Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGOPERASIAN WEBSITE SEKOLAH DI PAUD INKLUSIF CERDAS BANYUWANGI Sabran Sabran; Miftahul Jannah; Putri Rahayu Ratri; Ratih Putri Damayati; Dony Setiawan Hendyca Putra
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.18046

Abstract

PAUD Inklusif Cerdas Banyuwangi merupakan salah satu lembaga pendidikan nonprofit untuk anak usia dini, baik anak yang berkebutuhan khusus maupun anak dengan tumbuh kembang normal. PAUD tersebut menggunakan media blogspot sebagai sarana menyebarkan informasi terkait layanan, program, dan kegiatan yang ada di sekolah. Namun, pembaharuan blogspot terhenti pada tahun 2016 karena kendala sumber daya manusia dalam pengoperasian. Selain itu, media blogspot yang digunakan dirasa kurang menarik dan kurang efektif. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan upaya promosi PAUD Inklusif Cerdas Banyuwangi menggunakan media lain yaitu website. Kegiatan yang dilakukan berupa pelatihan dan pendampingan pengoperasian website yang diikuti sebanyak 8 orang guru dan operator PAUD. Sebelum dilakukan pelatihan dan pendampingan, website PAUD telah dirancang bangun selama 1 bulan. Pelatihan dan pengoperasian website dilaksanakan pada 4 Agustus 2022 di PAUD Inklusif Cerdas Banyuwangi secara luring. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan bahwa semua peserta telah memahami dan dapat mempraktikkan cara pengoperasian website setelah dilakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan pengoperasian website PAUD.
OPTIMALISASI EKONOMI MASYARAKAT DAN PENCEGAHAN STUNTING DI KABUPATEN JEMBER MELALUI PRODUK OLAHAN LELE “ABON LELE” Dony Setiawan Hendyca Putra; Mochammad Choirur Roziqin; Rindiani Rindiani
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2022
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu desa diatas ketinggian rata-rata di Kabupaten Jember adalah Desa Kemuning Lor. Desa tersebut merupakan desa binaan Politeknik Negeri Jember. Berdasarkan data studi pendahuluan di Desa Kemuning Lor didapatkan balita dengan kasus stunting ±100 balita. Beberapa factor penyebab balita stunting antara lain: tingkat ekonomi masyarakat, pola makan ibu saat mengandung bayinya, kandungan gizi yang dikonsumsi ibu, pola makan dan minum balita. Dibalik permasalahan itu sebetulnya Desa Kemuning Lor memiliki potensi sumber daya air yang berlimpah dari mata air pegunungan yang dapat dimanfaatkan untuk beternak lele dan lelenya dapat diolah menjadi berbagai produk olahan lele. Salah satu produk yang dibuat oleh ibu-ibu di Desa Kemuning Lor adalah abon lele sebagai makanan pendamping balita yang memiliki kandungan gizi baik dalam mencegah kejadian stunting. Kandungan yang terdapat dalam abon lele adalah protein total 36,467, lemak 13,651, serat kasar 1,822, kadar abu 6,572, kadar air 7,133, karbohidrat 10,823. Angka kandungan gizi abon lele diatas membuktikan bahwa produk abon lele sangat baik untuk mencegah kasus stuntingbalita. Sehingga ibu-ibu di Desa Kemuning Lor bersemangat memproduksi abon lele yang kemudian di kemas menarik sehingga bisa dijual padakonsumen. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan pengmas ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan mencegah kasus stunting pada balita.
Pembuatan Kue Lumpur dengan Substitusi Tepung Pisang Raja sebagai Makanan Selingan Tinggi Kalium untuk Penderita Hipertensi Dony Setiawan Hendyca Putra; Priscilia Noviyanti; Heri Warsito
Health Media Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : UrbanGreen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55756/hm.v4i2.129

Abstract

Hypertension is one of the main problems in developed and developing countries. Someone who has hypertension is often associated with high levels of sodium in the body, so the body needs minerals in the form of potassium which is able to complete the function of sodium. This study aims to develop high- potassium distilled food products in the form of kue lumpur with the substitution of king banana flour for patients with hypertension. The design used in this study was a Completely Randomized Design (CRD) 4 treatment formulation of plantain flour : flour, namely 25%: 75%, 50%: 50%, 75%: 25%, and 100%: 0% with as many repetitions as many 5 times. Based on the results of the study, kue lumpur with the proportion of king banana flour 25% and wheat flour 75% produced the best kue lumpur product from the results of the organoleptic test with a mean value of 3.49 (likes), 3.44 taste (likes), aroma 3 , 17 (normal), and texture 3.84 (like). The results of the mud cake chemical test with the best treatment had 233.6 kcal of energy, protein content of 3.94%, fat 5.70%, carbohydrate 41.55%, ash 0.98%, water 47.83% and potassium 88.6 mg. The physical test results in the form of a kue lumpur texture analyzer with the best treatment that is equal to 4.06N. For one time consumption, patients are encouraged to consume 2 pieces of kue lumpur with a content of 256.96 kcal, 4.3 grams of protein, 6.27 grams of fat, 45.71 grams of carbohydrates, and 97.46 mg of potassium. Within a day, the patient will be given 2 snack meals.
Evaluasi Tingkat Ketidaklengkapan Pengisian Rekam Medis Rawat Jalan dan Faktor Penyebab di Puskesmas Bangil Jihan Ghina Mumtaza; Atma Deharja; Dony Setiawan Hendyca Putra; Gandu Eko Julianto Suyoso
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.659

Abstract

Pada Puskesmas Bangil permasalahan ketidaklengkapan rekam medis berakibat pada keterlambatan pengembalian rekam medis. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan, diketahui pada bulan Januari-Maret 2022 ditemukan sebanyak 880 dari 6708 rekam medis rawat jalan yang tidak terisi lengkap dengan persentase mencapai 12,73%. Penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab ketidaklengkapan rekam medis rawat jalan di Puskesmas Bangil menggunakan teori 5M. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Permasalahan yang ditemukan diprioritaskan menggunakan metode USG serta disusun upaya perbaikan menggunakan metode brainstorming. Berdasarkan hasil penelitian diketahui faktor penyebab ketidaklengkapan rekam medis rawat jalan pada faktor man adalah rendahnya pengetahuan perawat terkait standar kelengkapan rekam medis serta belum dilakukan pelatihan internal. Pada faktor method belum tersedia SPO pengisian rekam medis. Pada faktor money keterbatasan dana serta belum terdapat anggaran khusus untuk pelatihan internal. Rekomendasi perbaikan yang dapat dilakukan antara lain sosialisasi kelengkapan rekam medis, penyusunan SPO pengisian rekam medis, serta perencanaan pelatihan internal.
Analisis Faktor Penyebab Lamanya Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan di Klinik Suherman Aji Galih Pamenang; Dony Setiawan Hendyca Putra; Atma Deharja; Sabran Sabran
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.664

Abstract

Pelayanan rawat jalan di Klinik Rawat Inap Dr. M. Suherman Jember sudah cukup baik, akan tetapi masih terdapat masalah yaitu lamanya waktu tunggu pelayanan pasien rawat jalan yang berdampak pada kepuasan pasien. Berdasarkan observasi diketahui adanya lamanya waktu tunggu pelayanan pasien rawat jalan dengan jumlah waktu tunggu pelayanan pasien rata-rata 62 menit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab lamanya waktu tunggu pelayanan pasien rawat jalan di Klinik Rawat Inap Dr. M. Suherman Jember dengan menggunakan 5M. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dokumentasi, untuk memprioritaskan masalah menggunakan NGT, untuk menyusun alternatif pemecahan masalah menggunakan brainstorming. Informan dari penelitian ini adalah 2 petugas rekam medis, 1 perawat, dan 1 dokter umum. Hasil penelitian didapatkan prioritas masalah berdasarkan variabel machine yaitu masih terdapat sistem error pada SIM Klinik, variabel man yaitu jumlah petugas pelayanan rawat jalan belum mencukupi yaitu pada shift pagi hanya terdapat 1 dokter umum sehingga jika ada pasien gawat darurat maka pasien umum harus menunggu dokter selesai melayani pasien gawat darurat. Alternatif pemecahan masalah yang didapat yaitu melakukan evaluasi dan perawatan rutin 1 bulan sekali terhadap sistem yang berlaku, menambahkan jumlah dokter untuk shift pagi.
Analisis Desain Formulir Informed Consent Pencabutan Gigi di Puskesmas Dringu Amelia Herdianti Purnama; Dony Setiawan Hendyca Putra; Atma Deharja; Demiawan Rachmatta Putro Mudiono
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.675

Abstract

Formulir informed consent merupakan formulir yang berisi pernyataan persetujuan atas tindakan medis dari pasien kepada dokter. Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Dringu pada bulan Juni 2022 didapatkan informasi bahwa terdapat beberapa ketidaksesuaian dengan standar pedoman dalam desain formulir yang digunakan yang dilihat dari 3 aspek. Segi aspek fisik dari bahan baku kertas mudah, dari segi aspek anatomi belum ditemukan nomor formulir, belum terdapat cara pengisian formular, dan belum ada autentifikasi dokter, saksi dan pasien, dari segi aspek isi belum mencantumkan informasi yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis dan desain pada formulir sebelumnya. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan FGD. Subjek penelitian ini adalah perekam medis, dokter gigi, petugas pendaftaran, dan kepala puskesmas. Penelitian ini menghasilkan desain formulir berdasarkan aspek fisik yaitu kertas F4 berat 80 gram, berwarna putih berbentuk persegi panjang. Untuk aspek anatomi telah dilakukan penyesuaian pada kepala formulir, perintah, badan formulir. Sedangkan untuk aspek isi yaitu penambahan informasi pada identitas pasien, informasi yang terkait tindakan dan penyesuaian urutan dan istilah yang digunakan. Disarankan perlu diadakan evaluasi berulang atau berkala untuk menilai apakah desain formulir persetujuan tindakan medis masih relevan untuk digunakan.
Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan dan Ketidakakuratan Kodefikasi Kasus Neoplasma di Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember Eden Shella Abia Cayuga; Dony Setiawan Hendyca Putra; Atma Deharja; Demiawan Rachmatta Putro Mudiono
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i3.682

Abstract

Kode yang lengkap pada diagnosis Neoplasma harus mencantumkan kode topografi dan morfologi berdasarkan ICD. Kode topografi adalah kode yang menggambarkan tempat asal neoplasma, sedangkan kode morfologi adalah kode yang menggambarkan jenis sel tumor dan aktivitas biologisnya. Berdasarkan observasi di Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember ditemukan 73% rekam medis yang memiliki kode topografi tidak lengkap sesuai ICD-10 dan 100% tidak lengkap karena tidak terdapat kode morfologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab ketidaklengkapan dan ketidakakuratan kodefikasi kasus Neoplasma. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari 3 koder rawat inap, 1 dokter spesialis onkologi, dan 1 kaur yanmed. Prioritas masalah menggunakan metode Skoring dengan upaya perbaikan menggunakan metode brainstorming. Hasil penelitian berdasarkan variabel individu yaitu pengetahuan petugas yang kurang. Variabel psikologi yaitu sikap dokter yang tidak segera mengisi diagnosis penyakit dan tidak menulis diagnosis secara spesifik, pelatihan belum merata, tidak adanya Reward dan Punishment. Variabel organisasi yaitu tidak terdapat SPO Kodefikasi Neoplasma, belum adanya monitoring dan evaluasi. Solusi permasalahan yaitu meminta bantuan pihak lain yang terkait untuk mengingatkan dokter dalam pengisian diagnosis, diadakan kegiatan yang menambah pengetahuan petugas seperti workshop/pelatihan secara merata terkait kodefikasi diagnosis kasus Neoplasma.