Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Perancangan Typeface Terinspirasi Dari Motif Embunbekhangkat Suku Alas Aceh Tenggara Firman; Yuliarni; Ahmad Akmal
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 9 (2025): Menulis - September
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i9.629

Abstract

Perancangan yang terinspirasi dari motif embunbekhangkat Aceh Tenggara bertujuan untuk melestarikan budaya lokal serta mengatasi permasalahan tipografi dalam media publikasi bertema budaya. Metode yang digunakan mencakup studi literasi, observasi, wawancara, serta analisis visual dengan pendekatan 5W+1H. ini dikategorikan sebagai display dengan elemen dekoratif yang tetap memperhatikan Legibility, Readability, dan Clarity. Proses perancangan meliputi penjaringan ide, stilasi, digitalisasi, serta penerapan pada berbagai media. Hasil akhirnya berupa Font digital dalam format TTF dan OTF yang dapat digunakan di sistem operasi komputer serta dipromosikan melalui media pendukung seperti Poster, Billboard, T-Shirt, Tote Bag, dan Gantungan Kunci.
Perancangan Media Informasi Audio Visual Syekh Burhanuddin Sebagai Pelopor Agama Islam Di Minangkabau Abdul Radhi; Ahmad Akmal
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.903

Abstract

Syekh Burhanudin merupakan tokoh ulama Minangkabau abad ke-17 Masehi. Beliau mempelopori islam di Minangkabau melalui Lembaga Pendidikan Surau dan menciptakan integrasi adat dan syarak. Dalam upaya pelestarian nilai Sejarah, diciptakan sebuah Media Informasi Audio Visual Syekh Burhanuddin sebagai pelopor agama islam di Minangkabau. Perancangan Audio Visual efektif karena bisa digunakan di berbagai platform digital sehingga penyampaian pesan mudah diakses, modern, dan praktis. Metode perancangan motion graphics Syekh Burhanuddin ini melalui proses pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, studi pustaka, dan kuesioner. Dalam metode analisis data menggunakan metode analisis AIDA, yaitu attention (perhatian), interest (ketertarikan), desire (keinginan), dan action (aksi). Hasil perancangan ini adalah karya audio visual “Syekh Burhanuddin pelopor Islam Minangkabau” yang dibuat dalam bentuk motion graphics. perancangan motion graphics efektif sebagai media informasi untuk era digital saat ini, hasil rancangan bauran media ini: buku ilustrasi, E-book, poster, infografis, x-banner, t-shirt, gantungan kunci, stiker, kalender dan totebag. Media informasi ini dirancang dalam bentuk cetak dan digital agar dapat menjangkau khalayak yang lebih luas, baik lokal maupun luar daerah.
Perancangan Media Informasi Komik Sejarah Kota Sawahlunto Sebagai Kota Wisata Tambang Multi Etnis Berbudaya Ahmad Refi; Ahmad Akmal
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.904

Abstract

masa kolonial yang pernah terjadi di Nusantara. Eksistensi dari kejadian kronologis sejarah ini luput dari pengetahuan masayarakat luas. Salah satu faktornya ialah akibat rendahnya minat baca masayarakat Indonesia serta keterbatasan fasilitas literasi yang menghambat penyebaran wawasan sejarah. Oleh karena itu, diperlukan media informasi yang mampu menyentuh minat masyarakat dengan penyampaian kisah sejarah yang informatif dan tetap menarik. Perancangan media informasi komik “Kilas Balik : Nusantara Kecil di Kota Kuali” bertujuan untuk menginformasikan serta melestarikan sejarah dari Kota Sawahlunto sebagai kota wisata tambang multi etnis dan berbudaya. Perancangan ini menerapkan metode pengumpulan data yang meliputi observasi, kajian literatur, pengumpulan data visual, serta wawancara. Selain itu, juga perancangan ini juga mengadopsi metode analisis data berupa empathize yang bertujuan untuk memahami berbagai aspek daari masalah yang diangkat, define menganalisis dengan mendefinisikan masalah yang dirumuskan, ideate menuangkan gagasan ke dalam pemecahan kreatif yang efektif, prototype tahap awal perancangan dari ide dan testing untuk melakukan uji coba dari kelayakan perwujudan dari ide yang digagas. Hasil dari perancangan ini dituangkan dalam bentuk media informasi berupa perancangan buku komik yang menyajikan cerita dengan alur sederhana dengan tata bahasa yang dekat dengan keseharian demi informasi yang mudah dipahami. Sejumlah media yang berperan sebagai media pendukung penciptaan ini di antaranya, komik digital poster, banner, t-shirt, stiker, gantungan kunci, serta media sosial.
PERKEMBANGAN BENTUK SUNTIANG ANAK DARO DI KOTA PARIAMAN Kartika Firdha Mulya; Ahmad Akmal; Yulimarni Yulimarni
Relief : Journal of Craft Vol 5, No 1 (2025): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v5i1.6129

Abstract

Salah satu budaya tradisional Minangkabau adalah baralek. Baralek adalah upacara perkawinan antara seorang pria dan seorang wanita di Minangkabau. Pakaian mempelai pria disebut roki dan dilengkapi dengan asesoris lainnya. Pakaian wanita lengkap terdiri dari baju kurung (atasan), kodek (bawahan), hiasan kepala berupa suntiang, dan aksesoris lengkap lainnya. Penelitian ini berfokus pada perkembangan bentuk suntiang yang mengalami perubahan dari waktu ke waktu yang dikenakan pada anak daro di Kota Pariaman, perkembangan bentuk, dan ragam hias suntiang.Metode yang digunakan penulis dalam mempelajari perkembangan bentuk suntiang anak daro di Kota Pariaman adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data melalui data referensi, data lapangan, setelah itu data dikumpulkan dan dianalisis sesuai dengan kebutuhan, kemudian ditarik kesimpulan.Hasil penelitian perkembangan suntiang anak daro dapat dilihat dari cara pemasangan dan bentuk suntiang, yaitu dari suntiang tusuak berkembang menjadi suntiang songkok. Suntiang songkok terdiri dari tiga bentuk, pertama suntiang berbentuk kipas atau mahkota, kedua suntiang berbentuk gonjong rumah gadang, ketiga suntiang berbentuk tingkuluk tanduak. Suntiang anak daro tersusun dari gabungan beberapa unsur berupa bungo sarunai dengan motif bunga melati, kambang goyang dengan motif bunga ros, mansi-mansi dengan motif cumi-cumi, burung merak dan kote-kote atau jurai-jurai yaitu beberapa helai yang memiliki motif berupa ikan, kupu-kupu dan burung.
KREASI MOTIF RUMOH ACEH PADA KEMEJA BATIK PRIA Nurlaili Nurlaili; Ahmad Akmal; Ferawati Ferawati
Relief : Journal of Craft Vol 5, No 1 (2025): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v5i1.6128

Abstract

Kreasi motif rumoh Aceh bersumber dari rumah adat Aceh, rumoh adat yang berbentuk panggung memiliki serambi depan, serambi tengah dan serambi belakang. Rumah Aceh sebagai rumah tradisional memiliki ornamentasi yang khas Aceh seperti sumber ini yang dipilih sebagai acuan untuk motif pada baju batik yaitu, bungoeng meusingklet dan taloe meuputa yang dikreasikan ke bentuk Motif rumah Aceh. Metode penciptaan motif baju batik bercorak kreasi motif rumoh Aceh melalui tiga tahap yaitu, tahap Eksplorasi, tahap Perancangan dan tahap Perwujudan. Eksplorasi melalui pengumpulan data, referensi yang berhubungan dengan kreasi motif rumoh Aceh. Perancangan membuat gambar motif secara sederhana dan dikreasikan, Perwujudan motif ini melalui teknik batik tulis yang dicanting pada mori menggunakan teknik pewarnaan reaktif atau remazol menggunakan teknik mencolet. Hasil karya kreasi motif rumoh Aceh pada baju kemeja laki-laki terdiri dari motif roa umah, Motif taloe takue rumoh, kubah rumoh, jeundela rumoh, rumoh meupucok, rumoh singet, dan ija simplah
Perancangan Media Informasi Tentang Rendang Khas Kota Payakumbuh Wahyu Kurnia; Ahmad Akmal
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 6 (2026): Menulis - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i6.1213

Abstract

Perancangan komik Macam-Macam Rendang Payakumbuh bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan kuliner khas Payakumbuh kepada generasi muda usia 12–15 tahun sebagai upaya pelestarian budaya Minangkabau. Perancangan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pengetahuan masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, mengenai ragam rendang Payakumbuh di luar rendang daging sapi. Melalui media komik, informasi mengenai sejarah, filosofi, proses memasak, serta keberagaman rendang disampaikan secara menarik, komunikatif, dan mudah dipahami. Landasan teori yang digunakan meliputi teori storytelling, perancangan komik, ilustrasi, tipografi, warna, serta kajian sejarah dan filosofi rendang Minangkabau. Storytelling digunakan untuk membangun alur naratif melalui premis, logline, plot point, dan outline, sedangkan teori komik menjadi dasar penyusunan elemen visual agar pesan tersampaikan secara efektif. Metode penciptaan menggunakan design thinking yang terdiri dari empathize, define, ideate, prototype, dan testing. Data diperoleh melalui observasi di Kampung Rendang dan Museum Rendang Payakumbuh, wawancara, studi pustaka, serta kuesioner kepada 105 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat terhadap variasi rendang masih rendah, dan media sosial menjadi media penyebaran informasi yang efektif. Hasil karya berupa komik ilustrasi berjudul Petualangan di Lukisan, didukung media poster, merchandise, serta versi digital di media sosial dan webtoon sebagai media informasi edukatif untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap kuliner tradisional Payakumbuh.
Perancangan Media Informasi Budaya Alek Bakajang Nagari Gunung Malintang Kabupaten 50 Kota Halimatu sya’diyah; Ahmad Akmal
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 6 (2026): Menulis - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i6.1214

Abstract

Alek Bakajang merupakan tradisi budaya tahunan masyarakat Nagari Gunung Malintang, Kabupaten Lima Puluh Kota, yang sarat dengan nilai adat, sosial, dan kearifan lokal. Namun, saat ini generasi muda masih memiliki pemahaman yang terbatas terhadap makna budaya Alek Bakajang dan lebih sering melihatnya sebagai bentuk hiburan semata. Oleh karena itu, perancangan ini bertujuan untuk menghadirkan media informasi budaya Alek Bakajang melalui buku cerita anak yang edukatif dan menarik. Perancangan dilakukan melalui proses pengumpulan data berupa observasi, wawancara, kuesioner, dan studi pustaka sebagai dasar dalam penyusunan konsep visual dan isi buku. Hasil akhir dari perancangan ini berupa buku cerita anak bergambar Riang Bakajang dengan ilustrasi bergaya kartun dan narasi sederhana agar mudah dipahami oleh anak-anak. Melalui media ini diharapkan anak-anak dapat mengenal tujuan pelaksanaan, proses kegiatan, dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi Alek Bakajang sejak usia dini.
Perancangan Media Informasi Kecerdasan Emosional bagi Remaja Laki-Laki melalui Booklet "Di Balik Diam" Jeffry Samuhara; Ahmad Akmal
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 6 (2026): Menulis - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i6.1218

Abstract

Kurangnya kemampuan remaja laki-laki dalam mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi perkembangan sosial, perilaku, dan kesehatan mental. Kecenderungan untuk memendam emosi sering menyebabkan remaja laki-laki mengalami kesulitan dalam menghadapi tekanan akademik, sosial, maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan merancang media informasi mengenai kecerdasan emosional pada remaja laki-laki melalui media booklet yang komunikatif, menarik, dan mudah dipahami. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode observasi, wawancara, kuesioner, dan studi pustaka. Wawancara melibatkan guru bimbingan konseling, psikolog klinis, pengurus masjid, dan tokoh masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai kondisi emosional remaja serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Selain itu, kuesioner disebarkan kepada 104 responden berusia 14–18 tahun untuk mengetahui tingkat pemahaman dan perilaku remaja dalam mengelola emosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja menyadari pentingnya pengelolaan emosi, namun masih membutuhkan media edukasi yang mampu menyampaikan informasi secara lebih menarik dan relevan dengan kehidupan mereka. Berdasarkan hasil analisis, dirancang booklet berjudul Di Balik Diam berukuran A5 dengan 69 halaman yang membahas pengenalan emosi, dinamika emosi pada remaja laki-laki, hubungan emosi dengan lingkungan sosial, serta dampak emosi yang dipendam. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi media edukasi yang membantu meningkatkan pemahaman remaja laki-laki mengenai pentingnya kecerdasan emosional dalam kehidupan sehari-hari.
Perancangan Media Informasi Tentang Sejarah Kerajaan Indragiri Randi Kurniawan; Ahmad Akmal
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Menulis - Februari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i2.1018

Abstract

Penciptaan karya ini berupa perancangan media informasi tentang sejarah Kerajaan Indragiri yang ditujukan bagi anak muda di Indragiri. Permasalahan utama dalam penciptaan karya ini adalah rendahnya pengetahuan generasi muda terhadap sejarah dan peninggalan Kerajaan Indragiri, yang disebabkan oleh keterbatasan media informasi yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik generasi muda. Metode yang digunakan meliputi studi pustaka, observasi lapangan, wawancara dengan sejarawan dan tenaga pendidik, serta perancangan visual yang menekankan pendekatan naratif dan ilustratif. Berdasarkan hasil kuesioner terhadap 223 responden, sebanyak 88,8% responden hanya sekadar mengetahui Kerajaan Indragiri, 79,4% tidak memahami sejarahnya secara mendalam, dan 66,8% hanya mengetahui peninggalannya secara umum. Namun, 83,9% responden menyatakan sangat perlu adanya media informasi berupa buku ilustrasi, dan 64,1% menyatakan tertarik jika buku tersebut dikemas secara visual. Tujuan penciptaan karya ini adalah merancang media informasi interaktif berupa buku ilustrasi yang disertai teknologi Augmented Reality (AR) sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan minat baca, pemahaman sejarah, serta kesadaran budaya generasi muda. Hasil rancangan berupa buku ilustrasi sebagai media utama yang dilengkapi dengan bauran media pendukung, antara lain e-book, poster, infografis silsilah raja, selebaran situs bersejarah, media audio visual, media sosial, serta merchandise. Melalui pendekatan visual dan teknologi interaktif, karya ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca, pemahaman sejarah, serta kesadaran generasi muda terhadap warisan budaya Kerajaan Indragiri sebagai bagian dari identitas lokal yang perlu dikenali dan dijaga.
Perancangan Media Edukasi Raso Jo Pareso Dan Malu Jo Sopan Berbasis Ilustrasi Buku Anak Pada Anak – Anak Di Sumatera Barat Ziqra Wahyu Illahi; Ahmad Akmal
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 8 (2026): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i8.1477

Abstract

Perkembangan modernisasi yang semakin pesat telah membawa perubahan terhadap nilai-nilai budaya lokal, termasuk budaya Minangkabau. Salah satu nilai budaya yang mulai mengalami penurunan penerapan di kalangan anak-anak adalah Raso jo Pareso dan Malu jo Sopan, yang merupakan pedoman etika dan sopan santun dalam kehidupan bermasyarakat. Metode Perancangan ini bertujuan untuk merancang media edukasi berupa buku ilustrasi anak yang mengenalkan nilai Raso jo Pareso dan Malu jo Sopan kepada anak usia 6–12 tahun di Sumatera Barat. Hasil perancangan berupa buku ilustrasi anak berjudul “Shadiq & Yasmin: Belajar Sopan Santun” yang mengangkat kehidupan sehari-hari anak-anak Minangkabau sebagai media penyampaian nilai budaya. Diharapkan perancangan ini dapat menjadi sarana edukasi yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai budaya Minangkabau sekaligus meningkatkan minat baca anak-anak.