Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBINAAN KEMANDIRIAN NARAPIDANA DALAM PERSEPEKTIF HAK ASASI MANUSIA DI LAPAS KELAS II B ARGAMAKMUR Sakti, Budiman; Sutojo, Adi; Dayu, Rio Wisnu
PARETO : Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik Vol. 8 No. 1 (2025): PARETO
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH. Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/wx00qn92

Abstract

This study aims to analyze the success of the Prisoner Independence Development Program in Class II B Argamakmur Penitentiary through four main aspects, namely: communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. This study uses a qualitative descriptive approach with data collection techniques through observation, in-depth interviews with employees and visitors, and documentation. The results of the study indicate that the success of the program is greatly influenced by the clarity and consistency of information conveyed transparently to prisoners, by the principles of human rights. In terms of resources, the effectiveness of the program is determined by the availability of trained staff, adequate facilities, and clarity of authority. However, cooperation with external parties and socialization related to post-release job opportunities still need improvement. From the aspect of disposition, commitment, honesty, and the application of democratic values, encourage the implementation of training that is in accordance with the interests of prisoners. However, active participation and the quality of training still need to be strengthened. Meanwhile, in terms of bureaucracy, the implementation of Standard Operating Procedures (SOP) and fragmented division of tasks have created a structured and efficient work system. However, obstacles such as limited facilities and a lack of coordination between parties are still obstacles. This finding underlines the importance of continuous improvement in all aspects to ensure that the development program is truly able to optimally support the process of social reintegration of prisoners after they are released.
REFORMASI BIROKRASI POLRI  DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK  (Studi Pada Biro Operasi Polisi Resort Bengkulu Utara) Wardana, Andy Pramudya; Sakti, Budiman; Aprianty, Henny; Dani, Rahiman
PARETO : Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik Vol. 7 No. 2 (2025): PARETO
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH. Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/28vgdp40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan reformasi birokrasi kepolisian dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik, dengan penekanan pada Kantor Operasional Kepolisian Resor Bengkulu Utara. Jenis penelitian yang digunakan dalam tesis ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi mengenai kondisi atau gejala yang ada, yaitu gejala-gejala yang ada pada saat penelitian dilakukan. Data untuk penelitian ini diperoleh dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, visualisasi data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan kajian teori dan hasil penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa reformasi birokrasi kepolisian pada Biro Operasi Kepolisian Resor Bengkulu Utara. itu dilaksanakan dengan benar dan bertanggung jawab. Pelayanan publik yang telah diberikan mencakup berbagai dimensi kualitas, seperti prosedur pelayanan, waktu penyelesaian, biaya pelayanan, produk layanan, sarana dan prasarana, serta keterampilan penyedia layanan. Pelaksanaan reformasi juga mencakup peningkatan akuntabilitas, transparansi, kualitas layanan, pengembangan sumber daya manusia, peran serta masyarakat, dan teknologi informasi. Selain itu, petugas dari Kantor Operasional Kepolisian Kompleks Bengkulu Utara telah menunjukkan kompetensi dan rasa tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Namun demikian, masih terdapat beberapa tantangan yang harus diatasi, seperti jaringan internet yang belum selalu lancar serta perlunya melengkapi instalasi dan infrastruktur agar proses operasional dapat dikembangkan lebih optimal.