Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Kualitas Pudding Berbahan Campuran Kulit Buah Semangka Dana, I Putu Eka Surya; Praminatih, Gusti Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i5.785

Abstract

Kualitas puding kulit semangka menjadi pokok bahasan penelitian ini. Lapisan terluar semangka yang bisa dikupas ialah kulitnya. Bahan kimia yang ditemukan dalam kulit buah dapat digunakan guna menyuburkan tanaman dan memberi makan hewan. Dibandingkan dengan daging buah semangka, tekstur kulit buah semangka lebih kencang namun tidak terlalu encer. Gelatin digunakan guna membuat puding, makanan penutup yang mengandung karbohidrat dan serat alami dari bahan utamanya. Oleh karena itu, pencipta mencoba pengembangan lain dengan memanfaatkan olahan kulit semangka sehingga puding kulit semangka dapat dinikmati dengan berbagai manfaat yang baik guna kesehatan tubuh. Metodologi penelitian ini ialah eksperimen dengan menggunakan kuesioner dan metode pengumpulan data observasi (uji organoleptik). Data kualitatif tentang daya tahan dan daya simpan puding, serta data kuantitatif tentang kualitas rasa, aroma, tekstur, dan warna ialah jenis data yang digunakan dalam pembuatan puding berbahan dasar kulit buah semangka. Analisis data deskriptif berbasis organoleptik digunakan guna menguji biaya yang terkait dengan pembuatan puding dari kulit semangka. Penelitian ini dievaluasi oleh 15 panelis. Dari segi warna, hasil penelitian ini menghasilkan rata-rata respon 4,2 dengan indikator sangat menarik, rata-rata respon 3,7 dengan indikator enak, rata-rata respon 3,5 dengan indikator enak, dan rata-rata respon 4 dengan indikator enak. indikator yang cukup lembut guna tekstur. Temuan studi ini dapat dimasukkan ke dalam rasa baru dan makanan penutup bergizi. The quality of watermelon skin pudding is the subject of this study. The outermost layer of the watermelon that can be peeled is the rind. Chemicals found in fruit peels can be used to fertilize plants and feed animals. In comparison to watermelon flesh, watermelon rind has a firmer texture but is not excessively runny. Gelatin is used to make pudding, a dessert that has carbohydrates and natural fiber from its main ingredient. Consequently, the creators attempted another development by utilizing handled watermelon skin so watermelon skin pudding can be appreciated with different advantages that are great for the wellbeing of the body. This study's methodology is an experiment using questionnaires and observational data collection methods (organoleptic tests). Qualitative data about the pudding's durability and storage, as well as quantitative data about its quality in terms of taste, aroma, texture, and color, are the types of data used in the preparation of the watermelon rind-based pudding. Organoleptic-based descriptive data analysis was used to examine the costs associated with making pudding from watermelon peels. This study was evaluated by 15 panelists. In terms of color, the results of this study produced an average response of 4.2 with a very attractive indicator, an average response of 3.7 with a delicious indicator, an average response of 3.5 with a delicious indicator, and an average response of 4 with a fairly soft indicator for texture. This study's findings can be incorporated into new flavors and nutritious desserts.
Analisis Potensi Pariwisata Minat Khusus di Desa Tibubeneng Harmi, Christian; Wirawan, Putu Eka; Praminatih, Gusti Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i7.825

Abstract

Desa Tibubeneng, yang terletak di Kabupaten Badung, Bali, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi pariwisata minat khusus. Desa ini terkenal dengan keindahan alamnya, budaya yang kaya, dan kuliner lokal yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pariwisata minat khusus di Desa Tibubeneng. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan untuk diversifikasi produk pariwisata Bali agar tidak hanya terfokus pada pariwisata massal, tetapi juga pada pariwisata minat khusus yang lebih memberikan manfaat langsung bagi pariwisata di Bali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi survei lapangan, wawancara dengan penduduk lokal dan pelaku pariwisata, serta analisis data sekunder. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis untuk pengembangan pariwisata minat khusus di Desa Tibubeneng yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi. Tibubeneng Village, located in Badung Regency, Bali, has great potential to be developed as a special interest tourism destination. This village is famous for its natural beauty, rich culture and unique local cuisine. This research aims to analyze the potential for special interest tourism in Tibubeneng Village. The background to this research is based on the need to diversify Bali's tourism products so that they are not only focused on mass tourism, but also on special interest tourism which provides more direct benefits for tourism in Bali. The methods used in this research include field surveys, interviews with local residents and tourism actors, as well as secondary data analysis. It is hoped that the research results can provide strategic recommendations for the development of special interest tourism in Tibubeneng Village that is sustainable and highly competitive.
Mitos Patung Bayi Sakah dalam Pengembangan Eksistensi Wisata Budaya Nareswari, Ni Putu Dharmadita; Semadi, Gusti Ngurah Yoga; Praminatih, Gusti Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i7.839

Abstract

Patung Bayi Sakah merupakan patung yang berada di Jalan Raya Sakah, Desa Batuan Kaler, Kabupaten Gianyar. Patung ini memiliki daya tarik wisata berupa mitos. Daya tarik pariwisata berupa mitos ini belum dikembangkan oleh masyarakat Desa Batuan Kaler, sehingga penelitian ini dikaji oleh penulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan dan eksistensi mitos Patung Bayi Sakah dalam masyarakat untuk mendatangkan wisatawan di Desa Batuan Kaler. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan menganalisis data secara lebih dalam dan disajikan dengan narasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini, yaitu, perkembangan mitos Patung Bayi Sakah memiliki banyak versi sehingga dengan banyaknya versi itu tetap mendatangkan wisatawan, dan eksistensi mitos Patung Bayi Sakah ditandai dengan wisatawan yang datang untuk memohon anugerah kerena mitos yang berkembang. Patung ini dinilai sebagai kelahiran (siklus hidup) dan kesuburan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah eksistensi mitos Patung Bayi Sakah dapat melingkupi aspek 3P (Triple Bottom Line), yaitu aspek ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan yang dapat memperkuat eksistensi mitos Patung Bayi Sakah di Desa Batuan Kaler. The Sakah Baby Statue is a statue on Jalan Raya Sakah, Batuan Kaler Village, Gianyar Regency. This statue has a tourist attraction in the form of a myth. This tourist attraction in the form of a myth has not been developed by the people of Batuan Kaler Village, so this research was studied by the author. This research aims to identify the development and existence of the myth of the Sakah Baby Statue in society to attract tourists to Batuan Kaler Village. The method used in this research was a descriptive qualitative method by analyzing the data in more depth and presenting it with narrative. Data was collected through observation, interviews, documentation, and literature study. The results of this research, namely, the development of the myth of the Sakah Baby Statue has many versions so that with many versions it still attracts tourists, and the existence of the Sakah Baby Statue myth is marked by tourists who come to ask for a gift because of the developing myth. This statue is valued as birth (life cycle) and fertility. The conclusion of this research is that the existence of the Sakah Baby Statue myth can encompass the 3P (Triple Bottom Line) aspects, namely economic, socio-cultural and environmental aspects which can strengthen the existence of the Sakah Baby Statue myth in Batuan Kaler Village.
Destinasi Wisata Pesisir: Strategi Pengembangan Desa Cemagi Hermawan, I Gede Rama Kananda; Praminatih, Gusti Ayu; Trimandala, Nyoman Agus
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i8.856

Abstract

Pengembangan pariwisata merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas dari daya tarik yang ada di sebuah wilayah. Desa Cemagi menjadi salah satu desa yang memiliki potensi, terutama pada wilayah pesisirnya. Wilayah pesisir merupakan wilayah yang tidak terpengaruhi pasang surut air laut. Penelitian ini memiliki tujuan untuk megetahui bagaimana potensi yang dimiliki wilayah pesisir Desa Cemagi serta bagaimana pengembangannya dalam pariwisata. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan meggunakan teori 6A, yakni Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, Ancillary, Aktivitas, dan Kesediaan paket wisata, serta menggunakan teori pengembangan dengan analisis SWOT, yaitu melihat Kekuatan, Kelemahan, Peluang, serta Ancaman yang dimiliki Desa Cemagi. Dengan teori yang digunakan akan mampu menyelesaikan permasalah mengenai kurang meratanya pemasaran daya tarik wisata pesisir Desa Cemagi. Penelitian ini memiliki hasil, yaitu Desa Cemagi sudah memenuhi teori 6A sebagai ketentuan desa wisata, namun masih ada salah satu atraksi yang belum bisa dijalankan secara berkala dengan strategi pengembangan, yaitu melakukan promosi yang maksimal dan merata untuk setiap daya tariknya serta bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Badung untuk melengkapi fasilitas sesui dengan visi misi Kabupaten Badung. Tourism development is an effort to improve the quality of existing attractions in an area. Cemagi Village is one of the villages that has potential, especially in the coastal area. Coastal areas are areas that are not affected by tides. This research aims to find out what potential the coastal area of Cemagi Village has and how it can be developed in tourism. This researched used qualitative descriptive analysis used the 6A theory, namely Attractions, Accessibility, Amenities, Accessories, Activities and Availability of Toured Packages, and uses development theory with SWOT analysis, namely Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats of Desa Cemagi. With the theory used, we will be able to solve the problem of unequal marketing of the coastal tourist attraction of Cemagi Village. This research has the result that Cemagi village has fulfilled the 6A theory as a tourist village requirement, however, there is still one attraction that cannot be run regularly with a development strategy, namely, carrying out maximum and even promotion for each attraction and collaborating with the district government. Badung to complete facilities in accordance with the mission and mission of Badung Regency.
Persepsi Wisatawan terhadap Problematika Kemacetan di Kawasan Wisata Canggu terhadap Niat Berkunjung Kembali Arimau, Meilani; Susanti, Putu Herny; Praminatih, Gusti Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i8.859

Abstract

Kawasan wisata Canggu, khususnya Jalan Raya Canggu, Tibubeneng, telah menjadi tujuan populer bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Popularitas Canggu menimbulkan permasalahan pada kemacetan yang dapat memberikan kesan atau persepsi bagi wisatawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi wisatawan domestik dan mancanegara terhadap kondisi kemacetan lalu lintas di kawasan wisata Canggu. Pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, wawancara, mendalam, dan dokumentasi terhadap wisatawan yan menjadi responden dan pihak terkait (stakeholder) yang menjadi informan. Teknik analisis data menggunakan teori dari persepsi, wisatawan, kemacetan, dan kawasan wisata. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Untuk mengetahui pola dan tema utama dalam kesan pengunjung, data diperiksa dengan metode reduksi data, penyajian data, dan penyusunan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemacetan di Jalan Raya Canggu, Tibubeneng, secara signifikan mempengaruhi pengalaman wisatawan terhadap niat berkunjung kembali. Wisatawan menyatakan bahwa kemacetan tersebut dapat mengurangi waktu yang dapat mereka habiskan untuk menikmati atraksi wisata, memicu ketidaknyamanan, dan bahkan dapat mempengaruhi persepsi positif mereka terhadap destinasi tersebut secara keseluruhan. Selain itu, wisatawan domestik dan mancanegara juga menyoroti kebutuhan akan solusi yang efektif untuk mengatasi masalah kemacetan, seperti peningkatan infrastruktur jalan dan transportasi publik yang lebih baik. Kesimpulannya, penelitian ini menggaris bawahi pentingnya memperhatikan persepsi wisatawan terhadap problematika kemacetan di kawasan wisata Canggu. Dengan memahami pandangan dan kebutuhan wisatawan, pemangku kepentingan dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan persepsi wisata dan menjaga keberlanjutan pariwisata di kawasan tersebut. The Canggu tourist area, especially Jalan Raya Canggu, Tibubeneng, has become a popular destination for local and foreign tourists. However, this popularity has also led to increased congestion problems which can impact the tourist experience. The aim of this research is to find out the views of respondents, both domestic and foreign tourists, regarding the problem of traffic jams in the tourist area. By using in-depth interview procedures, questionnaires, observation and documentation of respondents, namely visitors to Canggu, the research methodology uses a qualitative descriptive approach. To find out the main patterns and themes in visitors' impressions, the data was examined using data reduction methods, data presentation, and drawing up conclusions. The research results show that traffic jams on Jalan Raya Canggu, Tibubeneng, significantly influence tourists' experiences regarding their intention to visit again. Tourists state that such congestion can reduce the time they can spend enjoying tourist attractions, trigger discomfort, and can even affect their positive perception of the destination as a whole. In addition, domestic and foreign tourists also highlighted the need for effective solutions to overcome congestion problems, such as improving road infrastructure and better public transportation. In conclusion, this research underlines the importance of paying attention to tourists' perceptions of the problem of traffic jams in the Canggu tourist area. By understanding the views and needs of tourists, stakeholders can take appropriate steps to improve the tourism experience and maintain the sustainability of tourism in the region.
Pengaruh Review Tripadvisor terhadap Keputusan Pembelian di Pao Restaurant Miami Kirtana, Ida Bagus Gde Adi; Febianti; Praminatih, Gusti Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis November 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i11.901

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk menguji apakah ada hubungan yang signifikan antara review online pada aplikasi Tripavidsor dengan keputusan pembelian di Pao Restoran Miami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metodologi penelitian deskriptif. Observasi dan kuesioner digunakan sebagai metode pengumpulan data, dan koefisien determinasi, analisis regresi linier sederhana, uji reliabilitas, uji validitas, dan uji normalitas data digunakan sebagai metode pengolahan data. Populasi penelitian ini adalah seluruh pengunjung yang datang selama periode penelitian. Strategi pengumpulan sample yang digunakan yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel yang didapatkan yaitu 100 orang sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara review online tripavidsor dengan keputusan pembelian di Pao Restoran dengan sig = 0,000 < 0,05, dan bahwa hingga 52,3% keputusan pembelian dipengaruhi oleh review online tripavidsor. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan keputusan pembelian yaitu meningkatkan kualitas produk, memberikan promo, melakukan evaluasi terhadap kritik yang diberikan oleh tamu diaplikasi tripavidsor. This study aims to test whether there is a significant relationship between online reviews on the Tripavidsor application and purchasing decisions at Pao Restaurant Miami. This research uses a quantitative approach with a descriptive research methodology. Observation and questionnaires were used as data collection methods, and the coefficient of determination, simple linear regression analysis, reliability test, validity test, and data normality test were used as data processing methods. The population of this study were all visitors who came during the study period. The sample collection strategy used was purposive sampling with a total sample of 100 people. The results showed that there was a significant positive relationship between online tripavidsor reviews and purchasing decisions at Pao Restaurant with sig = 0.000 <0.05, and that up to 52.3% of purchasing decisions were influenced by tripavidsor online reviews. Efforts were made to improve purchasing decisions, namely improving product quality, providing promos, evaluating criticisms given by guests using the tripavidsor application.
Analisis Keluhan dan Cara Penanganan Keluhan di Hotel Bintang 5 Angela, Veren Caroline; Sanjaya, I Wayan Kiki; Praminatih, Gusti Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v4i3.943

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan keluhan berdasarkan karakteristiknya dan mengkaji bagaimana penanganan keluhan oleh pihak hotel di hotel Westin Nusa Dua Bali untuk mengetahui penyebab terjadinya keluhan dan solusi penanganan keluhan tersebut agar dapat mengurangi keluhan. Studi ini juga menganalisis keluhan dan cara menangani keluhan. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Informasi dikumpulkan melalui observasi pada situs web TripAdvisor dan berbicara dengan manajer Front Office. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa ada lima kategori keluhan yaitu, mechanical, attitudinal, service-related, unusual dan emotional complaint. Temuan penelitian ini menganalisis bagaimana penanganan pengaduan yang dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu online dan secara langsung. Untuk keluhan online, respon cepat dan kompensasi alternatif dapat membantu tamu yang sudah check out meredakan emosinya, sedangkan untuk tamu yang masih di hotel dapat dilakukan pendekatan langsung dan dapat diberikan kompensasi yang sesuai. Dengan menawarkan renewing element dan melakukan service recovery sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan, pengaduan dapat segera ditangani. Menurut temuan penelitian, penerapan SOP hotel Westin Nusa Dua Bali di bawah standar, dan sejumlah fasilitasnya tidak beroperasi dengan baik, yang menjadi alasan utama keluhan terkait masalah mekanis dan terkait layanan. Studi ini juga menemukan keluhan emosional tertentu yang disampaikan oleh klien FIT yang menerima pelayanan di bawah standar karena anggota staf dianggap lebih peduli terhadap pengunjung grup. Kompensasi yang ditawarkan sejauh ini cukup memadai, namun pihak hotel harus mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk menanggapi keluhan dan menawarkan pelatihan yang lebih menyeluruh kepada anggota staf untuk membantu mereka menjalankan SOP dengan lebih efektif. This study aims to classify complaints based on their characteristics and examine how complaints are handled by the hotel at the Westin Nusa Dua Bali hotel in order to identify the causes of complaints and solutions for handling these complaints in order to reduce complaints. The study also analyses complaints and how to handle complaints. Complaints at the Westin Nusa Dua Bali hotel have lasted for a while. Using a descriptive qualitative methodology, this study. The information was gathered through looking over the TripAdvisor website and speaking with the front office manager. The findings of this study demonstrate that there are five different categories of complaints, including mechanical, service-related, attitude-related, atypical, and emotional complaints. The findings of this study analyse how to handle complaints that can be divided into two categories, namely online and in person. For online complaints, a quick response and alternative compensation can help guests who have already checked out by relieving their emotions, whereas for guests who are still at the hotel, a direct approach can be made and appropriate compensation can be given. By offering renewable resources and carrying out service recovery in line with established SOPs, complaints are dealt with immediately. According to the study's findings, the Westin Nusa Dua Bali hotel's SOP implementation was subpar, and a number of its facilities weren't fully operational, which was the main reason for complaints about both mechanical and service-related issues. The study also discovered a particular emotional complaint brought up by FIT clients receiving subpar service cycles since staff members were thought to care more towards group visitors. The compensation offered thus far has been pretty adequate, however the hotel should speed up the time it takes to respond to complaints and offer more thorough training to staff members to help them carry out SOPs more effectively.
Adjectival Collocations of The Word Bali in The Western Movies: Evidence from Three Corpora Gusti Ayu Praminatih; Dika Pranadwipa Koeswiryono
Aksara Vol 35, No 2 (2023): Aksara, Edisi Desember 2023
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v35i2.4137.307--318

Abstract

Adjectival collocation could depict the representation of things, such as place and individuals, i.e., a particular group, ethnicity, or community. While extensive studies on adjectival collocation and representation have been conducted in the Western context, only a few studies exist to explore a specific place in Southeast Asia. Consequently, this study aims to explore the adjectival collocation and representation of the word Bali from the Western perspective through its movies. To achieve the study’s objectives, a corpus linguistics approach was applied by utilizing three English corpora: The TV Corpus (TV), The Movie Corpus (Movies), and the Corpus of American Soap Opera (Soap), where the highest adjectival collocations from each corpus were collected to scrutinize context and representation. The findings of this study revealed that the adjectival collocations of the three corpora demonstrated five critical representations of the word Bali in Western movies: tourism, religion, history, terrorism, and crime. Further, the adjectival collocation of the word Bali represented the island as an exotic tourist destination with unique local beliefs and a long history. The word Bali was also represented to experience terrorist attacks and drug smuggling cases that made headlines nationally and internationally. The representations of the word Bali in Western movies adhered to events that significantly affected the island.  AbstrakKolokasi adjektiva dapat menggambarkan representasi suatu hal, seperti tempat dan orang, yang terdiri atas kelompok, etnis, atau komunitas tertentu. Meskipun studi ekstensif mengenai kolokasi adjektiva dan representasi telah dilakukan dalam konteks Barat, hanya sedikit studi yang mengeksplorasi suatu tempat tertentu di Asia Tenggara. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kolokasi adjektiva dan representasi kata Bali dari sudut pandang Barat melalui film. Untuk mencapai tujuan penelitian, pendekatan linguistik korpus diterapkan dengan menggunakan tiga korpora bahasa Inggris: TV Corpus (TV), The Movie Corpus (Movies), dan Corpus of American Soap Opera (Soap). Kolokasi adjektiva tertinggi dari tiap-tiap korpus dikumpulkan untuk meneliti konteks dan representasi. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa kolokasi adjektiva dari ketiga korpora tersebut menunjukkan lima representasi kritis dari kata Bali dalam film Barat: pariwisata, agama, sejarah, terorisme, dan kriminalitas. Kolokasi adjektiva dari kata Bali merepresentasikan pulau ini sebagai tujuan wisata eksotis dengan kepercayaan lokal yang unik dan sejarah yang panjang. Selanjutnya, kata Bali juga direpresentasikan mengalami serangan teroris dan kasus penyelundupan narkoba yang menjadi berita utama secara nasional dan internasional. Representasi kata Bali dalam film Barat sejalan dengan peristiwa yang secara signifikan mempengaruhi pulau ini.