Eram Tunggul Pawenang
Public Health Department, State University of Semarang

Published : 63 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

IPTEK BAGI MASYARAKAT (IBM) DUSUN LEBARI DAN DUSUN KRAJAN UNTUK PENGELOLAAN AIR BUANGAN RUMAH TANGGA Siwiendrayanti, Arum; Pawenang, Eram Tunggul; Endroyo, Bambang
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 13, No 1 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v13i1.5591

Abstract

Domestic wastewater of Lebari Sub-village and Krajan Sub-village was disposed so unproperly that it overflowed onto surroundings. When the met garbage and livestock manure, it would attract flies and mice; and also contaminate the surrounding water. Pawenang (2010) riset showed that the spring water which flowed into Jaro River and Sronto River did not meet the bacteriological qualification because it had 1.100/100ml and 2.400/100ml total coliform number, whereas the limit was 10/100ml. Public Health Centre data showed that diarea always on the top three. Both non-physical and physical efforts were needed. The physical effort was done by building a comunal wastewater treatment. The non-physical efford was done with education about wastewater management and wastewater treatment maintenace. The public education increased knowladge rate of 83.3% mothers participants and 90% fathers participants. It had been already built 2 units of domestic wastewater treatment which covered 60 houses. It had been formed a wastewater superintendent forum which was well observed be properly able to manage and to maintain the wastewater treatment units.
Faktor yang Mempengaruhi Kapasitas Vital Paru Pekerja di CV. Sinar Jaya Mandiri Sari, Isna Nila; Pawenang, Eram Tunggul
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4 No 1 (2023): JPPKMI: Juni 20223
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v4i1.67243

Abstract

Data International Labor OrganizationI tahun 2013 didapatkan 30% hingga 50% pekerja di negara berkembang menderita penyakit paru. Indonesia merupakan negara berkembang yaitu pada sektor industri. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menyatakan bahwa pada tahun 2004 terdapat 83,75% pekerja formal dan 95% pekerja informal mengalami gangguan kapasitas vital paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penurunan kapasitas vital paru pekerja di CV. Sinar Jaya Mandiri Jepara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Sampel yang ditetapkan sebanyak 47 responden dengan teknik Total Sampling. Data dianalisis menggunakan Uji Fisher. Teknik pengambilan data dilakukan dengan pengukuran variabel lingkungan, wawancara mendalam dan observari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi penurunan kapasitas vital paru pekerja pengolahan limbah karet phylon di CV. Sinar Jaya Mandiri Jepara yaitu kebiasaan merokok (p 0,036 OR 5,897) dan penggunaan masker (p 0,030 OR 5,515). Faktor yang tidak mempengaruhi yaitu kelembaban udara, suhu udara, masa kerja dan umur pekerja (p 0,716).
Personal Hygiene dan Sanitasi Pabrik Serta Keberadaan Bakteri Coliform pada Air Rendaman Tahu Wulandari, Retno; Pawenang, Eram Tunggul
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4 No 2 (2023): JPPKMI: November 2023
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v4i2.70869

Abstract

Abstrak Hasil laporan studi pendahuluan yang dilakukan pada salah satu pabrik tahu di Kelurahan Sumurrejo berdasarkan pemeriksaan mikrobiologi yang dilakukan di UPTD Labkesda Kabupaten Semarang menunjukkan bahwa air rendaman tahu mengandung bakteri coliform yang melebihi batas ambang yaitu sebesar >1600 per 100 ml. Semakin tinggi tingkat bakteri coliform, maka semakin tinggi pula keberadaan patogen lain yang biasa hidup dalam kotoran manusia dan hewan. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh gambaran terkait personal hygiene dan sanitasi pabrik tahu serta keberadaan bakteri coliform pada air rendaman tahu di pabrik tahu Kelurahan Sumurrrejo Gunungpati Kota Semarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di pabrik tahu Kelurahan Sumurrejo yang dilaksanakan pada bulan Desember 2022 s.d Januari. Jumlah sampel sejumlah 8 sampel diambil dengan teknik total sampling. Data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal hygiene pengrajin tahu 100% dalam kategori baik, sanitasi bangunan 62,5% kategori buruk, 37,5% memiliki fasilitas sanitasi buruk, 87,5% memiliki sanitasi peralatan buruk. Hasil pemeriksaan mikrobiologi bakteri coliform pada air rendaman tahu menunjukkan 100% melebihi batas ambang. Abstrac The results of a preliminary study report conducted at one of the tofu factories in Sumurrejo Village based on microbiological examination conducted at the UPTD Labkesda Semarang Regency showed that tofu soaking water contained coliform bacteria that exceeded the threshold, which was > 1600 per 100 ml. The higher the level of coliform bacteria, the higher the presence of other pathogens that normally live in human and animal feces. The purpose of this study was to obtain an overview regarding personal hygiene and sanitation of tofu factories and the presence of coliform bacteria in tofu soaking water at the tofu factory, Sumurrejo Village, Gunungpati, Semarang City. The type of research used is quantitative with a cross sectional approach. This research was conducted at the Sumurrejo Village tofu factory which was carried out from December 2022 to January. Total sample of 8 samples taken by total sampling technique. Data were analyzed univariately. The results showed that the personal hygiene of tofu craftsmen was 100% in the good category, building sanitation was 62.5% in the bad category, 37.5% had bad sanitation facilities, 87.5% had bad sanitation equipment. The results of microbiological examination of coliform bacteria in tofu soaking water showed 100% exceeding the threshold.
Tingkat Kepatuhan Melaksanakan Protokol Kesehatan Pada Rumah Makan di Kawasan Wisata Candi Borobudur Kabupaten Magelang Aksana, Dalivia Syeila; Pawenang, Eram Tunggul
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4 No 1 (2023): JPPKMI: Juni 20223
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v4i1.70871

Abstract

Abstrak Selama pandemi Covid-19 jumlah wisatawan di Candi Borobudur tahun 2021 yaitu 423.604 wisatawan, pada tahun 2022 terjadi peningkatan yaitu 1.507.435. Keberadaan Candi Borobudur mengakibatkan padatnya mobilitas mayarakat. Masih banyak ditemukan masyarakat yang tidak menaati protokol kesehatan. Penyebaran transmisi virus corona salah satunya disebabkan karena masyarakat kurang menaati aturan protokol kesehatan di rumah makan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan melaksanakan protokol kesehatan pada rumah makan di Kawasan Wisata Candi Borobudur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober hingga Desember 2022. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi sarana cuci tangan (p=0,001), pengecekan suhu tubuh (p=0,001), kegiatan disinfeksi (p=0,001), penerapan jaga jarak fisik (p=0,001), pengetahuan (p=0,001), perilaku (p=0,001), dan monitoring (p=0,001). Adapun dari penelitian ini disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan melaksanakan protokol kesehatan pada rumah makan di Kawasan Wisata Candi Borobudur adalah kondisi sarana cuci tangan, pengecekan suhu tubuh, kegiatan disinfeksi, penerapan jaga jarak, pengetahuan, perilaku, dan monitoring. Abstract During the Covid-19 pandemic the number of tourists at Borobudur Temple in 2021 was 423,604 tourists, in 2022 there was an increase of 1,507,435. The existence of the Borobudur Temple resulted in dense community mobility. There are still many people who do not comply with health protocols. One of the reasons for the spread of the transmission of the corona virus is that people do not comply with health protocol rules in restaurants. The purpose of this study was to determine the factors associated with the level of adherence to implementing health protocols in restaurants in the Borobudur Temple Tourism Area. The type of research used in this research is an analytic survey with a cross-sectional research design. This research was conducted from October to December 2022. The results showed that the condition of hand washing facilities (p=0.001), checking body temperature (p=0.001), disinfection activities (p=0.001), implementing physical distancing (p=0.001), knowledge (p=0.001), behavior (p=0.001), and monitoring (p=0.001). As for this study, it was concluded that factors related to the level of adherence to implementing health protocols in restaurants in the Borobudur Temple Tourism Area were the conditions of hand washing facilities, checking body temperature, disinfection activities, application of physical distancing, knowledge, behavior, and monitoring.
Analisis Spasial Kesehatan Lingkungan dan Perilaku di Masa Pandemi untuk Penentuan Zona Kerentanan dan Risiko Hayati, Alfia Nur; Pawenang, Eram Tunggul
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 2 (2021): Regular Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i2.47435

Abstract

Latar belakang: Jawa Tengah merupakan 10 besar provinsi kasus Covid-19 terbanyak di Indonesia dengan jumlah kasus di Kabupaten Semarang sebanyak 308 orang positif dan 37 orang meninggal yang tersebar di 19 kecamatan, dengan Kecamatan Bandungan sebagai salah satu zona berisiko. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan peta persebaran aspek lingkungan dan perilaku masyarakat yang berkaitan dengan kejadian coronavirus disease. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Analisis Data Sekunder (ADS) dan instrumen yang digunakan lembar pencatatan. Objek dalam penelitian ini adalah aspek kesehatan lingkungan dan perilaku yaitu kepadatan penduduk, gizi seimbang, aktivitas fisik, air bersih dan cuci tangan pakai sabun. Subjek penelitian ini kejadian Covid-19 pada seluruh desa di Kecamatan Bandungan. Analisis data menggunakan Sistem Informasi Geografis. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa kepadatan penduduk (9 desa), gizi seimbang (5 desa), aktivitas fisik (5 desa), air bersih (5 desa), cuci tangan pakai sabun (6 desa) berkontribusi terhadap persebaran kasus Covid-19. Kesimpulan: Wilayah Kecamatan Bandungan didominasi tingkat kerentanan sangat rentan (6 desa) dan rentan (1 desa) serta daerah risiko tinggi (4 desa) dan daerah risiko sedang (4 desa).
Karakteristik Bayi, Status Kehamilan, dan Faktor Lingkungan dengan Kematian Bayi di Kabupaten Rembang Nikmah, Siti Lailatun; Pawenang, Eram Tunggul
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 3 (2021): Supplement Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i3.50167

Abstract

Latar Belakang: Kabupaten Rembang menempati peringkat pertama Angka Kematian Bayi (AKB) di Jawa Tengah yaitu sebesar 17,7 per 1.000 kelahiran hidup. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara karakteristik bayi, status kehamilan, dan faktor lingkungan dengan kematian bayi di Kabupaten Rembang. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional menggunakan desain case control. Penelitian ini melibatkan 32 kelompok kasus dan 32 kelompok kontrol yang memenuhi kriteria menggunakan teknik simple random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu berat badan lahir, asfiksia, jarak kehamilan, komplikasi kehamilan, status gizi, lantai rumah, paparan bahan kimia dan variabel terikat yaitu kematian bayi. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan observasi menggunakan lembar checklist. Analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil: berdasarkan uji chi square dan fisher didapatkan hasil yaitu variabel berat badan lahir (p value=0,000; OR=27,353; 95%CI=3,320-225,365), asfiksia (p value=0,000; OR=24,111; 95%CI=2,922-198,925), jarak kehamilan (p value=0,613), komplikasi kehamilan (p value=0,001; OR=7,933; 95%CI=2,257-27,880), status gizi (p value=1,000), lantai rumah (p value=0,218), dan paparan bahan kimia (p value=0,021; OR=4,200 95%CI=1,181-14,937). Kesimpulan: Variabel yang berhubungan dengan kematian bayi di Kabupaten Rembang yaitu berat badan lahir, asfiksia, komplikasi kehamilan, dan paparan bahan kimia.
Aspek Pengetahuan dan Lingkungan dengan Perilaku Isolasi Mandiri Pasien COVID-19 Fetiana, Nurik; Pawenang, Eram Tunggul
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 2 No 2 (2022): Regular Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v2i2.50748

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Berdasarkan data COVID-19 Kab Grobogan per tanggal 23 Oktober 2020 diketahui bahwa 160 pasien dari total 545 pasien terkonfirmasi COVID-19 (29%) baik dengan gejala ringan maupun tanpa gejala (asymptomatic) melakukan isolasi mandiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan aspek lingkungan dengan perilaku isolasi mandiri pasien COVID-19 di Kabupaten Grobogan. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Subjek penelitian yaitu pasien isolasi mandiri COVID-19 yang telah sembuh. variabel bebas yaitu aspek pengetahuan dan lingkungan tempat isolasi mandiri pasien COVID-19. Variabel terikat yaitu perilaku isolasi mandiri pasien COVID-19. Instrumen penelitian berupa kuesioner online. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil: Tingkat pengetahuan mayoritas baik (47%), mayoritas aspek lingkungan tempat isolasi mandiri sudah memenuhi syarat (85,5%), tingkat perilaku ketika menjalankan isolasi mandiri COVID-19 mayoritas masih kurang baik (54,2%), serta ada hubungan antara aspek pengetahuan (p 0,001) dan lingkungan (p 0,005) dengan perilaku isolasi mandiri COVID-19. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara aspek pengetahuan dan lingkungan dengan perilaku isolasi mandiri pasien COVID-19. ABSTRACT Background: Based on COVID-19 data from Grobogan Regency as of October 23, 2020, it is known that 160 patients out of a total of 545 confirmed COVID-19 patients (29%) both with mild and asymptomatic symptoms are self-isolating. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and environmental aspects with self-isolation behavior of COVID-19 patients in Grobogan Regency. Methods: This type of research is analytic observational with a cross sectional design. The research subjects were COVID-19 self-isolated patients who had recovered. The independent variables are aspects of knowledge and the environment where COVID-19 patients are self-isolating. The dependent variable is the self-isolation behavior of COVID-19 patients. The research instrument was an online questionnaire. The sampling technique used is simple random sampling. Data were analyzed using chi square test. Results: The majority of knowledge levels are good (47%), the majority of environmental aspects where self-isolation has met the requirements (85.5%), the level of behavior when carrying out COVID-19 self-isolation is still not good (54.2%), and there is a relationship between aspects of knowledge (p 0.001) and environment (p 0.005) with COVID-19 self-isolation behavior. Conclusion:There are relationship between knowledge and environmental aspects with self-isolation behavior of COVID-19 patients.
Sanitasi Rumah dan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan Keberadaan Jentik Saat Pandemi COVID-19 Ilfa, Putri Soviana; Pawenang, Eram Tunggul
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 2 No 2 (2022): Regular Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v2i2.50901

Abstract

Latar Belakang : Demam Berdarah Dengue merupakan salah satu penyakit menular yang sampai saat ini menjadi masalah kesehatan masyarakat yang sering menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) dikarenakan penyebaran penyakit ini yang begitu cepat dan berpotensi menimbulkan kematian.Kota Semarang merupakan Kota endemis DBD, pada Tahun 2015 IR (1.737 kasus), tahun 2016 IR 24,41% (448 kasus), tahun 2017 IR 17,01% (299 kasus), tahun 2018 IR 5,43% (103 kasus), tahun 2019 IR 24,3% (441 kasus) (Profil Kesehatan Kota Semarang, 2019). Pada tahun 2020 IR 19.16% (320 kasus) Metode : Jenis penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif.dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini merupakan wanita yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi dengan jumlah sampel minimal 97 responden.. Analisis data menggunakan analisis univariat, dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil : berdasarkan hasil analisis bivariat dengan uji Chi-Square terdapat 4 variabel yang berhubungan dengan keberadaan jentik yaitu Pengelolaan Sampah, Keberadaan TPA, Sikap Pencegahan DBD, dan Praktik PSN .
Perbedaan Pengetahuan, Persepsi, Personal Hygiene dan Sanitasi dalam Pencegahan Covid-19 Mintari, Rizky Eli; Pawenang, Eram Tunggul
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 2 No 1 (2022): Regular Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v2i1.51575

Abstract

Latar Belakang: Penyakit COVID-19 merupakan penyakit baru dimana lingkungan menjadi salah satu indikator penularan COVID-19 dengan dampak cukup besar hingga Kota Semarang masuk dalam zona merah. Untuk menurunkan jumlah kasus, tentunya perlu adanya suatu pencegahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sanitasi dan personal hygiene pada masyarakat tiap kelurahan dalam pencegahan COVID-19 di Kecamatan Pedurungan Kota Semarang. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik. Sampel dipilih dengan teknik simple random sampling dengan populasi yaitu masyarakat yang tinggal di Kecamatan Pedurungan. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan data dianalisis menggunakan uji univariate dan uji kruskal-wallis. Hasil: Menunjukkan terdapat perbedaan nilai pengetahuan dari ke empat kelurahan yang diteliti (0,025<0,05) yaitu antara kelurahan Muktiharjo Kidul dengan Tlogosari Kulon (0,013<0,05) dan tidak terdapat perbedaan nilai personal hygiene dan sanitasi. Kesimpulan: Respon masyarakat dalam melakukan pencegahan COVID-19 di Kecamatan Pedurungan Kota Semarang memiliki nilai yang baik pada variabel pengetahuan, persepsi, personal hygiene, dan sanitasi.
Pengelolaan Limbah B3 Medis Covid-19 di Rumah Sakit pada Masa Pandemi Covid-19 'Ulya, Meila Himmatul; Pawenang, Eram Tunggul
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 2 No 1 (2022): Regular Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v2i1.52939

Abstract

Latar Belakang: Covid-19 adalah penyakit menular yang banyak menghasilkan limbah infeksius pada penderitanya. Volume limbah medis Covid-19 meningkat seiring dengan adanya keputusan bahwa seluruh limbah hasil perawatan pasien Covid-19 adalah termasuk limbah infeksius. Limbah infeksius Covid-19 menaik tajam dan RSI Sunan Kudus kekurangan dalam penyediaan kantong kuning tempat Limbah B3 Medis Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Pengelolaan Limbah B3 Medis Covid-19 di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus Tahun 2021. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan subjek penelitian para tenaga kesehatan maupun non kesehatan yang berhubungan dengan Limbah B3 Medis Covid-19 di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara dan lembar observasi dan data dianalisis menggunakan uji univariat terhadap variabel-variabel dari hasil penelitian. Hasil: menunjukkan Sumber Daya Manusia (SDM), Manajemen pengelolaan, Ketersediaan Fasilitas, Kesesuaian penggunaan APD, Pengawasan, dan Kebijakan pengelola limbah B3 Medis Covid-19 sudah sesuai dengan masing-masing peraturan yang digunakan. Kesimpulan: Gambaran pengelolaan limbah B3 medis Covid-19 di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus tahun 2021 sebagian besar sudah sesuai dengan pedoman yang berlaku.