Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Tipologi Natas: Ruang Publik Tradisional di Wilayah Manggarai Prakosa, Wahyu; Hendro Prabowo; Purnami, Wahyuni; Naingalis, Rosarius; Agung Wahyudi; Agus Suparman
RUAS Vol. 21 No. 2 (2023)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2023.021.02.12

Abstract

Natas is a public space in Manggarai with various forms. The shape and orientation of natas are influenced by parrots. This is based on the shape, orientation, location of the compang and the presence of mbaru. This research uses a qualitative descriptive method with the steps: identifying the typology of shape and orientation of natas through field observations and interviews as well as indirect observation via Google Maps and Google Earth, analyzing the relationship between natas, compang and mbaru, creating patterns and formulating shapes and orientations based on natas typology. The results of this research reveal the diversity of natas shapes with a dominance of circular shapes and a tendency to follow parrots spatially. Natas is a place of social activities and traditional ceremonies that represent the unity of the Manggarai community.
PENDAMPINGAN PEMETAAN JARINGAN INFRASTRUKTUR DAN OPTIMALISASI TATA RUANG KAWASAN THE LEARNING FARM SEBAGAI PUSAT EDU-AGROWISATA Nurina Yasin; Lia Rosmala Schiffer; Veronika Widi Prabawasari; Haryono Putro; Agus Suparman; Wahyu Prakosa; Doddy Ari Suryanto; Didiek Pramono; Thomas Yuni Gunarto; Lilik Setiawan
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.35653

Abstract

Sektor pertanian Indonesia menghadapi tantangan produktivitas dan regenerasi petani, sehingga model Edu- Agrowisata menjadi solusi strategis untuk memberikan nilai tambah ekonomi dan edukasi. Penelitian ini bertujuan menyusun perencanaan tata ruang dan infrastruktur dasar yang responsif terhadap kondisi topografi curam di kawasan The Learning Farm (TLF), Kabupaten Cianjur. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan teknis eksperimental melalui pemetaan udara menggunakan drone DJI Mavic 2 Pro yang diolah dengan aplikasi DroneDeploy dan ArcGIS untuk menghasilkan peta Digital Elevation Model (DEM). Hasil analisis spasial menunjukkan kawasan seluas 2,4 hektar ini memiliki rentang elevasi 846 hingga 870 mdpl dengan perbedaan ketinggian ekstrem sebesar 24 meter. Kondisi morfologi tersebut diarahkan pada zonasi lahan yang menempatkan bangunan pada area stabil di dataran tinggi dan lahan pertanian pada area produktif di lereng. Infrastruktur air bersih dirancang menggunakan sistem gravitasi (Gravity-Fed System) dengan menempatkan tandon utama pada elevasi tertinggi (±868 mdpl) guna mencapai efisiensi energi dan biaya operasional. Selain itu, sistem drainase jalan diintegrasikan dengan badan air alami untuk mengendalikan limpasan air dan memitigasi risiko erosi serta banjir. Simpulan penelitian menegaskan bahwa transformasi TLF menjadi pusat Edu-Agrowisata berkelanjutan didukung oleh manajemen utilitas yang menghormati karakteristik alami lahan. Perencanaan ini menjamin keseimbangan antara efisiensi operasional pertanian, konservasi lingkungan, dan kenyamanan fasilitas edukasi.  ABSTRACT Indonesia's agricultural sector faces productivity and regeneration challenges, making the Edu-Agrotourism model a strategic solution to provide economic and educational value. This study aims to develop spatial planning and basic infrastructure designs responsive to the steep topographic conditions of The Learning Farm (TLF) in Cianjur Regency. The method employed a participatory and technical experimental approach using aerial mapping via a DJI Mavic 2 Pro drone, processed with DroneDeploy and ArcGIS to generate Digital Elevation Model (DEM) maps. Spatial analysis reveals that the 2.4-hectare area has an elevation range of 846 to 870 masl with an extreme height difference of 24 meters. These morphological conditions dictate land zoning that places buildings on stable ground in the highlands and agricultural activities in productive sloped areas. Clean water infrastructure is designed as a Gravity-Fed System, positioning the main reservoir at the highest elevation (±868 masl) to achieve energy and operational cost efficiency. Furthermore, the roadside drainage system is integrated with natural water bodies to control runoff and mitigate erosion and flooding risks. The study concludes that TLF's transformation into a sustainable Edu-Agrotourism center is supported by utility management that respects the natural characteristics of the land. This planning ensures a balance between agricultural operational efficiency, environmental conservation, and the comfort of educational facilities.      
PENDAMPINGAN PENGUMPULAN DATA LINGKUNGAN UNTUK PENGELOLAAN LINGKUNGAN CERDAS (SMART ENVIRONMENT) DI DESA JAMALI Veronika Widi Prabawasari; Paranita Asnur; Aisyah; Rehulina Apriyanti; Wahyu Prakosa; Budi Santosa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/dgbaez44

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendukung pengumpulan data smart environmental di Desa Jamali, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Program ini mengintegrasikan teknologi dengan pengelolaan lingkungan berkelanjutan untuk mengatasi berbagai masalah, seperti kekurangan air, polusi udara, dan inefisiensi dalam sektor pertanian. Dalam rangka mencapai tujuan ini, diskusi kelompok terarah (FGD) dan survei dilakukan untuk mengidentifikasi tantangan lingkungan utama. Hasilnya menunjukkan adanya penggunaan air tanah yang berlebihan oleh sektor peternakan, manajemen sampah yang buruk, serta pemanfaatan lahan pertanian yang belum optimal. Untuk mengatasi tantangan tersebut, sejumlah solusi direkomendasikan, termasuk penampungan air hujan, optimalisasi lahan pertanian, serta pengembangan ruang terbuka hijau yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan. Inisiatif ini tidak hanya berkontribusi pada pengembangan desa cerdas di Indonesia, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pelestarian lingkungan. Melalui program ini, diharapkan masyarakat dapat mengadopsi praktik berkelanjutan yang dapat memperbaiki kondisi lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Dengan mengintegrasikan teknologi dan pendekatan partisipatif, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi Desa Jamali dan sekitarnya. Selain itu, pengumpulan data yang efektif akan memfasilitasi perencanaan dan pengambilan keputusan yang lebih baik dalam pengelolaan sumber daya alam, sehingga memungkinkan desa ini untuk menjadi contoh bagi daerah lain dalam penerapan konsep desa cerdas. Melalui pelibatan semua pihak, dari pemerintah setempat hingga masyarakat, kolaborasi ini diharapkan dapat menginspirasi inisiatif serupa di wilayah lain
Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang 8 Lantai pada Gedung Kantor Kementerian Koordinator 4 Ibu Kota Negara (IKN) dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Sulardi Sulardi; Lilik Setiawan HP; Dimyati Dimyati; Didiek Pramono; Wahyu Prakosa; Nur Aziz Prastiyo
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.560

Abstract

Gedung Kantor Kementerian Koordinator 4 di Ibu Kota Negara (IKN) direncanakan sebagai pusat kegiatan pemerintahan yang menuntut tingkat stabilitas dan kekuatan struktur yang tinggi. Hal ini tercermin dari nilai SDS sebesar 0,06 dan SD1 sebesar 0,07, sehingga bangunan termasuk dalam Kategori Desain Seismik (KDS) risiko IV dengan Faktor Keutamaan Gempa sebesar 1,5. Bangunan ini dirancang setinggi 8 lantai dengan sistem struktur penahan gempa berupa Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dimensi serta detail penulangan struktur, menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) berdasarkan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) terbaru, serta menghasilkan gambar kerja sebagai acuan pelaksanaan konstruksi. Pelat lantai direncanakan memiliki ketebalan 145 mm, sedangkan pelat atap setebal 125 mm dengan penulangan menggunakan D13. Elemen balok terdiri atas beberapa tipe, yaitu B1 (350 × 650 mm), B2 (450 × 650 mm), B3 (300 × 450 mm), BA1 (400 × 550 mm), dan BA2 (300 × 450 mm), dengan variasi penulangan D25, D19, dan D16. Kolom yang digunakan meliputi kolom lingkaran tipe K1 dengan diameter 950 mm serta kolom persegi berukuran 900 × 900 mm. Pilecap yang dirancang terdiri dari beberapa tipe, yaitu PC1 dan PC2 berukuran 1800 × 1800 × 1000 mm, PC3 berukuran 4050 × 3750 × 1400 mm, serta PC4 berukuran 4050 × 4050 × 1500 mm, dengan penulangan menggunakan D25 dan D22. Fondasi menggunakan bored pile berdiameter 900 mm dengan tulangan D22 dan D16. Berdasarkan perhitungan, total Rencana Anggaran Biaya (RAB) struktur mencapai Rp54.850.349.125,00 dengan harga satuan sebesar Rp4.725.507,09 per meter persegi.
Evaluasi Kenyamanan Termal Pada Bangunan Universitas Multimedia Nusantara Dengan Penerapan Sistem Secondary Skin Muhammad Farhan Hendrian; Agus Suparman; Dimyati Dimyati; Wahyu Prakosa; Didiek Pramono
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.654

Abstract

Kenyamanan termal merupakan salah satu aspek penting dalam kualitas lingkungan bangunan, khususnya pada bangunan pendidikan yang digunakan dalam durasi waktu relatif lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi kenyamanan termal pada Gedung D Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang menerapkan sistem secondary skin sebagai elemen pengendali panas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan dukungan pengukuran kuantitatif fisik termal. Pengukuran dilakukan secara langsung di lapangan pada area outdoor, koridor, dan ruang kelas di beberapa lantai terpilih, yaitu lantai 1, 5, 10, 15, dan 20, pada rentang waktu pukul 13.00 16.00 WIB. Parameter yang diukur meliputi suhu udara, kelembaban relatif, dan kecepatan udara. Data hasil pengukuran kemudian dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan dengan standar kenyamanan termal SNI 6390:2011 dan ASHRAE Standard 55 (2020), serta dievaluasi menggunakan CBE Thermal Comfort Tool pada kondisi representatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu ruang kelas umumnya berada dalam rentang yang dapat diterima secara termal, dengan selisih suhu antara ruang luar dan ruang dalam berkisar 2 4°C, yang mengindikasikan peran secondary skin dalam mengurangi beban panas bangunan. Namun demikian, tingkat kelembaban relatif yang cukup tinggi dan kecepatan udara yang sangat rendah di ruang kelas menjadi faktor pembatas utama dalam pencapaian kenyamanan termal optimal. Penelitian ini menunjukkan bahwa secondary skin efektif sebagai strategi pasif pengendalian panas, namun perlu didukung oleh strategi ventilasi yang lebih optimal untuk meningkatkan kualitas kenyamanan termal pengguna ruang.