Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGARUH SUMBER NEKTAR DAN JENIS STUP TERHADAP PRODUKSI MADU TRIGONA ITAMA DI DESA SAIT BUTTU SARIBU PAMATANG SIDAMANIK KABUPATEN SIMALUNGUN Nurrachmania, Meylida; Sihombing, Benteng H.
Menara Ilmu Vol 15, No 2 (2021): VOL. XV NO. 2 JANUARI 2021
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v15i2.2060

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sumber nektar dan jenis stup dan produksi madu tertinggi sebagai pengaruh perlakuan sumber nektar dan kelompok jenis stup terhadap produksi madu lebah Trigona itama di Desa Sait Buttu Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun.Penelitian dilaksanakan dengan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) di mana perlakuan adalah sumber nektar dan kelompoknya adalah jenis stup. Hasil analisis data menyimpulkan pada percobaan I, perlakuan sumber nektar dan jenis stup berpengaruh siknifikan terhadap produksi madu lebah Trigona itama. Pada percobaan II, perlakuan sumber nektar berpengaruh siknifikan tetapi jenis stup tidak berpengaruh siknifikan terhadap produksi madu lebah Trigona itama. Hasil rata-rata kedua percobaan menunjukkan bahwa perlakuan sumber nektar dan jenis stup berpengaruh siknifikan terhadap produksi madu lebah Trigona itama. Pada Percobaan I perlakuan sumber nektar yang menghasilkan produksi madu lebah Trigona itama tertinggi dihasilkan oleh perlakuan P1 (351,01 gram) dan jenis stup yang menghasilkan produksi madu lebah Trigona itama tertinggi dihasilkan oleh kelompok K3 (355,30 gram) dan pada percobaan II perlakuan sumber nektar yang menghasilkan produksi lebah Trigona itama dihasilkan oleh perlakuan P1 (426,29) gram dan jenis stup yang menghasilkan produksi madu lebah Trigona itama tertinggi adalah kelompok K3 (366,30 gram), serta Pada produksi gabungan perlakuan sumber nektar rata-rata yang menghasilkan produksi tehadap produksi madu lebah Trigona itama adalah perlakuan P1 (388,65 gram) dan jenis stup yang menghasilkan produksi tertinggi terhadap produksi madu lebah Trigona itama adalah K3 (360,80 gram ).
PRODUKTIVITAS PENYARADAN KAYU DI HUTAN TANAMAN INDUSTRI PT. TOBA PULP LESTARI SEKTOR AEK NAULI, KABUPATEN SIMALUNGUN Lubis, Rozalina; Nurrachmania, Meylida
Menara Ilmu Vol 15, No 1 (2021): VOL. XV NO. 1 JULI 2021
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v15i1.2361

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas penyaradan kayu di Hutan Tanaman Industri PT. Toba Pulp Lestari. Produktivitas penyaradan dihitung dengan cara mencatat waktu sarad dengan metode null-stop, jarak sarad dan volume kayu yang disarad dengan masing- masing ulangan sebanyak 30 rit. Adapun elemen kerja penyaradan adalah sebagai berikut berjalan kosong ke tempat kayu, memuat (meliputi persiapan memuat dan memuat kayu ke atas excavator), menyarad, membongkar kayu dan pengaturan kayu di TPn. Produktivitas penyaradan kayu dipengaruhi oleh jarak sarad, waktu kerja penyaradan, volume kayu yang disarad, keahlian operator, dan faktor topografi. Rata-rata produktivitas penyaradan kayu menggunakan Excavator Hitachi Zaxis 110 mf dengan bantuan Ponton Darat yaitu sebesar 16,128 m3hm/jam.
PENGARUH PEREBUSAN DAN PEMADATAN TERHADAP SIFAT FISIS DAN ANATOMI KAYU JABON (Anthocephalus cadamba) Meylida Nurrachmania; Rozalina Rozalina
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2021.39.2.115-120

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan mutu kayu berkualitas rendah tersebut adalah dengan cara teknik densifikasi kayu atau pemadatan kayu dengan metode perebusan dan menganalisis pengaruhnya terhadap karakteristik kayu.Perebusan dilakukan selama 60 dan 12 menit dengan menggunakan kayu jabon (Anthocephalus cadamba) berukuran (10 x 5 x 2) cm pada papan tangensial, selanjutnya kayu dikempa panas (suhu 1700C) selama 3 menit dengan target pemadatan 50% dari ketebalan awal. Berdasakan hasil pengujian diperoleh nilai recovery of set untuk kontrol 64,93%; perebusan 60 menit 69,99% dan perebusan 120 menit 78,17%. Dan untuk kerapatannya setelah perlakuan: kontrol 0,58 gr/cm3; perebusan 60 menit 0,56 gr/cm3 dan perebusan 120 menit 0,60 gr/cm3.
PENGARUH PEREBUSAN DAN PEMADATAN TERHADAP SIFAT FISIS DAN ANATOMI KAYU JABON (Anthocephalus cadamba) Meylida Nurrachmania; Rozalina Rozalina
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2021.39.2.115-120

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan mutu kayu berkualitas rendah tersebut adalah dengan cara teknik densifikasi kayu atau pemadatan kayu dengan metode perebusan dan menganalisis pengaruhnya terhadap karakteristik kayu.Perebusan dilakukan selama 60 dan 12 menit dengan menggunakan kayu jabon (Anthocephalus cadamba) berukuran (10 x 5 x 2) cm pada papan tangensial, selanjutnya kayu dikempa panas (suhu 1700C) selama 3 menit dengan target pemadatan 50% dari ketebalan awal. Berdasakan hasil pengujian diperoleh nilai recovery of set untuk kontrol 64,93%; perebusan 60 menit 69,99% dan perebusan 120 menit 78,17%. Dan untuk kerapatannya setelah perlakuan: kontrol 0,58 gr/cm3; perebusan 60 menit 0,56 gr/cm3 dan perebusan 120 menit 0,60 gr/cm3.
BIOPELLET BAMBU BETUNG (Dendrocalamus asper) SEBAGAI SUMBER ENERGI TERBARUKAN Fakhruzy, Meylida Nurrachmania
Menara Ilmu Vol 12, No 9 (2018): Vol. XII No. 9 Oktober 2018
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v12i9.953

Abstract

Biopellet merupakan salah satu sumber energi terbarukan. Nilai kerapatandiperoleh dari penelitian ini yaitu BTK 60-80 mesh sebesar 0,997 gr/cm3 dan, BTK 80-100mesh sebesar 1,080 gr/cm3 sedangkan BK 60-80 mesh sebesar 0,554 gr/cm3dan BK 80-100mesh sebesar 0,528 gr/cm3. Berdasarkan SNI 8021-2014 nilai kerapatan BK 60-80 meshdan BK 80-100 mesh belum memenuhi standar sedangkan untuk nilai kerapatan BTK 60-80 mesh dan 80-100 mesh sudah memenuhi standar. Nilai uji keteguhan tekan perlakuanBTK 60-80 mesh sebesar 4,06 kgf/cm2 dan BTK 80-100 mesh sebesar 4,23 kgf/cm2sedangkan BK 60-80 mesh sebesar 1,54 kgf/cm2 dan BK 80-100 mesh sebesar 1,60kgf/cm2. Nilai kadar air BTK 60-80 mesh sebesar 3,980%, BTK 80-100 mesh 2,354%, BK60-80 mesh 5,374%, dan BK 80-100 mesh 5,319%. Nilai kadar air sudah menenuhistandar SNI 8021-2014. Pengujian kadar zat terbang menunjukkan BTK 60-80 mesh72,45% dan BTK 80-100 mesh 71,81% sedangkan untuk BK 60-80% 73,97 dan BK 80-100mesh 73,68%. Nilai uji kadar zat terbang sudah menenuhi standar SNI 8021-2014. Nilaikadar abu sangat tinggi yaitu BTK 5,75% dan BK 6,05%. Nilai kadar zat abu belummemenuhi standar SNI 8021-2014 yaitu ≤ 1,5%. Nilai pengujian kadar karbon terikatadalah BTK 80-100 mesh sebesar 20,09% dan BK 80-100 mesh sebesar 14,96%. Nilaikadar karbon terikat sudah memenuhi standar SNI 8021-2014 yaitu ≥ 14%. Nilai kalorBTK sebesar 4216 Kkal/kg dan nilai kalor BK 4177 Kkal/kg. Hasil penelitian inimenunjukkan nilai kalor belum memenuhi standar SNI 8021-2014 yaitu sebesar 4400Kkal/kg.Kata kunci: Bambu betung, biopellet, SNI 8021-2014
IDENTIFIKASI JENIS TUMBUHAN HUTAN BERPOTENSI BAHAN BAKU INDUSTRI DI TAMAN HUTAN RAYA BERASTAGI, KABUPATEN KARO Meylida Nurrachmania; Sarintan E.Damanik; Anggi Y.Ginting
Menara Ilmu Vol 16, No 2 (2022): VOL. XVI NO. 2 JANUARI 2022
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v16i2.3080

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman jenis tumbuhan yang terdapat di Taman Hutan Raya Berastagi, dan untuk mengetahui dominasi jenis tumbuhan yang terdapat di Taman Hutan Raya Berastagi. Metode pengumpulan data Jenis Tumbuhan Bahan Baku Industri Di Hutan Tahura, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, yaitu menggunakan metode Garis Berpetak. Pengolahan data yang dilakukan meliputi data dan jumlah individu/ kelimpahan, kehadiran/frekuensi. Jenis tumbuhan hutan yang mengisi hutan di Taman Hutan Raya Berastagi terdapat semai yang memiliki 21 jenis tumbuhan, pancang 21 jenis tumbuhan, tiang 21 jenis tumbuhan, dan pohon 19 jenis tumbuhan. Adapun jenis vegetasi tingkat semai yang mendominasi yaitu tumbuhan senduduk (Melastoma sp Blum), kemudian diikuti oleh Jatuh (Manglietia glauca BI),dan kabung-kabung (Santiria oblongifolia), kemudian pada tingkat pancang tumbuhan senduduk (Melastoma sp Blume), diikuti oleh Jatuh (Manglietia glauca BI), mei-mei (Aucuba chinensis) dan vegetasi di tingkat tiang adalah Sangketen (Actinodaphne sp.), diikuti oleh Beras-beras (Shorea bracteolatadyer), dan Jatuh (Manglietia glauca BI) dan pada vegetasi tingkat pohon adalah pinus (Pinus merkusi), diikuti oleh Rasamala (Altingia excels),  dan  puspa (Schima wallichii).
ANALISIS PERILAKU HARIAN BERUANG MADU (Helarctos malayanus) DI TAMAN HEWAN PEMATANGSIANTAR Meylida Nurrachmania; Tri Astuti; Miftahul S. Pardede
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 20, No 1 (2022): BIOTIKA JUNI 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/biotika.v20i1.37870

Abstract

Populasi beruang madu di alam saat ini menurun karena adanya pembukaan lahan dan perburuan liar. Konservasi Ex-Situ bisa dijadikan solusi untuk mengatasi kepunahan beruang madu seperti yang dilakukan oleh Taman Hewan Pematangsiantar. Pola aktivitas beruang madu mirip dengan manusia, yaitu bangun di pagi hari dan tidur pada malam hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase perilaku harian beruang madu di Taman Hewan Pematangsiantar. Metode penelitian perilaku harian menggunakan Focal Animal Sampling, sedangkan pengumpulan data jenis pakan drop in menggunakan analisis deskriptif. Perilaku beruang madu yang diamati yaitu perilaku berpindah, istirahat, tidur, makan, sosial, bermain sendiri, dan perilaku lainnya (grooming, defekasi, dan urinasi). Persentase perilaku beruang madu dari yang terbesar hingga terkecil berpindah 36,18%, istirahat 24,89%, tidur 15,59%, makan 6,19%, buang air 5,93%, bermain sendiri 5,39%, Sosial 4,07%, dan Grooming 1,78%. Persentase prilaku harian merupakan frekuensi aktivitas beruang madu pada satu hari yang dihitung pada interval waktu tertentu.
KUALITAS LAMINASI KAYU AKASIA (Accacia mangium) MENGGUNAKAN PEREKAT ISOSIANAT Meylida Nurrachmania; Rozalina Rozalina; Simon Sidabukke
Menara Ilmu Vol 14, No 2 (2020): VOL. XIV NO. 2 JULI 2020
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v14i2.1772

Abstract

Kayu laminasi ini terbuat dari potongan-potongan balok kayu yang direkatkan dengan perekat sehingga menjadi kayu yang dapat dimanfaatkan kembali. Pembuatan kayu laminasi ini membutuhkan perekat dengan kualitas yang sesuai dengan sifat-sifat kayu yang akan digunakan sehingga perekat dapat bertahan lama pada kayu tersebut. Kayu laminasi dibuat dengan. Kayu lamina dibuat sebanyak 18 buah untuk perlakuan berat labur (270, 280 dan 290 g/m2) dan bidang permukaan kayu (radial dan tangensial) dengan teknik pelaburan (double glue spread) dengan masing-masing 3 ulangan. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh kadar air berkisar antara 9,87 – 11,53%, kerapatan 0,65 – 0,78 gr/cm3, keteguhan rekat seluruhnya memenuhi standar SNI JAS 234 2003 yang mensyaratkan nilai keteguhan rekat ≥ 54 gr/cm2, Nilai wettability yaitu keterbasahan kayu untuk Metode Tinggi Air Absorbsi Terkoreksi (TAAT) yaitu sebesar 215,65 mm dan untuk metode sudut kontak sebesar 47,80 (bidang rekat radial) dan 50,30 (bidang rekat tangensial). Berdasarkan metode suduk kontak, nilai pembasahan kayu meranti dengan perekat isosianat yang terjadi baik karena nilai sudut kontaknya dibawah 90o. Perlakuan berat labur berpengaruh nyata terhadap kekuatan garis rekat, namun bidang rekat dan interaksi keduanya (berat labur dan bidang rekat) menunjukkan tidak memberikan pengaruh terhadap kekuatan garis rekat
SOSIALISASI PENANGANAN KERUSAKAN KOMPONEN KAYU AKIBAT SERANGAN RAYAP DI DAERAH PERUMAHAN GRIYA MADANI KECAMATAN SIANTAR SITALASARI Meylida Nurrachmania; Rozalina; Marulam MT Simarmata; Tri Astuti; Tioner Purba
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.541 KB) | DOI: 10.36985/jpmsm.v2i1.501

Abstract

Economic losses due to wood damage by wood destruction factors in buildings in Indonesia have reached billions of rupiah every year.Surveys in several major cities, Jakarta, Surabaya, Bandung and other major cities show that generally residential buildings are particularly vulnerable to being attacked by wood-destroying organisms. To prevent or reduce economic losses due to wood damage by wood destruction factors in buildings especially housing, it is necessary to take a preventive measure that is a preservation measure by providing preservatives, especially on wood materials as well as handling to overcome wood components that have been damaged
PENILAIAN POTENSI DAYA TARIK WISATA ALAM BAHOAN NAGORI DOLOK MARAWA KECAMATAN SILOU KAHEAN KABUPATEN SIMALUNGUN Meylida Nurrachmania; Rozalina; Sarintan E Damanik; Triastuti; Marulam MT Simarmata
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.951 KB) | DOI: 10.36985/jpmsm.v2i2.513

Abstract

One of the wealth that Indonesia has is the wealth of tourist attractions. And the majority are nature-themed attractions. Kawah Putih Tinggi Raja, is one of the nature-themed tourist attractions that is hundreds of years old, located in the area of Dolok Tinggi Raja Nature Reserve Bahoan Nagori Dolok Marawa Village, Silau Kahean District, Simalungun Regency. In order to find out the natural tourism potential of the Tinggi Raja area, it is necessary to carry out practical assessment activities for the Tinggi Raja natural tourism area. In the discussion with the Focus Group Disscusion (FGD) model, various information emerged from the training participants in exploring the potential of nature that can be used as a tourist attraction in Nagori Dolok Marawa. Furthermore, it is assessed the potential of these natural tourism to be packaged as part of the Tinggi Raja natural tourism