Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pendampingan Penyusunan Materi Percakapan Bahasa Arab di Pondok Pesantren Al-Ishlah Paciran Lamongan Jawa Timur Syukri Zarkasyi, Azmi; Rofi'i, Muhammad Arwani; Robi'aqolbi, Rosydina; Rahmawati, Fitra Awalia; Istiqomah, Alma; Hazrah, Andi
Room of Civil Society Development Vol. 1 No. 2 (2022): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.14

Abstract

Sebagai sekolah menengah yang turut mengajarkan bahasa Arab dengan metode langsung kepada santrinya, metode dan bahan ajar bahasa Arab di pesantren sangat perlu dimutakhirkan. Hal ini dapat dilakukan melalui pemanfaatan MoU kerjasama antar perguruan tinggi yang ada di pesantren tersebut. Kerjasama kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk Praktek Pengayaan Lapangan dengan fokus desain pembelajaran bahasa Arab. Pondok pesantren yang dituju, memiliki beberapa kesamaan fokus dengan visi dan misi program studi. Khususnya dalam hal desain bahan ajar. Kegiatan ini berlangsung selama 1 pekan. Hasilnya, realisasi kegiatan ini menghasilkan rekomendasi bahwa: 1) penyusunan bahan ajar harus mempertimbangkan aspek geografis dan jadwal keseharian pesantren. 2) bahan ajar harus mengandung terjemah dalam 2 bahasa: Indonesia dan Inggris. 3) pengajaran lebih efektif jika melibatkan pengurus pondok dari santri.
The Integrative Curriculum Management with a Boarding System in High Schools Ashari, Riza; Sukrisna, Chandra; Budiman, Agus; Zarkasyi, Azmi; Wajdi, Muh Barid Nizarudin
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 14 No. 1 (2022): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v14i1.4398

Abstract

This research addresses the pressing need for an integrated madrasah-Islamic boarding school curriculum as a strategic response to the contemporary challenges demanding graduates with both extensive knowledge and profound religious understanding. With the imperative for cognitive and spiritual intelligence in the disruptive era, the study focuses on MAN 2 Malang City, utilizing a qualitative case study approach involving observations, interviews, and document analysis. The research reveals essential aspects of the integrated curriculum, encompassing unified objectives and organized content planning. The implementation phase includes the integration of academic calendars and a structured supervision framework. The study also emphasizes the significance of an evaluative process covering contextual, input, process, and outcome dimensions. Ultimately, this research underscores the critical role of an integrated curriculum in nurturing well-rounded individuals equipped to navigate the complexities of the modern world, offering valuable insights for educational practitioners and policymakers.
Pendampingan Penyusunan Materi Percakapan Bahasa Arab di Pondok Pesantren Al-Ishlah Paciran Lamongan Jawa Timur Syukri Zarkasyi, Azmi; Rofi'i, Muhammad Arwani; Robi'aqolbi, Rosydina; Rahmawati, Fitra Awalia; Istiqomah, Alma; Hazrah, Andi
Room of Civil Society Development Vol. 1 No. 2 (2022): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.14

Abstract

Sebagai sekolah menengah yang turut mengajarkan bahasa Arab dengan metode langsung kepada santrinya, metode dan bahan ajar bahasa Arab di pesantren sangat perlu dimutakhirkan. Hal ini dapat dilakukan melalui pemanfaatan MoU kerjasama antar perguruan tinggi yang ada di pesantren tersebut. Kerjasama kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk Praktek Pengayaan Lapangan dengan fokus desain pembelajaran bahasa Arab. Pondok pesantren yang dituju, memiliki beberapa kesamaan fokus dengan visi dan misi program studi. Khususnya dalam hal desain bahan ajar. Kegiatan ini berlangsung selama 1 pekan. Hasilnya, realisasi kegiatan ini menghasilkan rekomendasi bahwa: 1) penyusunan bahan ajar harus mempertimbangkan aspek geografis dan jadwal keseharian pesantren. 2) bahan ajar harus mengandung terjemah dalam 2 bahasa: Indonesia dan Inggris. 3) pengajaran lebih efektif jika melibatkan pengurus pondok dari santri.
Prophetic-based education: Enhancing self-regulated learning in digital era through patience values Zarkasyi, Azmi; Fadhilah, Linda Dinil; Maulaya, Rosendah Dwi; Mahmudi, Ihwan; Tsabitah, Nurikha Aliefina
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21431

Abstract

The digital era presents major challenges for students in developing Self-Regulated Learning (SRL), particularly due to digital distractions, an instant gratification culture, and weak self-control. This article aims to conceptually explore how the internalization of the value of patience (ṣabr) within the framework of prophetic education can strengthen students’ SRL abilities. Using a library research method, this study examines literature related to SRL, the Islamic concept of patience, and the prophetic education approach. The results of the study show that prophetic education is the basis that the value of patience has a role in building SRL. The first hadith is related to the value of patience that will bring victory, relevant to goal setting and a gradual learning process. The second hadith, patience is afflicted with difficulties and fatigue will erase sins, relevant to instilling values to always strive to evaluate every learning process even though it is difficult. The third hadith is about the value of patience to control anger, relevant to maintaining internal motivation in learning so that it is not easy to give up when facing difficulties and obstacles. So, students need patience to be able to regulate the difficult learning process. Therefore, strengthening SRL requires not only cognitive strategies but also value-based approaches that address the affective and spiritual dimensions of learners. This article offers a conceptual contribution to the development of an integrative Islamic education model that responds to the challenges of the digital age through a prophetic, value-oriented approach centered on patience. Abstrak Era digital menghadirkan tantangan besar bagi siswa dalam mengembangkan Self-Regulated Learning (SRL), terutama akibat distraksi digital, budaya instan, dan lemahnya pengendalian diri. Artikel ini bertujuan mengkaji secara konseptual bagaimana internalisasi nilai sabar dalam kerangka pendidikan profetik dapat memperkuat kemampuan SRL siswa. Menggunakan metode penelitian kepustakaan, kajian ini menelaah literatur tentang konsep SRL, sabar dalam perspektif Islam, dan pendekatan pendidikan profetik. Hasil kajian menunjukkan pendidikan profetik menjadi dasar bahwa nilai sabar mempunyai peran untuk membangun SRL. Hadist pertama berkaitan dengan nilai sabar yang akan membawa kemenangan, relevan dengan penetapan tujuan dan proses pembelajaran yang bertahap. Hadist kedua, sabar ditimpa kesulitan dan kelelahan akan menghapus dosa, relevan dengan penanaman nilai untuk selalu berikhtiar mengevaluasi setiap proses belajar meskipun hal tersebut sulit. Hadist ketiga, adalah tentang nilai sabar dapat mengendalikan amarah, relevan dengan menjaga motivasi internal dalam belajar agar tidak mudah putus asa apabila menghadapi kesulitan dan hambatan. Sehingga siswa perlu nilai sabar untuk dapat meregulasi proses belajar yang sulit. Dengan demikian, penguatan SRL perlu dilakukan tidak hanya dengan strategi kognitif, tetapi juga melalui pendekatan nilai yang menyentuh aspek afektif dan spiritual peserta didik. Artikel ini memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan model pendidikan Islam yang integratif, yang menjawab tantangan era digital dengan pendekatan profetik berbasis nilai sabar.
A Genre-Based Approach in Teaching Arabic Writing for Higher Education Learners Alif Cahya Setiyadi; Azmi Zarkasyi; Mochammad Firdaus; Anhar Anhar; Luthfi Muhyiddin
Izdihar : Journal of Arabic Language Teaching, Linguistics, and Literature Vol. 8 No. 3 (2025): Izdihar : Journal of Arabic Language Teaching, Linguistics, and Literature
Publisher : Arabic Education Department, Islamic Studies Faculty, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jiz.v8i3.39938

Abstract

This article explored the role of genre-based grammar instruction in addressing these challenges and enhancing university students' ability to write effectively in Arabic. This research employed True Experimental Research with Post-test Only Group Design. The results of the study show that GBA has considerable impact on improving student writing outcomes. The statistical analysis showed that the experimental group outperformed the control group in writing test scores, with a significant mean difference of 1.25 in favor of the experimental group. Levene’s test indicated no significant difference in variances between groups. The results further demonstrate that the use of the Genre Based Approach has a significant impact on improving students’ writing performance.
Manajemen Ibadah dan Waktu Puasa bagi Pekerja Fisik di Bulan Ramadhan Idam Mustofa; Azmi Zarkasyi; Valensi Aliya Zahira; Rayna Putri Ramadhani; Diva Ilafi Kustiwa; Faridatul Hasanah
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 2 No. 4 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v2i4.350

Abstract

Pekerja fisik tetap menjalankan aktivitas berat selama bulan Ramadhan sehingga menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan pekerjaan dan ibadah puasa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman pekerja terkait manajemen ibadah dan pengaturan waktu puasa yang sesuai dengan kondisi kerja fisik. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tahap identifikasi masalah, perencanaan, penyuluhan partisipatif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test kepada 25 peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman dari 56%–64% menjadi 80%–84%. Rata-rata respon positif sebesar ±84–85% mengindikasikan bahwa program ini berdampak pada peningkatan kualitas ibadah, stabilitas kondisi fisik, dan produktivitas kerja. Dengan demikian, edukasi partisipatif efektif membantu pekerja fisik mengelola keseimbangan antara tanggung jawab spiritual dan profesional secara optimal selama Ramadhan.
Development of Critical Thinking Skills in Modern Islamic Boarding School Azmi Zarkasyi; Defi Firmansah; Thoriq Majid Rahmadias
JIE (Journal of Islamic Education) Vol. 9 No. 2 (2024): JIE: (Journal of Islamic Education) July-December
Publisher : Yayasan Letiges Konsultan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/jie.v9i2.400

Abstract

This research analyses the development of critical thinking skills in activities organized by academic forums at the Gontor Modern Boarding School. Using a qualitative case study approach, data was collected through interviews, observation and documentation. Analysis in three stages collection, reduction, and verification. The findings of this study highlight the importance of critical thinking, which is essential for higher-order cognitive skills and education at all levels. Gontor Islamic Boarding School which accommodates various groups such as the ITQAN (Ilmi, Tarbawy, Qur'any) Group, an academic forum, prioritizes the development of critical thinking skills, placing great emphasis on fostering critical thinking through various activities including scientific discussions, critical reading, observation, cultivating a sense of be curious, and encourage reflection. These activities improve analytical and synthesis skills, problem-solving abilities, inference and evaluation skills, and explanation skills, thereby enabling strategic thinking among students. This study also identified several supporting factors, such as a conducive scientific environment and supportive supervisors, and inhibiting factors such as administrator competency problems, low student involvement, irregular scheduling, and inadequate facilities. In particular, this research uniquely focuses on explaining 12 indicators of critical thinking abilities, which are categorized into 5 aspects according to Robert Ennis. Despite the challenges, this illustrates how Gontor developed these aspects in the ITQAN Group (Ilmi, Tarbawy, Qur'any) by highlighting inhibiting and supporting factors.
Nilai Pesantren Melalui Halaqah Himayyah: Etnografi Pendidikan di Gontor Putri 1 Arly Zahra Maulida; Sabila Pangestuti; Yolanda Arsita; Azmi Zarkasyi; Syarifah
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v4i3.2109

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai pesantren melalui Program Halaqah Himayyah di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1 dengan perspektif etnografi pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif etnografi yang dilaksanakan selama enam bulan dengan melibatkan 25 ustadzah pembimbing dan 20 santriwati sebagai partisipan penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model etnografi Spradley yang meliputi analisis domain, taksonomi, komponensial, dan tema budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai utama pesantren, yaitu keikhlasan, kedisiplinan, tanggung jawab, kesederhanaan, kemandirian, dan ukhuwah Islamiyah, berlangsung melalui keteladanan ustadzah, pembiasaan dalam kehidupan asrama, interaksi sosial yang dialogis, serta budaya Halaqah Himayyah sebagai ruang refleksi. Tema budaya yang ditemukan meliputi belajar melalui contoh, nilai menjadi kebiasaan, pendidikan berlangsung dua puluh empat jam, ruang refleksi budaya, dan pembinaan berbasis kekeluargaan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemaknaan Halaqah Himayyah sebagai praktik budaya pesantren, bukan sekadar program pembinaan rutin. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Halaqah Himayyah membentuk karakter dan identitas santriwati melalui pengalaman hidup sehari-hari di lingkungan pesantren.
Beyond Pedagogical Formalism: Implementing the Islamization of Science within the Pesantren-Based Higher Education Ecosystem Azmi Zarkasyi; Lillahi Akbar Jihadi; Saepul Anwar
Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol. 16 No. 1 (2026): Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ji.v16i1.8499

Abstract

The Islamization of Science (IoS) addresses the epistemological crisis caused by secular scientific paradigms that detach knowledge from spiritual values. This study aims to characterize the structural pillars and implementation outcomes of an institutionalized IoS program. Using a qualitative case study at Universitas Darussalam Gontor, data were gathered through semi-structured interviews, participatory observations, and document analysis. The findings reveal three empirical pillars of implementation: first, a curriculum integrating Sunnatullah in natural sciences and Maqasid al-Shari’ah in social sciences; second, a teaching methodology centered on "de-westernization," which involves sifting and modifying secular knowledge to align with Islamic principles; and third, an institutional culture driven by faculty who serve as ethical role models and mentors. While the program has made significant strides in the cognitive domain, evidenced by students' understanding of ethical frameworks, there remains a notable gap in the affective and psychomotor domains. This gap is reflected in inconsistent ethical decision-making in daily social interactions and in difficulties applying theoretical knowledge to the practical aspects of professional character. Future research should prioritize the development of affective-behavioral assessment tools and the conduct of comparative institutional studies. This study contributes a framework that balances spiritual-intellectual rigor and addresses contemporary integration challenges in Islamic higher education.
Penguatan Manajemen Ibadah dan Waktu Buka Puasa bagi Pekerja Fisik di Gontor Putri 2 Ariqah Aulia Lu’lu Al Jinan; Ahmad Saifullah; Idam Musthofa; Azmi Zarkasyi; Diya Fauziyah; Difa Rahma Melati; Afidati Hilwa Ibtisamah
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): MARET-APRIL
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/90x9wn31

Abstract

Manajemen ibadah dan pengaturan waktu selama Ramadan menjadi tantangan bagi pekerja fisik dalam menjaga keseimbangan antara tuntutan kerja dan kualitas spiritual. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran dan kemampuan Pekerja Gontor Putri Kampus 2 dalam menjaga konsistensi ibadah wajib, meningkatkan kualitas ibadah saat berpuasa, serta mengatur waktu dzikir dan membaca Al-Qur’an agar tetap selaras dengan aktivitas pekerjaan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan pemetaan (to look), refleksi (to think), dan pelaksanaan program (to act) berupa kajian manajemen ibadah dan pendampingan spiritual. Evaluasi dilakukan melalui angket responden. Hasil menunjukkan bahwa 90,5% responden memberikan respons positif (skor 4 dan 5). Secara umum, program ini efektif dalam membangun kesadaran bahwa manajemen ibadah dan waktu merupakan bagian penting dari profesionalisme kerja yang bernilai ibadah serta penguatan spiritual di lingkungan kerja.