Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

STUDI KOMPARASI EKSPERIMENTAL EMISI GAS BUANG LSCS PISTON CHAMBER DAN FLAT PISTON CHAMBER FOUR STROKE SMALL MARINE DIESEL ENGINE PADA BEBAN KONSTAN 1000 WATT Heroe Poernomo; Edi Haryono
INOVTEK POLBENG Vol 7, No 2 (2017): INOVTEK Volume 7, No 2, November 2017
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.848 KB) | DOI: 10.35314/ip.v7i2.214

Abstract

Performa pembakaran dan karakteristik emisi gas buang dari motor diesel dipengaruhi oleh pembentukan campuran bahan bakar/udara. Oleh karena itu, campuran bahan bakar/udara yang homogen dalam ruang bakar dan peningkatan daerah campuran bahan bakar/udara secara signifikan dapat meningkatkan pemanfaatan udara dan membatasi pembentukan jelaga dalam motor diesel. Saat ini, rasio udara berlebih dari motor diesel pada umumnya adalah sekitar 1,8-2,2 dan rasio udara berlebih dari motor diesel yang digunakan untuk alat alat berat seperti marine diesel engine adalah sekitar 1,6-1,8. Dengan demikian, perlu untuk mengusulkan sistem pembakaran baru untuk mengurangi beban pada sistem turbocharger dan sistem intake/exhaust dan menunjukkan kinerja yang sangat baik di bawah rasio udara berlebih yang rendah. Dalam penelitian ini, penulis mengusulkan sistem motor diesel pembakaran baru, yang memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi dan kinerja emisi gas buang pada rasio udara lebih dari 1/3. Beban dari sistem turbocharger dan sistem intake/exhaust berkurang. Densitas daya dan Efisiensi termal ditingkatkan, dan konsumsi bahan bakar berkurang secara cukup signifikan. Selain itu, sistem pembakaran baru ini menunjukkan kinerja emisi yang sangat baik di bawah kondisi udara tipis/berkurang. Sistem pembakaran baru ini kita kenal dengan nama Lateral swirl combustion system (LSCS). Dan pada penelitian ini kita membandingkan emisi gas buang yang dihasilkan dari dua buah bentuk Piston Chamber yaitu LSCS Piston Chamber dan Flat Piston Chamber. Untuk mengetahui kelayakan penggunaan LSCS Piston Chamber, maka dilakukanlah pengujian kandungan gas buang pada sebuah motor diesel. Gas buang yang dihasilkan motor diesel diukur dengan menggunakan alat GreenLine 4000 Gas Analyser. Gas yang diukur terdiri atas CO2, SO2, NOx, CO, dan HC. Hasil pengukuran tersebut nantinya akan dibandingkan dengan hasil pengukuran yang didapatkan pada penggunaan Flat Piston Chamber. Dari analisa dapat ditarik kesimpulan bahwa pada pergantian Flat Piston ke LSCS Piston pada beban 1000 Wattt pada variasi putaran engine mengalami penurunan konsentrasi emisi gas buang rata – rata CO2, SO2, CO, NOx, HC dan (NOx+HC) sebesar 1,46 %, 1,56 %, 0,13 %, 0,31 %, 0,51 % dan 0,38 % . Hasil pengukuran emisi gas buang CO2, SO2, NOx, CO, dan HC pada beban konstan 1000 Watt dan variasi putaran engine dapat diperoleh kesimpulan bahwa LSCS Piston Chamber yang mempunyai konsentrasi emisi gas buang paling rendah dibandingkan dengan Flat Piston Chamber. Kata kunci - Motor diesel, emisi gas buang, LSCS Piston Chamber, Flat Piston Chamber.
Kajian Kinerja Turbin Air Savonius dengan Variasi Stagger Angle dengan Sudu Kombinasi Myring n=1 dan n=2 pada S/d = 0,75 priyo agus setiawan; Alfin Ardianto; Nopem Ariwiyono; Emie Santoso; Projek Priyonggo; Adi Wirawan Husodo; Subagio Soim; Heroe Poernomo; Eky Novianarenti; Daisy KRA
INOVTEK POLBENG Vol 12, No 1 (2022): INOVTEK VOL.12 NO.1 2022
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v12i1.2401

Abstract

Penelitian ini dilakukan kajian eksperimen dengan memvariasikan stagger angle pada S/d = 0,75 konstan. Bentuk sudu turbin Savonius menggunakan persamaan myring dan menempatkan silinder sirkular pada daerah advancing. Kajian eksperimen dilakukan pad sudu kombinasi myring n=1 pada sisi cekung dan n=2 pada sisi cembung. Silinder berdiameter 12 cm ditempatkan pada sisi advancing dengan memvariasikan sudut stagger 0o, 15o, 30o, 45o, 60o, 75o dan 90o. Model uji berukuran tinggi dan diameter masing-masing sebesar 0,40 m dan flowing tank memiliki ukuran lebar dan tinggi masing-masing 1 m dan diuji pada arus 0,2 m/s. Hasil diperoleh bahwa silinder sirkular diletakan pada sisi advancing pada stagger γ = 60º menghasilkan Cp tertinggi 0,1515 atau meningkat sebesar 10,27% dibandingkan dengan tanpa silinder.
KARAKTERIK GETARAN PONDASI MESIN INDUK OFFSHORE SUPPLY VESSEL 907 GT PADA KONDISI OPERASI Poernomo, Heroe; Husodo, Adi Wirawan; Soim, Subagio; Antoko, Bambang; Ariwiyono, Nopem; Alhakim, Rizaldi Taufik
Techno Bahari Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52234/tb.v10i1.227

Abstract

In this research, an analysis has been carried out to determine the vibration characteristics that occur on the main engine foundation of the 907 GT offshore supply ship under operating conditions. Numerical methods based on mathematical modelling of machine foundation construction are used as a reference for analysing the possibility of resonance, displacement response and velocity response. Mathematical modelling is developed by taking into account the weight and power of the main engine, the dimensions and configuration of the main engine foundation, and the damping coefficient. Mathematical modelling is realized in the form of a 2nd order differential equation (ODE). From the results of the analysis performed, it shows that resonance generally does not occur. This is because the value of the natural frequency of the main engine foundation is different from the value of the engine excitation frequency. However, more attention must be paid when the ship operates at engine speed between 1760 RPM to 1980 RPM. This is because the value of the main engine excitation frequency is close to the natural frequency of the foundation construction. The greater the rotation of the main engine, the magnitude of the displacement response is also greater. The velocity response value that occurs still meets the conditions specified by the American Bureau of Shipping (ABS). Mathematical modelling that has been prepared can describe clearly the vibration characteristics of the main engine foundation.
Recommendation of Heat Exchanger as Refrigerant Cooler through Mass Balance Calculation in LNG Plant Process Novianarenti, Eky; Poernomo, Heroe; Ningsih, Erlinda; Sriwijayasih, Imaniah; Safitra, Arrad Ghani
invotek Vol 24 No 2 (2024): INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional dan Teknologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/invotek.v24i2.1208

Abstract

The liquefaction unit is a process unit for processing the desired product from the gas phase to the liquid phase. The purpose of this unit is to facilitate the transportation process with the help of refrigerants. The disadvantage of this unit is that the heat transfer is less than optimal. In addition, this study can also maximize the storage system because it can reduce the specific volume of gas up to 1/600 times to increase energy efficiency in the LNG Plant. The potential for various options to increase the efficiency of the liquefaction cycle is tried to be calculated in this study. The calculation method between the mass balance and energy balance obtained the results of the design calculation that the type 2-4 heat exchanger, Carbon steel material, area 1023, 35m2, Rd 0.001-hour ft2 °F / Btu can be concluded that the design of the heat exchanger is safe and recommended.
PENINGKATAN KOMPETENSI TEKNIS SISWA SMKN MELALUI PELATIHAN BIDANG PNEUMATIK DAN HIDROLIK Poernomo, Heroe; Pramesti, Lely; Kusuma, George Endri; Purwana, Agung; Arumsari, Nurvita; Sumangun, Projek Priyonggo
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2025): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v7i1.15467

Abstract

Kompetensi teknis di bidang pneumatik dan hidrolik merupakan keterampilan yang sangat penting dalam dunia industri, terutama bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dipersiapkan untuk siap kerja. SMKN 3 Buduran Sidoarjo merupakan SMK Negeri yang mempunyai visi membentuk sumber daya manusia yang kompeten sesuai standar kompetensi nasional dan internasional dengan jurusan dan keahlian khusus marine engineering yang linear dengan PPNS. Namun berdasarkan kunjungan di SMKN tersebut dapat disimpulkan bahwa bahan ajar dan tenaga pengajar pneumatik dan hidrolik khususnya untuk elektro pneumatik masih terbatas dan kurang memenuhi kebutuhan industri saat ini, sehingga beberapa lulusan dianggap kurang kompeten pada saat uji kompetensi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis siswa SMKN melalui pelatihan di bidang pneumatik dan hidrolik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dari pengisian kuesioner pra dan pasca pelatihan pada siswa kelas XII program keahlian Teknik Permesinan Kapal. Sebanyak 20 siswa dipilih sebagai sampel penelitian. Pelatihan diberikan dalam bentuk praktik langsung menggunakan alat dan PLC trainer kit yang didukung oleh materi pembelajaran yang telah disesuaikan dengan standar industri. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan teknis siswa setelah mengikuti pelatihan, yang ditunjukkan oleh hasil perbandingan kuesioner pra dan pasca pelatihan. Selain itu, pelatihan ini juga meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri siswa dalam mengoperasikan sistem pneumatik dan hidrolik. Dengan demikian, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kompetensi teknis siswa SMKN, sehingga dapat dijadikan sebagai model pembelajaran yang relevan untuk mempersiapkan siswa menghadapi kebutuhan industri yang semakin berkembang.dan berkualitas. Kata Kunci: Hidrolik, Kompetensi, Pelatihan, Pneumatik, Siswa SMKN