Dhini Anggraini Dhilon
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Published : 31 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN SUSU COKLAT TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI Nike Rahmadona; Dhini Anggraini Dhilon
Jurnal Doppler Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore adalah nyeri saat haid, biasanya dengan rasa kram dan terpusat di abdomen bawah yang dapat menimbulkan ganguan pekerjaan sehari-hari. Keluhan ini berhubungan dengan ketidakhadiran berulang di sekolah, sehingga dapat mengganggu hasil belajar. Sekitar 70-90% kasus nyeri haid terjadi saat usia remaja. Remaja mengalami nyeri haid akan berpengaruh pada aktivitas akademis, sosial, dan olahraganya. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian susu coklat terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri di SMAN 2 Tambang Tahun 2017. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan pre dan post test one group design dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat. Dari analisa univariat diperoleh sebelum dilakukan pemberian susu coklat rata – rata tingkat nyeri dismenore adalah 5,55. Rata – rata setelah pemberian susu coklat adalah 3,20 dan standart deviasi 1,056. Hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0,001 (< 0,05) yang artinya terdapat pengaruh pemberian susu coklat terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri di SMAN 2 Tambang tahun 2017. Disarankan kepada remaja putri untuk meningkatkan komsumsi susu sehari – hari atau makanan lain yang tinggi kalsium sehingga bisa mengurangi intensitas nyeri dismenore
PENYEBAB RENDAHNYA CAKUPAN ASI EKSKLUSIF DI KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU: PENELITIAN KUALITATIF Nila Kusumawati Elison; Dhini Anggraini Dhilon; Milda Hastuty; Winda Sari Wahyuni
Jurnal Doppler Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Riau masih berada pada posisi dua terbawah dalam hal cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi berusia nol sampai dengan enam bulan, yaitu hanya 35,01%. Dari 12 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Riau, Kabupaten Kampar termasuk salah satu yang terendah, yaitu 28,18%. Dari 21 Kecamatan di Kabupaten Kampar, Puskesmas Kuok menempati posisi kelima terendah dengan cakupan ASI eksklusif sebesar 16,8%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab ibu tidak memberikan ASI eksklusif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan deskriptif eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh stakeholders yang terlibat pada ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kuok. Sampel dalam penelitian ini adalah 10 orang ibu, 2 orang suami responden, 5 orang ibu responden dan2 orang kakak responden. Hasil dari penelitian ini adalah ASI yang tidak keluar dan kondisi bayi. Diharapkan agar ibu dapat menjaga kesehatan, dan mengikuti penyuluhan pada saat hamil tentang ASI eksklusif agar lebih tahu lagi cara mengatasi kenapa ASI tidak keluar.
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI, KETERSEDIAAN PANGAN DAN ASUPAN MAKAN DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS PADA IBU HAMIL Ibti Aulia; Besti Verawati; Dhini Anggraini Dhilon; Nopri Yanto
Jurnal Doppler Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: KEK pada ibu hamil adalah kondisi dimana ibu menderita kekurangan asupan energi ditandai dengan ukuran LiLA < 23.5cm. KEK pada ibu hamil merupakan salah satu masalah gizi yang dapat disebabkan oleh pengetahuan gizi ibu, ketersediaan pangan dan asupan makan ibu. Tujuan: penelitian untuk menganalisis hubungan pengetahuan gizi, ketersediaan pangan dan asupan makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Tapung II. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Populasi yaitu 208 responden. Penelitian dilakukan tanggal 11-23 Juli 2019, jumlah sampel 44 responden menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, Food Recall 2x24 jam, pengukuran LiLA. Hasil: analisa uji Chi Square yaitu menunjukkan terdapat hubungan signifikan (p=0.000) pengetahuan gizi dengan kejadian KEK, terdapat hubungan signifikan (p=0.002) antara ketersediaan pangan dengan kejadian KEK, terdapat hubungan signifikan (p=0.000) antara asupan energi dengan kejadian KEK, tidak terdapat hubungan signifikan (p=0.542) antara asupan protein dengan kejadian KEK, terdapat hubungan signifikan (p=0.000) antara asupan lemak dengan kejadian KEK, terdapat hubungan signifikan (p=0.027) antara asupan karbohidrat dengan kejadian KEK. Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan gizi, ketersediaan pangan, asupan energi, asupan lemak, asupan KH dengan kejadian KEK pada ibu hamil, dan tidak ada hubungan asupan protein dengan kejadian KEK pada ibu hamil.
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI USIA 6-12 BULAN DI ROEMAH MINI BABY KIDS & MOM CARE SIAK Yuni Citra Dewi; Muhammad Nurman; Dhini Anggraini Dhilon
Jurnal Doppler Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pijat bayi merupakan terapi berupa sentuhan dengan tekanan di bagian tubuh tertentu. Kualitas tidur adalah suatu keadaan tidur yang dijalani serta menghasilkan kesegaran dan kebugaran saat terbangun. Sebagian besar masalah kualitas tidur pada bayi disebabkan kurangnya durasi tidur sesuai usia (kurang secara kuantitas) atau gangguan dan fragmentasi dari tidur (kualitas tidur yang buruk). Salah satu terapi untuk menyelesaikan masalah tidur bayi adalah pijat bayi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 6- 12 bulan di Roemah Mini Baby Kids & Mom Care Siak. Jenis penelitian kuantitatif dengan Quasi Exsperimen jenis pre test dan post test design. Populasi penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai bayi berusia 6-12 bulan yang melakukan pijat bayi di Roemah Mini Baby Kids & Mom Care Siak. Sampel kasus diambil menggunakan teknik purposive sampling yaitu 30 orang. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan bahwa pada pengukuran kualitas tidur bayi pretest, 15 responden (50%) memiliki kualitas tidur yang kurang, 12 responden (40%) dengan kualitas tidur cukup dan sisanya 3 responden (10%) dengan kualitas tidur yang baik. Pada pengukuran kualitas tidur bayi posttest, 30 responden (100%) memiliki kualitas tidur yang baik. Berdasarkan hasil penelitian bahwa p value sebesar 0,000 sehingga ada pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi. Disarankan bagi Roemah Mini Baby Kids & Mom Care Siak agar lebih menjelaskan dan mempromosikan mengenai efek pijat bayi agar ibu yang mempunyai bayi mau memijat bayinya sehingga kualitas tidur bayi meningkat.
PENGARUH PEMBERIAN JUS BAYAM HIJAU TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DI PMB ROSMIDAH WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUOK Dhini Anggraini Dhilon; Duma Sari Lubis; Ella Arsita
Jurnal Doppler Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia adalah suatu keadaan kekurangan jumlah sel darah merah atau hemoglobin kurang dari 11 gr/dl. Menurut data Riskesdas diperkirakan 48,9% ibu hamil di Indonesia mengalami anemia. Dampak anemia pada ibu hamil sangat besar terhadap kesehatan kesejahteraan ibu maupun janin. Tujuan penelitian ini adalah untk mengetahui pengaruh pemberian jus bayam hijau terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil di PMB Rosmidah Wilayah Kerja Puskesmas Kuok. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain one group pretest and posttest. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang menderita anemia ringan dan sedang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental. Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon test . Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil yang mengonsumsi jus bayam hijau. Selisih mean sebelum dan setelah diberi jus bayam hijau adalah 3,24. Berdasarkan uji Wilcoxon test didapatkan bahwa ada pengaruh signifikan antara pemberian jus bayam hijau terhadap kadar hemoglobin ibu hamil. Hal ini dibuktikan dengan p = 0,000 < 0,05. Disarankan ibu hamil agar dapat mengkonsumsi jus bayam hijau secara teratur maupun makanan tinggi Fe lainnya, kepada tenaga kesehatan diharapkan lebih meningkatkan kegiatan konseling pada ibu hamil saat pemeriksaan kehamilan ataupun pada kegiatan kelas antenatal
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN BIDAN DALAM PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUOK DAN KAMPAR TAHUN 2020 Dhini Anggraini Dhilon; Duma Sari Lubis
Jurnal Doppler Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Coronavirus (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV2). Penyakit ini ditularkan melalui manusia ke manusia dimana sebagian besar orang yang terinfeksi COVID 19 akan mengalami penyakit pernapasan, ringan hingga sedang dan sembuh tanpa memerlukan perawatan khusus. Bagi penderita gangguan pernafasan berat memerlukan penanganan intensif di rumah sakit rujukan Covid-19. Individu yang paling beresiko terinfeksi adalah mereka yang mengalami kontak erat dengan pasien COVID 19, seperti bidan yang menjalankan Praktik Mandiri. Bidan waib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai dengan rekomendasi Kemenkes. Jenis penelitian ini adalah Analitik dengan rancangan Cross Sectional.Sampel penelitian ini adalah bidan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kuok dan Kampar yang memenuhi kritei inklusi dan eksklusi. Alat pengumpul data berupa kuesioner dan lembar observasi. Uji statistic yang digunakan adalah Chi square. Hasil penelitian ini terdapat hubungan pengetahuan dengan tingkat kepatuhan bidan dalam penggunaan APD dengan nilai P Value 0.015. Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk selalu mengupgrade pengetahuan khususnya terkait penggunan APD sehingga semakin tinggi pengetahuan maka akan diikuti oleh meningkatnya kepatuhan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN KADER TENTANG MODUL INSTRUMEN STIMULASI DETEKSI INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG (SDIDTK) DENGAN PELAKSANAAN SDIDTK DI POSYANDU Lira Mufti Azzahri Isnaeni; Dhini Anggraini Dhilon; Ismul Khair
Jurnal Doppler Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SDIDTK merupakan program pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan berkualitas melalui kegiatan stimulasi, deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang pada masa lima tahun pertama kehidupan. Di kecamatan Sungai Mandau hanya 89% balita yang mendapatkan pelayanan SDIDTK. Hasil survey awal di 20 Posyandu terdapat 122 orang kader, 40 orang sudah pernah dilatih tumbuh kembang anak balita dengan memakai modul Skrining SDIDTK, tetapi hanya 21 (17,2%) orang kader yang memiliki pengetahuan baik dalam menggunakan modul instrumen SDIDTK dan 82% kader melakukan SDIDTK tidak lengkap, hanya penimbangan, pengukuran tinggi badan dan lingkar kepala. Tujuan penelitian untuk menganalisa hubungan pengetahuan kader tentang modul Instrumen Stimulasi Deteksi Dini Intervensi Tumbuh kembang dengan Pelaksanaan SDIDTK. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian crossectional. Penelitian ini dilakukan pada 29 Juni – 10 Juli 2020. Populasi pada penelitian ini adalah semua kader yang ada di posyandu. Sampel diambil dengan tehnik stratified random sampling dan jumlah sampel sebanyak 93 orang. Pengolahan data secara SPSS dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji statistik “uji chi square”. Hasil uji statistik didapatkan sebagian besar responden dalam penelitian ini responden berpengetahuan baik 54.8%, dan responden yang kurang melaksanakan SDIDTK 67.7%. Kesimpulan ada hubungan pengetahuan dengan pelaksanaan SDIDTK (p value = 0.024, OR = 3.224). Disarankan kepada Puskesmas Sungai Mandau khususnya tenaga kesehatan agar dilakukan penyegaran kader secara berkala setiap tahunnya dalam mengenal cara mendeteksi dini pertumbuhan juga perkembangan bayi dan balita di Posyandu.
FAKTOR RIWAYAT KEHAMILAN IBU YANG BERHUBUNGAN DENGAN STUNTING DI DESA RANAH SINGKUANG KABUPATEN KAMPAR TAHUN 2020 Milda Hastuty; Dhini Anggraini Dhilon
Jurnal Doppler Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi dimana terjadi gagal tumbuh pada anak balita (bawah lima tahun) disebabkan oleh kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi berada di dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi dilahirkan. Akan tetapi, kondisi stunting baru akan muncul setelah anak berusia 2 tahun. Dinas Kesehatan Provinsi Riau tahun 2020 menyatakan bahwa sejak Januari hingga Desember 2019, penderita Stunding atau Gizi Buruk pada Balita mencapai 16.275 Balita. Kondisi ini sangat memperihatinkan, dimana Kabupaten/ Kota yang paling banyak balita menderita Stunting, yakni Kabupaten Kampar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor riwayat Kehamilan Ibu yang berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kampa Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain cross sectional. Hasil uji statistik dengan nilai p value 0,042 yang berarti ada hubungan usia ibu saat hamil dengan kejadian stunting, nilai p value 0,003 yang berarti ada hubungan status gizi saat hamil dengan kejadian stunting, nilai p value 0,163 yang berarti tidak ada hubungan usia kehamilan ibu dengan kejadian stunting, nilai p value 0,005 yang berarti ada hubungan tinggi badan ibu dengan kejadian stunting.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN BERAT BADAN LAHIR BALITA DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN ATAS (ISPA) PADA ANAK BALITA DI DESA TARAI BANGUN WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMBANG FITRI APRIYANTI; DHINI ANGGRAINI DHILON
Jurnal Ners Vol. 6 No. 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v6i2.7996

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) adalah penyakit saluran pernafasan akut disebabkan oleh infeksi yang menular dari manusia ke manusia lainnya. Gejala ISPA timbul lebih cepat, dengan jangka waktu beberapa jam sampai beberapa hari. Faktor risiko pada balita penderita ISPA salah satunya Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dan ASI Eksklusif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pemberian ASI Eksklusif dan berat badan lahir balita dengan kejadian infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) pada balita di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh orang tua balita dengan jumlah sampel sebanyak 117 orang tua balita dengan menggunakan teknik Total Sampling. Hasil analisa univariat diperoleh dari 117 responden  terdapat 71 responden (60,7%) yang tidak memberikan ASI Eksklusif dan sebanyak 84 balita (71,8%) yang lahir dengan berat badan lahir normal. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan pemberian ASI eksklusif (p= 0,000) dan berat badan lahir balita (p=0,00) dengan kejadian infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) pada balita di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang. Diharapkan bagi orang tua balita agar dapat memahami tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif karena dapat meningkatkan imunitas tubuh balita dan mencegah balita dari berbagai macam penyakit seperti ISPA.
HUBUNGAN KURANG ENERGI KRONIS PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LABOY JAYA Ummi Kalsum; Dhini Anggraini Dhilon; Milda Hastuty
Jurnal Doppler Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Doppler
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jd.v7i2.25629

Abstract

Ibu hamil dengan status gizi buruk atau mengalami Kurang Energi Kronis (KEK) akan cenderung melahirkan bayi BBLR. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Kurang Energi Kronis ibu hamil dengan kejadian Bayi BBLR di Wilayah Puskesmas Bangkinang Tahun 2021. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitantif dengan pendeatan case control study. Sample kasus diambil menggunakan teknik total sampling dan sample kontrol mengguakan sistematik random sampling. Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Bangkinang. Populasi penelitian seluruh bayi yang tercatat di dalam kohort bayi pada bulan Januari sampai dengan Desember 2021. Bayi yang mengalami BBLR sebanyak 55 bayi dan yang tidak mengalami BBLR sebanyak 634 bayi, Instrument penelitian menggunakan lembar checklist dan data sekunder, dan pengolahan data secara univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil analisis univariat dari 110 responden yang mengalami KEK pada saat hamil sebanyak 71 orang (64.5%), sementara dari 110 responden dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kasus terdapat 55 (50,0%) bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan kelompok kontrol 55 (50,0%) bayi yang berat lahir normal. Berdasarkan analisa bivariat dengan uji chi square diperoleh p value 0,001 (p ? 0,05), artinya Ha diterima, ada hubungan Kurang Energi Kronis pada ibu hamil dengan kejadian Bayi BBLR di Wilayah Puskesmas Laboy Jaya. Disarankan bagi Puskesmas Laboy Jaya agar lebih mengupayakan penanganan KEK ibu hamil mulai dari saat kunjungan kehamilan seperti pemberian makanan tambahan dan tablet zat besi selama kehamilan sehingga dapat menurunkan kejadian bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).