Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Kekerasan dalam Berpacaran dengan Kecemasan pada Remaja Apipin Apipin; Mariyati Mariyati; Tamrin Tamrin
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 4 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.182 KB)

Abstract

Perilaku kekerasan adalah perbuatan seseorang atau kelompok yang menyebabkan cedera atau matinya orang lain atau menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain. Kekerasan menjadi hal yang lumrah terjadi baik dalam hubungan seseorang maupun terjadi karena kondisi tertentu. Sehingga menyebabkan kondisi psikis seseorang menjadi terganggu. Dalam hubungan berpacaran tidak kurang ditemukan kasus ada kekerasan baik fisik maupun non fisik. Kondisi non fisik dapat mempengaruhi tingkat kecemasn seseorang Kecemasan itu sendiri yaitu suatu keadaan yang dirasakn setiap orang yang jiwanya mengalami tekanan sehingga menyebabkan masalah psikiatris. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara perilaku kekerasan dalam berpacaran dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa di Universitas Widya Husada Semarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan non eksperimen, dengna desain cross sectional. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner 2 variabel : kuesioner kekerasan dalam berpacaran dan kuesioner tingkat kecemasan yang sebelumnya sudah diuji validitas dan reliabilitas oleh peneliti lain. Kriteria inklusi pada penelitian ini yaitu mahasiswa yang pernah mengalami kekerasan dalam pacaran, berstatus pacaran, mahasiswa yang bersedia menjadi responden. Sampel penelitian terdiri dari 83 responden yang diambil dengan menggunakan pusposive sampling. Uji analisa yang digunbakan adalah spearmen rank. Didapatkan hasil nilai p value = 0,000 dan nilai rho =0,529 yang mana artinya ha diterima. Hal ini menunjukkan jika adanya perilaku kekerasan tinggi mempengaruhi tingkat kecemaan yang rendah. Ada hubungan antara perilaku kekerasan dalam berpacaran dengan tingkat kecemasan di Universitas Widya Husada Semarang.
Anxiety First Aid Effective to Reduce Adolescent’ Anxiety Febriana Sartika Sari; Irna Kartina; Intan Maharani Sulistyawati Batubara; Mariyati Mariyati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 2 No 4 (2020): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.491 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v2i4.237

Abstract

Adolescents go through a transitional period with many changes both physiological and psychological. The changes that occur in adolescents cause anxiety in adolescents. Prolonged anxiety can lead to panic attacks and anxiety disorder. These problems greatly interfere with the mental development of adolescents and reduce youth productivity and achievement. One of the attempts to reduce anxiety is giving Anxiety First Aid (AFA), which is a series of help to deal with anxiety. The study aimed to identify the effect of Anxiety First Aid to anxiety score. Method: The study used quasi-experimental design which involved pre-posttest with control group. The study was conducted in Senior High School Al Islam 1 Surakarta on July-September 2020. The population was senior high school students in Senior High School Al Islam 1 Surakarta. Samples were selected with purposive sampling technique that met the inclusion criteria. Subjects were 60 respondents consisting of 30 in each group obtained by a simple random sampling technique. The measurement of anxiety in the adolescents was by using Taylor Manifest Anxiety Scale. An independent t-test performed the analysis. The result of the research showed that anxiety score decreased significantly in those two groups. In contrast, the treatment group’s decrease in anxiety indicates a higher decrease than the control group. Anxiety First Aid (AFA) is recommended to decrease anxiety in adolescent especially in senior high school students.
Adolescent’ Experiences Using Pornography Mariyati Mariyati; Eva Zuliana; Arifianto Arifianto
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 3 No 1 (2021): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.127 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v3i1.384

Abstract

The experience of teenagers using pornography in Semarang City has greatly increased. Many teenagers don’t understand what the harm use pornography harm. The impacts that occur include difficulty concentrating, not focusing while studying, daydreaming, hallucinations, increased sexual appetite with masturbation and masturbation. Adolescents become more precocious and they had sex before marriage. This study aims to explore the experiences of adolescents who access pornography at SMA Setia Budhi Semarang City. The sampling technique used purposive sampling to determine the appropriate sample, namely adolescents who accessed pornographic media for more than 2 months. This type of research is qualitative with a descriptive phenomenology approach. Obtained data saturation in the fifth participant. Data collection through in-depth interviews (in depth interviews) and field notes (field notes). Researcher's data analysis was carried out after and during the study and the validity of the data by using member checking. This study resulted in 4 themes, namely the supporting factors for adolescents in using pornography, increasing the frequency of using pornography, the response of adolescents when using pornography, and the perceived impact of using pornography. The main reason why teenagers access pornography is due to the invitation of their friends and their own desires, so that the desire to access pornography appears continuously. This results in adolescents having difficulty concentrating, learning problems, difficulty sleeping and the desire to try and imitate seen sexual behavior.
Efforts to Prevent Breast Cancer Through BSE Priharyanti Wulandari; Dwi Nur Aini; Mariyati Mariyati; Arifianto Arifianto
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 4 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, Desember 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i4.310

Abstract

Breast cancer is one of the most common types of cancer in Indonesia. Based on Pathological Based Registration in Indonesia, breast cancer ranks first with a relative frequency of 18.6%. More than 80% of cases are found to be at an advanced stage, in addition as many as 60-70% of breast cancer treatment seekers are already in an advanced stage so treatment is difficult. Therefore it is necessary to understand prevention efforts and early diagnosis so that patient detection can be carried out at an early stage so that it can reduce breast cancer deaths. Breast cancer screening is an examination or attempt to find abnormalities that lead to breast cancer in a person or group of people who have no complaints. The initial attempt to screen for breast cancer is BSE. The purpose of this community service activity is to hold BSE training at SMA Setia Budi Semarang to improve student skills in independent breast examination. The BSE training activities for SMA Setia Budi Semarang students were carried out by providing counseling using the lecture and demonstration method which was held on October 15, 2019. The attendance of participants at the counseling was 47 people. The results of the activities of SMA Setia Budi Semarang students not only require information about breast cancer but also require information on women's reproductive health as a whole.
Pemberdayaan Kader Kesehatan untuk Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Menyusui Menik Kustriyani; Mariyati Mariyati
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 4 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, Desember 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i4.364

Abstract

Keterlibatan kader dalam masyarakat sangat membantu dalam memotivasi ibu menyusui, sehingga tercapai keberhasilan pemberian ASI Ekslusif. Motivasi ini dengan memberikan cara peningkatan produksi ASI. Kader sebagai pemberi motivasi ibu menyusui perlu diberikan pengetahuan mengenai prosedur meningkatkan produksi ASI salah satunya yaitu prosedur Breastcare. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertujuan agar kader mengetahui dan memahami pentingnya ASI ekslusif, mengetahui cara meningkatkan produksi ASI ibu menyusui, dan dapat mempraktikkan cara meningkatkan produksi ASI dengan Breastcare sehingga kader dapat memotivasi ibu untuk menyusui secara ekslusif. Metode pelaksanaan, peserta 20 kader dari 5 RW kegiatan ini antara lain: 1) menjelaskan mengenai kesehatan ibu menyusui , 2) menjelaskan mengenai ASI Ekslusif, 3) mengajarkan prosedur breast care pada Kader, dan 4) melakukan pendampingan dalam pelaksanaan breastcare, 5) monitoring dan evaluasi program. Hasil didapatkan 100% kader mampu menjelaskan mengenai kesehatan ibu menyusui, mampu menjelaskan tentang manfaat pemberian ASI Ekslusif dan akibat tidak diberikannya ASI ekslusif, 90% kader mampu melakukan prosedur breastcare. Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan kader kesehatan dapat melakukan sesuai prosedur yang sudah diberikan. Outcome kegiatan PKM ini adalah kader kesehatan mengetahui pentingnya pemberian ASI ekslusif, kader dapat melakukan prosedur peningkatan produksi ASI dengan Breastcare, program kerja kader untuk memotivasi ibu menyusui ASI ekslusif.
Pemberdayaan Kader sebagai Kelompok Pendukung dalam Gerakan Persiapan Adaptasi Baru dalam Mencegah Covid-19 Dwi Nur Aini; Priharyanti Wulandari; Menik Kustriyani; Arifianto Arifianto; Mariyati Mariyati; Muhammad Arifin Noor
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Peduli Masyarakat, Maret 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v3i1.412

Abstract

Covid 19 merupakan suatu jenis penyakit menular akibat corona virus yang baru – baru ini menjadi pandemi. Wuhan Cina merupakan kota pertama kali ditemukannya virus ini, sekitar bulan September tahun 2019. Di Indonesia sebesar 48.153 jiwa dengan status orang dalam pematauan (ODP), 13.285 jiwa dengan status pasien dalam pengawasan (PDP), dan 418 dengan kabupaten kota terdampak. Sementara DKK Kota Semarang (2020) melaporkan di kecamatan Ngaliyan, kasus tertinggi kedua setelah Kacamatan Pedurungan dengan pasien positif covid 19. Perlunya dilakukan PKM ini karena belum optimalnya kader dalam upaya untuk mencegah covid 19 serta adanya beberapa warga yang belum memehami cuci tangan dengan benar. Target khusus dari kegiatan PKM ini adalah mengajarkan kader tentang pencegahan Covid-19 untuk meningkatkan kesehatan di masyarakat, khususnya di Kelurahan Wonosari Kecamatan Ngaliyan. Mengajarkan kader cara memcuci tangan yang benar. Selain itu terjadi sinergi antara kader, pelayanan kesehatan dan keluarga dalam upaya pencegahan Covid-19. Metode dalam kegiatan PKM ini adalah pendidikan kesehatan tentang Covid-19, Pendidikan Kesehtaan tentang cuci tangan, demonstrasi cara cuci tangan yang sesuai SOP. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah Tingkat pengetahuan kader RW 07 meningkat setelah diberikan materi tentang covid-19 dan dilakukan simulasi tentang cara cuci tangan yang benar dengan 7 langkah. Kader di wilayah RW 07 mampu melakukan simulasi tentang cara mencuci tangan yang benar.
Pencegahan Masalah Kesehatan Jiwa melalui Pelatihan Kader Kesehatan Jiwa dan Deteksi Dini Mariyati Mariyati; Menik Kustriyani; Priharyanti Wulandari; Dwi Nur Aini; Arifianto Arifianto; Livana PH
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Peduli Masyarakat, Maret 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v3i1.423

Abstract

Masalah kesehatan jiwa tidak lagi dilihat secara individual, namun membutuhkan penanganan secara sistem. Pelayanan kesehatan jiwa berbasis komunitas merupakan salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan akses masyarakat ke fasilitas pelayanan kesehatan. Puskesmas adalah ujung tombak dalam mengimplementasikan pelayanan kesehatan jiwa yang dapat dengan mudah dijangkau masyarakat karena jarak dekat, murah dan meminimalisir stigma di masyarakat. Mengingat hal itu, tim melakukan kegiatan pelatihan kader dan deteksi dini kesehatan jiwa di Puskesmas Lebdosari. Tujuan program ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan mendeteksi masalah kesehatan jiwa secara dini. Pelaksanaan kegiatan ini selama 2 hari pada 26 – 27 November 2019. Peserta terdiri dari 8 tenaga kesehatan Puskesmas Lebdosari dan 26 kader kesehatan dari 4 kelurahan di bawah wilayah kerja Puskemas. Pada hari pertama disampaikan 8 materi terdiri dari kesehatan jiwa di indonesia dan jawa tengah, konsep kelurahan siaga sehat jiwa, pelayanan kesehatan jiwa, kegiatan deteksi dini kesehatan jiwa, kunjungan rumah, kegiatan rujukan. Dilanjutkan pada hari kedua simulasi dan demonstrasi deteksi dini kesehatan jiwa dengan Self Reporting Questionnaire- 20 (SRQ 20). Hasil deteksi dini mendapat 112 orang, terdapat 48 orang (42,8%) orang yang memiliki resiko gangguan jiwa atau gangguan emosional. Upaya pelayanan kesehatan jiwa perlu dilakukan secara terintegrasi sehingga terbentuk layanan kesehatan jiwa berbasis komunitas.
Peningkatan Kemampuan Kader melalui Pelatihan Pijat Oksitosin dan Teknik Marmet untuk Ibu Menyusui Menik Kustriyani; Heny Prasetyorini; Arifianto Arifianto; Dwi Nur Aini; Mariyati Mariyati; Priharyanti Wulandari
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i4.1300

Abstract

Pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini berfokus pada upaya pengembangan peran serta kader dalam memotivasi ibu memberikan ASI Ekslusif. Program ASI Ekslusif sangat penting dilaksanakan, bayi yang tidak diberikan ASI Eklsusif lebih rentan sakit. Program Pengabdian Kepada Masyarakat bertujuan agar kader mengetahui dan memahami pentingnya mengetahui cara meningkatkan produksi ASI ibu menyusui, dan dapat mempraktikkan cara meningkatkan produksi ASI dengan Pijat Oksitosin dan Teknik Marmet sehingga kader dapat memotivasi ibu untuk menyusui bayinya minimal sampai dengan enam bulan. Kegiatan dalam Program PKM ini antara lain: 1) Mengajarkan prosedur Pijat Oksitosin dan Teknik Marmet pada Kader, dan 2) melakukan pendampingan dalam pelaksanaan Pijat Oksitosin dan Teknik Marmet, 3) monitoring dan evaluasi program. Hasil dalam kegiatan- kegiatan tersebut adalah terdapat 21 kader di RW IX Kelurahan Tambak Aji, yang mengikuti kegiatan 13 kader dari 5 RT. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat didapatkan 92% kader mampu menjelaskan tentang manfaat pemberian ASI Ekslusif, 82% kader mampu melakukan prosedur Pijat Oksitosin dan Teknik Marmet (POTM) sesuai prosedur. Kegiatan monitoring dan evaluasi juga dilakukan untuk memastikan kader kesehatan dapat melakukan sesuai prosedur yang sudah diberikan. Outcome kegiatan PKM ini adalah kader kesehatan mengetahui manfaat pemberian ASI ekslusif, kader dapat melakukan Pijat Oksitosin dan Teknik Marmet.
Penggunaan Media Sosial dengan Kesehatan Mental Remaja Elis Sri Yuhana; Mariyati Mariyati; Emilia Puspitasari Sugiyanto
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.2.2023.477-486

Abstract

Jumlah pengguna media sosial terus meningkat mencapai 191,4 juta orang, 92% remaja yang berusia 13 tahun sampai dengan 17 tahun online stiap hari. Penggunaan media sosial yang berlebihan dan tidak digunakan dengan baik akan menimbulkan masalah pada kesehatan mentalnya. Tujuan dari penelitian ini menganalisis hubungan penggunaan media sosial dengan kesehatan mental remaja di SMA N 8 Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analtik korelatif, pendekatan cross sectional dengan teknik simple randam sampling. Sampel 291 responden data dianalisis menggunakan uji rank Spearman. Dari penggunaan media sosial pada kategori jarang dengan kesehatan mental sehat sebanyak 52 (94,5%) responden, 3 (5,5%) responden berada pada kategori jarang dengan kesehatan mental gangguan. Dari penggunaan media sosial berada pada kategori kadang-kadang dengan kesehatan mental yang sehat 33 (28,4%) responden, 83 (71,6%) responden berada pada kategori kadang-kadang dengan kesehatan mental yang gangguan. 9 (7,5%) responden berada pada kategori sering dengan kesehatan mental yang sehat, 111 (92,5%) responden berada pada kategori sering dengan kesehatan mental yang gangguan. Diperoleh nilai p value sebesar 0,000 ≤ 0,05. Penggunaan media sosial berpengaruh terhadap kesehatan mental remaja di SMA N 8 semarang.
PKM Pemberdayaan pada Keluarga Tentang Asupan Nutrisi dan Cairan pada Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisa Menik Kustriyani; Endang Supriyanti; Dwi Nur Aini; Mariyati Mariyati; Arifianto Arifianto
Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jpm.v2i2.307

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan Indonesian Renal Registry (IRR) tahun 2016, sebanyak 98% penderita gagal Ginjal menjalani terapi Hemodialisis dan 2% menjalani terapi Peritoneal Dialisis (PD). Kejadian penyakit ginjal kronik terus mengalami peningkatan, demikian juga pasien gagal ginjal kronik yang menjalani dialysis. Pasien gagal ginjal kronik harus selalu memperhatikan asupan nutrisi dan cairan yang seimbang. Dalam menjaga asupan nutrisi keluarga dukungan dari keluarga sangat diperlukan, agar pasien mampu menjaga nutrisi dan cairan dengan baik. Permasalahan pada Mitra yaitu pasien dan keluarga masih kesulitan dalam menentukan asupan nutrisi pada pasien gagal ginjal kronik. Tujuan : dari kegiatan PKM ini Mengajarkan pasien dan keluarga dalam menjaga nutrisi pada pasien gagal ginjal. Metode : Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian yakni dengan memberikan kuesioner sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan tentang pengetahuan asupan nutrisi pada keluarga. Memberikan edukasi, diskusi dan tanya jawab. Hasil : sebanyak 95% peserta terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi. Peserta antusias saat diberikan edukasi mengenai asupan nutrisi dan cairan Kesimpulan: Pemberian edukasi pada keluarga pasien gagal ginjal kronik dapat meningkatkan pengetahuan keluarga pasien.