Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGGUNAAN EUCALYPTUS OIL SEBAGAI BAHAN PELARUT GUTAPERCA DAN SEALER PADA PERAWATAN SALURAN AKAR ULANG Permatasari, Rina; Chairani, Nuke
M-Dental Education and Research Journal Vol 3, No 2 (2023): M-Dental Education and Research Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Perawatan saluran akar (PSA) merupakan salah satu cara untuk mempertahankan jaringan gigi di dalam mulut, yang bertujuan untuk menghilangkan infeksi bakteri dari sistem saluran akar dan mencegah timbulnya infeksi kembali. Persentase keberhasilan PSA mencapai angka 90%–95%, sehingga masih mungkin terjadi kegagalan dan perlu dilakukan PSA ulang. PSA ulang secara konvensional atau non bedah, yaitu dengan instrumentasi dan penambahan bahan pelarut seperti eucalyptus oil yang mampu mempermudah prosesnya. Tujuan: Menjelaskan penggunaan eucalyptus oil sebagai bahan pelunak gutaperca dan sealer dalam perawatan saluran akar ulang. Metode: Referensi didapat dari jurnal, textbook dan website yang diakses melalui database Google Scholar. Jenis referensi yang diambil berupa laporan penelitian, dan studi pustaka yang diterbitkan dari tahun 2012–2022. Kesimpulan: Terdapat perbedaan pendapat dari para ahli tentang penggunaan eucalyptus oil dalam melarutkan gutaperca dan sealer, tetapi mayoritas para ahli menjelaskan bahwa eucalyptus oil merupakan bahan pelarut yang dapat digunakan sebagai pengganti kloroform.
ANALISIS FINANSIAL USAHA PENGOLAHAN IKAN ASIN KENDIA (Thynnichthys vaillanti) DI KECAMATAN TERING KABUPATEN KUTAI BARAT Permatasari, Rina; Helminuddin; Haqiqiansyah, Gusti
Jurnal Pembangunan Perikanan dan Agribisnis Vol 11 No 2 (2024): edisi online
Publisher : 2339-1324

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to find out what factors are faced by the kendia salted fish processing business and to find out financially the feasibility of the kendia salted fish processing business with analytical tools such as Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B⁄C Ratio), and Payback period (PP). The type of research data used quantitative data and primary data was obtained by interviewing using a questionnaire. The results showed that with an NPV value of Rp. 94,169,118, IRR of 320%, Net B/C Ratio of 11.75, and Payback Period of 0.43 years 5.1 months 153 days. The results of the financial analysis show that the kendia salted fish processing business is profitable and feasible.
PERBANDINGAN KEKERASAN PERMUKAAN RESIN KOMPOSIT NANOHYBRID YANG DIRENDAM DALAM BERBAGAI MACAM OBAT KUMUR Permatasari, Rina; Alfira, Marsya
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v20i1.3304

Abstract

Latar belakang: Resin komposit nanohybrid merupakan salah satu bahan restorasi sewarna gigi yang sering digunakan saat ini. Ketahanan jangka panjang resin komposit setelah diaplikasikan di dalam rongga mulut kerap berkaitan dengan kekerasan permukaannya. Namun, berbagai faktor dalam rongga mulut dapat memengaruhi kekerasan permukaan, seperti gaya oklusal, saliva, serta kandungan bahan kimia pada makanan, minuman, maupun produk kebersihan mulut, contohnya obat kumur. Tujuan: Mengetahui perbandingan kekerasan permukaan resin komposit nanohybrid yang direndam dalam berbagai macam obat kumur. Metode penelitian: Tiga puluh buah sampel resin komposit nanohybrid yang berbentuk silindris dengan diameter 8 mm dan tebal 2 mm dibagi secara acak ke dalam tiga kelompok perendaman, yaitu obat kumur beralkohol, obat kumur bebas alkohol, dan obat kumur herbal. Sebelum perendaman, pH semua obat kumur diukur dengan pH meter. Seluruh sampel kemudian direndam selama 36 jam. Pengukuran kekerasan permukaan resin komposit dilakukan sebelum dan setelah perendaman menggunakan Vickers hardness tester. Hasil penelitian: Analisis data menggunakan uji one-way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dengan p=0,000 (p0,05) di antara kelompok perendaman.  Kesimpulan: Terdapat penurunan nilai kekerasan permukaan resin komposit nanohybrid yang direndam dalam seluruh kelompok obat kumur. Sampel yang direndam di dalam obat kumur beralkohol memiliki nilai kekerasan terendah, diikuti oleh obat kumur herbal dan obat kumur bebas alkohol.
PERBANDINGAN STABILITAS WARNA RESIN KOMPOSIT NANOHYBRID YANG DIRENDAM DALAM BERBAGAI MACAM OBAT KUMUR Permatasari, Rina; Sabrina, Sabrina
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v20i2.3520

Abstract

Latar Belakang: Resin komposit nanohybrid diketahui dapat mempertahankan sifat estetikanya dalam jangka waktu yang lama. Namun, stabilitas warna resin komposit nanohybrid dapat terganggu akibat penyerapan zat warna yang berasal dari makanan atau obat kumur yang digunakan dalam jangka waktu lama. Terdapat berbagai jenis obat kumur, yaitu obat kumur gold standard Chlorhexidine Gluconate (CHX), beralkohol, dan herbal daun sirih. Bahan dan Metode Penelitian : Sebanyak 30 sampel resin komposit nanohybrid berbentuk cakram (lingkaran) dengan ukuran diameter 10 mm dan tebal 2 mm dibagi secara acak menjadi 3 kelompok yang direndam selama 36 jam dalam obat kumur tidak beralkohol (CHX 0,2%), beralkohol, dan herbal daun sirih. Pengukuran nilai warna menggunakan VITA Easyshade V, Hasil Penelitian : Analisis statistik one-way ANOVA ketiga kelompok obat kumur menjukkan nilai lightness yang tidak signifikan p=0,350 (p0,05), tetapi chroma dan hue signifikan p=0,000 (p0,05),  Pembahasan: Stabilitas warna resin komposit nanohybrid dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu sifat bahan resin komposit (TEGDMA) yang hidrofilik, durasi waktu perendaman, kandungan obat kumur, pH obat kumur, degradasi permukaan resin komposit, reaksi hidrolisis, dan adanya proses difusi serta penyerapan air yang tinggi ke dalam resin komposit,  Kesimpulan : Terdapat perbedaan stabilitas warna resin komposit nanohybrid dengan urutan yang tertinggi yang direndam dalam obat kumur tidak beralkohol (CHX 0,2%), beralkohol, dan terakhir herbal daun sirih.
HUBUNGAN PERUBAHAN WARNA GIGI AKIBAT JAMU KUNYIT ASAM DENGAN PENGGUNAAN BAHAN PEMUTIH HIDROGEN PEROKSIDA 35% PADA GIGI Permatasari, Rina
M-Dental Education and Research Journal Vol 4, No 1 (2024): M-Dental Education and Research Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Perubahan warna gigi merupakan masalah estetika dan psikologis terhadap seseorang. Perubahan warna gigi dapat disebabkan oleh faktor ekstrinsik seperti makanan dan minuman yang mengandung tanin seperti jamu kunyit asam. Perawatan konservatif yang dapat digunakan untuk mengatasi perubahan warna gigi adalah bahan pemutih hidrogen peroksida 35%. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan perubahan warna gigiyang disebabkan oleh konsumsi jamu kunyit asam dengan penggunaan bahan pemutih seperti hidrogen peroksida 35% pada gigi. Bahan dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik murni dengan pre and post test design. Perubahan warna lightness (“L) diukur menggunakan spektrofotometer. Sebanyak 64 sampel gigi premolar dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan. Tahap satu, 16 sampel gigi didiskolorasi dengan direndam dalam jamu kunyit asam selama 3 jam, 16 sampel lainnya direndam dalam akuades, kemudian seluruh sampel direndam dalam hidrogen peroksida 35% selama 1 jam. Tahap dua, 16 sampel gigi lain direndam bahan pemutih gigi selama 1 jam, 16 sampel yang gigi lain direndam dalam akuades, kemudian seluruh sampel direndam dalam larutan jamu kunyit asam selama 3 jam. Hasil Penelitian: Hidrogen peroksida 35% pada kelompok gigi kuning memiliki nilai “L lebih kecil dibanding nilai “L kelompok gigi normal (3,8411,45) (p0,05). Jamu kunyit asam pada kelompok gigi putih memiliki nilai “L lebih kecil dibandingkan nilai “L pada kelompok gigi normal (7,2210,13) (p0,05). Kesimpulan: Hidrogen peroksida 35% kurang efektif terhadap perubahan warna gigi yang diakibatkan oleh jamu kunyit asam dibandingkan dengan gigi normal. Jamu kunyit asam memberi pengaruh yang sama besarnya terhadap perubahan warna gigi setelah pemutihan gigi dan gigi yang normal.
PERBANDINGAN KEKASARAN PERMUKAAN RESIN KOMPOSIT NANOFILLER YANG DIRENDAM DALAM BERBAGAI MACAM OBAT KUMUR Permatasari, Rina; Dafa Nur Adiba, Nabila
M-Dental Education and Research Journal Vol 4, No 2 (2024): M-Dental Education and Research Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Resin komposit nanofiller memiliki nilai kehalusan permukaan yang lebih baik dibandingkan dengan jenis resin komposit lainnya. Obat kumur kerap digunakan secara rutin oleh masyarakat untuk mencegah dan mengendalikan karies, tetapi memiliki pH asam yang dapat berpengaruh pada kekasaran atau degradasi permukaan resin komposit nanofiller. Peningkatan kekasaran permukaan dapat menyebabkan masalah seperti peningkatan retensi plak dan mikroorganisme yang selanjutnya berkembang menjadi karies sekunder dan kegagalan restorasi. Tujuan: Mengetahui perbandingan kekasaran permukaan resin komposit nanofiller yang direndam dalam obat kumur beralkohol, obat kumur bebas alkohol, dan obat kumur herbal. Metode: Metode penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental laboratorium dengan desain penelitian pre-test dan post-test. Sampel penelitian sebanyak 30 sampel resin komposit nanofiller yang dibagi secara acak ke dalam 3 kelompok perlakuan (n=10), yaitu obat kumur beralkohol, obat kumur bebas alkohol, obat kumur herbal yang direndam selama 36 jam. Semua sampel diukur kekasaran permukaan sebelum dan sesudah perendaman menggunakan alat uji surface roughness tester. Hasil Penelitian: Kekasaran permukaan resin komposit nanofiller menunjukkan hasil yang signifikan pada semua kelompok obat kumur. Data penelitian dilakukan dengan uji analitik yaitu uji one-way ANOVA dan Post Hoc Bonferroni dengan nilai p=0,000 (p0,05). Kesimpulan: Kekasaran permukaan resin komposit nanofiller setelah direndam dalam larutan obat kumur beralkohol lebih tinggi, dibandingkan yang direndam dalam larutan obat kumur bebas alkohol dan larutan obat kumur herbal.
Evaluasi Program Pelatihan Komputer di LPK Teknos Ciruas Serang Banten Hildayanti, Dyah; Permatasari, Rina; Sudrajat, Indra
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 9 No. 2 (2023): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v9i2.8314

Abstract

AbstractJob Training Institute (LPK) is an institution that aims to improve a life skill and is still in a non-formal education unit. According to Munthe 2015: 1, Program Evaluation is here to provide input, study and consideration in determining whether the program is worth continuing or stopping. The term makes program evaluation conditions commonplace in a non-formal and formal educational institution, including in training institutions and courses. In this context we use a descriptive study method with a qualitative approach. We evaluated the computer training program at LPK Teknoss Ciruas. The evaluation model used is the Contex-Input-Product (CPP) evaluation model. From the perspective of the learning process, no computer material or curriculum is developed in the rotation of batches per year. This means that the knowledge received by trainees is always the same in every generation or period and is not evolutionary. The implementation of Computer Training at LPK Teknoss Ciruas is based on the needs of students who have the motivation to learn to know computers to become proficient in both workers and students. So that the target and even the purpose of the computer training program at LPK Teknoss are in accordance with the needs of the training participants and the targets are in accordance with what is set. Supporting materials have also been carried out so that they are in accordance with the ideal standards of the curriculum. Media and learning tools consist of Modules, internet, and Computers. The computer training program at LPK Teknoss has achievement indicators that can be used as a benchmark for the success of training. Along with the development of the times, the needs in the world of work increasingly require us to have a skill. That's why there are currently many training programs that provide various programs to help improve skills.Key Words: Non Formal Education, CPP Evaluation, LPK Teknoss CiruasAbstrakLembaga Pelatihan Kerja (LPK) merupakan suatu lembaga yang bertujuan untuk meningkatkan suatu keterampilan hidup dan masih berada dalam satuan pendidikan non formal. Menurut Munthe 2015:1, Evaluasi Program hadir untuk memberikan masukan, kajian dan pertimbangan dalam menentukan apakah program layak untuk diteruskan atau dihentikan. Istilah tersebut membuat kondisi evaluasi program menjadi sesuatu yang lumrah di suatu Lembaga Pendidikan nonformal dan formal Tak terkecuali di Lembaga pelatihan dan kursus. Dalam konteks ini kami menggunakan metode studi descriptive dengan pendekatan kualitatif. Kami melakukan evaluasi pada program pelatihan komputer di LPK Teknoss Ciruas. Model evalusi yang digunakan adalah model evaluasi Contex-Input-Product (CPP). Dari perspektif proses pembelajaran, tidak ada materi atau kurikulum komputer yang dikembangkan dalam pergantian angkatan per tahunnya. Artinya pengetahuan yang diterima peserta pelatihan selalu sama pada setiap generasi atau periode dan bukan merupakan evolusi. Penyelenggaran Pelatihan Komputer di LPK Teknoss Ciruas didasarkan pada kebutuhan peserta didik yang memiliki motivasi ingin belajar mengenal computer hingga mahir baik pekerja maupun siswa. Sehingga sasaran bahkan tujuan dari adanya program pelatihan komputer di LPK Teknoss sudah sesuai dengan kebutuhan peserta pelatihan dan sasarannya pun sudah sesuai dengan yang ditetapkan. Materi penunjang pun sudah dilakukan sehingga sesuai dengan standar ideal kurikulum. Media dan alat belajar terdiri dari Modul, internet, dan Komputer. Program pelatihan komputer  di LPK Teknoss memiliki indikator ketercapaian yang bisa dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan dari pelatihan. Seiring berkembangnya zaman kebutuhan didunia kerja semakin menuntut kita untuk memiliki sebuah keterampilan. Karena hal itulah saat ini banyak sekali program pelatihan-pelatihan yang menyediakan berbagai program untuk membantu meningkatkan skills.Kata Kunci: Pendidikan Non Formal, Evaluasi CPP, LPK Teknoss Ciruas.
Evaluasi Berbasis Tujuan Pada Program Penurunan Angka Stunting di Posyandu Bidara Perumahan Citra Gading Kelurahan Cipocok Jaya Kecamatan Curug Kota Serang Banten Evelin, Fanesa; Permatasari, Rina; Adwa, Siti; Yunita, Nurma; Diyah, Widya
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 10 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v10i1.9935

Abstract

Abstract: Posyandu is the right place to help local communities regarding health, because there are programs that can develop and help local communities, starting from family planning (KB) programs, immunization and reducing stunting rates. Indonesia is still experiencing problems in terms of nutrition and child growth and development, therefore there are still many Indonesian children who experience stunting, including children in the Citra Gading Housing area, Serang City, therefore Posyandu Bidara has held a program to reduce stunting rates aimed at children -children who experience stunting in the Citra Gading residential area of Serang City. Stunting is a problem that occurs in children's growth and development due to a lack of balanced nutrition and so on, therefore Posyandu Bidara designed a stunting reduction program with the aim of reducing the number of children experiencing stunting. The research method used is descriptive qualitative using objective-based evaluation. From the monitoring and evaluation results, it was concluded that the program was not running according to the stated objectives, because there were still many people who had outdated thought patterns and therefore considered the problem of stunting trivial.Key Words: Posyandu, objective-based evaluation, stuntingAbstrak: Posyandu adalah wadah yang tepat dalam membantu masyarakat sekitar mengenai kesehatan, karena terdapat program-program yang dapat membangun dan membantu masyarakat lingkungan sekitar mulai dari program keluarga berencana (KB), imunisasi dan penurunan angka stunting. Indonesia masih mengalami permasalahan dalam masalah gizi dan tumbuh kembang anak, maka dari itu masih banyak anak Indonesia yang mengalami stunting, termasuk anak-anak di lingkungan Perumahan Citra Gading Kota Serang, maka dari itu Posyandu Bidara telah mengadakan program penurunan angka stunting yang ditujukan untuk anak-anak yang mengalami stunting dilingkungan perumahan citra gading kota serang. Stunting merupakan masalah yang terjadi pada tumbuh kembang anak karena kurangnya keseimbangan gizi dan lain sebagainya, maka dari itu posyandu bidara merancang program penurunan angka stunting dengan tujuan dapat mengurangi jumlah angka anak yang mengalami stunting. Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan evaluasi berbasis tujuan. Dari hasil monitoring dan evalusi didapatkan kesimpulan bahwa program belum berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan, karena masih banyaknya masyarakat yang memikiki pola pikir yang kuno sehingga menganggap masalah stunting sepele.Kata Kunci: Posyandu, Evaluasi Berbasis Tujuan, Stunting
Perbandingan Perubahan Warna Resin Komposit Nanofiller yang Direndam dalam Berbagai Macam Obat Kumur Permatasari, Rina; Difa, Suci Farah
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 21, No 2 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v21i2.5044

Abstract

Latar Belakang: Resin komposit nanofiller merupakan bahan restorasi estetis yang memiliki keunggulan memiliki partikel filler sangat kecil yang dapat memproduksi hasil pemolesan yang baik. Namun, resin komposit nanofiller memiliki kelemahan yaitu dapat mengalami perubahan warna salah satunya yang disebabkan oleh penggunaan obat kumur jangka panjang. Terdapat berbagai macam obat kumur diantaranya obat kumur bebas alkohol, beralkohol dan herbal. Metode: Tiga puluh sampel resin komposit nanofiller berbentuk lingkaran dengan diameter 10 mm dan tebal 2 mm dibagi secara acak menjadi tiga kelompok perendaman, obat kumur bebas alkohol CHX 0,2%, beralkohol Listerine Cool Mint, dan herbal daun sirih yang direndam selama 36 jam. Pengukuran perubahan warna menggunakan VITA EasyShade V. Analisis data menggunakan uji parametrik one-way ANOVA. Hasil: Analisis statistik one-way ANOVA dari perendaman resin komposit nanofiller pada ketiga kelompok obat kumur menunjukakan nilai Lightness yang tidak signifikan p=0,613 (p0,05),  Chroma yang tidak signifikan p=0,428 (p0,05),  Hue tidak signifikan p=0,130 (p0,05), Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan perubahan warna resin komposit nanofiller setelah direndam dalam berbagai macam obat kumur.