Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI DENGAN KETERIKATAN KARYAWAN PADA PERAWAT SUCI GITA MAWARNI; OLIEVIA PRABANDINI MULYANA
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v7i1.32917

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan keterikatan karyawan pada perawat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik korelasi yakni untuk mengetahui sejauh mana variabel bebas berhubungan dengan variabel terikat. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling yakni sampel memiliki kriteria dengan masa kerja minimal 2 tahun sehingga sampel yang memenuhi kriteria dalam penelitian ini adalah 32 perawat tetap. Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan instrumen skala persepsi dukungan organisasi dan skala keterikatan karyawan. Analisis data yang diterapkan dalam penelitian ini adalah product moment correlation yang menghasilkan taraf signifikansi sebesar 0,000 (p>0,05) yang maknanya adalah terdapat hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan keterikatan karyawan. Koefisien korelasi dalam penelitian ini adalah 0,657 (r=0,657) yang menunjukkan kategori korelasi antara variabel persepsi dukungan organisasi dan keterikatan karyawan yang masuk dalam kategori kuat. Penelitian ini memiliki arah hubungan positif yang artinya semakin positif persepsi dukungan organisasi karyawan maka semakin tinggi keterikatan karyawan yang dimiliki. Hal ini berlaku sebaliknya, apabila persepsi dukungan organisasi yang dimiliki negatif maka semakin rendah keterikatan karyawan yang dimiliki oleh perawat.Kata Kunci : persepsi dukungan organisasi, keterikatan karyawan, perawat
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI DENGAN KETERIKATAN KARYAWAN PADA PERAWAT SUCI GITA MAWARNI; OLIEVIA PRABANDINI MULYANA
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v7i1.32918

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan keterikatan karyawan pada perawat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik korelasi yakni untuk mengetahui sejauh mana variabel bebas berhubungan dengan variabel terikat. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling yakni sampel memiliki kriteria dengan masa kerja minimal 2 tahun sehingga sampel yang memenuhi kriteria dalam penelitian ini adalah 32 perawat tetap. Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan instrumen skala persepsi dukungan organisasi dan skala keterikatan karyawan. Analisis data yang diterapkan dalam penelitian ini adalah product moment correlation yang menghasilkan taraf signifikansi sebesar 0,000 (p>0,05) yang maknanya adalah terdapat hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan keterikatan karyawan. Koefisien korelasi dalam penelitian ini adalah 0,657 (r=0,657) yang menunjukkan kategori korelasi antara variabel persepsi dukungan organisasi dan keterikatan karyawan yang masuk dalam kategori kuat. Penelitian ini memiliki arah hubungan positif yang artinya semakin positif persepsi dukungan organisasi karyawan maka semakin tinggi keterikatan karyawan yang dimiliki. Hal ini berlaku sebaliknya, apabila persepsi dukungan organisasi yang dimiliki negatif maka semakin rendah keterikatan karyawan yang dimiliki oleh perawat.Kata Kunci : persepsi dukungan organisasi, keterikatan karyawan, perawat
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI DENGAN KETERIKATAN KARYAWAN PADA PERAWAT SUCI GITA MAWARNI; OLIEVIA PRABANDINI MULYANA
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v7i1.32919

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan keterikatan karyawan pada perawat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik korelasi yakni untuk mengetahui sejauh mana variabel bebas berhubungan dengan variabel terikat. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling yakni sampel memiliki kriteria dengan masa kerja minimal 2 tahun sehingga sampel yang memenuhi kriteria dalam penelitian ini adalah 32 perawat tetap. Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan instrumen skala persepsi dukungan organisasi dan skala keterikatan karyawan. Analisis data yang diterapkan dalam penelitian ini adalah product moment correlation yang menghasilkan taraf signifikansi sebesar 0,000 (p>0,05) yang maknanya adalah terdapat hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan keterikatan karyawan. Koefisien korelasi dalam penelitian ini adalah 0,657 (r=0,657) yang menunjukkan kategori korelasi antara variabel persepsi dukungan organisasi dan keterikatan karyawan yang masuk dalam kategori kuat. Penelitian ini memiliki arah hubungan positif yang artinya semakin positif persepsi dukungan organisasi karyawan maka semakin tinggi keterikatan karyawan yang dimiliki. Hal ini berlaku sebaliknya, apabila persepsi dukungan organisasi yang dimiliki negatif maka semakin rendah keterikatan karyawan yang dimiliki oleh perawat.Kata Kunci : persepsi dukungan organisasi, keterikatan karyawan, perawat
Hubungan antara Karakteristik Pekerjaan dengan Keterlibatan Kerja pada Karyawan NOVIA ANGGRAINI; OLIEVIA PRABANDINI MULYANA
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 2 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v7i2.33282

Abstract

Hubungan Quality of Work Life dan Work Engagement Pada Karyawan Della Rizky Adisyah; Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v10i1.53559

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan keterikatan kerja pada karyawan. Penelitian kuantitatif digunakan sebagai metode pada penelitian ini dengan jumlah sampel sebanyak 50 karyawan. Pengambilan jumlah sampel penelitian menggunakan teknik sampling jenuh dengan kriteria karyawan yang telah bekerja minimal selama dua tahun. Terdapat dua skala yang digunakan untuk pengumpulan data penelitian yakni skala kualitas kehidupan kerja dan skala keterikatan kerja. Analisis data menggunakan uji korelasi product moment. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan kualitas kehidupan kerja dengan keterikatan kerja pada karyawan. Hal tersebut didukung dengan hasil nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,005) dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,481. Dapat disimpulkan bahwa ada korelasi yang signifikan dan positif antara kualitas kehidupan kerja dengan keterikatan kerja. Hal ini berarti semakin tinggi kualitas kehidupan karyawan, semakin baik kualitas kehidupan kerja karyawan, semakin baik pula keterikatan kerja mereka dengan perusahaan. Begitu pula sebaliknya, semakin buruk kualitas kehidupan kerja karyawan, semakin rendah pula keterikatan kerja mereka dengan perusahaan.
Hubungan antara Kepribadian Hardiness dengan Burnout pada Perawat Arida Rizka Suryani; Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v10i1.53587

Abstract

Besarnya beban kerja yang dirasakan oleh perawat secara terus menerus serta harus diselesaikan dengan cepat, tepat, dan juga cermat dapat menimbulkan kejenuhan, kelelahan fisik, dan kelelahan psikis sehingga dapat mengalami yang namanya burnout. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara kepribadian hardiness dengan burnout pada perawat. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan menggunakan subjek penelitian sebanyak 55 orang perawat. Pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan sampling jenuh. Terdapat dua instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala kepribadian hardiness dan skala burnout sebagai pengumpulan data. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu korelasi product moment dengan menggunakan bantuan SPSS 25.0 yang menghasilkan koefisien korelasi sebesar -0,504 (r=-0,504) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Hal tersebut memiliki makna bahwa terdapat hubungan berbalik arah antara kepribadian hardiness dengan burnout pada perawat. Artinya, semakin tinggi burnout maka akan semakin rendah kepribadian hardiness yang dimiliki. Begitupun sebaliknya, apabila burnout rendah maka akan semakin tinggi pula kepribadian hardiness.yang dimiliki.
Hubungan Persepsi Dukungan Organisasi dan Keterikatan Kerja pada Guru Annisa Talia Al Maghfiroh; Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v10i1.53617

Abstract

Hubungan Budaya Organisasi dan Perilaku Inovatif pada Pegawai Dinas Kebudayaa, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Zhafira Koes Wahyuandari; Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v10i2.54052

Abstract

Dalam rangka memenuhi kebutuhan pada era digital ini organisasi pemerintahan sangat membutuhkan tingkat inovasi dan kreativitas yang tinggi pada tiap anggota organisasinya sehingga organisasi pemerintahan bisa menuju pemerintahan yang baik (good gorvernance) dan juga bangkit kembali setelah adanya pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan budaya organisasi dan perilaku inovatif pada pegawai Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (DISBUDPARPORA). Subjek pada penelitian ini berjumlah 82 pegawai DISBUDPARPORA. Metode pengumpulan data menggunakan skala budaya organisasi dan skala perilaku inovatif. Analisis data dilakukan dengan teknik korelasi Pearson Product Moment yang hasil analisisnya sebesar 0,779 (r=0,779) dengan nilai signifikasi 0,000 (p<0,05) dan korelasi yang positif antara budaya organisasi dan perilaku inovatif. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan budaya organisasi dan perilaku inovatif pada pegawai Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga. Semakin tinggi budaya organisasi maka akan semakin tinggi pula perilaku inovatif pada pegawai.
PKM Internasional: Membangun Flourishing Guru Sekolah Indonesia di Luar Negeri melalui Pelatihan Psikologis Olievia Prabandini Mulyana; Umi Anugerah Izzati; Desi Nurwidawati; Dinda Cahya Novianti; Cherina Safa Wardhani
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i3.2579

Abstract

This community service program aims to enhance the flourishing or psychological well-being of teachers through psychological training. Teachers face high work-related stress due to the challenges of working in a non-conducive immigrant environment. The intervention included training on self-management, time and energy regulation, assertive communication strategies, reflection, and action planning. The implementation consisted of four weekly sessions using lectures, discussions, simulations, and roleplay. Evaluation results showed an increase in the average flourishing score from 174.4 to 178.5 and a decrease in the number of participants in the very low flourishing category. These findings indicate that the training had a positive impact on teachers’ psychological well-being. This program highlights the importance of targeted psychological support for teachers in high-risk environments and can be replicated in similar contexts.
Budaya Organisasi dan Kepuasan Kerja Pada Guru Umi Anugerah Izzati; Olievia Prabandini Mulyana
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 3 No. 2 (2019): July
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Every individual who feels satisfied with his work will provide optimal performance. These conditions also occur in the world of education so job satisfaction is an important thing that must be owned by the teacher. Teachers who have satisfaction in their work will try to give their best performance. In fostering a sense of satisfaction with the work of the teachers, it takes the conditions of the workplace or school that can support optimization of performance. The conducive workplace conditions are reflected in the culture that exists in the school and can be felt by the teachers. Therefore this study aims to determine the relationship between organizational culture and job satisfaction in private upper secondary school administrators in Surabaya. This study uses a quantitative approach. This research is a population research that uses the subject of teachers who work in one private high school in Surabaya. The number of subjects of this study were 50 private high school teachers in Surabaya. The instrument used in this study is the scale of organizational culture and job satisfaction scale. The scale of organizational culture in this study was based on Robbins and Coulter's theories. While the job satisfaction scale in this study was based on Spector's theory. Data analysis in this study uses product moment correlation. The results of the product moment analysis (r = 0.670, p <0.05) showed significant results. Thus the research hypothesis is accepted that there is a relationship between organizational culture and job satisfaction among high school teachers. The correlation coefficient of 0.670 indicates the direction of the relationship in this study which is positive, meaning that the better the teacher's perception of organizational culture in schools, the higher job satisfaction experienced by teachers.