Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

SIDEROPHORE PRODUCTION OF THE RHIZOBACTERIA ISOLATED FROM LOCAL “KAMBA” RICE PLANTS, POSO REGENCY IN CENTRAL SULAWESI Sri Sudewi; Baharuddin Patandjengi; Ambo Ala; Muh Farid BDR; Abdul Rahim Saleh; Ratnawati Ratnawati
Agric Vol. 34 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2022.v34.i2.p225-238

Abstract

Rhizobacteria isolated from plant roots have the ability to produce siderophore compounds. These compounds play a role in inhibiting the growth of pathogens by binding to iron (Fe3+) which is needed by pathogens in their development. This research was aimed to find out the siderophore-producing bacteria isolated from local Kamba rice plants and their potential as biocontrol agents. Among the 28 isolates that were successfully isolated from the Kamba local rice rhizosphere, 10 isolates had the potential to produce siderophores with different morphological characters. The test was carried out to see the bacterial isolates capabilities to produce siderophores from two types of siderophores namely catechol and salicylate types. For the catechol type, the highest concentration of siderophore was found in the KBA8 bacterial isolate with 10.990 mg L-1, while the lowest was in the KBA1 bacterial isolate with only 5.876 mg L-1. The salicylate type siderophore with the highest concentration produced 9.493 mg L-1 was from the RKGU15 isolate and the lowest was found in KBU14 isolate which produced only 2.994 mg L-1. The isolates included in the Gram-positive group were 4 isolates while the Gram- negative group were 6 isolates and 90% isolates were able to produce the enzyme catalase. The results of this study indicate that all bacterial isolates can produce siderophores so that they have the potential as biocontrol agents to support environmentally friendly and sustainable agriculture.
Pembelajaran Anak Sekolah Dasar Berbasis Garden Based Learning (GBL) di SD GKST 1 Poso Abdul Rahim Saleh; Stevina F Badjalabua; Dilsa Kris Harlis
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.5474

Abstract

Berkebun merupakan aktivitas yang dapat menyediakan berbagai bentuk keterlibatan bagi anak usia sekolah dasar, seperti merancang, menanam, dan memelihara taman; memanen, menyiapkan berbagi makanan; bekerja secara kooperatif dalam kelompok; belajar tentang ilmu pengetahuan dan gizi; dan menciptakan seni dan cerita yang terinspirasi oleh taman. Kegiatan pengabdian dikhususkan pada pembelajaran luar kelas menerapkan strategi Garden Based Learning (GBL). Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan. Mitra dari kegiatan ini adalah Sekolah Dasar GKST 1 Poso. Metode pelaksanaan memperkenalkan wadah dari bahan bekas non-organik sebagai wadah tanam dan bahan-bahan dari limbah pertanian sebagai media tanam kepada siswa SD GKST 1 Poso. Selain itu, dalam PKM ini juga di perkenalkan media tanam non-tanah (hydroponik) sebagai wadah tanam. Semua kegiatan bermanfaat sebagai media pembelajaran bagi peserta didik di sekolah dasar khususnya materi Sub-Tema Alam Sekitar. Sebagian besar siswa SD dalam program PKM ini hanya mengetahui media tanah sebagai tempat menanam tanaman dan hanya satu siswa yang mengetahui media air sebagai media tanam sebelum dilakukan kegiatan. Setelah kegiatan selesai, menjadi memahami berbagai cara bercocok tanam.
Integrasi Ternak Kakao Kelompok Tani Saribatukarang Desa Lape dalam Menghadapi Tantangan di Era Perubahan IklimIklim Abdul Rahim Saleh; Galip Lahada; Ratno Ratno
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7002

Abstract

Komoditi Kakao yang merupakan komoditi andalan Kabupaten Poso sebagai sumber penghidupan masyarakat di desa Lape, Kecamatan Poso Pesisir. Produktivitas lahan kakao di desa Lape saat ini jauh dibawah rata-rata produktivitas Nasional, sebagai akibat kesuburan tanah menurun setelah dikelola secara tidak berkelanjutan. Tantangan semakin meningkat di Era Perubahan Iklim, sehingga dibutuhkan inovasi untuk dapat menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Limbah ternak kambing yang diusahakan oleh masyarakat petani didesa Lape tidak dimanfaatkan dan terbuang percuma. Kandang kambing yang ada tidak memungkinkan untuk pengolahan limbah menjadi pupuk organik. Menggalakkan program agroforestri dengan berbagai jenis pohon pelindung seperti Gliricidia dan pohon buah yang dapat memberi penghasilan tambahan bagi petani. Pengelolaan limbah ternak menjadi pupuk organik cair, melalui perbaikan kandang untuk dapat menampung limbah cair ternak sebagai bahan baku pembuatan pupuk organic adalah solusi ditengah kondisi mahalnya harga pupuk anorganik. Kegiatan pengabdian ini mampu peningkatan produksi kakao, menambah keterampilan petani dalam mengelola limbah ternak kambing menjadi pupuk organik  sehingga menambah nilai tambah bagi petani kakao. Program ini juga melibatkan mahasiswa UNSIMAR dalam pemberdayaan masyarakat memberikan pengalaman belajar mahasiswa di luar kelas
Pemanfaatan Limbah Urine Sapi Sebagai Pupuk Organik Cair Melalui Fermentasi Di Kelurahan Poboya Kota Palu Sulawesi Tengah Sri Sudewi; Ratnawati Ratnawati; Kasman Jaya; Abdul Rahim Saleh
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.8138

Abstract

Kelompok Tani Taruna Mas Kelurahan Poboya Kota Palu merupakan kelompok tani aktif dalam melaksanakan usaha peternakan dan masih menggunakan pupuk serta pestisida kimia dalam proses budidaya pertaniannya. Limbah peternakan yang dihasilkan dari usaha tersebut saat ini belum termanfaatkan secara optimal, padahal berpotensi untuk digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik padat dan cair. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kelurahan Poboya bertujuan untuk memberikan motivasi, solusi dan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta kecakapan kepada kelompok tani dalam pemanfaatan dan pembuatan limbah urin sapi menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan melalui proses fermentasi. Adapun metode yang diterapkan dalam kegiatan PKM ini meliputi a) Pemberian Materi/Penyuluhan; b) Pelatihan dan Pendampingan; c) Tahapan Demonstrasi; d) Indikator Keberhasilan; e) Monitoring dan Evaluasi. Hasil kegiatan yang dilaksanakan berjalan baik sesuai dengan target tujuan yang diharapkan. Terjadi peningkatan pemahaman, pengetahuan serta keterampilan peserta yang signifikan sebesar 98%. Hal ini terlihat dari antusias selama proses kegiatan berlangsung serta setelah kegiatan berakhir melalui monitoring dan evaluasi. Pemanfaatan limbah urin sapi menjadi pupuk organik cair merupakan sebuah alternatif upaya dalam mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan pupuk dan pestisida kimia.
Pembelajaran Anak Sekolah Dasar Berbasis Garden Based Learning (GBL) di SD GKST 1 Poso Abdul Rahim Saleh; Stevina F Badjalabua; Dilsa Kris Harlis
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.5474

Abstract

Berkebun merupakan aktivitas yang dapat menyediakan berbagai bentuk keterlibatan bagi anak usia sekolah dasar, seperti merancang, menanam, dan memelihara taman; memanen, menyiapkan berbagi makanan; bekerja secara kooperatif dalam kelompok; belajar tentang ilmu pengetahuan dan gizi; dan menciptakan seni dan cerita yang terinspirasi oleh taman. Kegiatan pengabdian dikhususkan pada pembelajaran luar kelas menerapkan strategi Garden Based Learning (GBL). Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan. Mitra dari kegiatan ini adalah Sekolah Dasar GKST 1 Poso. Metode pelaksanaan memperkenalkan wadah dari bahan bekas non-organik sebagai wadah tanam dan bahan-bahan dari limbah pertanian sebagai media tanam kepada siswa SD GKST 1 Poso. Selain itu, dalam PKM ini juga di perkenalkan media tanam non-tanah (hydroponik) sebagai wadah tanam. Semua kegiatan bermanfaat sebagai media pembelajaran bagi peserta didik di sekolah dasar khususnya materi Sub-Tema Alam Sekitar. Sebagian besar siswa SD dalam program PKM ini hanya mengetahui media tanah sebagai tempat menanam tanaman dan hanya satu siswa yang mengetahui media air sebagai media tanam sebelum dilakukan kegiatan. Setelah kegiatan selesai, menjadi memahami berbagai cara bercocok tanam.
Integrasi Ternak Kakao Kelompok Tani Saribatukarang Desa Lape dalam Menghadapi Tantangan di Era Perubahan IklimIklim Abdul Rahim Saleh; Galip Lahada; Ratno Ratno
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7002

Abstract

Komoditi Kakao yang merupakan komoditi andalan Kabupaten Poso sebagai sumber penghidupan masyarakat di desa Lape, Kecamatan Poso Pesisir. Produktivitas lahan kakao di desa Lape saat ini jauh dibawah rata-rata produktivitas Nasional, sebagai akibat kesuburan tanah menurun setelah dikelola secara tidak berkelanjutan. Tantangan semakin meningkat di Era Perubahan Iklim, sehingga dibutuhkan inovasi untuk dapat menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Limbah ternak kambing yang diusahakan oleh masyarakat petani didesa Lape tidak dimanfaatkan dan terbuang percuma. Kandang kambing yang ada tidak memungkinkan untuk pengolahan limbah menjadi pupuk organik. Menggalakkan program agroforestri dengan berbagai jenis pohon pelindung seperti Gliricidia dan pohon buah yang dapat memberi penghasilan tambahan bagi petani. Pengelolaan limbah ternak menjadi pupuk organik cair, melalui perbaikan kandang untuk dapat menampung limbah cair ternak sebagai bahan baku pembuatan pupuk organic adalah solusi ditengah kondisi mahalnya harga pupuk anorganik. Kegiatan pengabdian ini mampu peningkatan produksi kakao, menambah keterampilan petani dalam mengelola limbah ternak kambing menjadi pupuk organik  sehingga menambah nilai tambah bagi petani kakao. Program ini juga melibatkan mahasiswa UNSIMAR dalam pemberdayaan masyarakat memberikan pengalaman belajar mahasiswa di luar kelas
Pemanfaatan Limbah Urine Sapi Sebagai Pupuk Organik Cair Melalui Fermentasi Di Kelurahan Poboya Kota Palu Sulawesi Tengah Sri Sudewi; Ratnawati Ratnawati; Kasman Jaya; Abdul Rahim Saleh
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.8138

Abstract

Kelompok Tani Taruna Mas Kelurahan Poboya Kota Palu merupakan kelompok tani aktif dalam melaksanakan usaha peternakan dan masih menggunakan pupuk serta pestisida kimia dalam proses budidaya pertaniannya. Limbah peternakan yang dihasilkan dari usaha tersebut saat ini belum termanfaatkan secara optimal, padahal berpotensi untuk digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik padat dan cair. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kelurahan Poboya bertujuan untuk memberikan motivasi, solusi dan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta kecakapan kepada kelompok tani dalam pemanfaatan dan pembuatan limbah urin sapi menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan melalui proses fermentasi. Adapun metode yang diterapkan dalam kegiatan PKM ini meliputi a) Pemberian Materi/Penyuluhan; b) Pelatihan dan Pendampingan; c) Tahapan Demonstrasi; d) Indikator Keberhasilan; e) Monitoring dan Evaluasi. Hasil kegiatan yang dilaksanakan berjalan baik sesuai dengan target tujuan yang diharapkan. Terjadi peningkatan pemahaman, pengetahuan serta keterampilan peserta yang signifikan sebesar 98%. Hal ini terlihat dari antusias selama proses kegiatan berlangsung serta setelah kegiatan berakhir melalui monitoring dan evaluasi. Pemanfaatan limbah urin sapi menjadi pupuk organik cair merupakan sebuah alternatif upaya dalam mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan pupuk dan pestisida kimia.
PENGARUH COATING BENIH DENGAN PGPR DAN JENIS BAHAN PELAPIS TERHADAP VIABILITAS BENIH PADI Sudewi, Sri; Idris, Idris; Tiara, Tiara; Saleh, Abdul Rahim
Media Pertanian Vol 9, No 2 (2024): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v9i2.12544

Abstract

Keberhasilan pertumbuhan dan hasil panen tanaman salah satu faktornya ditentukan adalah viabilitas benih. Teknologi coating benih atau pelapisan benih merupakan solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan viabilitas benih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aplikasi PGPR pada proses pelapisan benih dan mengidentifikasi jenis bahan pelapis yang efektif terhadap peningkatan viabilitas benih padi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan tiga ulangan sehingga diperoleh 18 unit uji perkecambahan. Perlakuan terdiri dari kombinasi suspensi PGPR konsorsium rizobakteri (genus Bacillus sp, Bacillus amylolquifaciens) dan berbagai macam bahan pelapis (bubuk kelor, bubuk kopi, bubuk kunyit, tapioka, dan brown sugar). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perlakuan coating benih kombinasi PGPR dan bahan pelapis bubuk kelor memberikan kombinasi yang efektif terhadap rata-rata daya kecambah (59,92%), keserempakan tumbuh maksimum (47,67%KN/etmal), jumlah kecambah normal (65,00 biji), benih keras (2,33 biji), dan rata-rata benih mati (3,33 biji) dibandingkan perlakuan lainnya. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan teknologi pelapisan benih yang lebih efisien, hemat biaya dan ramah terhadap lingkungan sehingga pada akhirnya dapat berkontribusi pada peningkatan produktivitas pertanian sebagai upaya menjaga ketahanan pangan. The success of plant growth and yield is determined by seed viability. Seed coating technology is a solution that can be applied to increase seed viability. This study aims to analyze the application of PGPR in the seed coating process and identify the type of coating material that is most effective on rice seed viability. This study used a completely randomized design (CRD) with six treatments and three replications to obtain 18 germination test units. The treatments consisted of a combination of PGPR suspension of rhizobacterial consortium (genus Bacillus sp, Bacillus amylolquifaciens) and various coating materials (Moringa powder, coffee powder, turmeric powder, tapioca, and brown sugar). The results obtained showed that the seed coating treatment of a combination of PGPR and moringa powder coating material provided an effective combination of average germination (59.92%), maximum growth uniformity (47.67%KN/etm), number of normal sprouts (65.00 seeds), hard seeds (2.33 seeds), and average dead seeds (3.33 seeds) compared to other treatments. The results of this study can be the basis for the development of seed coating technology that is more efficient, cost-effective and environmentally friendly so that it can ultimately contribute to increasing agricultural productivity as an effort to maintain food security.
PERAN USAHATANI NILAM DALAM MENDUKUNG PENDAPATAN KELUARGA DI KECAMATAN BATUDAKA KABUPATEN TOJO UNA-UNA ., Indrawan; Managanta, Andri Amaliel; Saleh, Abdul Rahim
Agropet Vol 20, No 2 (2023): Volume 20 No 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.649

Abstract

ABSTRAK : Nilam merupakan komoditas perkebunan yang banyak dibudidayakan oleh para petani, terutama karena harganya yang relatif tinggi, yaitu sekitar Rp. 450.000 per kilogram. Kondisi ini mendorong masyarakat untuk mengembangkan budidaya nilam sebagai salah satu sumber penghasilan rumah tangga. Kontribusi usahatani menjadi indikator penting untuk mengukur sejauh mana usaha tani nilam mampu memberikan pengaruh pada pendapatan keluarga petani. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan usaha tani nilam serta menentukan seberapa besar kontribusi usaha tersebut terhadap pendapatan keluarga petani di Kecamatan Batudaka. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juli hingga September 2022 di Kecamatan Batudaka, Kabupaten Tojo Una-Una, dengan populasi penelitian terdiri dari 80 petani di Desa Molowagu dan Desa Kambutu yang menjalankan usaha tani nilam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tani nilam di wilayah ini layak untuk dikembangkan dan memiliki potensi sebagai sumber penghasilan keluarga. Kontribusi usaha tani nilam terhadap pendapatan bulanan keluarga tercatat sebesar 76% atau Rp. 1.381.168, meskipun angka ini masih di bawah Upah Minimum Kabupaten Tojo Una-Una sebesar Rp. 2.390.739, sementara pendapatan dari kegiatan non-usaha tani menyumbang 24% atau Rp. 436.250. Data ini mengindikasikan bahwa usaha tani nilam memiliki kontribusi signifikan terhadap pendapatan keluarga petani di Kecamatan Batudaka. ABSTRACT: Patchouli is a plantation commodity that is widely cultivated by farmers, especially because the price is relatively high, which is around IDR 450,000 per kilogram. This condition encourages people to develop patchouli cultivation as a source of household income. The contribution of farming is an important indicator to measure the extent to which patchouli farming is able to influence the income of farmer families. This study aims to assess the feasibility of patchouli farming and determine how much the business contributes to the income of farmer families in Batudaka District. This study was conducted from July to September 2022 in Batudaka District, Tojo Una-Una Regency, with a study population consisting of 80 farmers in Molowagu Village and Kambutu Village who run patchouli farming businesses. The results of the study showed that patchouli farming in this area is feasible to be developed and has the potential as a source of family income. The contribution of patchouli farming to monthly family income was recorded at 76% or IDR 1,381,168, although this figure is still below the Tojo Una-Una Regency Minimum Wage of IDR. 2,390,739, while income from non-farming activities contributed 24% or Rp. 436,250. This data indicates that patchouli farming has a significant contribution to the income of farming families in Batudaka District.
RESPON PRODUKSI KOPI ARABICA (Coffea arabica) TERHADAP PENGGUNAAN BERBAGAI BAHAN ORGANIK PADA TANAH INCEPTISOL LEMBAH NAPU ., Ridwan; Saleh, Abdul Rahim; ., Reifan
Agropet Vol 21, No 1 (2024): Volume 21 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.654

Abstract

ABSTRAK : Lahan tempat kopi tumbuh saat ini telah banyak mengalami perubahan dari segi temperatur akibat pemanasan global. Sehingga tanaman kopi harus diusahakan dengan menggeser posisi ketinggian untuk menemukan temperatur yang sesuai. Namun kendalanya lahan subur untuk pengembanagan tanaman semakin berkurang dan hanya menyisahkan lahan luas non-produkktif. Penelitian dilakukan untuk menyelidiki pengaruh pemberian beberapa jenis bahan organik terhadap produksi tanaman kopi pada tanah inceptisol. Penelitian dilaksanakan di lahan Perkebunan Kopi Kecamatan Lore Timur (Lembah Napu) Kabupaten Poso Sulawesi Tengah Mulai bulan Maret – September 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. K0= Kontrol tampa perlakuan pupuk; K1= Pemberian Pupuk organik daun Gamal 5 kg/pohon; K2=Pemberian Pupuk organik Daun Paitan 5 kg/pohon; K3=Pemberian Pupuk Organik Daun Johar 5 kg/pohon; K4    = Pemberian pupuk anorganik Phonska 0,86 kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik daun gamal memberikan berat buah cherry dan berat biji kopi lebih baik dibanding jenis pupuk organik lainnya, dan hampir setara dengan hasil yang dipanen dari tanaman kopi yang diberi pupuk anorganik Phonska. ABSTRACT: The land where coffee is currently grown has undergone many changes in terms of temperature due to global warming. So that coffee plants must be cultivated by shifting the height position to find the right temperature. However, the obstacle is that fertile land for plant development is decreasing and only leaving large areas of non-productive land. The study was conducted to investigate the effect of providing several types of organic materials on coffee plant production on inceptisol soil. The study was conducted in the Coffee Plantation land of East Lore District (Napu Valley), Poso Regency, Central Sulawesi from March to September 2023. The study used a Randomized Block Design consisting of 5 treatments and 4 replications. K0 = Control without fertilizer treatment; K1 = Provision of organic Gamal leaf fertilizer 5 kg / tree; K2 = Provision of organic Paitan Leaf Fertilizer 5 kg / tree; K3 = Provision of Organic Johar Leaf Fertilizer 5 kg / tree; K4 = Provision of inorganic Phonska fertilizer 0.86 kg. The results of the study showed that the provision of organic gamal leaf fertilizer resulted in better cherry fruit weight and coffee bean weight compared to other types of organic fertilizer, and was almost equivalent to the results harvested from coffee plants given Phonska inorganic fertilizer.