Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN STRESS KERJA TERHADAP KINERJA BIDAN DALAM MASA PANDEMIK COVID-19 Prabandari, Fitria; Sumarni, S; Astuti, Dyah Puji
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebaran virus Covid-19 telah meluas hingga ke Indonesia dalambeberapa bulan terkhir. Bidan sebagai salah satu tenaga kesehatanpun tetap dituntut untuk melakukan pekerjaannya sesuai proseduryang telah ditetapkan. Di luar krisis yang sedang berlangsung ini, adakekhawatiran dalam mengembalikan kegiatan yang mampumempertahankan kemajuan yang sudah dicapai dalam menekanpenyebarluasan. Tenaga kesehatan sangat rentan tertular viruskarena berhadapan dengan pasien secara langsung, hal ini dapatmeningkatkan kekhawatiran yang bisa menimbulkan ketidakpuasandan stress dalam pekerjaan yang akan berpengaruh terhadapkinerjanya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengandesain penelitian deskriptif korelatif menggunakan pendekatan crosssectional. Sampel dalam penelitian ini adalah Bidan yang aktif bekerjadi instansi kesehatan yang berjumlah 104 orang pada Mei 2020 yangtelah mengisi kuesioner Google Form. Analisis data menggunakananalisis non statistik atau disebut sebagai analisis statistik sederhana.Uji hipotesis tentang hubungan antar dua variabel digunakan ChiSquare menunjukkan variabel kepuasan kerja dan stress kerjaberpengaruh terhadap kinerja Bidan dengan nilai p 0,000 dan p 0,002.Terdapat pengaruh kepuasan kerja dan stress kerja terhadap kinerjaBidan dalam masa pandemic Covid-19.
Increasing Elderly Knowledge Menopause and Physical Health Through Tera Exercise in Selokerto Village, Kebumen Regency Kusumastuti, K; Rahmadhani, Wulan; Prabandari, Fitria
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menopause is the permanent cessation of menstruation due to the failure of the ovarian follicles. Various problems arise in the menopausal process, can be in the form of hormonal deficits, social psychology and diseases in the elderly. One of the efforts that can be done is to increase knowledge and exercise Tera gymnastics. Tera Gymnastics is a physical and mental exercise, combining body movements with regular, harmonious, correct and continuous breathing techniques and rhythms. The methods used include preparation, implementation and evaluation. At the preparatory stage, it was carried out in coordination with the village head, village midwife, head of the puskesmas and health cadres of Selokerto Village. The service team also prepared rooms, tape recorders, gymnastics instructors, presentation media, and questionnaires. In the second stage, the implementation consisted of increasing knowledge about menopause by involving health workers from the Sempor 1 Health Center then doing tera gymnastics. The activity was attended by 20 senior citizens of Selokerto Village. The third stage is evaluation by conducting pre-test and post-test during the implementation of increasing knowledge of menopause using a questionnaire. The results of this community service, get an increase in knowledge of menopause. After being given education about menopausal problems, there was an increase in knowledge from the category of sufficient knowledge (78.9%) to the category of good knowledge (73.7%). In conclusion, it is necessary to activate the Posyandu for the elderly by holding tera gymnastics to improve the health of the elderly in the Selokerto village area, SemporDistrict, Kebumen Regency.
Penerapan Psikoedukasi Dalam Penurunan Masalah Menopause Di Desa Selokerto Sempor Kebumen Qomar, Umi Laelatul; Prabandari, Fitria; Sofiana, Juni; Kusumastuti, K
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Premenopause merupakanfase dimana terjadi masa peralihan dari masa subur menuju tidak adanya pembuahan (anovulatorik). Sebagian besar wanita mulai mengalami gejala premenopause pada usia 40 dan puncaknya tercapai pada usia 50 tahun. Gejala umum perempuan pada waktu menjelang menopause, biasanya rambut mulai rontok, mudah tersinggung, susah tidur malam, sering berkeringat, dada terasa panas, vagina terasa kering dan gairah seks turun. Gejala atau perubahan tersebut dirasakan dua sampai tiga tahun sebelum masa menopause datang. Sebagian wanita dengan pengetahuan kurang tentang menopause (56,7%) mengalami kecemasan dalam menghadapi menopause (37,5%). Penggunaan teknik napas dalam dapat menurunkan tingkat kecemasan dan emosi pada masa menopause. Teknik napas dalam teknik relaksasi nafas dalam bertujuan untuk meningkatkan ventilasi alveoli, memelihara pertukaran gas, mencegah atelektasis paru, meningkatkan efisiensi batuk, mengurangi stres baik stres fisik maupun emosional yaitu menurunkan intensitas nyeri dan kecemasan. Tujuan Pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan lansia di Desa Selokerto mengenai menopause dan permasalahannya serta peserta dapat mengapiklasikan teknik dafas dalam dalam mengurangi permasalahan menopause tersebut. Responden pengabdian ini merupakan lansia yang mengikuti POSBINDU di Desa Selokerto Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai menopause serta permasalahannya dan adanya penurunan kecemasan peserta.
Faktor Risiko Asfiksia Neonatorum Di Rumah Sakit Soedirman Kebumen Sumarni, S; Kusumastuti, K; Astuti, Dyah Puji; Prabandari, Fitria; Hikmah, Yusronisa Nur
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asfiksia neonatorum adalah keadaan dimana bayi baru lahir (neonatus) tidak dapat memulai bernafas spontas saat setelah lahir. Beberapa faktor yang menyebabkanasfiksia neonatorum antara lain faktor ibu, bayi, dan tali pusat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi asfiksia pada bayi baru lahir di Dr. Soedirman Kebemen. Jenis penelitian yang digunakan yakni observasional analitik dengan pendekatan case control. Populasi pada penelitian ini adalah bayi baru lahir yang di rawat di Ruang perinatal Dr. Soedirman Kebemen pada periode Januari- Desember 2021 sebanyak 834. Besar sampel untuk tiap kelompok adalah 156. Analisisdata menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menyatakan bahwa persalinan prematur (p=0.777), persalinan lama (p=0,581), dan pre eklamsia berat (p=0.276) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap asfiksia. Sedangkan plasenta previa (p=0.032) dan ketuban pecah dini (p=,010) berpengaruh secara signifikan terhadap asfiksia yang Kesimpulan; Plasenta previa dan ketuban pecah dini berpengaruh secara signifikan terhadap asfiksia yang dialami oleh bayi baru lahir, sedangkan persalinan lama, persalinan prematur, pre eklamsia berat tidak berpengaruh secara signifikan terhadap asfiksia yang dialami oleh bayi baru lahir.
Hypnobreasfeeding and Massage Effluarge with Clary Sage Oil to Increase Breast Milk Production for Public Mothers: Hypnobreasfeeding dan Massage Effluarge dengan Clary Sage Oil untuk Meningkatkan Produksi Asi Ibu Nifas Hamidah, Anisa Nur; Kusumastuti, K; Prabandari, Fitria
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: The achievement of exclusive breastfeeding in Kebumen Regency in 2021 is 87.67%. One of the causes of not giving exclusive breastfeeding for babies under six months of age is the production of breast milk for postpartum mothers, which is hampered or not smooth in the early days after giving birth. The impact of not exclusive breastfeeding until the baby is six months old is the lack of proper child growth and development. Hypnobreasfeeding and Massage Effluarge can be an alternative for breastfeeding mothers to increase milk production because relaxation techniques can relax and calm so that the release of the hormone oxytocin occurs so that breast milk becomes smooth. Purpose: To increase milk production, implementing Hypnobreasfeeding and efflurge massage for postpartum mothers. Results: The application was carried out for six days from 6 hours after giving birth; participants were given Hypnobreasfeeding and massage effleurage every day. After implementing Hypnobreasfeeding and massage effleurage for six days, there was an increase in milk production with the category fulfilled for the five participants. Before being given the application, the milk production of the five participants was in the unfulfilled category. Conclusion: The application of hypnobreasfeeding and effleurage massage has an effect on facilitating breasfeeding in postpartum mothers.
The Relationship Of Children's Knowledge About Covid 19 Prevention With Healthy Living Behavior In Class 3-6 State Elementary School: Hubungan Pengetahuan Anak Mengenai Pencegahan Covid 19 dengan Perilaku Hidup Sehat pada Anak Kelas 3-6 Sekolah Dasar Negeri Astuti, Dyah Puji; Prabandari, Fitria; Mutoharoh, Siti; Sofiana, Juni
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang Sosial, Ekonomi dan Psikologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of PHBS for students at school certainly requires the role of parents and teachers as companions in its implementation. Parents play a role in implementing PHBS activities at home, while the implementation of PHBS in schools is the responsibility of the teacher. Therefore, parents and teachers must understand the various health problems that may arise in children. This is related to the process of preventing and avoiding complications so as to create healthy, intelligent and accomplished Indonesian children. This study aims To find out the relationship between children's knowledge of COVID-19 prevention and healthy living behavior in grades 3-6 Methods: The method used by the researchers in this study was non-experimental with a correlational analysis research design through a cross sectional approach. Sampling for this study was taken by the entire population, namely 84 respondents. The research instrument used a questionnaire on the level of children's knowledge and healthy lifestyle behavior. Results: The level of knowledge of students in grades 3-6, Kebumen Regency is dominated by the level of knowledge in the good category with a frequency value of 56 respondents (66.5%). Healthy lifestyle behavior Students in grades 3-6 are dominated by healthy lifestyle behaviors in the good category with a frequency of 55 respondents (65.5%). There is a positive relationship between the level of knowledge of children with healthy lifestyle behavior of students in grades 3-6. This means that the better the child's level of knowledge regarding the prevention of COVID-19, the healthier lifestyle behavior of students in grades 3-6 will improve.Conclusion: There is a positive relationship between the level of knowledge of children with healthy lifestyle behavior of students in grades 3-6. Recommendation: It is hoped that students can continue to maintain and increase knowledge about preventing Covid-19 because it can improve habits for carrying out clean and healthy living behaviors for students.
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Pemanfaatan Posbindu PTM Prabandari, Fitria; Sumarni; Dyah Puji Astuti
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v6i1.2254

Abstract

Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan pengembangan strategi pemerintah berbasis masyarakat untuk mengendalikan penyakit tidak menular melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM. Posbindu merupakan peran serta masyarakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktro risiko PTM utama yang dilaksanakan secara terapadu, rutin, dan periodik. Posbindu membantu masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM sehingga dapat segera dilakukan pencegahan faktor risiko PTM dan kejadian PTM dapat ditekan. Pemanfaatan Posbindu PTM oleh masyarakat di Wilayah Puskesmas Larangan masih rendah yaitu di bawa 10%. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap pemanfaatan Posbindu PTM dengan rancangan cross sectional study dengan pendekatan kuantitatif, sampel sebesar 45 responden. Secara deskriptif diperoleh hasil tidak terdapat pengaruh pengetahuan, sikap, jarak tempuh terhadap pemanfaatan Posbindu PTM dengan p value 0,352; 0,352; 0,609 atau p >0,005, sedangkan dukungan tenaga kesehatan dan dukungan keluarga diperoleh hasil p value 0,000 atau p <0,005 dengan demikian terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pemanfaatan Posbindu PTM. Disarankan untuk tenaga kesehatan agar dapat lebih memberikan dukungan, informasi, dan inovasi lain dalam kegiatan Posbindu untuk menarik minat masyarakat berkunjung ke Posbindu PTM agar meningkatkan jumlah kunjungan peserta Posbindu PTM, bagi keluarga diharapkan dapat lebih mendukung anggota keluarganya dalam memanfaatkan Posbindu PTM.
Penerapan Terapi Nonfarmakologis pada Nyeri Persalinan : Application of Nonpharmacological Therapy for Labor Pain Prabandari, Fitria; Sofiana, Juni; Sumarni; Rosmawati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v6i2.2703

Abstract

Labor pain is a manifestation of contractions which are caused by the shortening of the uterine muscles and cause pain in the waist, abdominal area and radiate towards the thighs and cause the cervix to open. With this opening of the cervix, labor will occur. The severity of the pain is exacerbated by anxiety, tension and fear. Failure to deal with labor pain can increase anxiety and even make labor abnormal. Non-pharmacological therapy can be an alternative to reduce labor pain apart from using pharmacological therapy. Midwives as birth attendants apply non-pharmacological therapy to mothers giving birth with various therapy options according to their expertise and competence. Although in Indonesia there is no law that specifically regulates the implementation of complementary midwifery services, the provision of complementary medicine in general has been regulated in Minister of Health Decree No. 1109/Menkes/Per/IX/2007 concerning complementary-alternative medicine. The aim of this research is to determine the frequency of application of non-pharmacological therapy for labor pain applied by Midwives in Hospitals, Community Health Centers, and Midwives' Independent Practice. Non-pharmacological therapy in this research includes: massage and touch, maternal movement and position, breathing and relaxation techniques, application cold or hot, music or audio analgesics, aromatherapy, birthball method, acupuncture, acupressure, yoga, and hypnosis. using the survey method, the sample was 150 respondents. The survey results showed that the majority of respondents were > 35 years old (71.3%), had been practicing midwifery for > 10 years (59.3%), and the majority of respondents worked in community health centers (64.7%), applying non-pharmacological therapy. Most of the respondents used breathing and relaxation techniques (38.7%). Advice for midwives is that midwives should also study and apply non-pharmacological therapy which is still rarely used as an alternative measure to reduce labor pain.   Abstrak Nyeri persalinan merupakan manifestasi dari adanya kontraksi yang diakibatkan oleh adanya pemendekan otot rahim dan menimbulkan rasa sakit pada pinggang, daerah perut dan menjalar ke arah paha dan menyebabkan adanya pembukaan serviks, dengan adanya pembukaan servik ini maka akan terjadi persalinan. Tingkat keparahan nyeri diperburuk oleh kecemasan, ketegangan dan ketakutan.  Kegagalan dalam mengatasi nyeri persalinan dapat meningkatkan kecemasan bahkan persalinan menjadi tidak normal. Terapi nonfarmakologis dapat menjadi alternatif untuk mengurangi nyeri persalinan selain menggunakan terapi farmakologis. Bidan sebagai penolong persalinan menerapkan terapi nonfarmakologis pada ibu bersalin dengan berbagai pilihan terapi sesuai dengan keahlian dan kompetensinya. Meskipun di Indonesia belum ada undang-undang yang mengatur secara khusus tentang pelaksanaan pelayanan kebidanan komplementer, namun penyelengaraan pengobatan komplementer secara umum telah diatur dalam Kepmenkes No. 1109/Menkes/Per/IX/2007 tentang pengobatan komplementer-alternatif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui frekuensi penerapan terapi nonfarmakologi pada nyeri persalinan yang diterapkan oleh Bidan di Rumah Sakit, Puskesmas, dan Praktik Mandiri Bidan, terapi nonfarmakologis dalam penelitian ini antara lain: masase dan sentuhan, pergerakan dan posisi maternal, teknik pernafasan dan relaksasi, aplikasi dingin atau panas, music atau audioanalgesik, aromatherapy, metode birthball, akupuntur, acupressure, yoga, dan hypnosis. menggunakan metode survey, sampel sebesar 150 responden. Hasil survey menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia > 35 tahun (71,3%), telah melakukan praktik kebidanan > 10 tahun (59,3%), dan sebagian besar responden bekerja di Puskesmas (64,7%), penerapan terapi nonfarmakologi yang dilakukan responden sebagian besar adalah teknik pernafasan dan relaksasi (38,7%). Saran bagi Bidan sebaiknya Bidan juga mempelajari dan menerapkan terapi nonfarmakologi yang masih jarang dilakukan sebagai alternatif tindakan menurunkan nyeri persalinan.