Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL BIOMEDIK

NON-CALLIPHORIDAE-NECROPHAGOUS-DIPTERA SUCCESSION ON PIG CARCASSES IN MANADO, INDONESIA Wangko, Sunny; Sembel, Dantje T; Pinontoan, Oddi R; Posangi, Jimmy; Huijbregts, Hans
JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 4, No 1 (2012): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.4.1.2012.749

Abstract

Abstrak. Penelitian mengenai suksesi Diptera nekrofagus non-Calliphoridae dilakukan di Manado, Indonesia pada tahun 2012. Tiga ekor bangkai babi domestik (berat badan 21-23 kg) dimatikan dengan tiga cara yang berbeda (dosis letal potasium sianida per oral, pukulan benda tumpul pada area osipital, dan tikaman benda tajam). Penelitian dilakukan selama 15 hari. Suhu udara ambien dan kelembaban, serta data suhu dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kayuwatu. Babi yang dimatikan dengan potasium sianida memperlihatkan perlangsungan dekomposisi yang lebih panjang (10 hari) dibandingkan dengan lainnya (delapan hari). Simpulan: Terdapat empat famili dan dua spesies Diptera nekrofagus non-Calliphoridae yang mengunjungi bangkai hewan coba: Sarcophagidae, Piophilidae, Ophyra, Phoridae, Musca domestica, dan Hermetia illucens. Sarcophagidae dan Ophyra telah ditemukan sejak hari ke-1. Dari keenam jenis serangga non-Calliphoridae yang berkunjung, hanya empat jenis yang berkolonisasi pada bangkai hewan coba, yaitu: Ophyra, Phoridae, Musca domestica, and Hermetia illucens. Kata kunci: nekrofagus non-Calliphoridae, babi domestik, suksesi, kolonisasi Abstract. A study was conducted on Non-Calliphoridae-Necrophagous-Diptera succession on pig carcasses in Manado, Indonesia, in the year 2012. Three domestic pig carcasses (weighing 21-23 kg) were killed by using three different manners (a lethal oral dose of potassium cyanide, a blow with a blunt material, and a stabbing with a sharp material). This study was conducted for 15 days. Ambient air temperatures and humidity, and temperature data of the Climatology Station, Kayuwatu were recorded. The pig killed with potassium cyanide showed a longer decomposition duration (10 days) than the others (eight days). Conclusion: there were four families and two species of Non-Calliphoridae-Necrophagous Diptera visited the carcasses: Sarcophagidae, Piophilidae, Ophyra, Phoridae, Musca domestica, and Hermetia illucens. The first visitors (day 1) were Sarcophagidae and Ophyra. From the six visitors, there were only four that colonized on the carcasses: Ophyra, Phoridae, Musca domestica, and Hermetia illucens.Key words: Non-Calliphoridae-Necrophagous-Diptera, domestic pigs, succession, colo-nization
PREFERENSI NYAMUK AEDES AEGYPTI PADA BEBERAPA MEDIA AIR Wuwungan, Antje A; Lumanauw, Saartje J; Posangi, Jimmy; Pinontoan, Odi R
Jurnal Biomedik : JBM Vol 5, No 1 (2013): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.5.1.2013.2043

Abstract

Abstract: The Aedes aegypti mosquitoes are the main vectors of Dengue virus which causes Dengue Fever and Dengue Haemorrhagic Fever. Their blood sucking activity occurs during the day and they rest inside houses (endophagic and anthropophilic). Ae. aegypti females prefer to lay eggs in man-made containers. The purpose of this study was to determine the habitat and development of Ae. aegypti in four types of water (rain water, well water, tap water, and soap water). The method of this study was random group design. The results showed that Ae. aegypti prefered black containers to white containers. Conclusion: The preference of the Ae. aegypti mosquitos in choosing the water media for laying eggs and their development whether in rain water, well water, tap water, or soap water were not significantly different. Keywords: Aedes aegypti, Dengue, types of water.     Abstrak: Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor Dengue utama yang mejadi penyebab Demam Dengue dan DBD. Aktivitas mengisap darah terjadi pada siang hari dan nyamuk dewasa cenderung beristirahat di dalam rumah (endofagik dan antropofilik).  Ae. aegypti lebih menyukai wadah buatan manusia untuk tempat berkembang biak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui habitat nyamuk Ae. aegypti pada empat jenis air. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode rancangan acak kelompok. Hasil  penelitian  menunjukkan bahwa Ae. aegypti lebih memilih  wadah  berwarna  hitam  dari pada  wadah  berwarna  putih. Simpulan: Preferensi  nyamuk  Ae. aegypti untuk meletakkan telur  pada  media air hujan, air sumur, air PAM, dan air sabun tidak memperlihatkan perbedaan bermakna. Kata kunci: Aedes aegypti, Dengue, jenis air.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DIBANDING SUSU FORMULA DENGAN ANGKA KEJADIAN DIARE Boas, Esther; Panambunan, Meiyati; Pinontoan, Odi R.
JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 9, No 1 (2017): JURNAL BIOMEDIK : JBM Suplemen
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.9.1.2017.15380

Abstract

Abstract: This study was aimed to determine the relationship between exclusive breastfeeding compared to formula milk and diarrhea incidence in Likupang health center, North Sulawesi. This was a cross-sectional design study with a sample size of 88 infants. Information was obtained through interviews and questionnaires to the infants? mothers. Univariat data were presented in distribution frequency table form and bivariate analysis data were analyzed by using chi square test. The results showed that there was a significant relationship between exclusive breastfeeding compared to formula milk and the incidence of diarrhea in infants under 1 year. Infant with exclusive breastfeeding had significantly lower incidence of diarrhea than those with formula milk (Sig 0.003). Conclusion: The incidence of diarrhea was lower among infants with exclusive breast feeding compared to infants with formula milk.Keywords: diarrhea, exclusive breastfeedingAbstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dibanding susu formula terhadap angka kejadian diare di puskesmas Likupang, Sulawesi Utara. Penelitian ini merupakan studi potong lintang dengan besar sampel 88 bayi. Informasi didapatkan melalui wawancara dan kuesioner kepada ibu dari bayi yang diteliti. Data univariat ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat data dilakukan dengan menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara pemberian asi eksklusif dibanding susu formula dengan angka kejadian diare pada anak berusia dibawah 1 tahun. Bayi dengan pemberian ASI eksklusif secara signifikan memiliki angka kejadian diare yang lebih rendah daripada bayi dengan pemberian susu formula (sig. 0,003). Simpulan: Kejadian diare lebih rendah pada bayi dengan ASI eksklusif dibandingkan bayi dengan susu formula.Kata kunci: diare, ASI eksklusif
Co-Authors Adisti A. Rumayar, Adisti A. Antje A Wuwungan Bastian, Amanda M.H Betsy A.N. Pinaria Boky, Harvani B. Budi T. Ratag Caroulus S. Rante Christina Salaki Dantje T Sembel Dantje Tarore Doda, Diana V.D. Duhupo, Dewanti Dumbela, Feiby M. Edi . Handoko Emmy Senewe Esther Boas, Esther Fien Lumolo, Fien Frangky J. Paat Hans Huijbregts Henny V.G. Makal James B. Kaligis Jehosua S. V. Sinolungan Jimmy Posangi Joice R.T.S.L Rimper Jootje M. L. Umboh Joy M. Rattu, Joy M. Juliet M.E. Mamahit Jusuf Manueke Kaligis, Glory I Kansil, Eugenia Katuuk, Mario Esau Kawatu, Paul A.T Kesek, Mutiara Lesar, Elisa Lolowang, Erika Venda Lontaan, Evangeline A. Lukito, Royke Maddusa, Sri Seprianto Mareyke Moningka Margareta M. Kawulusan Max Tulung Maxi Lengkong Mokodompit, Muh. Sahri P. Mokodompit, Muh. Sahri P. Mudul, Seila Firganita Noritha Ahuluheluw Olii, Galis Panambunan, Meiyati Pandeirot, Anggreyani Panungkelan, Melisa S. Panungkelan, Melisa S. Pontororing, Maria E.I Rahayu H. Akili, Rahayu H. Rantung, Adriana R.H. Rianna J Sumampouw Ricky C. Sondakh Riedel Lolong rolos, Thesa Rompis, Riane Rumondor, Frity D. Saartje J Lumanauw Samper, Trisnawati P. Sangande, John B. Sengkey, Omega Prisilia Sumampow, Oksfriani J. Sunny Wangko Suoth, Lery Suoth, Lery F. Supit, Apriliyanti Suwuh, Rendy Tamunu, Tesalonika J Taroreh, Yeheskiel V. Tikulembang, Waraney A. Tueyeh, Virginia Warouw, Finny Waywind Soewarno Woodford B. S. Joseph Woodford B.S Joseph, Woodford B.S Woodford B.S. Joseph, Woodford B.S. Wulan P. J. Kaunang Wulandari, Priscilla Eka