Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PERBEDAAN CIRI MORFOMETRIK DAN POLA KEMUNCULAN IKAN NIKE DI MUARA SUNGAI PAGUYAMAN KABUPATEN GORONTALO Baid, Ilham; Olii, Abdul Hafidz; Rahim, Ditya Nanda; Pasisingi, Nuralim
ZOO INDONESIA Vol 32, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v32i2.4523

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ciri morfometrik dan pola kemunculan ikan nike di Muara Sungai Paguyaman Kabupaten Gorontalo. Titik koordinat lokasi pengambilan sampel ditentukan melalui GPS mengikuti lokasi kemunculan ikan nike. Sampel ikan nike diambil dari hasil tangkapan nelayan sejak awal hingga akhir kemunculan, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis sampel ikan nike ±200 ekor dalam satu musim penangkapan, ditemukan perbedaan yang signifikan pada ciri morfometrik. Adanya pola kemunculan di Muara Sungai Paguyaman yang bermigrasi dari laut ke arah muara sungai pada bulan Juli dan September. Kemunculan terjadi paling banyak pada bulan Juli dengan titik kemunculan ikan nike selama tujuh hari.
PERBEDAAN CIRI MORFOMETRIK DAN POLA KEMUNCULAN IKAN NIKE DI MUARA SUNGAI PAGUYAMAN KABUPATEN GORONTALO Baid, Ilham; Olii, Abdul Hafidz; Rahim, Ditya Nanda; Pasisingi, Nuralim
ZOO INDONESIA Vol 32, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v32i2.4523

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ciri morfometrik dan pola kemunculan ikan nike di Muara Sungai Paguyaman Kabupaten Gorontalo. Titik koordinat lokasi pengambilan sampel ditentukan melalui GPS mengikuti lokasi kemunculan ikan nike. Sampel ikan nike diambil dari hasil tangkapan nelayan sejak awal hingga akhir kemunculan, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis sampel ikan nike ±200 ekor dalam satu musim penangkapan, ditemukan perbedaan yang signifikan pada ciri morfometrik. Adanya pola kemunculan di Muara Sungai Paguyaman yang bermigrasi dari laut ke arah muara sungai pada bulan Juli dan September. Kemunculan terjadi paling banyak pada bulan Juli dengan titik kemunculan ikan nike selama tujuh hari.
Growth and Mortality Rate of Scad (Decapterus macrosoma, Bleeker 1851) landed at Inengo Fish Landing Base, Bone Bolango, Gorontalo Pasisingi, Nuralim
Biota Vol 14 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/jb.v14i2.362

Abstract

This study aimed to determine the growth pattern and mortality of Scad (Decapterus macrosoma) landed at Inengo Fish Landing Base. A total of 400 fish samples were obtained from the catches of fishers who landed their catch at the landing base using the layered random sampling method. Sampling was carried out from February to March 2021 by measuring the length and weight of the fish samples. Data were analyzed using Microsoft Excel and the FiSAT II application. The results showed that the growth pattern of D. macrosoma was positive allometric with the asymptotic length (L∞)= 279.54 mm, the coefficient of growth rate (K)= 0.49, and the theoretical age of fish (t0)= -0.18 years. The fishing mortality (F) was 2.44 per year; the natural mortality (M) was 0.43 per year; the exploitation (E) was 0.85.
Indeks Trofik-Saprobik pada Bivalvia Sebagai Indikator Status Pencemaran di Perairan Pesisir Desa Lamu, Kabupaten Gorontalo: Trophic-Saprobic Index Based on Bivalves Diversity as an Indicator of Pollution Status in the Coastal Waters of Lamu Village, Gorontalo Regency Wonopati, Cindy Trisnawaty; Kadim, Miftahul Khair; Panigoro, Citra; Kasim, Faizal; Pasisingi, Nuralim
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 8 No. 3 (2024): JFMR on November
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2024.008.03.7

Abstract

Perairan Pantai Desa Lamu merupakan salah satu pantai potensial di Teluk Tomini karena memiliki keanekaragaman hayati penting. Aktifitas antropogenik disekitar perairan pantai berpotensi memberikan dampak pencemaran kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk menilai status pencemaran di Perairan Pesisir Desa Lamu Kabupaten Gorontalo menggunakan indeks trofik-saprobik berdasarkan keanekaragaman bivalvia. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Mei 2024. Penelitian ini menggunakan metode purposive random sampling dengan menggunakan kuadran yang berukuran 1×1 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 16 spesies bivalvia yang mewakili 12 famili ditemukan di lokasi penelitian, dimana Caloarca tenella menjadi spesies yang paling melimpah. Berdasarkan keanekaragaman Bivalvia yang ditemukan, spesies penyusun saprobik tersusun atas 3 kelompok yaitu Polisaprobik, ꞵ Mesosaprobik, dan Oligosaprobik. Nilai SI berkisar antara -0,50 hingga 1,36 dan TSI berkisar antara 1 hingga 1,96 yang menunjukkan bahwa perairan Desa Lamu berada pada kondisi tercemar ringan sampai berat.   The coastal waters of Lamu Village represent one of the potential beaches in Tomini Bay due to their significant biodiversity. Anthropogenic activities in the surrounding coastal areas have the potential to impact water quality through pollution. This study aims to assess the pollution status in the coastal waters of Lamu Village, Gorontalo Regency, using the trophic-saprobic index based on bivalves diversity. The research was conducted from February to May 2024. The study employed a purposive random sampling method using 1×1 meter quadrants. The results showed that 16 bivalvia species representing 12 families were found at the research site, with Caloarca tenella being the most abundant species. Based on the bivalves diversity found, the saprobic species were composed of 3 groups: Polysaprobic, ꞵ Mesosaprobic, and Oligosaprobic. The SI values ranged from -0.50 to 1.36, and TSI values ranged from 1 to 1.96, indicating that the waters of Lamu Village are in a state of light to severe pollution.
Kondisi Habitat Fisik dan Keanekaragaman Makroinvertebrata Sebagai Indikator Pencemaran di Sungai Bone Gorontalo Kadim, Miftahul Khair; Pasisingi, Nuralim
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 23, No 3 (2024): Oktober 2024
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.23.3.301-310

Abstract

Latar belakang: Sungai merupakan ekosistem perairan yang penting dalam siklus hidrologi, berfungsi sebagai daerah resapan air bagi lingkungannya. Habitat fisik dan kondisi kesehatan perairan sungai sangat dipengaruhi aktivitas antropogenik serta karakteristik lingkungan sekitar. Sungai Bone yang menjadi pusat aktivitas masyarakat di Gorontalo sangat rentan terhadap pencemaran. Makroinvertebrata potensial dijadikan sebagai alat pemantauan pencemaran di sungai karena karakteristik komunitas penyusunnya, yang ditandai dengan perilaku menetap, mobilitas terbatas, dan sensitif terhadap kondisi perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas perairan Sungai Bone berdasarkan kondisi habitat fisik dan keanekaragaman makroinvertebrata.Metode: Penilaian terhadap kondisi habitat fisik dan kualitas perairan dilakukan pada 12 stasiun pengamatan yang mewakili aliran utama hulu-hilir Sungai Bone. Penentuan kondisi habitat fisik sungai didasarkan pada pemeriksaan dan penilaian terhadap kriteria tingkat kesehatan habitat sungai dimana parameter yang diamati berupa indikator karakteristik substrat dasar, indikator faktor gangguan, parameter fisika-kimia air. Struktur komunitas makroinvertebrata dianalisis melalui perhitungan keragaman famili makrozoobentos secara keseluruhan, persentase kelimpahan EPT, nilai indeks keanekaragaman (H’), dominasi (D’) serta keseragaman (E’). Penentuan kualitas perairan dilakukan berdasarkan pendekatan Biotilik.Hasil: Hasil penelitian ini mengungkapkan variasi spasial dalam komunitas makroinvertebrata, parameter kualitas air (terutama BOD, COD). Semakin ke hilir kondisi habitat fisik, dan kualitas perairan Sungai Bone cenderung mengalami penurunan.Simpulan: Kualitas perairan Sungai Bone berdasarkan hasil penelitian terbagi menjadi tiga kategori kelompok tercemar yaitu tidak tercemar-sehat (bagian hulu), tercemar ringan-kurang sehat (bagian tengah), dan tercemar ringan-tidak sehat (bagian hilir). Kondisi tercemar di Sungai Bone, terutama di bagian tengah hingga hilir, kemungkinan besar disebabkan oleh pencemaran yang berasal dari aktivitas antropogenik masyarakat. ABSTRACT Title: Physical Habitat Conditions and Macroinvertebrate Diversity as Indicators of Pollution in the Bone River, GorontaloBackground: Rivers are water ecosystems that are important in the hydrological cycle, functioning as water catchment areas for the environment. Anthropogenic activities and the characteristics of the surrounding environment greatly influence the physical habitat and health conditions of river waters. The Bone River, which is the center of community activity in Gorontalo, is very vulnerable to pollution. Macroinvertebrates have the potential to be used as a tool for monitoring pollution in rivers because of the characteristics of their constituent communities, which are characterized by sedentary behavior, limited mobility, and sensitivity to water conditions. This research aims to assess the water quality of the Bone River based on physical habitat conditions and macroinvertebrate diversity.Method: Assessment of physical habitat conditions and water quality was carried out at 12 observation stations representing the main upstream and downstream streams of the Bone River. The evaluation of the river's physical habitat condition was based on the examination and assessment of criteria related to river habitat health, with observed parameters including substrate characteristics, disturbance indicators, and physicochemical water parameters. The structure of the macroinvertebrate community was analyzed by calculating the overall diversity of macrozoobenthos families, the percentage of EPT (Ephemeroptera, Plecoptera, Trichoptera) abundance, and indices of diversity (H’), dominance (D’), and evenness (E’). The water quality assessment was conducted using the Biotilik approach.Result: The results of this study revealed spatial variations in macroinvertebrate communities, water quality parameters (especially BOD, COD). The further downstream the physical habitat conditions, the water quality of the Bone River tends to decline.Conclusion: Based on research results, the water quality of the Bone River is divided into three categories of polluted groups: not polluted-healthy (upstream part), lightly polluted-unhealthy (middle part), and lightly polluted-unhealthy (downstream part). The polluted conditions in the Bone River, especially in the middle to downstream parts, are most likely caused by pollution originating from the community's anthropogenic activities. 
PENANAMAN MANGROVE SEBAGAI UPAYA KONSERVASI EKOSISTEM MANGROVE DI DESA TABULO SELATAN KABUPATEN BOALEMO Mile, Lukman; Pasisingi, Nuralim; Koniyo, Yuniarti; Hamzah, Sri Nuryatin; Sulistijowati, Rieny; Naiu, Asri Silvana; ., Juliana; Harmain, Rita Marsuci
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 2 JANUARI 2025
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v10i2.42023

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di Desa Tabulo Selatan Kabupaten Boalemo Kecamatan Mananggu, Boalemo, Provinsi Gorontalo dengan pertimbangan hasil survey penelitian dan permasalahan penanaman mangrove dan pengembangan pemanfaatan rumput laut. Warga setempat belum memiliki pengetahuan dan pemahaman yang optimal akan pentingnya ekosistem mangrove dan pemanfaatan rumput laut. Kegiatan yang dilakukan pada bulan Oktober tahun 2024 ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat wilayah pesisir Desa Tabulo Selatan dan membantu mereka memaksimalkan potensi sumber daya lokal yang tersedia khususnya mangrove dan rumput laut. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya fungsi ekosistem mangrove dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir, sekaligus memberikan informasi yang relevan bagi pihak-pihak terkait. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu sosialisasi dan aktivitas penanaman bibit mangrove. Keterlibatan masyarakat dalam konservasi mangrove sangat krusial, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang berdampak pada kestabilan lingkungan pesisir. Dengan adanya peningkatan permukaan air laut dan frekuensi bencana alam yang lebih tinggi, keberadaan mangrove menjadi semakin krusial. Beberapa komunitas telah memulai inisiatif untuk menanam kembali mangrove, tidak hanya untuk memperbaiki kerusakan yang telah terjadi, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya ekosistem ini. Kata kunci: Ekosistem, mangrove, Desa Tabulo. ABSTRACT Community service was conducted in South Tabulo Village, Mananggu District, Boalemo Regency, Gorontalo Province, based on the findings of research surveys addressing challenges in mangrove planting and the development of seaweed utilization. The local community has yet to acquire optimal knowledge and understanding of the critical role of mangrove ecosystems and the potential benefits of seaweed. Implemented in October 2024, these activities aimed to enhance the awareness of coastal communities in South Tabulo Village while assisting them in maximizing the sustainable use of local resources, particularly mangroves and seaweed. The initiative also sought to improve public understanding of the ecological functions of mangrove ecosystems in maintaining the sustainability of coastal environments and to provide valuable information for relevant stakeholders. The program was conducted in two phases: socialization and practical mangrove seedling planting. Community participation in mangrove conservation is essential, particularly in addressing the challenges of climate change, which significantly impacts coastal ecosystem stability. With rising sea levels and the increasing frequency of natural disasters, the preservation and restoration of mangroves have become more critical than ever. Several community-driven efforts to replant mangroves have emerged, aiming to mitigate existing environmental damage and foster greater awareness of the indispensable role these ecosystems play in coastal resilience and biodiversity conservation. Keywords: Ecosystem, mangrove, Tabulo Village
Perbandingan Produksi Tangkapan dan Pendapatan Nelayan Nike di Teluk Gorontalo Menggunakan Alat Tangkap Tagahu dan Totalu’o Rahim, Fadhilah Apriliyani; Yusuf, Mohamad Iqbal; Nusi, Ibrahim A.; Pasisingi, Nuralim; Habibie, Sitty Ainsyah
The NIKe Journal VOLUME 13 ISSUE 1 | MARCH 2025
Publisher : Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan - Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/nj.v13i1.31321

Abstract

This study aimed to compare the production of nike in Gorontalo Bay using Tagahu and Totalu'o fishing gear. This research was conducted during 2 months of the fishing season, June and July. Data collection included observation and interviews using structured questionnaires with nike fishermen in Gorontalo Bay, Tomini Bay. The study results revealed that the total catches per fishing season by fishermen using Tagahu in June was 1,683 kg and in July it reached 1,360 kg, while the catch using Totalu'o was much less, only 433 kg in June and 380 kg in July. The fishermen total income in June who operated Tagahu was IDR 636,562 to IDR 1,117,812 per trip, while for fishermen operated Totalu'o fishing gear it ranged from IDR 1,305,375 to IDR 1,764,750 per trip. Meanwhile, the total income per trip by the fishermen in July who functioned Tagahu was IDR 537,857 to IDR 1,178,125. While for fishermen of Totalu'o fishing gear it was IDR 1,692,750 to IDR 2,343,375.
Perbandingan Komposisi Ikan Gobi di Sungai Bone Gorontalo pada Fase Bulan Gelap dan Bulan Terang Husain, Febrianti A; Pasisingi, Nuralim; Habibie, Sitty Ainsyah; Kasim, Faizal
The NIKe Journal VOLUME 13 ISSUE 2 | JUNE 2025
Publisher : Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan - Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/nj.v13i2.32449

Abstract

Fase bulan merupakan faktor lingkungan alami yang memengaruhi distribusi ikan di perairan secara spasial dan temporal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan komposisi dan kelimpahan ikan gobi di Sungai Bone Provinsi Gorontalo pada fase bulan gelap dan terang. Pengambilan sampel dilakukan di tiga stasiun sepanjang Sungai Bone Provinsi Gorontalo pada pukul 08.00 hingga 15.00 WITA. Waktu pengambilan sampel dilakukan pada fase bulan gelap dan terang masing-masing pada 1 Dzulhijjah 1446 Hijriyah (bulan gelap) dan pada 13 Dzulhijjah 1446 Hijriyah (bulan terang). Hasil identifikasi menunjukkan terdapat 9 spesies ikan gobi pada bulan terang dan 8 spesies pada bulan gelap, dengan Sicyopterus longifilis sebagai spesies dominan. Hal ini mengindikasikan bahwa komposisi dan kelimpahan ikan gobi di Sungai Bone Gorontalo dapat saja dipengaruhi oleh fase blulan. Namun berdasarkan uji korelasi non parametrik Spearman, tidak terdapat hubungan antara fase bulan dengan jumlah individu maupun kelimpahan relatif ikan gobi di Sungai Bone
STATUS MUTU PERAIRAN TELUK GORONTALO DENGAN MENGGUNAKAN METODE POLLUTION INDEX Kadim, Miftahul Khair; Pasisingi, Nuralim
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 2 No. 1 (2018): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2018.002.01.1

Abstract

Water quality is very vital to support the survival of organisms. Determination of water quality status needs to be carried out as a reference for monitoring water pollution of an aquatic system. This study aims to assess the status of water quality in the Gorontalo Bay. There are 5 observation stations selected based on the coastal conditions and ecological characteristics. Sampling of water quality parameters was conducted along the Gorontalo Bay in May to July 2017. Sampling procedure based on APHA standard method. The water quality data are analyzed using Pollution Indeks method. Gorontalo Bay has Pollution Index average score of 4.74. This value shows that the quality status of the Gorontalo Bay is considered as polluted category.
PERUBAHAN SOSIAL DAN BUDAYA MASYARAKAT NELAYAN TUNA DI DESA OLELE DAN TANJUNG KRAMAT, GORONTALO Syamsuddin, Syamsuddin; Pasisingi, Nuralim; Nento, Wila Rumina; Saleh, Yuliana Yunus; Butolo, Ivana
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.3.209-215

Abstract

Nelayan merupakan salah satu pekerjaan yang mendominasi masyarakat di Desa Olele dan Kelurahan Tanjung Kramat, dimana profesi nelayan yang menjadi mata pencaharian masyarakat yakni nelayan penangkap tuna. Tuna menjadi komoditas unggulan terutama di perairan Teluk Tomini Gorontalo sehingga mampu meningkatkan perekonomian setempat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir hasil tangkapan tuna semakin menurun mengakibatkan nelayan penangkap tuna mengalami penurunan pendapatan yang memaksa mereka untuk beralih profesi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan sosial dan budaya yang terjadi pada masyarakat nelayan tuna di Desa Olele dan Kelurahan Tanjung Kramat, Gorontalo, sebagai respon terhadap dinamika ekologi dan kebijakan perikanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan signifikan hasil tangkapan tuna sejak tahun 2019, kemunculan predator seperti paus orca, serta kebijakan pemerintah yang kurang tepat sasaran seperti bantuan perahu yang tidak sesuai kebutuhan teknis telah memengaruhi pola hidup, interaksi sosial, dan strategi ekonomi masyarakat nelayan. Selain itu, penggunaan alat tangkap ilegal seperti rumpon yang tidak terkontrol turut memperparah kondisi perairan dan mempercepat krisis sumber daya. Di sisi lain, peran organisasi seperti Yayasan MDPI berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keberlanjutan sumber daya laut. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kebijakan berbasis komunitas dan pengelolaan perikanan yang adaptif terhadap kondisi sosial dan ekologis lokal.