Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Sewagati

Pengembangan Karakter Cinta Lingkungan Sekolah Melalui Eco-School Branding dan Peer Teamworking Mohammad Saifulloh; Wahyuddin; Soedarso; Adi Suryani; Zainul Muhibbin; Tony Hanoraga; Muhammad Nurif; Umi Trisyanti; Deti Rahmawati; Liengar Rahadiantino
Sewagati Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.233 KB)

Abstract

Pengabdian cinta lingkungan lingkungan sekolah ini merupakan pengabdian kedua kali di sekolah MI Walisongo. MI Walisongo adalah sebuah sekolah yang sangat sederhana yang terletak di Desa Sawohan, Buduran, Sidoarjo. Dibalik kesederhaan sekolah tersebut, para guru sangat bersemangat untuk menanamkan nilai nilai islami kepada para siswanya dalam rangka menumbuhkan akhlak yang mulia kepada siswa-siswanya. Pengabdian kami ini bertujuan untuk berpartisipasi dalam pendidikan tersebut melalui penumbuhan karakter cinta lingkungan sekolah. Adapun tujuan pengabdian kami ini adalah agar siswa-siswa MI Walisongo semakin cinta kepada Allah perduli dan sayang terhadap lingkungan mereka, baik itu lingkungan fisik maupun lingkungan sosial mereka. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, program pengabdian ini difokuskan pada pengembangan atau pembuatan eco-school branding sekolah dan taman sekolah yang dikerjakan secara bersama-sama melibatkan semua peserta, baik tim, guru maupun siswa MI Walisongo. Pendidikan cinta lingkungan sekolah ini diharapkan dapat memberi manfaat baik manfaat secara kognisi, afeksi ataupun motorik. Kegiatan pengabdian berjalan lancar dan diikuti dengan penuh semangat oleh semua peserta. Kegiatan ini berlangsung dengan agenda kegiatan yang meliputi: penyambutan, ceramah interaktif, game/permainan, penanaman dan acara santai bersama. Melalui ceramah interaktif, para siswa diberi wawasan tentang pentingnya cinta kepada Allah dan kecintaan tersebut diwujudkan salah satunya dengan menyayangi lingkungan sekolah. Memalui ceramah interaktif, para siswa diajak untuk meneladani karakter mulia Sunan Kalijaga dan Sunan Bonang melalui story telling yang diselingi dengan humor sehari-hari dan yel yel. Memalui acara permainan bersama dengan teman sekolah, para siswa diajak untuk saling kompak dan bekerjasama dengan teman-temannya menghadapi tantangan demi tantangan yang diberikan. Melalui penanaman dan pembuatan taman bersama, para siswa diajak untuk secara langsung menciptakan lingkungan yang asri dan indah, sehingga diharapkan mereka mempunyai rasa memiliki apa yang telah mereka bangun bersama.
Pelatihan Bisnis Berbasis Smartphone pada Komunitas Keputih Surabaya Banu Prasetyo; Lienggar Rahadiantino; Tony Hanoraga; Edy Subali; Enie Hendrajati; Dyah Satya Yoga Agustin
Sewagati Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.609 KB)

Abstract

Perkembangan dunia yang begitu cepat menuntut manusia untuk memiliki kemampuan yang adaptif agar mampu untuk bertahan di tengah perkembangan digital. Di dalam dunia bisnis, jumlah wirausaha Indonesia dinilai masih rendah. Hal itu disebabkan karena mentalitas masyarakat yang tidak memiliki jiwa wirausaha. Oleh karena itu, Tim Pengabdian Departemen Studi Pembangunan ITS melakukan pengabdian masyarakat dengan tujuan menciptakan dan menumbuhkan minat wirasusaha berbasis online pada komunitas pemuda Karang Taruna RT 3 RW 3 Kelurahan Keputih. Kegiatan ini menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD), pemantauan serta evaluasi hasil kegiatan untuk mengamati bagaimana perubahan perilaku pemuda karang taruna dalam mengembangkan bisnis online. Pola bisnis yang diterapkan, yakni bisnis penjualan pulsa secara online. Selama durasi pengabdian yang dilakukan pada bulan Juli – September, tim pengabdian mendapatkan gambaran bagaimana perilaku bisnis di kalangan pemuda Karang Taruna, Kelurahan Keputih. Melalui berbagai kegiatan yang telah dilakukan, kami menemukan minat berjualan pulsa secara online terjadi pada pemuda yang belum menikah dan memiliki pengeluaran rumah tangga lebih dari Rp 1.000.000,00. Oleh karena itu, pelatihan bisnis online ini tepat sasaran karena ditargetkan kepada pemuda yang lebih akrab dengan teknologi dan berkeinginan meningkatkan pendapatannya.
Pengembangan Model Crowdfunding Berbasis Ekuitas Sebagai Akses Pendanaan Bagi UMKM di Jawa Timur Ninditya Nareswari; Muhammad Saiful Hakim; Udisubakti Ciptomulyono; Tony Hanoraga; Izzat Aulia Akbar
Sewagati Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1035.739 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i2.481

Abstract

Crowdfunding merupakan solusi bagi pelaku usaha untuk memperoleh modal yang cukup untuk mengembangkan atau menjalankan usahanya. Crowdfunding sendiri memiliki beberapa jenis, salah satunya berbasis ekuitas. Dana yang disimpan dalam crowdfunding berbasis ekuitas akan menjadi persentase kepemilikan unit usaha yang dikelola oleh UMKM sehingga dapat memberikan pendanaan jangka panjang. Di satu sisi, pemilik ekuitas dapat menerima pengembalian yang lebih tinggi dan dapat mengendalikan UMKM melalui kepemilikan ekuitas. Namun, mewujudkan platform crowdfunding berbasis ekuitas untuk UMKM membutuhkan beberapa studi yang lebih mendalam. Pengembangan model crowdfunding diwujudkan melalui beberapa hal, mulai dari peningkatan literasi bagi para pengelola UMKM dan calon investor, melakukan pemetaan terkait solusi pendanaan eksternal agar sesuai dengan bentuk usahanya, studi kelayakan terkait pelaksanaan suatu kerangka crowdfunding terkait dengan standar operasional dan hal teknis lain, serta langkah terakhir ialah rancangan platform crowdfunding yang diharapkan dapat menyederhanakan proses crowdfunding.
Perancangan Proses Bisnis Marketing Communication Produk Stroberi dan Olahan Stroberi pada Kelompok Wanita Tani dengan Metode Model-Based and Integrated Process Improvement (MIPI) di Desa Pandanrejo, Kota Batu Malang Deti Rahmawati; Soedarso; Tony Hanoraga; Yuni Setyaningsih; Khairun Nisa
Sewagati Vol 7 No 5 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i5.557

Abstract

Akselerasi keseimbangan pembangunan desa dan kota dapat diwujudkan dengan menciptakan pariwisata di desa. Desa wisata merupakan salah satu cara untuk membangkitkan pariwisata desa. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Wisata Pandanrejo yang memiliki wisata petik stroberi. Dalam upaya pengembangannya terdapat hambatan dan tantangan. Sehingga untuk mendukung terwujudnya desa wisata yang berkelanjutan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya, dibutuhkan kerjasama antar elemen. Kelompok Wanita Tani (KWT) merupakan kelompok rentan yang perlu mendapatkan pendampingan. Metode yang digunakan dalam pemberdayaan KWT ini adalah Model-based and Integrated Process Improvement (MIPI). Peningkatan pasar penjualan produk stroberi dari sisi perbaikan proses bisnis marketing communication dengan Metode MIPI menjadikan proses bisnis menjadi lebih detail dan mudah diaplikasikan. MIPI memberi solusi dengan langkah-langkah yang komprehensif bagi peningkatan pemasaran. Melalui metode MIPI, keterlibatan Kelompok Wanita Tani (KWT) dapat terlaksana lebih baik dikarenakan adanya aspek komunikasi yang terintegrasi terhadap konsumen melalui media massa guna penyampaian informasi yang efisien sehingga tujuan bisnis dapat tercapai. Hal ini dapat membawa manfaat dalam kesejahteraan KWT sehingga potensi lumbung stroberi ini nantinya dapat menjadikan Desa Pandanrejo sebagai desa wisata yang maju dan mandiri.
Pelatihan Peningkatan Akidah Islam bagi Mualaf di Desa Balerejo Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar Moh Saifulloh; Hermanto; Siti Zahrok; Niken Prasetyawati; Enie Hendrajati; Ni Wayan Suarmini; Tony Hanoraga; Kartika Nuswantara; Adi Suryani; Ratna Rintaningrum
Sewagati Vol 7 No 5 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i5.650

Abstract

Dusun Sekargadung, Desa Balerejo, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar dikenal dengan sebutan kampung Mualaf karena sebagian besar masyarakatnya yang dahulu beragama non-Islam menjadi mualaf dengan memeluk agama Islam. Dengan status sebagai mualaf yang baru memeluk agama Islam, berarti akidah Islamnya masih rapuh dan rentan terhadap berbagai tantangan dan ujian keimanan sehingga diperlukan upaya-upaya penguatan atau peningkatan akidah. Melalui program kegiatan pengabdian masyarakat (Abmas), para Mualaf di Desa Balerejo ini diberi materi penguatan akidah Islam dengan tujuan untuk membentengi mereka dari rentannya pemurtadan atau pendangkalan akidah yang dilakukan oleh aktifis penganut agama yang mereka peluk sebelumnya di wilayah tersebut. Metode kegiatan Abmas yang dilakukan yakni ceramah dan dialog interaktif, workshop praktek ibadah, dan terakhir pemberian santunan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pemahaman Mualaf akan akidah Islam serta meningkatnya kemampuan para Mualaf untuk menunaikan ibadah dengan benar seperti berwudhu dan sholat sesuai tuntunan Rasulullah SAW, sehingga mereka tidak rentan untuk menjadi murtad (kembali ke ajaran agama sebelumnya), tidak melakukan perbuatan musyrik, dan mampu membentengi akidah Islam mereka supaya tidak mudah luntur dalam situasi dan kondisi apapun. Pada akhir kegiatan, Mualaf mendapat santunan berupa perlengkapan alat sholat, serta sembako untuk meringankan beban ekonomi kehidupan mereka. Kegiatan ini sangat penting untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dengan harapan agar akidah para mualaf meningkat kualitasnya.