Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Eksistensi Muhammadiyah Dalam Pengembangan Kompetensi Guru Ory Syafari Jamel Sutiyan; Dolly Riri Ramdhanu Jamel Sutiyan; Adlin Adlin; Dedy Irawan; Muchamad Arif Al Ardha
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 21, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v21i1.2775

Abstract

Abstract: Muhammadiyah Existence In Teacher Competence DevelopmentMuhammadiyah is one of the largest Islamic organizations in Indonesia which has a revolutionary contribution in the field of Islamic education. Circulation of news about sexual harassment, abuse by teachers against students. Then the phenomenon of Muhammadiyah's members not sending their children to Muhammadiyah schools is an important issue behind this research. This makes the competence of Muhammadiyah teachers is important to noticed because of the large influence and quantity of students. Therefore, this paper purposed to learn about the existence of Muhammadiyah in developing the teacher competence. This study was compiled using qualitative methods by interviewing several Muhammadiyah figures in Riau Province and conducting triangulation as data validity. In addition, the library approach collects various sources of relevant and comprehensive information. The results of this research show that Muhammadiyah has contributed to the development of teacher quality and competence by issuing normative rules, directives, books and other guidelines such as the Guidebook for Islamic Life for Muhammadiyah Citizens (PHIWM Book), forming social groups such as MGMP teacher associations and FGM, even training and the regeneration proses at Muhammadiyah orthonomous organizations (Muhammadiyah Youth, KORPS Mubaligh, Naisyatul Aisyiyah, etc.) can build and improving the competence of teachers and Muhammadiyah member. However, efforts to develop the competence of Muhammadiyah teachers do not always succeed, it caused lack of funding, lack of competence of Muhammadiyah leaders at lower levels, lack of Teacher awareness, and limited facilities and infrastructure. So that the guidelines and rules that have been formulated by the Muhammadiyah's Central Leadership are difficult to applicated into a comprehensive program.Abstract: Eksistensi Muhammadiyah Dalam Pengembangan Kompetensi Guru.Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi islam terbesar di Indonesia yang memiliki kontribusi revolusioner dalam bidang pendidikan islam. Beredarnya berita tentang pelecehan, penganiayaan yang dilakukan guru kepada siswa. Kemudian fenomena pengurus yang tidak menyekolahkan anaknya di sekolah Muhammadiyah menjadi isu penting yang melatarbelakangi penelitian ini. Hal tersebut membuat kompetensi guru Muhammadiyah menjadi penting untuk diperhatikan mengingat besarnya pengaruh dan kuantitas peserta didik yang diajar. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk membahas eksistensi Muhammadiyah dalam mengembangkan pendidikan islam pada aspek yang lebih khusus yaitu kompetensi guru. Penelitian ini disusun menggunakan metode kualitatif dengan mewawancarai beberapa tokoh Muhammadiyah di Provinsi Riau serta melakukan triangulasi sebagai validitas data. Selain itu, pendekatan pustaka dengan mengumpulkan berbagai sumber informasi yang relevan dan komprehensif. hasil telaah berbagai sumber informasi menunjukkan bahwa Muhammadiyah sudah berkontribusi dalam pengembangan kualitas dan kompetensi guru dengan menerbitkan aturan, arahan, buku dan pedoman lain secara normatif seperti Buku Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), membentuk kelompok sosial seperti perkumpulan guru MGMP dan FGM, bahkan pelatihan dan proses kaderisasi organisasi otonom Muhammadiyah (Pemuda Muhammadiyah, KORPS Mubaligh, Nasyiatul Aisyiyah, dll) dapat membentuk kompetensi guru dan kader Muhammadiyah. Namun ikhtiar pengembangan kompetensi guru Muhammadiyah tidak selalu dapat berjalan dengan baik, antara lain disebabkan oleh faktor pendanaan, kompetensi pimpinan Muhammadiyah tingkat bawah, kesadaran guru; dan faktor sarana dan prasarana yang terbatas.
KOLABORASI PENTAHELIX UPAYA INTERVENSI PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING MELALUI IMPLEMENTASI PROGRAM BAAS DI KOTA PEKANBARU Ramlan Darmansyah; Adlin Adlin
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 10, No 2 (2025): Vol 10, No 2 (2025): MITZAL, VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v10i2.6756

Abstract

Kolaborasi pentahelix merupakan suatu konsep penting sebagai langkah stategis sebagai aksi cepat untuk penyusutan angka kasus gizi buruk, baik di tingkat nasional, lokal (provinsi,kabupaten/kota) maupun desa. Konsep kolaborasi pentahelix melibatkan seluruh elemen lintas sektor yang memiliki tanggung jawab bersama untuk melaksanakan program intervensi optimalisasi penyusutan angka kasus stunting. Implementasi dari program BAAS atau Bapak/Bunda asuh anak yang mengalami stunting di Kota Pekanbaru merupakan salah satu bentuk intervensi sensitif dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kota Pekanbaru, dengan melibatkan seluruh elemen terutama Pemerintah Kota Pekanbaru, pihak swasta, perguruan tinggi, organisasi profesi, lembaga kemasyarakatan dan media. Tujuan dalam penelitian ini yaitu melacak kolaborasi pentahelix upaya intervensi percepatan penurunan stunting tinjauan terhadap implementasi dari program BAAS atau Bapak/Bunda Asuh Anak yang mengalamai Stunting di Kota Pekanbaru. Adapun metode penelitian ini yaitu jenis penilitian kualitatif yang perolehan datanya melalui tinjauan pustaka. Adapaun hasil pembahasan dalam penulisan ini bahwa kolaborasi pentahelix sebagai upaya percepatan penyusutan kasus gizi buruk di Kota Pekanbaru melibatakan Pemerintah Kota Pekanbaru, perguruan tinggi, perusahaan, organisasi profesi, lembaga masyarakat dan media. Adapun intervensi upaya percepatan stunting telah dilaksanakan melalaui intervensi spesifik dan intervensi sensitif. Pelaksanaan  kegiatan Bapak/Bunda Asuh Anak yang mengalami Stunting di Kota Pekanbaru merupakan salah satu intervensi sensitif yaitu intervensi secara tidak langsung untuk menekan angka kasus stunting dengan memberikan bantuan bahan pokok dan pemenuhan gizi untuk anak terdampak stunting
Partisipasi Masyarakat dalam Penyusunan Peraturan Kampung di Merangkai, Dayun, Kabupaten Siak Mexsasai Indra; Dessy Artina; Belli Nasution; Adlin Adlin; Asiah Wasillah; Winda Ersa Putri; Sukamarriko Andrikasmi; Fahrur Rozi
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 7 (2025): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.7.297-304

Abstract

This community service activity was carried out in Merangkai Village, Dayun District, Siak Regency with the aim of increasing community understanding and involvement in the process of drafting Village Regulations. Village Regulations are an important instrument for democratic, transparent, and accountable village governance. The activity implementation method was carried out through socialization, training, and direct mentoring for village officials, the Village Consultative Body (BAPEKAM), and community representatives. The results of the activity showed an increase in community knowledge regarding the function and urgency of village regulations, as well as a growing awareness to actively participate in public deliberation and consultation forums. However, ongoing efforts are still needed to strengthen community capacity, expand socialization, and ensure the involvement of all elements of society in a more inclusive manner. This service activity is expected to be the first step in encouraging more optimal community participation in participatory regulation-based village development.