Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Strategi Penerapan Keterampilan Pengajaran Bahasa Arab Perspektif Abdurrahmān Ibn Ibrahim Al-Fauzān Sandi Sudirman; Abdul Hayyie Al-Kattanie; Anung Al-Hamat
Rayah Al-Islam Vol 5 No 01 (2021): Rayah Al-Islam April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i1.402

Abstract

Abstrak Bahasa Arab adalah bahasa Umat Islam, bahasa yang sudah menyebar keseluruh penjuru Dunia, tak terkecuali bumi Indonesia yang memiliki keberagaman suku, budaya dan bahasa. Kendati demikian, kemajemukan bahasa di Nusantara ini tidak menutupi bahasa yang masuk dari luar negri termasuk bahasa Arab. Bahkan bahasa Indonesia ini banyak megadopsi dari bahasa Arab. Kemudian, semakin banyaknya peminat masyarakat tanah air dengan bahasa Arab, maka otomatis dibutuhkan pula pengajar yang kompeten dalam bidang bahasa Arab. Sistem pengajaran bahasa Arab di Indosesia secara umum, dari dulu hingga sekarang masih banyal lembaga pendidikan terutama pesantren menggunakan metode dan keterampilan yang sama, tidak berkembang. Salah satu metode yang digunakan adalah metode al-qawāid wa al-tajamah. Metode ini kekurangannya adalah tidak memperhatikan empat keterampilan berbahasa Arab, yaitu istima’(menyimak), kalam (berbicara), qirāah (membaca), dan kitābah (menulis). Metode ini banyak mengasah keterampilan membaca saja. Oleh karena itu, dipandang perlu adanya penulisan terkait masalah ini dengan meneliti tentang penerapan keterampilan berbahasa Arab bersumber dari buku paduan pembelajaran bahasa arab untuk non penutur asli (non Arab), yaitu kitāb al-Idhāāt karya ‘Abdurrahman al-Fauzan. Adapun bentuk dari riset ini ialah studi literatur (kitab-kitab) yang sifatnya kualitatif, dalam metode penelitian ini menggunakan metode library research (studi pustaka) yang sumber utamanya (primer) adalah Kitāb al-Idhāāt yang fokus pada pembahasa penerapan keterampilan bahasa Arab untuk non Arab (‘ajam). Penulis berharap dengan teralisasinya penelitian ini para pengajar bahasa Arab di Nusantara mampu menerapkan keterampilan berbahasa Arab yang empat, yaitu keterampilan istima’(menyimak), kalam (berbicara), qirāah (membaca), dan kitābah (menulis) dengan maksimal. Abstract Arabic is the language of the Islamic ummah, a language that has spread throughout the world, including Indonesia, which has a diversity of ethnicities, cultures and languages. However, the diversity of languages in the archipelago does not cover the languages that have entered from abroad, including Arabic. Even the Indonesian language has adopted many of the Arabic language. Then, with the increasing number of homeland enthusiasts using Arabic, it automatically requires teachers who are competent in the field of Arabic. The Arabic language teaching system in Indonesia in general, from the past until now, many educational institutions, especially Islamic boarding schools, use the same methods and skills, not developed. One of the methods used is the al-qawāid wa al-tajamah method. The drawback of this method is that it does not pay attention to the four Arabic language skills, namely istima '(listening), kalam (speaking), qirāah (reading), and kitābah (writing). This method hones a lot of reading skills only. Therefore, it is deemed necessary to write about this problem by examining the application of Arabic language skills sourced from the Arabic language learning guide book for non-native speakers (non-Arabic), namely kitāb al-Idhāāt by 'Abdurrahman al-Fauzan. The form of this research is the study of literature (books) which are qualitative in nature, in this research method using the library research method (literature study) whose main source (primary) is Kitāb al-Idhāāt which focuses on the application of Arabic language skills for non Arabic ('ajam). The author hopes that with the realization of this research, Arabic language teachers in the archipelago will be able to apply the four Arabic language skills, namely istima '(listening), kalam (speaking), qirāah (reading), and kitābah (writing) skills maximally.
Metode Pembelajaran Bahasa Arab Dalam Kitab Durusullughah Al-‘Arabiyyah Karya Dr. V. Abdur Rahim Deden Dimyati; Ulil Amri Syafri; Abdul Hayyie Al-Kattani
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.459

Abstract

Abstrak Bahasa arab adalah bahasa al-Quran dan Assunnah yang keduanya sebagai pedoman bagi seluruh manusia terutama ummat muslim, ia juga sebagai bahasa komunikasi antar sesama manusia baik di negara arab maupun negara negara lainnya yang hendak menunaikan ibadah haji. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif melalui pendekatan library research (kajian pustaka). Hasil penelitian mengurai dan menyajikan data mengenai metode pembelajaran bahasa arab dalam kitab Durusullughah Al-‘Arabiyyah karya syekh Dr.V.Abdurrahim yang kitabnya banyak digunakan di dunia untuk pengajaran bahasa arab bagi para pemula. Kitab ini sangat cocok menjadi rujukan lembaga untuk pembelajarna bahasa arab bagi pemula dan masyarkat umum. Abstract Arabic is the language of the Qur'an and Sunnah, both of which are guidelines for all humans, especially Muslims, it is also the language of communication between human beings both in Arab countries and other countries who want to perform the pilgrimage. The method used in this research is descriptive qualitative through a library research approach (library review). The results of the study parse and present data on Arabic learning methods in the book Durusullughah Al-'Arabiyyah by Sheikh Dr. V. Abdurrahim whose books are widely used in the world for teaching Arabic for beginners. This book is very suitable as an institutional reference for learning Arabic for beginners and the general public.
Studi Tentang Nilai-Nilai Islam Pada Buku Tematik Terpadu Kelas II SD/MI Tema 6 Merawat Hewan dan Tumbuhan Wildan Faroz; Budi Handrianto; Abdul Hayyie Al Kattani
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.477

Abstract

Abstrak Alokasi jam pelajaran agama Islam yang minim serta buku-buku teks pembelajaran yang kosong dari muatan-muatan keislaman harus mampu memotivasi para praktisi pendidikan dalam mewujudkan sarana-sarana untuk menanamkan nilai-nilai Islam kepada peserta didik. Penelitian ini difokuskan pada analisis nilai-nilai Islam pada buku tematik kelas 2 SD tema 6yang kemudian dievaluasi sehingga nanti buku tersebut dapat dikembangkan agar memiliki muatan-muatan keislaman yang relevan. Penelitian ini diharapkan dapat membantu para guru dalam mentransformasikan nilai-nilai Islam pada setiap mata pelajaran dan pada setiap bahan ajar. Penelitain ini bersifat deskriptif kualitatif dengan hasil penelitian bahwa nilai-nilai Islam pada buku ajar Tematik Terpadu kelas 2 SD Tema 6 yaitu; (1) nilai merawat kelestarian lingkungan, (2) nilai ihsan (berbuat baik) kepada orang lain dan (3) nilai disiplin dan patuh dengan evaluasi bahwa peserta didik tidak diperkenalkan bahwa nilai-nilai yang dipelajari adalah ajaran agama Islam. Peserta didik juga tidak dikenalkan mengenai peran mereka sebagai seorang muslim (hamba Allah ﷻ). Abstract The minimal allocation of Islamic teaching hours and learning text books that are empty of Islamic content must be able to motivate education practitioners in realizing the means to instill Islamic values in students. This research is focused on the analysis of Islamic values in the thematic book of grade 2 SD theme 6 which is then evaluated so that later the book can be developed so that it has relevant Islamic contents. This research is expected to help teachers transform Islamic values in each subject and in each teaching material. This research is a descriptive qualitative research with the results of the research that Islamic values in the Integrated Thematic textbook class 2 SD Theme 6 are; (1) the value of caring for environmental sustainability, (2) the value of ihsan (doing good) to others and (3) the value of discipline and obedience to the evaluation that students are not introduced to the values being learned are Islamic teachings. Students are also not introduced to their role as a Muslim (servant of Allah ﷻ).
Manajemen kelas melalui model pembelajaran kooperatif Quiz Quiz Trade guna menciptakan suasana pembelajaran bahasa Arab efektif Agung Wahyu Adhy; Maemunah Sa'diyah; Abdul Hayyie Al Kattani
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v3i2.7720

Abstract

Classroom management is a problem faced by both new teachers and even senior teachers. This is because the emotional state of students is always changing. Today's enthusiasm and enthusiasm is not necessarily tomorrow. So that profesional teachers are teachers who are able to manage the class well so that the learning process always runs effectively, efficiently, encouragingly and achieves the expected goals. Teachers who do not carry out classroom management and only position or portray themselves as authority figures or discipnarians tend to fail than teachers who carry out classroom management as a process of establishing and maintaining an effective learning environment. This study aims to describe the application of classroom management through the quiz-quiz trade cooperative learning model in learning Arabic. This model was chosen to get an effective, fun learning atmosphere and of course to help students learn Arabic, especially muhadatsah (conversation). This research was conducted at SMP IT Al Binaa Bekasi class IX with the results that 62.5% of students agreed that they were happy and felt helped by this method, 12.5% strongly agreed, and 22% disagreed. In terms of whether this model makes it easier for students to practice communicating in Arabic, the resulting data is 67.5% agree, 22.5% strongly agree and only 10% choose to disagree. So it can be concluded that the cooperative learning model of the quiz-quiz trade in Arabic language learning must be mastered by teachers in managing their classes to achieve effective learning.AbstrakManajemen kelas menjadi masalah yang dihadapi para guru baik guru baru bahkan guru senior sekalipun. Hal ini karena kondisi emosional siswa selalu berubah-ubah. Hari ini semangat dan antusias belum tentu besok. Sehingga guru yang profesional adalah guru yang mampu mengelola kelas dengan baik sehingga proses pembelajaran selalu berjalan efektif, efisien, menggembirakan dan mencapai tujuan yang diharapkan. Guru yang tidak melaksanakan manajemen kelas dan hanya memosisikan atau memerankan diri sebagai figur otoritas atau penegak disiplin (authority figures or disclipnarians) cenderung gagal daripada guru yang melaksanakan manajemen kelas sebagai proses pemapanan dan pemeliharaan (establishing and maintaining) lingkungan belajar yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan manajemen kelas melalui model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dalam pembelajaran bahasa Arab. Model ini dipilih untuk mendapatkan suasana belajar efektif, menyenangkan dan tentunya membantu siswa dalam mempelajari bahasa Arab khususnya muhadatsah (percakapan). Penelitian ini dilaksanakan di SMP IT Al Binaa Bekasi kelas IX dengan hasil sebanyak 62,5% siswa setuju bahwa mereka senang dan merasa terbantu dengan metode ini, 12,5% sangat setuju, dan sebanyak 22% tidak setuju. Dalam hal apakah model ini memudahkan siswa untuk berlatih komunikasi dengan bahasa Arab, dihasilkan data 67,5% setuju, 22,5% sangat setuju dan hanya 10% yang memilih tidak setuju. Sehingga bisa disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model kooperatif quiz-quiz trade pada pembelajaran bahasa Arab harus dikuasai oleh para guru dalam mengelola kelas mereka untuk mencapai pembelajaran yang efektif.
الأساليب السلوكية في تعليم اللغة العربية في السنة السابعة بالمرحلة المتوسطة بمعهد بناء مدني ببوجور Saipuddin Saipuddin; Nabil Ahmed Tarmom; Abdul Hayyie al Kattani; Ulil Amri Syafri
TA'DIBUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5, No 2 (2022): Educational Issues
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpai.5.2.78-98

Abstract

Learning Arabic according to the behavioristic view is learning that prioritizes mastery of listening and speaking skills, after mastering these two skills, the next skill that must be taught is reading and writing skills. Language skills according to this view are the same as mastery of other behavioral skills such as playing ball, driving a car, and so on, which requires learning, practice, and simulation, and is very dependent on the stimulus and response process, as well as reinforcement. The method used in this study is a qualitative research method with a field research approach. The results of this study are that there are behavioristic ways in teaching Arabic at the junior high school level at Ma'had Bina Madani Bogor, including the formation of an Arabic-speaking environment in the classroom, preparing students, providing learning media that can shape students' language behavior, using direct methods, using the audio lingual method, overdoing it in practice on different aspects of sound between Arabic and Indonesian, explaining the meaning of vocabulary by relating it to pictures, gestures, or example movements, explaining the meaning of vocabulary by connecting it with plurals, equations, or differences, learning Arabic grammatical rules through conversation, familiarizing students with listening to Arabic voices, providing listening exercises, getting students used to speaking in Arabic, providing speaking exercises in Arabic, and providing positive or negative reinforcement. negative.
الأساليب السلوكية في تعليم اللغة العربية في السنة السابعة بالمرحلة المتوسطة بمعهد اليسرى لتحفيظ القرآن ببوجور Saipuddin Saipuddin; Abdul Hayyie al Kattani; Ulil Amri Syafri
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6, No 01 (2023): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/im.v6i01.2895

Abstract

Pembelajaran bahasa asing seperti bahasa Arab menurut pandangan behavioristik adalah seperti pembelajaran seorang anak kecil terhadap bahasa ibu (bahasa pertama) yaitu tidak dengan menggunakan terjemahan, akan tetapi langsung menggunakan bahasa yang ingin dikuasai, fokus awal dari pembelajaran bahasa Arab menurut pandangan behavioristik adalah penguasaan keterampilan mendengar kemudian berbicara, setelah menguasai dua keterampilan tersebut, keterampilan selanjutnya yang harus diajarkan adalah keterampilan membaca dan menulis. Penguasaan keterampilan-keterampilan dalam berbahasa menurut pandangan ini sama seperti penguasaan terhadap keterampilan-keterampilan perilaku lainnya seperti bermain bola, mengendarai mobil, dan lain sebagainya yaitu membutuhkan pembelajaran, latihan, dan simulasi, serta sangat bergantung terhadap proses stimulus dan respon, serta penguatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan (field research). Hasil dari penelitian ini adalah bahwa terdapat cara-cara behavioristik dalam pengajaran bahasa Arab tingkat SMP di Ma’had Al Yusro Bogor diantaranya adalah menggunakan metode langsung, menggunakan metode audio lingual, menyiapkan dan mengkondisikan kelas, menyiapkan murid, menyediakan media pembelajaran yang dapat mebentuk prilaku berbahasa pada murid, memberikan pembelajaran dengan cara bertahap dan sistematis, mengoreksi dan membenarkan kesalahan murid secara langsung, berlebihan dalam melatih murid dalam perilaku berbahasa murid yang baik dan benar, pengajaran suara, kosa kata, dan kaidah bahasa melalui percakapan, membiasakan siswa dalam mendengarkan suara-suara berbahasa Arab dan membiasakannya untuk berbicara menggunakan bahasa Arab, menyediakan latihan berkelanjutan, dan memberikan penguatan positif ataupun negatif.