzakhim; Eka Panji Cahya Saputra; Nabila Alifa Joyo Seputro; Noviana Sri Wedari; Samuel Ardi Wicaksana; Vivi Afifah
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 8 No. 01 (2026): Arsitekta: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v8i01.1192

Abstract

Appropriate Site Development (ASD) merupakan salah satu prinsip dalam sistem penilaian bangunan berkelanjutan GREENSHIP New Building (NB) versi 1.2 yang berfokus pada pengelolaan tapak secara efisien dan responsif terhadap lingkungan. Dalam penelitian ini, prinsip ASD digunakan sebagai kerangka acuan untuk menganalisis tingkat kesesuaian implementasi aspek keberlanjutan pada lingkungan kampus Universitas Tanri Abeng. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan dukungan kuantifikasi berdasarkan tolok ukur ASD. Analisis mencakup area dasar hijau, pemilihan tapak, aksesibilitas komunitas, konektivitas transportasi, pengelolaan lanskap, serta manajemen air limpasan dan iklim mikro. Hasil penelitian ini diharapkan menunjukkan tingkat penerapan prinsip ASD pada kampus Universitas Tanri Abeng, sekaligus mengidentifikasi aspek yang telah memenuhi persyaratan minimum maupun yang masih perlu ditingkatkan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan strategi perancangan kampus berkelanjutan, khususnya dalam konteks implementasi standar GREENSHIP di lingkungan Universitas Tanri Abeng.