Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

POLEMIK PUTUSAN PN SURABAYA TERKAIT PERNIKAHAN BEDA AGAMA DENGAN HUKUM KELUARGA ( UU PERKAWINAN DAN UU ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN) Kharisma, Bintang Ulya
Jurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/.v11i1.1782

Abstract

Perkawinan merupakan ikatan lahir dan batin antara seorang laki-laki dan perempuan untuk memenuhi tujuan hidup berumah tangga sebagai suami-isteri yang memenuhi syarat dan rukun yang telah ditentukan oleh syariat Islam. Beragamnya agama di Indonesia tidak menutup kemungkinan terjadinya perkawinan antar pemeluk agama, secara kontekstual adanya kehalalan menikahi ahli kitab dalam al Qur’an, didorong Pasal 35 dan penjelasannya, serta Pasal 37 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan yang secara tidak langsung memberikan peluang terjadinya perkawinan beda agama.Oleh karena itu, penulis ingin mengetahui bagaimana polemik putusan pn surabaya terkait pernikahan beda agama dengan hukum keluarga ( uu perkawinan dan uu administrasi kependudukan). Dalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Putusan PN bertentangan dengan ps 2 UU Perkawinan dan UU Perkawinan tidak sejalan dengan UU Administrasi kependudukan sehingga harus ada kajian lebih dalam karena perihal agama sangat sensitif di Indonesia.
PUBLIC SPEAKING UNTUK SISWA SMK CENDEKIA KOLABORASI ANTARA FH UNIPMA DAN NEUST PHILIPPINES Sulistya Eviningrum; Nizam Zakka Arrizal; Siska Diana Sari; Bintang Ulya Kharisma; Indriyana Dwi Mustikarini
JURNAL DAYA-MAS Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL DAYA-MAS
Publisher : Universitas Merdeka Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33319/dymas.v10i1.174

Abstract

public speaking is an important communication skill in conveying messages, ideas or information orally in front of an audience. FH UNIPMA collaborates with Neust Philippines. Providing socialization on public speaking with the target being students and Cendikia High School students. The activities were divided into three sessions, namely providing material, and practicing public speaking and asking questions.The problems faced by Cendikia High School students related to public speaking are: (1) Lack of ability to appear and speak in public; and (2) Lack of public speaking skills both face to face and online.The solutions offered to solve this problem are through community service activities, namely providing training/workshops to provide tips and tricks regarding: (1) How to have the ability to appear and speak in public; and (2) Skills in public speaking both face to face and online. Implementation of this community service activity consists of 3 stages, namely; (1) Preparation stage, to identify problems, apply for permits from Cendikia High School, and make preparations for implementing public speaking training; (2) Stage of implementing public speaking training; and (3) Evaluation stage, with questions and answers as well as evaluation with the participants, to find out how much the participants' knowledge, abilities and skills regarding public speaking have increased after participating in the training activities. As a result of this activity, the audience was able to overcome nervousness and improve their ability to speak in public with more confidence and structure.
The Use of Crypto Assets as Marriage Dowry Under The Compilation of Islamic Law and Indonesian Marriage Law Bintang Ulya Kharisma
International Journal of Social Welfare and Family Law Vol. 3 No. 1 (2026): January: International Journal of Social Welfare and Family Law
Publisher : Asosiasi Penelitian dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijsw.v3i1.558

Abstract

This Study analyzes the fulfillment of dowry requirements as mutamawwal property according to KHI Articles 30-38 and assesses the suitability of crypto assets as dowry under the positive law regime of the Marriage Law, including its implications for the protection of wives’ rights and legal certainty in the digital era. The research employs a qualititative method with a normative juridical approach through literature study of primary sources (the Qur’an, hadith, KHI, Law No. 1 of 1974, Bappebti and OJK regulations, an MUI fatwas) and secondary sources comparising journals, theses, and dissertations on crypto dowry and maqasid syariah, analyzed descriptively-analitycally and comparatively bertween Islamic law and positive law. The findings that demonstrate that normatively, crypto assets can be classified as valuable property within the KHI framework provided they meet the following criteria: possessing economic value, having clear specifications regarding type and amount, being transferable through legal mechanisms (such as gifts or wallet transfers), and being mutually agreed upon by boh parties. Consequently, they are valid as dowry with the value determined at the time of the marriage contract to minimize the impact or price volatility. However, it still poses potential value disputes, necessitating the strengthening of administrative guidelines at the KUA (office of Religious Affairs) and the enhancement of digital forensic capacty in Religious Courts. The study recommends further harmonization among the KHI, crypto asset regulations, and religious fatwas through the development of technical guidelines for crypto dowries oriented toward mashlahah and the protection of wives’ rights in the 4.0 era.
Beban Bphtb atas Warisan Tanah dan Kebijakan Kepala Daerah dalam Hukum Perlindungan Ahli Waris Kharisma, Bintang Ulya
SPEKTRUM HUKUM Vol 22, No 2 (2025): Jurnal Spektrum
Publisher : PMIH Untag Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sh.v22i2.6927

Abstract

Penelitian ini membahas beban Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) atas warisan dan peran pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan fiskal yang adil dan responsif. BPHTB penting sebagai sumber pendapatan daerah, namun sering memberatkan ahli waris, terutama untuk rumah atau tanah tidak likuid, sehingga menimbulkan ketidakadilan fiskal dan risiko sosial-ekonomi. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan yuridis-analitis, perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus. Studi kasus Leony Vitria Hartanti (2025) menjadi ilustrasi dampak BPHTB yang memberatkan. Analisis menggunakan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier untuk menilai harmonisasi antara kewajiban fiskal dan perlindungan hak ahli waris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah dapat menyesuaikan tarif, memberikan keringanan, dan menerapkan pembayaran fleksibel melalui Peraturan Daerah. Pendekatan ini meringankan beban finansial, meningkatkan kepatuhan pajak, dan menjaga keadilan substantif. Kasus Leony menegaskan pentingnya kebijakan BPHTB yang proporsional, manusiawi, dan responsif terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Strategi ini dapat dijadikan model bagi daerah lain agar BPHTB tetap efektif sebagai instrumen fiskal tanpa merugikan hak ahli waris.