Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

DEKRIT SAKOKU DALAM VIDEO GAME “GENSHIN IMPACT” PRODUKSI HOYOVERSE Jannah, Siti Anissah Lailatul; Poerbowati, Endang
TANDA Vol 4 No 03 (2024): BAHASA DAN SASTRA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v4i03.1738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep, peraturan, dan dampak dari Dekrit Sakoku yang diberlakukan oleh pemimpin Inazuma, Raiden Shogun, dalam video game Genshin Impact. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menganalisis berbagai aspek tentang Sakoku, termasuk definisi, peraturan, dan dampaknya, terutama dampak terhadap Inazuma dan orang-orangnya. Sakoku didefinisikan sebagai kebijakan isolasionis yang diterapkan oleh Shogunate di Inazuma, sebuah kebijakan yang membatasi kontak dengan dunia luar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Sakoku merupakan elemen penting dalam dunia Inazuma, dengan pengaruh yang signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan. Analisis ini membuka jalan untuk penelitian lebih lanjut tentang dampak Dekrit Sakoku terhadap karakter dan cerita dalam game Genshin Impact.
REPRESENTASI BENTUK-BENTUK KEPERCAYAAN SHINTO DALAM VIDEO GAME “GENSHIN IMPACT” Sianipar, Ruth Yunita Putri; Poerbowati, Endang
TANDA Vol 4 No 03 (2024): BAHASA DAN SASTRA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v4i03.1739

Abstract

Penelitian ini meneliti bagaimana kepercayaan Shinto direpresentasikan dalam video game Genshin Impact, khususnya di Inazuma, yang terinspirasi oleh budaya Jepang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan analisis model interaktif untuk mengidentifikasi dan menganalisis kepercayaan Shinto dalam game. Selain itu, penelitian ini juga meneliti narasi, karakter, dan simbolisme yang terkait dengan praktik dan kepercayaan Shinto dalam game. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Genshin Impact berhasil mengadaptasi bentuk keprcayaan Shinto dengan cara yang menghargai makna aslinya dan mengintegrasikannya ke dalam dunia fiksi game. Representasi ini tidak hanya meningkatkan pengalaman bermain gim, tetapi juga memiliki tujuan edukasi, memperkenalkan pemain pada tradisi dan ritual Shinto, sehingga menumbuhkan pemahaman yang lebih dalam tentang budaya Jepang.
Gangguan kepribadian Cluster A dalam anime Oregairu season 1 Gumelar, Abdul Rohman Agung; Poerbowati, Endang
Proceeding of Undergraduate Conference on Literature, Linguistic, and Cultural Studies Vol. 3 No. 1 (2024): UNCOLLCS: PROCEEDING RESEARCH ON LITERARY, LINGUISTIC, AND CULTURAL STUDIES
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/uncollcs.v3i1.4663

Abstract

Personality disorders are persistent patterns of behavior, thinking, and experience that influence how individuals interact or socialize with the world and others. In the anime Oregairu (Yahari Ore no Seishun Love Comedy wa Machigatteiru), particularly the main character Hachiman Hikigaya, offers a detailed portrayal of Cluster A personality disorders. According to the DSM-5 (p. 646), Cluster A personality disorders are characterized by odd and eccentric behavior. This study aims to identify and analyze the Cluster A personality disorders exhibited by the main character. The research uses a descriptive qualitative method with a literary psychology approach, focusing on identifying traits that reflect these personality disorders. The main subject of the study is Hachiman Hikigaya, known for his skepticism about others' motives and his reluctance to open up, even to close friends. The study found 5 instances of relevant data: 2 instances of paranoid traits, 2 instances of schizoid traits, and 1 instance of schizotypal traits. The data indicate that Hachiman Hikigaya demonstrates consistent patterns of behavior associated with paranoid personality disorder, evident in his distrust of others' hidden motives, as well as schizoid personality disorder, shown by his avoidance of close relationships and limited emotional expression
Penggambaran Wujud dan Karakteristik Youkai dalam Manga Touhou Suichouka - Lotus Eater Karya Jun’ya Ota Ramadhani, Anggra; Poerbowati, Endang
Proceeding of Undergraduate Conference on Literature, Linguistic, and Cultural Studies Vol. 3 No. 1 (2024): UNCOLLCS: PROCEEDING RESEARCH ON LITERARY, LINGUISTIC, AND CULTURAL STUDIES
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/uncollcs.v3i1.4664

Abstract

Youkai adalah makhluk mitologi yang berasal dari Jepang. Youkai memiliki berbagai macam jenisnya serta wujud dan karakteristik yang beragam. Dalam mitos dan mangamemiliki penggambaran yang sama maupun berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggambaran wujud dan karakteristik youkai dalam MangaTouhou Suichouka - Lotus Eater. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan mitopoik yaitu pendekatan yang menyangkut hal-hal mitos dan metode yang dipakai ialah metode deskriptif kualitatif. Kajian teori yang dipakai yaitu teori youkai menurut Matthew Meyer, Michael Dylan Foster, Matt Alt dan Hiroko Yoda. Terdapat 5 data youkaiantara lain yaitu Kotengu, Daitengu, Oni, Tanuki, dan Zashiki-Warashi. Penggambaran wujud dan karakteristik youkai dalam mitos cenderung lebih mengerikan dan aneh serta memiliki karakteristik yang jahat walaupun hanya ada 2 youkai yang berwujud lucu serta 1 youkai yang memiliki karakteristik baik dan suka membantu manusia. Sementara itu dalam Manga Touhou Suichouka - Lotus Eater wujud youkai digambarkan cenderung lebih mirip seperti manusia namun ciri-ciri youkai yang terdapat dalam mitos tetap ada sedangkan karakteristik youkai dalam manga sama-sama jahat tetapi hanya ada 2 youkai yang memiliki karakteristik baik terhadap manusia.
Pembuatan Media Aspirasi untuk Meningkatkan Kreativitas Masyarakat Kampung Ketandan melalui Pemanfaatan Barang Bekas Yuana, Cuk; Poerbowati, Endang; Ramadhan, Hilda Fortuna; Fauziah, Alivia; Oktaviasari, Anisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 11 (2024): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i11.699

Abstract

KKN di Kampung Ketandan, Surabaya, mahasiswa Sastra Jepang Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya berkolaborasi dengan mahasiswa Akita University o f Art, Jepang. Kampung Ketandan dikenal sebagai kampung wisata yang unik karena letaknya di pertengahan gedung-gedung besar di Surabaya. Namun, masih ada warga yang membiarkan barang-barang bekas tersebut atau menjual tanpa diolah terlebih dahulu. Fokus utama kegiatan ini adalah memanfaatkan barang bekas. Metode pelaksanaan dilakukan dengan cara observasi dan survei lokasi. Hasil dari kegiatan KKN ini adalah pembuatan Meja Ecobrick dari botol bekas. Penggunaan kembali telepon umum yang sudah usang di Kampung Ketandan yang kemudian diubah menjadi media komunikasi tulis bernamakan Kotak Komunikasi. Pemanfaatan dinding yang tidak terjamah di Kampung Ketandan dilakukan untuk tempat penempelan Poster Kreativitas Anak.
Pengenalan Budaya Jepang melalui Cerita Rakyat Momotaro pada Siswa SD YPPI II Surabaya Amalijah, Eva; Hasanah, Luluk Ulfa; Poerbowati, Endang; Purba, Maria Angela Kurniawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 11 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i11.1939

Abstract

Program ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya Jepang kepada siswa sekolah dasar melalui cerita rakyat Momotaro, dengan harapan dapat menanamkan nilai-nilai moral universal seperti keberanian, kerja sama, dan keadilan. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sesi pengantar berupa penyampaian materi mengenai cerita rakyat Jepang secara umum, diikuti dengan penjelasan mendalam mengenai kisah Momotaro. Penyampaian ini menggunakan pendekatan audio-visual, salah satunya melalui pemutaran animasi Momotaro untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dan menarik bagi siswa. Tahapan berikutnya melibatkan diskusi interaktif untuk mengidentifikasi nilai-nilai moral yang terkandung dalam cerita serta relevansinya dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan pendukung lainnya adalah lokakarya seni, di mana siswa diajak membuat ilustrasi dan kerajinan tangan yang menggambarkan tokoh-tokoh dalam cerita Momotaro. Lokakarya ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas siswa sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap budaya Jepang. Sebagai penutup, siswa diberikan kesempatan untuk mempraktikkan hasil pembelajaran melalui pementasan drama sederhana yang mengadaptasi cerita Momotaro. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa terhadap budaya Jepang sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap keberagaman budaya dunia. Partisipasi aktif dan antusiasme siswa mencerminkan keberhasilan metode pembelajaran interaktif yang digunakan. Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam membangun karakter siswa melalui pengenalan nilai-nilai budaya asing.
ANALISIS IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM DORAMA DORAEMON THE MOVIE “STANDBY ME” (KAJIAN PRAGMATIK) Dewi Nur Rofi'ah; Endang Poerbowati
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v1i1.3225

Abstract

Abstrak: Dalam penelitian ini akan ditelaah tentang implikatur percakapan berdasarkan pada drama komik.  Hal ini dikarenakan bahasa yang digunakan dalam komik adalah bahasa yang dipakai sehari-hari. Oleh karena itu, penulis ingin menelaah implikatur percakapan berdasarkan pada dorSama Doraemon The Movie “Standby me”. Dalam penelitian ini penulis memfokuskan pada dua rumusan  masalah. Pertama, apa saja jenis-jenis implikatur percakapan yang terdapat dalam dorama Doraemon  The Movie ”Standby me”? kedua, bagaimanakah  pelanggaran maksim yang terdapat di dalam implikatur percakapan dorama Doraemon  The Movie ”Standby me”? Penelitian ini  menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini penulis menemukan 3 jenis implikatur percakapan diantaranya adalah implikatur percakapan umum, berskala dan khusus. Dan ada 4 pelanggaran maksim yaitu maksim cara, maksim kualitas, maksim relevansi dan  maksim kuantitas.Kata kunci: Implikatur, Percakapan, Doraemon, Pragmatik Abstract: In this research, we will examine the conversational implicature based on comic drama. This is because the language used in comics is the language used daily. Therefore, the author would like to examine the implications of conversations based on dorSama Doraemon The Movie "Standby me". In this study the authors focus on two problem formulations. First, what are the types of conversational implicature in Doraemon The Movie's drama "Standby me"? second, how is the maxim violation contained in Doraemon The Movie's speech implications "Standby me"? This study used descriptive qualitative method. The results of this study the authors found 3 types of conversational implicature include general, scale and special conversational implicature. And there are 4 violations of the maxim that is the maxim of the way, the quality of the maxim, the maxim of relevance and the maxim of the quantity.Keywords: Implicature, Conversation, Doraemon, Pragmatics
MODALITAS PADA UJARAN TOKOH JEANNE D’ARC DALAM LIGHT NOVEL FATE/APOCRYPHA VOLUME 5 Dedy Aristyanto; Endang Poerbowati
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v1i2.3237

Abstract

Abstrak: Modalitas merupakan salah satu bentuk pengungkap karakter, sikap, atau sifat dari suatu tokoh. Pengkajian modalitas bahasa Jepang melalui karya sastra memungkinkan untuk menggali lebih dalam jenis dan pembagian modalitas bahasa Jepang. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan jenis modalitas yang bersifat dominan dalam kalimat ujaran tokoh Jeanne D’Arc dalam light novel Fate/Apocrypha volume 5. Dalam pelaksaan penelitian, digunakan pendekatan secara kuantitatif-kualitatif. Selain itu, metode deskriptif digunakan sebagai desain penelitian. Penelitian ini menelaah kalimat ujaran tokoh Jeanne D’Arc dalam light novel Fate/Apocrypha volume 5. Sedangkan dalam analisis, digunakan metode agih dan padan referensial dengan teknik PUP. Dalam penelitian ini, ditemukan 84 klausa yang mengandung modalitas yang kemudian terbagi atas 29 klausa kategori modalisasi dan 55 klausa kategori modulasi dan 48,81% dari keseluruhan modalitas yang ditemukan merupakan modalitas yang menyatakan kesopanan. Sehingga dapat diketahui bahwa modalitas dominan dalam ujaran tokoh Jeanne D’Arc adalah modalitas yang menunjukkan kesopanan dan kesantunan.Kata kunci: modalitas, light novel, indeks dominansi Abstract: Modality is one form of revealing the character, attitude, or nature of a character. study of Japanese modalities through literary makes it possible to delve deeper into the types and distribution of Japanese modalities. The purpose of this study is to describe the types of modalities that are dominant in speech sentences by Jeanne D’Arc in light novel Fate / Apocrypha volume 5. In conducting research, a quantitative-qualitative approach is used. In addition, descriptive methods are used as research designs. This study examines the speech sentence of the character Jeanne D'Arc in light novel Fate / Apocrypha volume 5. Whereas in the analysis, the method of religion is used and is referentially matched with PUP techniques. In this study, there were 84 clauses containing modalities which were then divided into 29 modalization category clauses and 55 modulation category clauses and 48.81% of the total modalities found were modalities that stated modesty. So it can be seen that the dominant modality in the utterances of Jeanne D’Arc is a modality that shows politeness and modestyKeywords: modalities, light novels, dominance index
Nilai-nilai Sosial dan Interaksi Sosial dalam Anime Hitori Bocchi no Marumaru Seikatsu Rafa Febrianti Andini; Endang Poerbowati; Luluk Ulfa Hasanah
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol 4 No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v4i2.8246

Abstract

Penelitian ini membahas tentang nilai-nilai sosial dan interaksi sosial dalam anime Hitori Bocchi no Marumaru Seikatsu sebagai upaya menciptakan lingkungan sosial yang harmonis, dan mencegah terjadinya masalah sosial di masyarakat. Nilai sosial merupakan serangkaian perilaku oleh setiap individu yang dinilai sebagai kebenaran, dan menjadi standar dalam berperilaku untuk mencapai kehidupan sosial yang harmonis. Interaksi sosial merupakan hubungan dinamis yang menghubungkan individu dengan individu, kelompok dengan kelompok, dan juga individu dengan sekelompok manusia. Nilai-nilai sosial dan interaksi sosial sangat penting dalam kehidupan sehari-hari karena manusia tidak dapat hidup sendiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data simak-catat. Hasil dari analisis data ditemukan sebanyak 23 data yang terdiri dari 19 data nilai sosial, dan 4 data interaksi sosial. Nilai-nilai sosial yang ditemukan berupa (1) nilai sosial kasih sayang dalam bentuk tolong menolong, kepedulian, dan pengabdian, (2) nilai sosial tanggung jawab dalam bentuk displin, dan empati, serta (3) nilai sosial keserasian hidup dalam bentuk keadilan, dan kerja sama. Interaksi sosial ditemukan berupa interaksi sosial asosiatif dalam bentuk kerja sama, dan asimilasi. Terdapat persamaan antara nilai sosial dan interaksi sosial, yaitu pada nilai sosial keserasian hidup terdapat nilai sosial kerja sama dan pada interaksi sosial asosiatif juga terdapat interaksi sosial kerja sama. Kata Kunci: Anime, Nilai Sosial, Interaksi Sosial, Hitori Bocchi no Marumaru Seikatsu
Pendampingan Penguatan Kelembagaan Kelompok Sadar Wisata Desa Claket menuju Desa Wisata Mandiri Hasanah, Luluk Ulfa; Ilham, Ghulam Maulana; Poerbowati, Endang; Ashari, Luthfiyah Puspa Maharani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 5 (2025): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i5.2704

Abstract

Desa Claket merupakan salah satu desa wisata yang sedang berkembang di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Potensi wisata alam dan budaya yang dimiliki desa ini belum sepenuhnya dikelola secara optimal, salah satunya disebabkan oleh kelembagaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang masih lemah dari segi struktur, peran, dan fungsi organisasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi Pokdarwis dalam memperkuat kelembagaan melalui pendekatan partisipatif dan pelatihan terstruktur. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi awal, sosialisasi, penyuluhan, penyusunan dan distribusi modul, pelatihan kelembagaan, serta pendampingan teknis dalam penyusunan struktur organisasi dan program kerja. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 37,7% berdasarkan hasil pretest dan posttest. Pokdarwis juga berhasil menyusun struktur organisasi yang baru, merancang program kerja tahunan, serta membentuk tim promosi digital internal. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendampingan kelembagaan berbasis partisipasi dapat meningkatkan kapasitas organisasi lokal dalam pengelolaan desa wisata. Dengan demikian, penguatan kelembagaan Pokdarwis merupakan langkah strategis menuju kemandirian desa wisata berbasis masyarakat. Di samping itu, berdasarkan hasil evaluasi dampak kegiatan sebanyak 92% peserta menyatakan puas terhadap materi dan metode pelatihan yang diberikan. Sebagian besar peserta juga menyatakan mengalami peningkatan pemahaman, kepercayaan diri, dan motivasi untuk menjalankan fungsi kelembagaan secara lebih baik.