Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Kualitas Pudding Berbahan Campuran Kulit Buah Semangka Dana, I Putu Eka Surya; Praminatih, Gusti Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i5.785

Abstract

Kualitas puding kulit semangka menjadi pokok bahasan penelitian ini. Lapisan terluar semangka yang bisa dikupas ialah kulitnya. Bahan kimia yang ditemukan dalam kulit buah dapat digunakan guna menyuburkan tanaman dan memberi makan hewan. Dibandingkan dengan daging buah semangka, tekstur kulit buah semangka lebih kencang namun tidak terlalu encer. Gelatin digunakan guna membuat puding, makanan penutup yang mengandung karbohidrat dan serat alami dari bahan utamanya. Oleh karena itu, pencipta mencoba pengembangan lain dengan memanfaatkan olahan kulit semangka sehingga puding kulit semangka dapat dinikmati dengan berbagai manfaat yang baik guna kesehatan tubuh. Metodologi penelitian ini ialah eksperimen dengan menggunakan kuesioner dan metode pengumpulan data observasi (uji organoleptik). Data kualitatif tentang daya tahan dan daya simpan puding, serta data kuantitatif tentang kualitas rasa, aroma, tekstur, dan warna ialah jenis data yang digunakan dalam pembuatan puding berbahan dasar kulit buah semangka. Analisis data deskriptif berbasis organoleptik digunakan guna menguji biaya yang terkait dengan pembuatan puding dari kulit semangka. Penelitian ini dievaluasi oleh 15 panelis. Dari segi warna, hasil penelitian ini menghasilkan rata-rata respon 4,2 dengan indikator sangat menarik, rata-rata respon 3,7 dengan indikator enak, rata-rata respon 3,5 dengan indikator enak, dan rata-rata respon 4 dengan indikator enak. indikator yang cukup lembut guna tekstur. Temuan studi ini dapat dimasukkan ke dalam rasa baru dan makanan penutup bergizi. The quality of watermelon skin pudding is the subject of this study. The outermost layer of the watermelon that can be peeled is the rind. Chemicals found in fruit peels can be used to fertilize plants and feed animals. In comparison to watermelon flesh, watermelon rind has a firmer texture but is not excessively runny. Gelatin is used to make pudding, a dessert that has carbohydrates and natural fiber from its main ingredient. Consequently, the creators attempted another development by utilizing handled watermelon skin so watermelon skin pudding can be appreciated with different advantages that are great for the wellbeing of the body. This study's methodology is an experiment using questionnaires and observational data collection methods (organoleptic tests). Qualitative data about the pudding's durability and storage, as well as quantitative data about its quality in terms of taste, aroma, texture, and color, are the types of data used in the preparation of the watermelon rind-based pudding. Organoleptic-based descriptive data analysis was used to examine the costs associated with making pudding from watermelon peels. This study was evaluated by 15 panelists. In terms of color, the results of this study produced an average response of 4.2 with a very attractive indicator, an average response of 3.7 with a delicious indicator, an average response of 3.5 with a delicious indicator, and an average response of 4 with a fairly soft indicator for texture. This study's findings can be incorporated into new flavors and nutritious desserts.
Analisis Potensi Pariwisata Minat Khusus di Desa Tibubeneng Harmi, Christian; Wirawan, Putu Eka; Praminatih, Gusti Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i7.825

Abstract

Desa Tibubeneng, yang terletak di Kabupaten Badung, Bali, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi pariwisata minat khusus. Desa ini terkenal dengan keindahan alamnya, budaya yang kaya, dan kuliner lokal yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pariwisata minat khusus di Desa Tibubeneng. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan untuk diversifikasi produk pariwisata Bali agar tidak hanya terfokus pada pariwisata massal, tetapi juga pada pariwisata minat khusus yang lebih memberikan manfaat langsung bagi pariwisata di Bali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi survei lapangan, wawancara dengan penduduk lokal dan pelaku pariwisata, serta analisis data sekunder. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis untuk pengembangan pariwisata minat khusus di Desa Tibubeneng yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi. Tibubeneng Village, located in Badung Regency, Bali, has great potential to be developed as a special interest tourism destination. This village is famous for its natural beauty, rich culture and unique local cuisine. This research aims to analyze the potential for special interest tourism in Tibubeneng Village. The background to this research is based on the need to diversify Bali's tourism products so that they are not only focused on mass tourism, but also on special interest tourism which provides more direct benefits for tourism in Bali. The methods used in this research include field surveys, interviews with local residents and tourism actors, as well as secondary data analysis. It is hoped that the research results can provide strategic recommendations for the development of special interest tourism in Tibubeneng Village that is sustainable and highly competitive.
Mitos Patung Bayi Sakah dalam Pengembangan Eksistensi Wisata Budaya Nareswari, Ni Putu Dharmadita; Semadi, Gusti Ngurah Yoga; Praminatih, Gusti Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i7.839

Abstract

Patung Bayi Sakah merupakan patung yang berada di Jalan Raya Sakah, Desa Batuan Kaler, Kabupaten Gianyar. Patung ini memiliki daya tarik wisata berupa mitos. Daya tarik pariwisata berupa mitos ini belum dikembangkan oleh masyarakat Desa Batuan Kaler, sehingga penelitian ini dikaji oleh penulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan dan eksistensi mitos Patung Bayi Sakah dalam masyarakat untuk mendatangkan wisatawan di Desa Batuan Kaler. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan menganalisis data secara lebih dalam dan disajikan dengan narasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini, yaitu, perkembangan mitos Patung Bayi Sakah memiliki banyak versi sehingga dengan banyaknya versi itu tetap mendatangkan wisatawan, dan eksistensi mitos Patung Bayi Sakah ditandai dengan wisatawan yang datang untuk memohon anugerah kerena mitos yang berkembang. Patung ini dinilai sebagai kelahiran (siklus hidup) dan kesuburan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah eksistensi mitos Patung Bayi Sakah dapat melingkupi aspek 3P (Triple Bottom Line), yaitu aspek ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan yang dapat memperkuat eksistensi mitos Patung Bayi Sakah di Desa Batuan Kaler. The Sakah Baby Statue is a statue on Jalan Raya Sakah, Batuan Kaler Village, Gianyar Regency. This statue has a tourist attraction in the form of a myth. This tourist attraction in the form of a myth has not been developed by the people of Batuan Kaler Village, so this research was studied by the author. This research aims to identify the development and existence of the myth of the Sakah Baby Statue in society to attract tourists to Batuan Kaler Village. The method used in this research was a descriptive qualitative method by analyzing the data in more depth and presenting it with narrative. Data was collected through observation, interviews, documentation, and literature study. The results of this research, namely, the development of the myth of the Sakah Baby Statue has many versions so that with many versions it still attracts tourists, and the existence of the Sakah Baby Statue myth is marked by tourists who come to ask for a gift because of the developing myth. This statue is valued as birth (life cycle) and fertility. The conclusion of this research is that the existence of the Sakah Baby Statue myth can encompass the 3P (Triple Bottom Line) aspects, namely economic, socio-cultural and environmental aspects which can strengthen the existence of the Sakah Baby Statue myth in Batuan Kaler Village.
Destinasi Wisata Pesisir: Strategi Pengembangan Desa Cemagi Hermawan, I Gede Rama Kananda; Praminatih, Gusti Ayu; Trimandala, Nyoman Agus
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i8.856

Abstract

Pengembangan pariwisata merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas dari daya tarik yang ada di sebuah wilayah. Desa Cemagi menjadi salah satu desa yang memiliki potensi, terutama pada wilayah pesisirnya. Wilayah pesisir merupakan wilayah yang tidak terpengaruhi pasang surut air laut. Penelitian ini memiliki tujuan untuk megetahui bagaimana potensi yang dimiliki wilayah pesisir Desa Cemagi serta bagaimana pengembangannya dalam pariwisata. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan meggunakan teori 6A, yakni Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, Ancillary, Aktivitas, dan Kesediaan paket wisata, serta menggunakan teori pengembangan dengan analisis SWOT, yaitu melihat Kekuatan, Kelemahan, Peluang, serta Ancaman yang dimiliki Desa Cemagi. Dengan teori yang digunakan akan mampu menyelesaikan permasalah mengenai kurang meratanya pemasaran daya tarik wisata pesisir Desa Cemagi. Penelitian ini memiliki hasil, yaitu Desa Cemagi sudah memenuhi teori 6A sebagai ketentuan desa wisata, namun masih ada salah satu atraksi yang belum bisa dijalankan secara berkala dengan strategi pengembangan, yaitu melakukan promosi yang maksimal dan merata untuk setiap daya tariknya serta bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Badung untuk melengkapi fasilitas sesui dengan visi misi Kabupaten Badung. Tourism development is an effort to improve the quality of existing attractions in an area. Cemagi Village is one of the villages that has potential, especially in the coastal area. Coastal areas are areas that are not affected by tides. This research aims to find out what potential the coastal area of Cemagi Village has and how it can be developed in tourism. This researched used qualitative descriptive analysis used the 6A theory, namely Attractions, Accessibility, Amenities, Accessories, Activities and Availability of Toured Packages, and uses development theory with SWOT analysis, namely Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats of Desa Cemagi. With the theory used, we will be able to solve the problem of unequal marketing of the coastal tourist attraction of Cemagi Village. This research has the result that Cemagi village has fulfilled the 6A theory as a tourist village requirement, however, there is still one attraction that cannot be run regularly with a development strategy, namely, carrying out maximum and even promotion for each attraction and collaborating with the district government. Badung to complete facilities in accordance with the mission and mission of Badung Regency.
Persepsi Wisatawan terhadap Problematika Kemacetan di Kawasan Wisata Canggu terhadap Niat Berkunjung Kembali Arimau, Meilani; Susanti, Putu Herny; Praminatih, Gusti Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i8.859

Abstract

Kawasan wisata Canggu, khususnya Jalan Raya Canggu, Tibubeneng, telah menjadi tujuan populer bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Popularitas Canggu menimbulkan permasalahan pada kemacetan yang dapat memberikan kesan atau persepsi bagi wisatawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi wisatawan domestik dan mancanegara terhadap kondisi kemacetan lalu lintas di kawasan wisata Canggu. Pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, wawancara, mendalam, dan dokumentasi terhadap wisatawan yan menjadi responden dan pihak terkait (stakeholder) yang menjadi informan. Teknik analisis data menggunakan teori dari persepsi, wisatawan, kemacetan, dan kawasan wisata. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Untuk mengetahui pola dan tema utama dalam kesan pengunjung, data diperiksa dengan metode reduksi data, penyajian data, dan penyusunan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemacetan di Jalan Raya Canggu, Tibubeneng, secara signifikan mempengaruhi pengalaman wisatawan terhadap niat berkunjung kembali. Wisatawan menyatakan bahwa kemacetan tersebut dapat mengurangi waktu yang dapat mereka habiskan untuk menikmati atraksi wisata, memicu ketidaknyamanan, dan bahkan dapat mempengaruhi persepsi positif mereka terhadap destinasi tersebut secara keseluruhan. Selain itu, wisatawan domestik dan mancanegara juga menyoroti kebutuhan akan solusi yang efektif untuk mengatasi masalah kemacetan, seperti peningkatan infrastruktur jalan dan transportasi publik yang lebih baik. Kesimpulannya, penelitian ini menggaris bawahi pentingnya memperhatikan persepsi wisatawan terhadap problematika kemacetan di kawasan wisata Canggu. Dengan memahami pandangan dan kebutuhan wisatawan, pemangku kepentingan dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan persepsi wisata dan menjaga keberlanjutan pariwisata di kawasan tersebut. The Canggu tourist area, especially Jalan Raya Canggu, Tibubeneng, has become a popular destination for local and foreign tourists. However, this popularity has also led to increased congestion problems which can impact the tourist experience. The aim of this research is to find out the views of respondents, both domestic and foreign tourists, regarding the problem of traffic jams in the tourist area. By using in-depth interview procedures, questionnaires, observation and documentation of respondents, namely visitors to Canggu, the research methodology uses a qualitative descriptive approach. To find out the main patterns and themes in visitors' impressions, the data was examined using data reduction methods, data presentation, and drawing up conclusions. The research results show that traffic jams on Jalan Raya Canggu, Tibubeneng, significantly influence tourists' experiences regarding their intention to visit again. Tourists state that such congestion can reduce the time they can spend enjoying tourist attractions, trigger discomfort, and can even affect their positive perception of the destination as a whole. In addition, domestic and foreign tourists also highlighted the need for effective solutions to overcome congestion problems, such as improving road infrastructure and better public transportation. In conclusion, this research underlines the importance of paying attention to tourists' perceptions of the problem of traffic jams in the Canggu tourist area. By understanding the views and needs of tourists, stakeholders can take appropriate steps to improve the tourism experience and maintain the sustainability of tourism in the region.
Analisis Strategi Pemasaran Pada Era New Normal di Mano Beach House Restaurant Seminyak Widiantari, Ni Kadek; Amir, Firlie Lanovia; Praminatih, Gusti Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i2.336

Abstract

Penelitian ini membahas strategi pemasaran di Mano Beach House Restaurant dengan tujuan untuk menganalis faktor-faktor internal dan eksternal, untuk mengetahui posisi strategi pemasaran yang telah dilakukan, serta untuk mengetahui strategi pemasaran alternatif yang dapat diterapkan di Mano Beach House Restaurant. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan melakukan wawancara, observasi, dokumentasi, dan juga penyebaran kuesioner kepada 4 responden. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif, IFAS-EFAS dan analisis SWOT. Hasil penelitian dengan analisis SWOT didapat titik koordinat sumbu X (internal) = 2,65 dan sumbu Y (eksternal) = 1,32 sehingga posisi Mano Beach House berada pada kuadran I, yakni mendukung strategi agresif (growth oriented strategy). Strategi alternatif yang dapat diterapkan oleh Mano Beach House Restaurant adalah dengan memanfaatkan teknologi digital seperti media sosial yang dimiliki dalam meningkatkan kegiatan promosi produk-produk yang dimiliki Mano Beach House Restaurant dengan membuat konten yang menarik dan mengarah kepada positioning perusahaan, serta menjaga dan meningkatkan kerja sama dengan mitra kerja baik travel agent maupun ojek online dalam mempromosikan produk. Ojek online sangat mendukung pendistribusian produk secara online di era New Normal saat ini. This study discusses the marketing strategy at Mano Beach House Restaurant with the aim of analyzing internal and external factors, to determine the position of the marketing strategy that has been carried out, and to find out alternative marketing strategies that can be applied at Mano Beach House Restaurant. Data collection techniques in this study were by conducting interviews, observation, documentation, and also distributing questionnaires to 4 respondents. Data analysis techniques used are descriptive qualitative, IFAS-EFAS and SWOT analysis. The results of the research using SWOT analysis obtained the coordinates of the X axis (internal) = 2.65 and the Y axis (external) = 1.32 so that the position of Mano Beach House is in quadrant I, which supports an aggressive strategy (growth oriented strategy). An alternative strategy that can be applied by Mano Beach House Restaurant is to utilize digital technology such as social media that is owned in increasing promotional activities for the products owned by Mano Beach House Restaurant by creating interesting content that leads to the company's positioning, as well as maintaining and enhancing cooperation. with business partners both travel agents and online motorcycle taxis in promoting products. Online motorcycle taxis strongly support the distribution of products online in the current New Normal era.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Pramusaji Terhadap Loyalitas Pelanggan di Restoran Hotel Daun Bali Pratama, I Wayan Yoga; Sudiarta, I Nyoman; Praminatih, Gusti Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i3.352

Abstract

Pariwisata erat hubungannya dengan pelayanan. Termasuk pada pelayanan makanan dan minuman yang ada dalam akomodasi itu sendiri, dimana pada sebuah restoran kualitas pelayanan pramusaji sangat penting agar dapat melayani tamu dan membuat tamu merasa nyaman serta merasa puas atas pelayanan yang diberikan. Pada sebuah restoran kualitas pelayanan pramusaji sangat penting agar dapat melayani tamu dan membuat tamu merasa nyaman serta merasa puas atas pelayanan yang diberikan. Pelayanan yang baik akan memberikan beragam keuntungan pada usaha mengingat kepuasaan tamu telah mampu dicapai secara menyeluruh. Berdasarkan hal tersebut kemudian dibuatlah penelitian ini, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kualitas pelayanan pramusaji terhadap loyalitas pelanggan di Restoran Daun Bali Hotel. Penelitian ini berbentuk korelasional yang menggunakan variabel bebas kualitas pelayanan yang terbentuk dari indikator sebuah pelayanan seperti tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empaty sebagai sebuah variabel bebas dan loyalitas pelanggan sebagai variabel terikat. Pengumpulan data menggunakan kuesioner skala likert. dengan teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier sedarhana, dan teknik pengumpulan data sekunder dalam penelitian ini kemudian menggunakan kepustakaan dan dokumentasi sebagai sumber data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persamaan regresi linier sederhana yang diperoleh dari Y = Loyality = 0,471 dengan sig. = 0,001 < 0,05 (sangat nyata). Analisis Determinasi dari pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan adalah sebesar 22,2 persen dan sisanya dipengaruhi oleh variabel yang lain, persamaan regresi linier tersebut untuk mengukur pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan. Dari hasil tersebut kemudian dapat diambil kesimpulan bahwa variabel X (kualitas pelayanan) sangat berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Y (loyalitas pelanggan). Tourism is closely related to service. Including the food and beverage service that is in the accommodation itself, where in a restaurant the quality of waiter service is very important in order to be able to serve guests and make guests feel comfortable and satisfied with the services provided. In a restaurant, the quality of waiter service is very important in order to serve guests and make guests feel comfortable and satisfied with the services provided. Good service will provide various benefits to the business considering that guest satisfaction has been able to be achieved as a whole. Based on this, this research was then made, this study aims to determine how the influence of the service quality of waiters on customer loyalty at the Daun Bali Hotel Restaurant. This research is in the form of correlation that uses the independent variable of service quality which is formed from indicators of a service such as tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy as an independent variable and customer loyalty as the dependent variable. Collecting data using a Likert scale questionnaire. with data analysis techniques using simple linear regression analysis, and secondary data collection techniques in this study then use literature and documentation as data sources. The results of this study indicate that the simple linear regression equation obtained from Y = Loyalty = 0.471 with sig. = 0.001 &; 0.05 (very real). Determination analysis of the effect of service quality on customer loyalty is 22.2 percent and the rest is influenced by other variables, the linear regression equation is to measure the effect of service quality on customer loyalty. From these results, it can be concluded that the variable X (quality of service) has a significant effect on the variable Y (customer loyalty).
Penggunaan Tepung Kacang Kedelai dalam Pembuatan Swiss Roll Cake Prasetiya, Kadek Boby; Praminatih, Gusti Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i1.692

Abstract

Dalam penelitian yang dilakukan mempunyai sebuah tujuan guna memanfaatkan penggunaan tepung kedelai dalam proses pembuatan swiss roll. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung kedelai secara keseluruhan medapatkan hasil produk yang berkualitas dari segi warna, tekstur, aroma dan rasa. Selain itu, biaya pembuatan satu swiss roll dengan tepung kedelai adalah Rp 16.000,- menghasilkan 15 pcs swiss roll dengan harga eceran Rp 3.000 per potong. Berdasarkan kesimpulan tersebut, diusulkan untuk menerapkan pemasaran yang efektif dengan mempertimbangkan perubahan harga yang kompetitif, diversifikasi produk, perluasan cakupan pasar dan penelitian berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas produk. Dengan mengimplementasikan proposal tersebut, diharapkan penggunaan tepung kedelai dalam pembuatan Swiss cake roll dapat menjadi bisnis yang sukses dan memenuhi kebutuhan konsumen dengan produk yang berkualitas. The study aims to utilize the use of soy flour in making sponge cake. Research has shown that the full use of soy flour results in a product of superior quality in terms of taste, aroma, texture and color. Also, the manufacturing cost of the sponge cake using soy flour is 16,000 rupees, and it will be a sponge cake of 15 pieces, and the selling price per piece will be 3,000 rupees. Based on these conclusions, effective marketing can be implemented while considering competitive pricing, product diversification, market coverage expansion, and continuous research to improve product quality. Recommended by implementing these suggestions, it is expected that the use of soybean flour in the production of sponge cake will become a commercial success and meet consumer needs with a high quality product.
Pemanfaatan Ubi Ungu Dalam Pembuatan Donat sebagai Jajanan Berbasis Pangan Lokal Darmayani, Ni Made; Praminatih, Gusti Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i2.724

Abstract

Tujuan dari penelitian Pemanfaatan Ubi Ungu Dalam Pembuatan Donat Sebagai Jajanan Berbasis Pangan Lokal ini adalah untuk mengetahui kualitas dari rasa, aroma, tekstur, warna. Selain itu untuk mengetahui daya tahan donat dengan penambahan ubi ungu, mengetahui biaya yang diperlukan dan minat konsumen terhadap donat dengan ubi ungu. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melakukan eksperimen dengan tiga perbandingan yaitu 0 %, 25 % dan 50 % kemudian diujikan organoleptik kepada 30 panelis. Hasil yang didapat pada P0 yaitu, warna coklat muda, rasa enak, aroma kurang harum, tekstur lembut dan dapat bertahan selama 3 hari pada suhu ruang. P1 menghasilkan donat dengan warna ungu muda,rasa enak, aroma cukup harum, tekstur sangat lembut dan dapat bertahan selama 3 hari pada suhu ruang. P2 menghasilkan donat dengan warna ungu tua, rasa sangat enak, aroma harum, tekstur sangat lembut dan dapat bertahan selama 2 hari pada suhu ruang. Biaya produksi yang diperlukan untuk membuat donat ini sebesar Rp 33.139 menghasilkan 30 pcs donat, dengan berat 24gr setiap pcs. Berdasarkan hasil uji minat konsumen dapat disimpulkan bahwa 93.33% responden tertarik untuk membeli donat dengan pemanfaatan ubi ungu. The purpose of the research on the Utilization of Purple Sweet Potatoes in Making Donuts as Local Food-Based Snacks is to determine the quality of taste, smell, texture, color. In addition, to find out the durability of donuts with the addition of purple sweet potatoes, knowing the costs needed and consumer interest in donuts with purple sweet potatoes. In this study using quantitative methods, namely conducting experiments with three comparisons, namely 0%, 25% and 50% with codes P0, P1, and P2 then tested organoleptic to 30 respondents. The result of P0 is from the quality of light brown color, good taste, less fragrant aroma, soft texture and can last for 3 days at room temperature. P1 produces donuts with a light purple color, good taste, quite fragrant aroma, very soft texture and can last for 3 days at room temperature. P2 produces donuts with dark purple color, very good taste, fragrant aroma, very soft texture and can last for 2 days at room temperature. The production cost required to make this donut amounted to Rp 33,139 resulting in 30 pcs of donuts, weighing 24gr/ pcs. Based on the results of the consumer interest test, it can be concluded that 93.33% of respondents are interested in buying donuts with the use of purple sweet potatoes.
Kualitas Muffin dengan Bahan Campuran Tepung Ubi Jalar Ungu Suta, I Made Binara; Praminatih, Gusti Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i3.742

Abstract

Muffin adalah jenis cake yang tergolong dalam kategori quickbread, yaitu roti yang dalam proses pembuatannya tidak lama atau hanya memerlukan waktu singkat karena dalam pembuatan muffin menggunakan bahan pengembang kimia yang dapat memberikan efek ngembang secara cepat, misalnya bahan pengembang baking powder/ baking soda (Pratiwi, 2013). Penelitian ini berfokus pada eksperimen cara pembuatan muffin dengan mengunakan campuran tepung ubi jalar ungu dan juga untuk mengetahui kualitas muffin dari segi rasa, aroma, tekstur dan warna, mengetahui daya tahan serta mengkaji biaya yang dikeluarkan dalam pengolahan muffin menggunakan campuran tepung ubi jalar ungu. Pendekatan penilaian menggunakan penelitian eksperimen yang dilakukan oleh 25 orang panelis melalui tes uji organoleptik, observasi, analisis biaya dan minat calon konsumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas muffin dengan bahan campuran tepung ubi jalar ungu termasuk dalam kriteria enak dari segi rasa, tekstur yang lembut, aroma yang kuat apabila dihidangan dalam keadaan hangat dan mempunyai warna menarik. Hasil rekap uji daya tahan muffin dengan bahan campuran tepung ubi jalar ungu mampu bertahan selama 3 hari. Dari hasil analisis biaya peroduksi membutuhkan biaya sebesar Rp. 39.085 untuk satu resep ( 20 cup) dan untuk biaya per 1 cup muffin yaitu sebesar Rp. 1.955. dengan persentase 100 % yang dihasilkan melalui uji minat konsumen. Muffins are a type of cake that belongs to the quickbread category, namely bread that does not take long to make or only takes a short time to make because muffins use chemical leavening agents that can give a fast expanding effect, for example baking powder/baking soda. 2013). This research focuses on experiments on how to make muffins using a mixture of purple sweet potato flour and also to determine the quality of muffins in terms of taste, aroma, texture and color, determine their durability and examine the costs incurred in processing muffins using a mixture of purple sweet potato flour. Approach to the assessment using research experiments conducted by 25 panelists through organoleptic tests, observations, cost analysis and interest in prospective customers. The results showed that the quality of muffins made from purple sweet potato flour was included in the criteria for delicious taste, soft texture, strong aroma when served warm and attractive colors. The results of the durability test recap of muffins with a mixture of purple sweet potato flour can last for 3 days. From the results of the analysis of production costs requires a fee of Rp. 39,085 for one recipe (20 cups) and for the cost per 1 muffin cup, which is Rp. 1955. with the proportion of 100% generated through consumer interest test.