Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Musik Lo-Fi Sebagai Media Pendukung Konsentrasi Belajar Mahasiswa Gen Z Melisa Fitri Rahmadinata; Yuliana Yuliana
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Vol 27, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/komposisi.v27i1.137687

Abstract

 Abstract This study aims to determine the effect of "Lo-Fi" music on the concentration of learning in Generation Z. This study uses a descriptive quantitative approach with a survey method. Data were collected using a Google Form containing questions with the option to agree or disagree. The respondents of this study consisted of 30 students who are included in the Generation Z category. The results showed that most respondents stated that “Lo-Fi” music helped them to be more focused and comfortable in the learning process. Thus, "Study “Lo-Fi" music can be an alternative supporting media in improving learning concentration in Generation Z.Keywords: Lo-Fi music, study concentration, generation ZAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh musik “Lo- Fi” terhadap konsentraasi belajar generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Data yang di kumpulkan menggunakan Google Form yang berisi pertanyaan dengan pilihan membantu dan tidak membantu. Responden penelitian ini terdiri dari 30 mahasiswa yang termasuk dalam kategori generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan musik “Lo-Fi” membantu mereka untuk lebih fokus dan nyaman dalam proses belajar. Dengan demikian, musik “Lo-Fi” dapat menjadi alternatif media pendukung dalam meningkatkan konsentrasi belajar pada generasi ZKata kunci: Musik Lo-Fi, konsentrasi belajar, generasi Z.
Rekonstruksi Kreatif dalam Pertunjukan Solis Trumpet Lintas Genre M.Yunus Prayogi Sinulingga; Selvi Kasman; Melisa Fitri Rahmadinata; Rosmegawaty Tindaon
Musica: Journal of Music Vol 5, No 2 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i2.6005

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan rekonstruksi kreatif dalam pertunjukan solis trumpet lintas genre sebagai strategi interpretasi musikal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan pertunjukan, di mana data diperoleh melalui observasi proses latihan, dokumentasi pertunjukan, serta refleksi kritis penyaji. Repertoar yang dibawakan meliputi karya musik klasik Barat, tradisi Melayu, dan musik populer Latin, yang masing-masing memiliki karakter teknis dan ekspresif berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan rekonstruksi kreatif memungkinkan penyaji mengembangkan interpretasi musikal secara fleksibel tanpa menghilangkan karakter dasar setiap repertoar. Penguasaan teknik dasar trumpet, seperti artikulasi, kontrol pernapasan, dan pengelolaan dinamika, berperan penting dalam mendukung keberhasilan interpretasi lintas genre. Pertunjukan ini menghasilkan pengalaman musikal yang variatif serta memperlihatkan integrasi antara aspek teknis, ekspresif, dan kontekstual dalam praktik pertunjukan solis trumpet. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian pertunjukan musik, khususnya dalam praktik interpretasi dan penciptaan makna musikal melalui pertunjukan solis instrumen tiup
Musical Existence As An Indicator of The Realization of The Ideal Order of The Kuantan Singingi Community Based on The Canang Tradition Randi Restu Hadi; Puti Andam Dewi; Melisa Fitri Rahmadinata; Arga Budaya
Musica: Journal of Music Vol 5, No 2 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i2.6090

Abstract

Kebiasaan secara turun-temurun yang disepakati bersama sebagai idiom budaya masyarakat tertentu yang bermuara pada hasil akhir ketentraman dalam kehidupan bermasyarakat. Salah-satu metode perwujudan tatanan sosial tersebut oleh masyarakat kabupaten Kuantan Singingi melalui metode canang. Canang sebagai mediator terwujudnya tatanan ideal masyarakat dalam bentuk mengefektifkan perkabaran yang pada pelaksanaannya melibatkan unsur-unsur musikal. Tujuan dari tulisan ini adalah menemukan unsur-unsur musikal dalam prosesi canang serta memperlihatkan korelasi fungsi dan peran unsur tersebut dalam perwujudan tatanan kehidupan sosial bermasyarakat. Berharap tulisan ini mampu mengisi ruang kognitif pembaca sehingga melahirkan persepsi baru mengenai definisi unsur musikal dan keberagaman budaya tradisi yang ada di Nusantara.
Pertunjukan Silek Lanyah sebagai Upaya Pelestarian Budaya dan Daya Tarik Wisata di Desa Wisata Kubu Gadang Padangpanjang Akbar, Taufik; Rahmadinata, Melisa Fitri; Hafid, Fauziah Sri Andria
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v15i1.16672

Abstract

Abstrak Desa Wisata Kubu Gadang merupakan lokasi wisata yang dibentuk dan dikelola oleh masyarakat lokal dengan memanfaatkan potensi alam, lingkungan dan kegiatan keseharian di desa tersebut sebagai bagian dari atraksi wisata. Keberadaan desa wisata ini adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi, fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat setempat. Atraksi wisata yang dihadirkan berupa kegiatan keseharian masyarakat yang dikemas menjadi sebuah paket wisata edukasi seperti bagaimana menanam padi, memandikan kerbau,  menangkap ikan di sawah. Adapun paket wisata yang berupa edukasi budaya yakni menikmati pertunjukan dan belajar gerakan seni bela diri silek lanyah. Silek lanyah ialah sebuah seni bela diri Minangkabau berupa gerakan silat yang dilaksanakan di dalam lanyah (lumpur).Tujuan penelitian ini ialah untuk melihat dan menganalisis pertunjukan silek lanyah sebagai bagian dari seni budaya tradisi yang harus lestarikan, dan bagaimana  pengelolaan pertunjukan silek lanyah sebagai sebuah atraksi wisata dan menjadi paket wisata edukasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif, yakni menghimpun data dan melaporkan data kedalam deskripsi ilmiah. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan adanya pertunjukan silek lanyah sebagai sajian paket wisata di Desa Wisata Kubu Gadang, ternyata dapat menarik keingintahuan dan minat wisatawan yang datang untuk mengetahui tentang seni tradisi silek lanyah. Hal ini tentunya dapat menjadi sarana dalam mengenalkan, mempertahankan, melestarikan, silek lanyah baik sebagai sebuah seni yang harus diwariskan kepada generasi penerus maupun sebagai seni yang dapat dinikmati hingga dijadikan pengalaman atraksi oleh wisatawan yang datang menyaksikan dan terjun langsung menikmati paket wisata silek lanyah. Kubu Gadang Tourism Village is a tourist location formed and managed by the local community, by utilizing the potential of nature, the environment and daily activities in the village as part of tourist attractions. The existence of this tourist village is a form of integration between attractions, accommodations, and supporting facilities presented in a structure of local community life. In the Kubu Gadang Tourism Village, the tourist attractions presented are in the form of the daily activities of the community which are packaged into an educational tour package, such as how to plant rice, bathe buffalo, and catch fish in rice fields. The tour package is in the form of cultural education, namely enjoying performances and learning the movements of the silek lanyah martial arts. Silek lanyah is a Minangkabau martial art, in the form of silat movements carried out in lanyah (mud). The purpose of this research is to see and analyze silek lanyah performances as part of traditional cultural arts that must be preserved, and how to manage silek lanyah performances as tourist attractions and become educational tour packages. The research method used in this study is qualitative, namely collecting data and reporting data into scientific descriptions. The results showed that the silek lanyah performance as a tour package offered at the Kubu Gadang Tourism Village was able to attract the curiosity and interest of tourists who came to find out about the silek lanyah traditional art. This of course can be a means of introducing, maintaining, and preserving, silek lanyah both as an art that must be passed on to the next generation as well as an art that can be enjoyed until it becomes an attraction experience for tourists who come to witness and dive right in to enjoy silek lanyah tour packages.