Claim Missing Document
Check
Articles

CLUSTERING TINGKAT PROMOSI KAMPUS DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS (STUDI KASUS KAMPUS STMIK ROYAL KISARAN) Andrew Ramadhani; Parini Parini; Rizky Fauziah
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 4 No. 1 (2021): February 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v4i1.480

Abstract

Management Kampus swasta sangat memperhatikan kuantitas mahasiswa.Maka dari itu kampusSTMIK Royal Kisaran melakukan promosi ke sekolah-sekolah lanjutan tingkat atas di Kabupaten Asahan. Untuk membentuk kerjasama yang baik, maka akan dilakukan kontribusi terhadap sekolah yang berpotensi dengan memanfaatkan data penerimaan mahasiswa baru t.a 2017/2018 dan data sosialisasi tahun 2017. Dalam penelitian ini metode yang digunakanK-meansdengan bentuk algoritma clusteringyang bertujuan untuk menentukanprioritassekolah-sekolah berpotensi. Setelah di dapat hasil cluster sekolah prioritas, maka dapat di tentukan kontribusi dari kampus berupa Workshop IT, Simulasi Try Out UNBK, dan Sponsor Edukasi IT sesuai kebutuhan sekolah tersebut. Hasil kontribusi kampus terhadap sekolah di harapkan dapat meningkatkan hubungan kerjasama antara kampus dan sekolahdan sebagai parameter fluktuasi sekolah prioritas, yang berdampak pada bertambahnya jumlah penerimaan mahasiswa pada kampus STMIK Royal Kisaran.
LITERASI DIGITAL KEKINIAN AGAR KOMUNIKASI LEBIH BERMAKNA Rizky Fauziah
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 4 No. 2 (2021): June 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v4i2.646

Abstract

Sebagai masyarakat yang tumbuh di era perkembangan teknologi yang begitu pesat, tentu akan saling terhubung satu sama lain. Saat ini tingginya tingkat penggunaan media sosial serta mudahnya dalam mengakses informasi sudah tidak bisa diragukan lagi. Namun masih saja ada masyarakat yang masih termakan oleh berita Hoax. Belum lagi muncul fenomena baru yaitu Fear of Missing Out (FOMO) yang bisa membuat pengguna media sosial merasa gelisah jika ketinggalan dengan yang sedang terjadi di media sosial. Selain itu hal ini juga meyebabkan turunnya kualitas komunikasi yang terjadi karena media sosial maupun fenomena FOMO. Hal inilah yang membuat pentingya literasi digital diberikan agar masyarakat yang tumbuh di era ini bisa semakin cakap dalam menggunakan  media digial terutama media sosial, dan membuat komunikasi lebih bermakna dengan juga menerapkan fenomena Joy of Missing Out (JOMO) yang sudah merasa cukup walau hanya membuka media sosial sebentar. Literasi digital diperlukan agar kegiatan yang menyangkut dengan media digital bisa membawa hal positif untuk penggunannya.
POLA KOMUNIKASI RELAWAN DIGITAL PADA AKUN TWITTER DAN INSTAGRAM SEKOLAH RELAWAN TERHADAP MANAJEMEN BENCANA DI INDONESIA Rizky Fauziah; Iskandar Zulkamain
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 6 No. 1 (2023): February 2023
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v6i1.1171

Abstract

Relawan digital yang membuat mudah dalam penyebaran informasi meski tidak secara bertemu satu sama lain adalah keinginan untuk melaksanakan dan meningkatkan pengetahuan teknis terutama penggunaan ICT (Information Communication Technology). Media sosial tentu saja memaparkan kesempatan untuk menyesuaikan cara berkomunikasi. Komunikasi organisasi mempunyai pola atau aliran komunikasi yang berbeda-beda yaitu circles (pola lingkaran), wheels (roda), Y, chains (rantai), dan all channels atau bintang (semua aliran). Relawan digital pada akun media sosial terbanyak saat ini di Indonesia untuk penyebaran beragam informasi terkait dengan pelaksanaan penanganan bencana setiap harinya yaitu akun @sekolahrelawan. Sekolah relawan membuat program yang menarik dan mengangkat realitas sosial yang terdiri dari penduduk sekitar. Kontribusi akun media sosial pada manajemen bencana dari @sekolahrelawan menjadi media komunikasi secara otomatis. Manajemen bencan alam adalah upaya yang karakter formal mengikuti ketentuan yang berlaku, terdri dari empat tahap yaitu mitigasi (mitigation), persiapan (preparedness), respon (response), dan pemulihan (recovery). Bencana alam di Indonesia tentu tidak dapat untuk dihindari namun sejauh ini dapat dikendalikan melalui keberadaan para relawan.