Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Potensi dan Ancaman Kesehatan Masyarakat Kalimantan dari Bioakumulasi Logam Berat pada Ikan Sungai. Review Septya, Lia; Pauzi, Rizqi Yanuar
Journal of Biotropical Research and Nature Technology Vol. 2 No. 2 (2024): Borneo
Publisher : Prodi Biologi FMIPA Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/borneo.v2i2.12763

Abstract

Kalimantan dengan daerah yang memiliki banyak aliran sungai menjadikan ikan sungai sebagai menu makanan khas dan identitas penamaan daerah. Sektor perikanan tangkap juga terjadi hampir di seluruh bagian sungai. Faktor keterikatan dan kebutuhan masyarakat terhadap ikan sungai konsumsi menjadikan kualitas dari komoditi ini perlu diperhatikan dalam mendukung tradisi, kesejahteraan dan kesehatan pangan masyarakat kalimantan. Tujuan dari kajian literatur ini untuk memberikan gambaran serta informasi komprehensif mengenai penurunan kualitas ikan sungai konsumsi juga menunjukkan perkembangan resiko terhadap kesehatan masyarakat kalimantan. Metode yang digunakan ialah kajian literatur mengenai potensi penyebab dan bioakumulasi pada ikan sungai konsumsi serta resiko kesehatan yang ditimbulkan. Basis data yang digunakan yakni artikel atau e-book terbitan tahun 2013-2024 melalui Google Scholar, Sinta, Research Gate, dan Science Direct yang memberikan informasi terbaharukan mengenai kasus yang berkaitan dengan “cemaran sungai”, “logam berat”, “bioakumulasi”, “resiko kesehatan” dan “kalimantan”. Hasil riset menunjukkan sebagian besar perairan sungai di Kalimantan tercemar logam berat diatas baku mutu standar dan sangat berpotensi terjadi bioakumulasi pada ikan sungai konsumsi ditandai dengan konsentrasi logam berat dan kerusakan yang ditimbulkan pada jaringan terutama pada ikan hasil tangkapan di DAS dengan faktor pencemar. Bioakumulasi dapat menyebabkan kerusakan fisiologis yang disebabkan oleh pemindahan dan akumulasi melalui rantai makanan sehingga sangat beresiko pada kesehatan manusia sebagai puncak rantai makanan dengan indikasi kerusakan pada berbagai sistem organ hingga memicu penyakit kronis dan kanker. Penelitian mengenai permasalahan ini di Kalimantan cenderung terbatas mengingat banyaknya aliran sungai, ragam jenis ikan serta variasi faktor pencemar maka dari itu perlu dilakukan penelitian dan upaya pencegahan lebih lanjut.
Integrasi Edukasi Mikrobiota Usus, Skrining Antropometri, dan Pemanfaat Probiotik sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Watuagung Pauzi, Rizqi Yanuar; Ihtiaringtyas, Suci; Yunika, Novia; Nur’aini, Indah; Oliviany, Windy
Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.linggamas.2025.3.1.17703

Abstract

Prevalensi stunting di Desa Watuagung, Kabupaten Banyumas (18,58%), masih menjadi masalah gizi kronis yang signifikan. Salah satu faktor penyebab yang teridentifikasi adalah rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai gizi seimbang dan peran mikrobiota usus dalam optimalisasi penyerapan nutrisi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita dan keterampilan kader Posyandu serta melakukan deteksi dini stunting sebagai upaya pencegahan. Metode yang diterapkan adalah participatory action research yang melibatkan 48 ibu balita dan 11 kader Posyandu. Intervensi terdiri dari tiga kegiatan utama: (1) penyuluhan interaktif mengenai stunting, gizi seimbang, dan peran mikrobiota usus; (2) pelatihan dan pendampingan kader dalam melakukan pengukuran antropometri standar; serta (3) skrining status gizi pada 38 balita. Peningkatan pengetahuan diukur menggunakan pre-test dan post-test, sedangkan status gizi dianalisis berdasarkan standar WHO Child Growth Standards. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan, dengan skor rata-rata naik dari 85,22 menjadi 92,61 dan nilai N-Gain sebesar 0,50 yang termasuk kategori efektivitas sedang. Hasil skrining antropometri pada 38 balita menunjukkan prevalensi stunting (TB/U <-2 SD) yang tinggi, yaitu sebesar 45% (17 anak), dan underweight (BB/U <-2 SD) sebesar 24% (9 anak). Adapun prevalensi wasting (BB/TB <-2 SD) lebih rendah, yaitu 6% (2 anak). Edukasi terstruktur dan deteksi dini melalui pemberdayaan kader terbukti efektif sebagai strategi awal pencegahan stunting. Tingginya angka stunting yang ditemukan menegaskan urgensi intervensi lanjutan berbasis data skrining yang akurat.
Pemeriksaan Glukosa Darah Dan Kolesterol Serta Penyuluhan Kesehatan Tentang Hiperkolesteronemia dan Komplikasi Diabetes Mellitus Pada Warga Dengan Overweight Dan Obesitas Di Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas Wahyudin, Wahyudin; Arjadi, Fitranto; Setyanto, Muhamad Rifqi; Pauzi, Rizqi Yanuar; Riyanto, Slamet; Saad, Nursan
Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2024): Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.linggamas.2024.2.1.12942

Abstract

Overweight dan obesitas telah menjadi masalah kesehatan global yang serius, termasuk di Indonesia. Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi penampilan fisik, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, seperti diabetes mellitus dan penyakit jantung. Pemeriksaan glukosa darah dan kolesterol secara berkala merupakan langkah penting dalam deteksi dini diabetes mellitus dan hiperkolesteronemia. Diabetes mellitus, suatu kondisi di mana tubuh tidak dapat memproduksi atau menggunakan insulin dengan baik, dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat, seperti kerusakan ginjal, saraf, dan penglihatan. Pengabdian masyarakat yang dilakukan yaitu pemeriksaan GDS dan kolesterol total kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan tentang hiperkolesteronemia dan komplikasi diabetes mellitus. Hasil pemeriksaan diperoleh sebagian besar warga yang hadir mengalami overweight dan obesitas sebanyak 70%, dan sisanya mempunyai berat badan yang normal, yang mengalami diabetes sebanyak 12%. Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga berat badan dalam rentang normal, bersama dengan pola hidup sehat, dapat membantu menurunkan prevalensi penyakit metabolik di masa depan.