Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Kualitas Yoghurt dengan Penambahan Bifidobacterium sp. Bb2E Putri, Yolandina Salsabila; Kusharyati, Dyah Fitri; Pramono, Hendro
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 1 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.1.1802

Abstract

Yoghurt merupakan produk pangan fungsional hasil fermentasi dari susu yang melibatkan peran bakteri asam laktat (BAL) Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus. Menurut beberapa penelitian terdapat BAL yang memiliki ketahanan lebih baik dalam saluran pencernaan manusia, yaitu Bifidobacterium sp.. Selain itu, Bifidobacterium sp. memiliki manfaat diantaranya adalah meningkatkan fungsi pencernaan, menurunkan kolestrol, sebagai antioksidan dan anti inflamasi, mengurangi gejala alergi, serta dianggap sebagai salah satu bakteri probiotik yang penting dalam tubuh manusia. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui pengaruh penambahan Bifidobacterium sp. Bb2E terhadap kualitas yoghurt dan mengetahui konsentrasi Bifidobacterium sp. Bb2E yang terbaik dari segi organoleptik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, sehingga terdapat 12 unit percobaan. Perlakuan yang diterapkan adalah perbandingan konsentrasi starter yoghurt yang berbeda dari BAL L. bulgaricus, S. thermophillus dan substitusi Bifidobacterium sp. Bb2E dengan perbandingan 2:2:0 (Y0), 2:2:1 (Y1), 2:2:2 (Y2), dan 2:2:3 (Y3). Variabel dalam penelitian ini, variabel bebas, yaitu konsentrasi Bifidobacterium sp. Bb2E dan variabel terikat, yaitu kualitas yoghurt. Parameter utama adalah kadar asam laktat. Parameter pendukung, yaitu total BAL pada yoghurt, nilai pH, dan sifat organoleptik pada yoghurt. Data diolah dengan Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf kesalahan 5%. Penambahan Bifidobacterium sp. Bb2E tidak memberi pengaruh nyata terhadap kualitas yoghurt dari segi kadar asam laktat, pH, dan total BAL dan yoghurt dengan starter Lactobacillus bulgaricus : Streptococcus thermophillus : Bifidobacterium sp. Bb2E dengan perbandingan konsentrasi 2:2:3 merupakan yoghurt yang disukai konsumen dengan nilai rata-rata tertinggi pada uji organoleptik.
Regional Variations in rpoB Gene Mutations and Their Association with Rifampicin Resistance in Mycobacterium tuberculosis Widodo, Widodo; Wahyono, Daniel Joko; Oedjijono, Oedjijono; Pramono, Hendro
Molekul Vol 20 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2025.20.1.13215

Abstract

ABSTRACT. The increasing incidence of tuberculosis (TB) remains a global challenge, driven by the emergence of Mycobacterium tuberculosis resistance to antituberculosis drugs. This study investigated the relationship between rpoB gene mutations, rifampicin resistance levels, and the geographic origin of multidrug-resistant M. tuberculosis (MDR-TB) isolates. A total of 30 MDR-TB isolates were collected from the Central Java Provincial Health and Calibration Testing Laboratory between January and December 2023. Rifampicin resistance levels ranged from 5 to 80 µg/mL and were assessed using the microculture method, while DNA sequencing identified rpoB mutations. The results showed that rifampicin exposure significantly influenced rpoB mutation frequencies, with Ser531Leu (50%), His526 (16.7%), Leu511 (6%), Leu533 (6%), and Gln513 (6%) being the most common. Geographic variations were observed, with isolates from the ex-residencies Pekalongan, Pati, and Banyumas Residencies harboring seven, six, and four distinct mutations, respectively. Mutations such as Leu511Arg+His526Ser and Asp516Val were detected at low rifampicin concentrations (5–10 µg/mL), whereas Ser531Leu mutations dominated at moderate levels (20–80 µg/mL). These findings confirmed that rpoB mutations were influenced by both the region of origin and rifampicin resistance levels, providing critical insights for improving TB diagnosis and optimizing MDR-TB treatment strategies. Keywords: Mycobacterium tuberculosis, rifampicin resistance, rpoB gene mutation
Kemampuan Bakteri Halotoleran dari Sedimen Mangrove Pantai Logending dalam Pelarutan Fosfat dan Penambatan Nitrogen Ramadani, Adib; Oedjijono, Oedjijono; Pramono, Hendro; Pratiwi, Meyta
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 1 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.1.14854

Abstract

Lingkungan mangrove dapat menjadi sumber yang baik untuk mendapatkan bakteri halotoleran yang berpotensi sebagai agensia pupuk hayati dengan kemampuan melarutkan fosfat dan menambat N2 bebas. Tujuan penelitian ini adalah menguji toleransi isolat bakteri asal sedimen mangrove terhadap salinitas, menguji kemampuan isolat bakteri halotoleran dalam pelarutan fosfat dan penambatan nitrogen bebas, dan karakterisasi fenetik isolat bakteri halotoleran terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 43 isolat yang diteliti, sebanyak 29 isolat toleran terhadap NaCl 5-7%. Dari 29 isolat, sebanyak 11 isolat bakteri halotoleran (>5% NaCl) diketahui mampu melarutkan fosfat dan menambat nitrogen dengan tiga isolat terpilih (LG36, LG60, dan LG66). Ketiga isolat tersebut menunjukkan efisiensi pelarutan fosfat masing-masing 125, 123,72, dan 126,92; dan kemampuan penambatan nitrogennya berturut-turut 38,02 ppm; 28,4 ppm; dan 51,93 ppm. Identitas ketiga isolat terpilih menunjukkan bahwa isolat LG60 merupakan spesies anggota genus Rhizobium, sedangkan isolat LG36 dan LG66 belum dapat diidentifikasi pada level genus. Kata kunci: fiksasi nitrogen, halotoleran, mangrove, pelarutan fosfat