Ibnu Pratikto
Department Of Marine Science, Faculty Of Fisheries And Marine Science, Diponegoro University

Published : 42 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI KESESUAIAN PERAIRAN UNTUK EKOWISATA DIVING DAN SNORKELING DI PERAIRAN PULAU KERAMAT, KEBUPATEN SUMBAWA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Widhianingrum, Indriani; Indarjo, Agus; Pratikto, Ibnu
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.56 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i3.3147

Abstract

Keramat Island is an uninhabited island and one of the favored tourism area in Sumbawa which has considerable potential as a tourist area with beautiful and unspoiled natural scenery, away from the activities surrounding communities, with a white sandy expanse full of flora and fauna and the pollution level is very small.The research was conducted in the waters of Keramat Island, Sumbawa district on September - November 2011 with the aim to determine the potential that exists in the waters of Keramat Island and assess the suitability of Keramat Island waters as diving and snorkeling ecotourism.The method used in this research is descriptive exploratory method. The analysis used in this study is an analysis of the water suitability, that is by comparing the characteristics and quality of the waters with the land usage requirements for certain tourist activities.Results of the study showed that the Keramat Island waters has a good potential for Diving and Snorkeling with the potential for the highest live coral reefs 84.15% and the lowest 38%, 5-11 Life form coral and various fish species are 40-127 species. The greater the percentage of coral reefs in the waters, the greater the species of fish and coral life form. Diving suitability of Keramat Island waters is in the S1 category (very appropriate) with IKW at Station 1-6 ranged between 90-100% and the snorkeling suitability of Keramat Island waters is in the S1 category (very appropriate) with IKW at Station 7-12 of 100%.
Pemetaan Karakteristik Fisika-Kimia Perairan Dan Pemodelan Arus Di Kabupaten Sidoarjo Riter, Johannes; Suryono, Chrisna Adhi; Pratikto, Ibnu
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.124 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v7i3.25914

Abstract

ABSTRAK : Karakteristik suatu perairan dapat diketahui baik melalui sifat fisika maupun sifat kimia dari massa airnya seperti temperatur, salinitas, turbiditas, oksigen terlarut, dan lain-lain. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi pola sebaran karakteristik fisika dan kimia perairan Sidoarjo dan muara sungai Porong dengan pemetaan dan model hidrodinamika 2D horizontal. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 9 Agustus - 1 September 2015 di Perairan Sidoarjo, Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling method. Pengumpulan data dilakukan secara in situ dengan cara observasi langsung di  lapangan. Data yang dikumpulkan yaitu lokasi, data parameter perairan yaitu suhu, pH, salinitas, kecerahan, turbiditas, DO, arus dan kedalaman. Data yang telah didapat dianalisa menggunakan interpolasi dengan metode Spline serta pembangunan model hidrodinamika (pola arus) perairan Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan Sidoarjo memiliki karakteristik fisika dan kimia yang cukup beragam, terutama di daerah muara sungai Porong. Pengukuran parameter tersebut dilakukan pada kondisi pasang dan pasang menuju surut. Hasil pengukuran data di lapangan memiliki nilai suhu rata-rata adalah 28.8°C, kecepatan arus rata-rata 0.19 m/d, nilai pH adalah 8.25, nilai salinitas rata-rata adalah 32.5 ‰, nilai kecerahan rata-rata adalah 1.1 m, nilai DO adalah 7.2 mg/L, nilai turbiditas rata-rata adalah 14.26 NTU,  nilai kedalaman pada rentang 1.15 – 27.5 m. ABSTRACT : Characteristics of waters can be seen through the physical and chemical properties of the water masses such as temperature, salinity, turbidity, dissolved oxygen, and others. This study was conducted to determine the condition of the distribution pattern of physical and chemical characteristics of the waters of Sidoarjo with mapping and horizontal 2D hydrodynamic models. The research was conducted on 9 August to 1 September 2015 in Sidoarjo, East Java. The method used in this research is purposive sampling method. The data collection is done by in situ which means of direct observation in the field. Data collected ie location, water parameter data such as temperature, pH, salinity, transparency, turbidity, DO, flow and depth. Data have been obtained are analyzed using Spline interpolation method and the hydrodynamic models (flow pattern) of Sidoarjo waters. The results showed that the waters of Sidoarjo has the physical and chemical characteristics are quite varied, especially in the area of Porong river. The parameter measurements carried out on tidal conditions and the tide towards downs. The results of the measurement data in the field has the value of the average temperature was 28.8 ° C, current speed average of 0:19 m / d, the pH value is 8.25, the value of average salinity is 32.5 ‰, the value of average brightness is 1.1 m, the value of DO is 7.2 mg / L, the average value of turbidity is 14.26 NTU and the average value of depth is from 1.15 to 27.5 m.
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI WILAYAH PESISIR KOTA PEKALONGAN MENGGUNAKAN DATA LANDSAT 7 ETM+ Shofiana, Rina; Subardjo, Petrus; Pratikto, Ibnu
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.208 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i3.3129

Abstract

The research of land use change is very important for this time, because of changes in land use have an impact on the physical and social environment. The purpose of this research is to determine the extent and causes of land use change in Pekalongan coastal area from 1999 - 2012 using the data of Landsat 7 ETM+ satellite image. This research uses unsupervissed classification method by using the Er Mapper 7.0 software. Then to analyze the land use change using overlay land use maps of 1999, 2006, and 2012 use ArcGIS 9.3 software. The results showed that the land use change in the Pekalongan coastal from 1999 - 2012 shows pool is the largest additional land use changes the amount of ± 334.91 ha. This caused by rob in the research area. While vacant land is the largest land use which have a reduction in the amount of ± 792.86 ha. It is influenced by human factors such as population growth (number and distribution), the increase was also influenced by economic and physical factors such as topography, and soil type. Based on the results of the land use change research in the Pekalongan coastal from 1999 - 2012 there are some additional and reduction.
KESESUAIAN PERAIRAN UNTUK WISATA SELAM DAN SNORKELING DI PULAU BIAWAK, KABUPATEN INDRAMAYU J., Oscar Leonard; Pratikto, Ibnu; Munasik, Munasik
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1325.829 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i3.5993

Abstract

Pulau Biawak, Kabupaten Indramayu merupakan kawasan yang memiliki potensi untuk wisata selam dan snorkeling, sehingga perlu dilakukan studi kesesuaian dan daya dukung kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekosistem terumbukarang dan tingkat kesesuaian untuk wisata selam dan snorkeling. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil studi menunjukkan lokasi yang berpotensi untuk wisata selam adalah stasiun 1 (S2), 3 (S2), 5 (S1) dan 7 (S1). Hasil studi untuk wisata snorkeling menunjukkan terdapat tiga stasiun yang sangat sesuai (S1) yaitu stasiun 2, 6 dan 8, sedangkan stasiun 4 termasuk kategori cukup sesuai (S2). Daya Dukung Kawasan untuk wisata selam mendapatkan hasil seluas ±18.499 m2 sebanyak 74 orang/hari dengan daya dukung pemanfaatan ±7 orang/hari. Daya Dukung Kawasan untuk wisata snorkeling didapatkan luas area sebesar ±228.811 m2 sebanyak 915 orang/hari dengan Daya Dukung Pemanfaatan ±91 orang/hari.
Kesesuaian Lahan Sebagai Ekowisata Bahari Di Pantai Tanjung Natuna Akhmad, Dhanar Syahrizal; Koesoemadji, Koesoemadji; Pratikto, Ibnu
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.532 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i4.8363

Abstract

Dalam Rencana induk Pengembangan Pariwisata Daerah tahun 2010–2030, Kabupaten Natuna diarahkan pada pengembangan wisata bahari dan wisata minat khusus. Pantai Tanjung yang masih alami dan letak geografis Natuna yang merupakan salah satu pulau paling utara Indonesia di Laut Tiongkok Selatan,dengan pengelolaan yang baik maka mempunyai potensi sebagai kawasan ekowisata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian lahan dan daya dukung kawasan untuk kegiatan ekowisata di Pantai Tanjung.Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Pantai Tanjung, pada Januari sampai Februari 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif, dengan survey lapangan. Pengolahan data menggunakan baku mutu kualitas air laut untuk wisata bahari, matriks kesesuaian lahan, serta matriks daya dukung kawasan terhadap kepadatan pengunjung. Hasil penelitian berdasarkan hasil perhitungan dari matriks kesesuaian lahan, untuk wisata pantai kategori rekreasi memiliki kelas kesesuaian wisata kategori S1 (sangat sesuai), wisata bahari kategori snorkeling memiliki kelas kesesuaian wisata kategori S1 (sangat sesuai), wisata bahari kategori menyelam mempunyai kelas kesesuaian wisata kategori S2 (cukup sesuai),Sedangkan daya dukung Pantai Tanjung terhadap kepadatan pengunjung setiap harinya sebanyak 6748 orang dimana untuk rekreasi pantai adalah 68 orang, berenang 136 orang berjemur 272 orang, selam 2000 orang, Snorkeling 4000 orang, berperahu 272 orang.
Analisis Perubahan Luasan Hutan Mangrove Di Kecamatan Brebes Dan Wanasari, Kabupaten Brebes Menggunakan Citra Satelit Landsat Tahun 2008, 2013 Dan 2018 Annisa, Amin Yunita Nur; Pribadi, Rudhi; Pratikto, Ibnu
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1281.318 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v8i1.24323

Abstract

Mangrove merupakan ekosistem daerah peralihan yang memiliki beberapa fungsi diantaranya ekologis, fisik maupun ekonomi. Kerusakan mangrove sering terjadi di beberapa daerah sehingga kelestarian mangrove sangat perlu dijaga. Salah satu upaya untuk mengurangi kerusakan tersebut dengan kegiatan rehabilitasi. Kegiatan rehabilitasi ini bertujuan untuk memulihkan kondisi mangrove seperti keadaan semula. Keberhasilan dari kegiatan rehabilitasi ini dapat dipantau dengan sistem penginderaan jauh menggunakan citra Satelit Landsat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni- Juli 2018. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif bersifat eksploratif. Materi dalam penelitian ini adalah data citra satelit Landsat 5 untuk tahun 2008 dan Landsat 8 untuk tahun 2018. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai perubahan luasan hutan mangrove di Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes dan Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari tahun 2008, 2013 dan 2018. Luas mangrove di Desa Kaliwlingi Kecamatan Brebes pada tahun 2008-2013 bertambah sebesar 101,25 ha yaitu 48,42 ha pada tahun 2008 dan 149,67 ha pada tahun 2013. Pada tahun 2013-2018 juga bertambah 184,23 ha yakni 333,9 ha pada tahun 2018. Pada Desa Sawojajar Kecamatan Wanasari, luas mangrove juga bertambah sebesar 0,09 ha yakni 24,39 ha pada tahun 2008 bertambah menjadi 24,48 ha pada tahun 2013. Tahun 2013-2018 juga bertambah sebesar 12,24 ha sehingga menjadi 36,72 ha di tahun 2018. Luas mangrove di Desa Kaliwlingi dan Sawojajar bertambah dalam kurun waktu sepuluh tahun.] Mangroves are transitional ecosystems that have several functions including ecological, physical and economic. Mangrove damage often occurs in several areas so that the preservation of mangroves is very important. One effort to reduce this damage is through rehabilitation activities. This rehabilitation activity aims to restore the condition of mangroves as they were before. The success of these rehabilitation activities can be monitored by remote sensing systems using Landsat Satellite imagery. This research was conducted in June-July 2018. This research method uses descriptive methods that are alternative. The material in this study is Landsat 5 satellite image data for 2008 and Landsat 8 for 2018. Based on the results of the study, the value of changes in a mangrove forests in Kaliwlingi Village, Brebes and Sawojajar Villages, Wanasari District in 2008, 2013 and 2018. The area of mangroves in Kaliwlingi Village, Brebes Subdistrict in 2008-2013 it increased by 101.25 ha, which was 48.42 ha in 2008 and 149.67 ha in 2013. In 2013-2018 it also increased by 184.23 ha, namely 333.9 ha in 2018. In Sawojajar Village, Wanasari Subdistrict, the area of mangroves also increased by 0.09 ha, which was 24.39 ha in 2008 which increased to 24.48 ha in 2013. 2013-2018 also increased by 12.24 ha to 36.72 ha in 2018. The area of mangrove in Kaliwlingi and Sawojajar villages has increased in ten years.
Kajian Kelayakan Fisik Pantai Seribu Ranting Jepara Sebagai Kawasan Wisata Pantai Novitasari, Dyah Pitaloka; Pratikto, Ibnu; Suryono, Chrisna Adhi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.517 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v8i1.24328

Abstract

Pantai Seribu Ranting terletak di Desa Panggung, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pantai Seribu Ranting memiliki potensi alam yang dapat dikembangkan untuk kegiatan pariwisata. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kelayakan fisik Pantai Seribu Ranting sebagai kawasan wisata pantai di Kabupaten Jepara dengan mengkaji parameter fisik pantai dan analisis SWOT. Penelitian ini bermanfaat mengetahui kelayakan kawasan wisata Pantai Seribu Ranting sebagai kawasan wisata pantai. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2018 dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Seribu Ranting sesuai untuk kegiatan wisata pantai karena hasil pengukuran di stasiun 1, stasiun 2, dan stasiun 3 menunjukkan nilai IKW diatas 80%. Nilai IKW yang diperoleh tergolong dalam tingkat kesesuaian S1, walaupun terdapat beberapa parameter yang kurang mendukung seperti perairan yang terlalu keruh. Akan tetapi hal itu dapat disiasati dengan menonjolkan kelebihannya seperti pasir putih, pantai yang landai, dan tidak adanya biota berbahaya. Analisis SWOT di Pantai Seribu Ranting menghasilkan tiga prioritas utama, yaitu: Memanfaatkan kondisi alam yang ada untuk menambah daya tarik wisata, membuat atraksi eduwisata tambak garam, dan membuat arena olahraga pantai. Seribu Ranting Beach is located in Panggung Village, Kedung Subdistrict, Jepara, Central Java. Seribu Ranting Beach have natural potential that can be developed for ecotourism. The purpose of this research is to evaluate the physical advisability of Seribu Ranting Beach as a beach tourism area in Jepara by studying the physical parameters of the beach and SWOT analysis. The advantage of this research is to know the advisability of ecotourism in Seribu Ranting Beach as beach tourism. The research has been carried out in December 2018 with a purposive sampling method. The results showed that Seribu Ranting Beach is suitable for beach tourism activities because the measurement results at station 1, 2, and 3 showed that IKW values are above 80%. The IKW values that have been obtained are classified as a level of S1 suitability, although there are some parameters that are less supportive like turbid water and a lot of garbage. However, this can be dealt by highlighting its advantages such as white sand, sloping beaches, and the absence of dangerous biota. The SWOT analysis on Seribu Ranting Beach produced three main priorities, namely: utilizing existing natural conditions to increase tourist attraction, making edutourism attractions of salt ponds, and creating a beach sports arena.
Evaluasi Perubahan Penggunaan Lahan Pesisir Kecamatan Tamalate Kota Makassar Menggunakan Citra Satelit Landsat 7 ETM+ Multitemporal Tahun 2006 - 2012 Herdiatma, M. Andry; Pratikto, Ibnu; Hartati, Retno
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1551.241 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i3.5989

Abstract

Pembangunan di Indonesia semakin berkembang pesat yang diikuti laju pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. Hal tersebut mempengaruhi kebutuhan akan lahan sesuaii peruntukannya. Kebutuhan akan lahan permukiman semakin meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk. Begitu juga kebutuhan terhadap tata guna lahan lainnya. Perubahan lahan menjadi hal yang penting untuk diketahui sehingga proses perencanaan dan pengelolaan fungsi tata guna lahan dapat dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan. Kecamatan Tamalate, Makassar, mempunyai 3 kelurahan yang berbatasan langsung dengan laut yaitu Kelurahan Barombong, Kelurahan Tanjung Merdeka dan Kelurahan Maccinii Sombala. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui luas perubahan penggunaan lahan wilayah pesisir, Tamalate, Makassar, dengan menggunakan citra satelit Landsat 7 ETM+ path / row 114 / 64 yang direkam pada tanggal 10 November 2006, 2 November 2009 dan 9 Oktober 2012. Penelitian ini menggunakan metode supervised classification pada citra Landsat 7 ETM+ tahun 2006, 2009, dan 2012 dengan Er Mapper 7.0 untuk menghasilkan peta penggunaan lahan. Analisis perubahan penggunaan lahan dilakukan dengan metode tumpang susun (overlay) dengan bantuan ArcGis 9.3. Hasil penelitian menunjukkan lahan pesisir Kecamatan Tamalate digunakan untuk permukiman, tambak, sawah, lahan terbuka, kebun campur, tegalan/ladang, semak belukar, mangrove, dan perairan. Penggunaan lahan terluas pada tahun 2006, 2009 dan 2012 adalah untuk lahan pemukiman, yaitu berturut-turut ± 781,52, ± 827,05 dan ± 896,49 ha. Di pesisir Tamalate, Makassar selama 2006 – 2009 terdapat perubahan penambahan lahan terbuka terluas yaitu  ± 46,33 ha, dan ± 79,54 ha. Lahan kebun campur pada tahun 2009 – 2012 selalu mengalami pengurangan yaitu ± 29,27 ha. Pada tahun 2009 – 2012 lahan tambak merupakan yang mengalami pengurangan yaitu ± 49,39 ha. Penyebab perubahan penggunaan lahan tersebut adalah pesatnya laju pertumbuhan penduduk, pertumbuhan ekonomi dan adanya kebijakan pemerintah Kota Makassar, yaitu dijadikannya Tamalate sebagai pusat perkotaan baru dan pengembangan pariwisata sesuai RUTRW Kota Makassar tahun 2006 – 2016.
Analisis Kesesuaian Wisata Pantai Di Pantai Krakal Kabupaten Gunung Kidul Febyanto, Fadhil; Pratikto, Ibnu; Koesoemadji, Koesoemadji
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.636 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i4.8364

Abstract

Pantai Krakal terletak di Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari. Pantai ini memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk dijadikan sebagai kawasan wisata. Masalah yang belakangan ini muncul di kawasan Pantai Krakal adalah masih kurangnya minat masyarakat untuk mengunjungi pantai, semakin rusaknya lingkungan di kawasan pantai, pengelolaan sampah yang kurang baik serta tata ruang yang masih belum baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesesuaian wisata pantai di Pantai Krakal.Pengumpulan data primer dilakukan pada siang hari dan pada saat air laut sedang pasang. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling pada bulan Mei 2014, yang terbagi menjadi tiga stasiun pengamatan. Sedangkan metode yang digunakan untuk analisis hasil penelitian menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan analisis Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) yang menghasilkan nilai kesesuaian wisata. Hasil penelitian yang dilakukan pada siang hari dan saat air laut sedang pasang menyimpulkan bahwa tingkat kesesuaian wisata pantai di Pantai Krakal di Stasiun 1,2, dan 3 masuk ke dalam kategori sangat sesuai untuk wisata pantai karena memiliki nilai Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) diatas 80% dengan rincian sebagai berikut: di Stasiun 1 dengan nilai IKW sebesar 82,759%; di Stasiun 2 nilai IKW sebesar 88,506%; serta Stasiun 3 memiliki nilai IKW sebesar 85,057%.
Studi Perubahan Garis Pantai Di Teluk Banten Menggunakan Citra Satelit Landsat Multitemporal Kusumastuti, Erni; Pratikto, Ibnu; Subardjo, Petrus
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.715 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i4.11424

Abstract

Garis pantai adalah garis yang dibentuk oleh perpotongan antara air laut dengan daratan pantai. Perubahan garis pantai dapat terjadi akibat fenomena akresi dan abrasi pantai. Akresi pantai adalah kondisi semakin majunya pantai karena penambahan material dan proses marin, sedangkan abrasi pantai adalah kerusakan pantai yang mengakibatkan semakin mundurnya pantai karena kegiatan air laut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2013 di Teluk Banten Kabupaten Serang untuk mengetahui perubahan garis pantai di Teluk Banten, Kabupaten Serang, Propinsi Banten dari tahun 1999 sampai tahun 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Analisis data menggunakan análisis multitemporal menggunakan citra satelit Landsat (sensor ETM+ 7 tahun 1999, 2007 dan OLI 8 tahun 2013). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan garis pantai Teluk Banten selama tahun 1999 sampai dengan 2007 mengalami abrasi seluas 64,63 ha dan akresi seluas 248,06 ha. Sedangkan pada tahun 2007 sampai dengan 2013 mengalami abrasi seluas 297,76 ha dan akresi seluas 31,26 ha. Tingkat kerusakan pantai di Teluk Banten lebih tinggi di daerah pantai bagian timur daripada daerah pantai bagian barat
Co-Authors A.B. Susanto A.B. Susanto Abdul Faqih Hanan Agus Indarjo Agus Indarjo Agus Sabdono Ali Ridlo Alin Maulani Ambariyanto Ambariyanto Ananta, Clarence Daffa Andhika Kurniawan Andhika Kurniawan Annisa, Amin Yunita Nur Baskoro Rochaddi Baskoro Rochaddi Bayu Kreshna Adhitya Sumarto Bonita Nindya Garini Chandra Sinambela Chrisna Adhi Suryono Chrisna Adhi Suryono Clarence Daffa Ananta Dhanar Syahrizal Akhmad Diah Permata Wijayanti Dietta Suryani Dimas Nugroho Ari Prihantanto Dimas Nugroho Ari Prihantanto Emi Yati Erni Kusumastuti Erni Kusumastuti, Erni Fadhil Febyanto Ferdiansyah, Hendra Irawan Fitri Kurniawati Fitri Kurniawati Garini, Bonita Nindya Hadi Endrawati Hanan, Abdul Faqih Hanif, Kharisma Haidar Hariyadi Hariyadi Heryoso Setiyono Hira, Khansa Yatita Huda, Abiyani Choirul Huda, Juan Syamsul Ilham Kuncahyo Ilham Kuncahyo, Ilham Indriani Widhianingrum Irawan Saputro Irwani Irwani Irwani Irwani Ita Riniatsih Justin Cullen Jusup Suprijanto Jusup Suprijanto Kharisma Haidar Hanif Koesoemadji Koesoemadji Koesoemadji Koesoemadji M. Andry Herdiatma M. Andry Herdiatma Maulana Yustishar Maulana Yustishar Maulani, Alin Muhamad Fatah Nashrullah Munasik Munasik Nashih, Muhammad Dhiaulhaq Fakhruddin Nashrullah, Muhamad Fatah Nathanael Ganang Anindityo Wibowo Nirwani Soenardjo Novitasari, Dyah Pitaloka Nur Taufiq-Spj Oscar Leonard J. Oscar Leonard J. Petrus Subardjo Putra Charisma Chryssa Sitompul Raden Ario Rendha Hendyanto Rendha Hendyanto Retno Hartati Ria Azizah Tri Nuraini Rina Shofiana Riter, Johannes Rudhi Pribadi Rudhi Pribadi Sarifah, Almunatus Subagiyo Subagiyo Suryono Suryono Syahrial V. Canavaro Taufiq-Spj, Nur Tiara Anggita Wibisono, Ganang Wibowo, Nathanael Ganang Anindityo Widianingsih Widianingsih Widianto, Nur Cahyo Yati, Emi Zulkifli Aziz Zulkifli Aziz