Ibnu Pratikto
Department Of Marine Science, Faculty Of Fisheries And Marine Science, Diponegoro University

Published : 42 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Herbivori Daun Mangrove Rhizopora mucronata dan Rhizophora apiculata Hasil Replantasi di Ujung Piring, Kabupaten Jepara Widianto, Nur Cahyo; Pribadi, Rudhi; Pratikto, Ibnu
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.616 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v8i3.25266

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat herbivori R. apiculata dan R. mucronata, dan ketinggian pohon serta umur daun di vegetasi mangrove Di daerah Ujung Piring, Kabupaten Jepara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu metode pencari fakta dengan interpretasi secara tepat, penentuan lokasi pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Sampel daun mangrove dari spesies R. apiculata dan R. mucronata diambil dari tiga kategori ketinggian yang berbeda yaitu <1 m dan >1-3 m, masing-masing sebanyak 10 ulangan (pohon) untuk setiap kategori. Daun dipisahkan berdasarkan umur daun (tua atau muda) serta kondisi daun (utuh atau rusak) total daun diambil sebanyak 10%. Hasil penelitian menunjukan nilai rerata tingkat herbivori R. apiculata yaitu 4,66% kisaran (0,16% - 8,93%) sampai dengan 11,59% kisaran (2,14-21,97%) sedangkan pada R. mucronata yaitu 5,23% kisaran (0,31-9,94%) sampai dengan 11,37% kisaran (2,56-17,91%). Berdasarkan uji statistik dapat disimpulkan bahwa faktor spesies, ketinggian dan umur daun berpengaruh nyata terhadap tingkat herbivori pada kedua spesies R. apiculata dan R. mucronata yaitu: (P<0,05). The purpose of this research is to know the herbivory level of R. apiculata and R. mucronata, the tree height and the age of the leaves in mangrove vegetation Dusun Ujung Piring, Jepara District. The method used in this research is descriptive method and that means fact finding method with the correct interpretation, in determining the location of the sampling is done by purposive sampling method. Samples of mangrove leaves from the R. apiculata and R. mucronata species were taken from three different height categories: <1 m and > 1-3, each of 10 replicates (trees) for each category. Leaves are separated by the age of the leaves (old or young) and leaf condition (whole or damaged) leaves in total are taken as much as 10%. The results showed that the average value of herbivory level of R. apiculata was 4,66% (0,16-8,93%) up to 11,59% (2,14-21,97%) while in R. mucronata 5,23% (0,31-9,94%) up to 11,37% (2,56-17,91%). Based on statistical test it can be concluded that species factor, height and leaf age have a real impact on the herbivory level on R. apiculata and R. mucronata.
STUDI POTENSI PANTAI SINDANGKERTA DI KABUPATEN TASIKMALAYA UNTUK PENGEMBANGAN WISATA BAHARI Suryani, Dietta; Pratikto, Ibnu; Koesoemadji, Koesoemadji
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.317 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i3.3140

Abstract

Sindangkerta Beach in Cipatujah is one of tourism object in South Tasikmalaya which has considerable potential as marine tourism area. The government doesn’t pay much attention makes this area couldn’t develop optimally. In addition, management data is very minimum. The study aims to indentify Sindangkerta Beach potential for marine tourism area. The research was held on February until March 2012. Those months is the last period of the rainy season in Indonesia but it wasn’t discourage the tourists to came to Sindangkerta Beach. The study used description analysis which is describes the real condition in the field and analysis of the suitability of tourism. This type analysis is compared the characteristics and quality of land to land use requirements for specific tourism activities. The result showed that Sindangkerta Beach has many unique things such as upraised coral area, culture attraction and has adequate facilities for supporting tourism activities, Based on the result of Indeks Kesesuaian Wisata (IKW), Sindangkerta Beach is very suitable (S1) for beach recreation. As for Taman Saut the value is 83.57%, for Taman Lengsar is 80% and 82.85% for Ketapang Beach which are the places result into S1 class or very suitable.
Biologi Rajungan Portunus pelagicus Linnaeus, 1758 (Crustacea: Portunidae) Ditinjau Dari Aspek Distribusi Ukuran Dan Parameter Pertumbuhan Di Perairan Rembang, Jawa Tengah Wibowo, Nathanael Ganang Anindityo; Suryono, Chrisna Adhi; Pratikto, Ibnu
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.885 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v8i4.24539

Abstract

Rembang merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang dikenal sebagai daerah penghasil sumberdaya rajungan yang cukup tinggi permintaannya dan terus meningkat setiap tahunnya. Hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya penurunan potensi hasil rajungan akibat intensifnya penangkapan di Perairan Rembang. Kajian tentang kondisi stok sumberdaya rajungan  terkait sebaran dan dinamika populasi ini sangat diperlukan dalam pengelolaan potensi rajungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur ukuran dan parameter pertumbuhan rajungan di Perairan Rembang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2019 di Perairan Rembang, dengan menggunakan metode survei yang bersifat deskriptif. Total sampel rajungan selama penelitian adalah 1200 ekor yang terdiri dari 574 ekor jantan dan 624 ekor betina. Hasil penelitian menunjukkan kelas ukuran lebar karapas rajungan didominasi oleh rajungan muda, dengan rata – rata 105.01 ± 11.99 mm untuk jantan dan 107.73 ± 10.68 untuk betina. Berat rata – rata rajungan jantan yaitu sebesar 95.2 ± 27.1 gram dan rajungan betina sebesar 97.9 ± 23.1 gram, sehingga menunjukkan rajungan jantan lebih kecil dibandingkan dengan rajungan betina. Pola pertumbuhan rajungan di Perairan Rembang bersifat allometrik negatif. Laju pertumbuhan rajungan di Perairan Rembang yang didapatkan adalah berupa nilai panjang asimptotik (L∞) sebesar 71.4 mm dengan koefisien pertumbuhan (K) sebesar 1.5/tahun.Rembang is a coastal region in Central Java which known as to producer of blue swimming crab resources that are in high demand and continues to increase every year. It will because decreasing the potential yield of blue swimming crab due to intensive fishing in Rembang Waters. Study on the stock condition of the blue swimming crab resource related to the distribution and dynamics of the population is required for the management of the blue swimming crab potential. The current research aims to assess the size structure and growth parameter of blue swimming crab in the Rembang Waters. The research was conducted from March to June 2019 in Rembang Waters, using a descriptive survey method. The total number of crab samples during the study was 1200 animals consisting of 574 male and 624 female. The results showed that the size of the crab carapace width class was dominated by young crabs, with an average of 105.01 ± 11.99 mm for males and 107.73 ± 10.68 for females. The average weight of male crab is 95.2 ± 27.1 gram and female crab is 97.9 ± 23.1 gram, indicates that male crab is smaller than female crab. The crab’s growth in Rembang Waters is allometric negative. The growth rate of crab in the Rembang Waters obtained is in the form of asymptotic length (L∞) was 71.4 mm with a growth coefficient (K) 1.5/year.
Analisis Daya Dukung Kualitas Air Untuk Kesesuaian Wisata Di Pantai Karang Jahe, Rembang Kurniawati, Fitri; Pratikto, Ibnu; Widianingsih, Widianingsih
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.541 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v8i4.24926

Abstract

Pantai Karang Jahe merupakan salah satu destinasi wisata baru yang mulai  menjadi tujuan wisata  di Jawa Tengah. Sebagai tempat wisata  baru, Pantai Karang Jahe memerlukan pengembangan dalam upaya menarik wisatawan untuk berkunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesesuaian dan daya dukung wisata  serta  mengkaji potensi daya tarik wisata Pantai Karang Jahe, Rembang, Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2019. Penelitian menggunakan metode survei dan penentuan lokasi dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling,. Pada Penelitian ini dilakukan analisa Indek Kesesuaian Wisata (IKW)  dan analisa Daya Dukung Kawasan (DKK).  analisis data kesesuaian kawasan menggunakan rumus IKW= [ Ni / Nmaks] x 100 % dan analisis daya dukung kawasan Bertdasarkan pengamatan diperoleh hasil bahwa nilai IKW untuk rekreasi pantai pada stasiun 1, 2 dan 3 tergolong sangat sesuai (S1) dengan nilai 88,88%; 91,94%; 84,72%.  Nilai Daya Dukung Kawasan (DDK) yaitu kegiatan rekreasi pantai dengan luas 1200 m2 sebesar 96 orang/ hari, kegiatan berenang dengan luas 1100 m2 dapat menampung 88 orang/ hari, dan kegiatan bermain dengan luas 1000 m2 dapat menampung 80 orang/ hari. Berdasarkan hasil  analisa IKW dan DDK dapat disimpulkan bahwa  Pantai Karang Jahe sangat sesuai untuk kegiatan wisata pantai. Karang Jahe Beach is one of the new tourist destinations that is starting to become a tourist destination in Central Java. As a new tourist spot, Karang Jahe Beach requires development in an effort to attract tourists to visit. This study aims to examine the suitability and carrying capacity of tourism and examine the potential of the tourist attraction of Karang Jahe Beach, Rembang, Central Java. The study was conducted in January-February 2019. The study used a survey method and the location was chosen using the purposive sampling method. In this study an analysis of the Tourism Suitability Index (IKW) and the Regional Carrying Capacity (DKK) analysis were conducted. Based on observations, the results show that the IKW value for beach recreation at stations 1, 2 and 3 is classified as very suitable (S1) with a value of 88.88%; 91.94%; 84.72%. The carrying capacity of the Region (DDK) is beach recreation activities with an area of 1200 m2 totaling 96 people / day, swimming activities with an area of 1100 m2 can accommodate 88 people / day, and play activities with an area of 1000 m2 can accommodate 80 people / day. Based on the results of IKW and DDK analysis, it can be concluded that Karang Ginger Beach is very suitable for beach tourism activities. 
Studi kesesuaian perairan pantai tanjung setia sebagai kawasan wisata bahari kabupaten lampung barat Provinsi lampung Aziz, Zulkifli; Subardjo, Petrus; Pratikto, Ibnu
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.719 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v1i2.2029

Abstract

Faithful Cape Coast is one of Lampung destinations featured attraction and a tourist attraction in West Lampung regency which has considerable potential as a marine tourism area. This study aims to identify and assess physical potential of Cape Coast Faithful as marine tourism area. This study aims to identify and assess physical potential of Cape Coast Faithful as marine tourism area. The results of the study showed that the physical condition of the waters of Cape Coast Faithful potential as marine tourism area, with some activity that is surfing (Surfing), diving (Diving), and fishing (Fishing). Based on the IKW for surfing activities (Surfing) into the category of class S1 (very suitable) with IKW value by 80%, whereas for diving (Diving) and fishing (Fishing) in the category S2 (quite appropriate) with each IKW value of 70% for diving (Diving), and 64% for fishing activities (fishing).
Analisa Distribusi Spasial Vegetasi Mangrove di Desa Pantai Mekar Kecamatan Muara Gembong Hanan, Abdul Faqih; Pratikto, Ibnu; Soenardjo, Nirwani
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.336 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v9i3.27573

Abstract

Mangrove merupakan vegetasi yang tumbuh di wilayah pesisir dengan kemampuan beradaptasi baik secara morfologi dan fisiologi terhadap lingkungan. Ekosistem mangrove memiliki beragam peran diantaranya peranan ekologi, ekonomi dan sosial budaya. Penyusutan luas hutan mangrove yang terjadi di Kecamatan Muara Gembong menyebabkan penurunan kualitas ekosistem mangrove. Kegiatan rehabilitasi tidak berjalan secara maksimal akibat belum tersedianya peta tematik mangrove untuk menunjang kegiatan penanaman mangrove di wilayah Desa Pantai Mekar yang merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Muara Gembong. Tujuan penelitian ini menganalisis sebaran mangrove, luas vegetasi mangrove dan persentase kategori tutupan vegetasi mangrove melalui pendekatan penginderaan jauh dan validasi lapangan. Citra yang digunakan pada penelitian ini yaitu citra satelit Sentinel 2A. Metode penginderaan jauh yang digunakan untuk mengetahui sebaran mangrove dengan perpaduan composite band dan supervised classification sedangkan untuk luas vegetasi mangrove dan persentase tutupan vegetasi mangrove menggunakan metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Metode validasi lapangan untuk tutupan vegetasi mangrove menggunakan hemispherical photography. Hasil penelitian menunjukan sebaran vegetasi mangrove di Desa Pantai Mekar tersebar di daerah ekowisata, wilayah sekitar sungai, daerah muara sungai, bekas tambak dan sekitar tambak dengan luas hutan mangrove sebesar 377,06 ha. Klasifikasi tutupan vegetasi mangrove terdiri dari 81,53 ha (21,62 %) kategori mangrove padat, 77,11 ha (20,45 %) kategori mangrove sedang dan 218,42 ha (57,93 %) kategori mangrove jarang. Mangrove is a tropical coastal vegetation that has the ability to adapt well morphologically and physiologically in the environment. Mangrove ecosystems have various of functions, including ecological, economical, and socio-culture functions. The extensive depreciation of mangrove forests that occurred in the District of Muara Gembong caused a decrease in the quality of the mangrove ecosystem. The rehabilitation activities have not run optimally, because there have not been any thematic maps to support mangrove planting activities in the Pantai Mekar Village area which is one of the villages in the Muara Gembong Subdistrict area. The purpose of this study is to analyze the distribution of mangroves, mangrove vegetation area and percentage of mangrove vegetation cover categories through remote sensing approach and field validation. The image used in this study is the Sentinel 2A satellite image. Remote sensing method used to determine the distribution of mangroves with a combination of composite band and supervised classification, while for the area of mangrove vegetation and the percentage of mangrove vegetation cover using the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). The field validation method for the mangrove vegetation cover uses hemispherical photography. The results showed that the distribution of the mangrove vegetation in Desa Pantai Mekar spread over the ecotourism areas, watershed, river estuaries, and aquaculture ponds with a total area of 377,06 hectares. The area is consisted of 81,53 hectares (21,62%) dense forest, 77,11 hectares (20,45%) medium dense forest, and 218,42 hectares (57,93%) sparse forest.
Identifikasi Mikroplastik di Muara Sungai Kendal, Kabupaten Kendal Hanif, Kharisma Haidar; Suprijanto, Jusup; Pratikto, Ibnu
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v9i2.26832

Abstract

ABSTRAK: Kajian mengenai mikroplastik pada muara Sungai Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah perlu dilakukan untuk mengetahui jenis polimer dan bentuk dari mikroplastik karena Sungai Kendal berpotensi membawa mikroplastik hingga ke laut. Penelitian mengenai mikroplastik ini terbagi dalam 3 tahap yaitu pengambilan, pengolahan, dan identifikasi. Pengambilan sampel pada permukaan laut menggunakan plankton net 60 µm pada 4 stasiun berbeda. Pengolahan sampel dilakukan dengan 3 tahap yaitu pendegradasian bahan organik, pemisahan densitas, penyaringan. Identifikasi polimer mikroplastik menggunakan FTIR (Fourier Transform Infra Red) dan identifikasi bentuk menggunakan mikroskop stereo. Hasil identifikasi polimer mikroplastik yang terdapat pada muara Sungai Kendal adalah polyethylene dan polypropylene. Bentuk mikroplastik yang didapatkan adalah fragment, film, foam, dan fiber. ABSTRACT: The study of microplastics in Kendal Estuary, Kendal Regency, Central Java, is necessary to know the polymer and shape of microplastics because Kendal River has potential to bring microplastics to ocean.  This study contains three steps of processing. The first step is sampling, then sample processing, and identification. Sample of microplastics is taken in surface water using plankton net 60 µm at 4 stations. Sample processing had three steps, first is the degradation of organics matter, density separation, then sample filtration. Polymer identification used FTIR (Fourier Transform Infrared) and shape identification used stereo microscope. The results of polymer identification indicate that is two type of polymer, that is polyethylene and polypropylene. the shape of microplastics is fragment, film, foam, and fiber 
Perubahan Lahan Mangrove di Pesisir Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat Maulani, Alin; Taufiq-SPJ, Nur; Pratikto, Ibnu
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v10i1.28396

Abstract

Kecamatan Muara Gembong adalah wilayah dengan ekosistem mangrove yang cukup luas dan tersebar. Mangrove adalah kelompok jenis tumbuhan yang tumbuh di sepanjang garis pantai tropis sampai subtropis di suatu lingkungan yang mengandung garam dan bentuk lahan berupa pantai dengan reaksi tanah anaerob. Kondisi ekosistem mangrove sangat peka terhadap gangguan dari luar terutama dari kegiatan pencemaran, konversi hutan mangrove menjadi kawasan non-hutan, ekploitasi hasil mangrove yang berlebihan sehingga terjadi dinamika pada luasan lahannya. Perubahan yang terjadi pada ekosistem mangrove ini dapat berupa penambahan, pengurangan, dan lahan yang tetap. Metode yang dilakukan pada penelitian ini berupa pengolahan data satelit citra Sentinel 2A, Landsat 8, dan Landsat 5 untuk menganalisa sebaran mangrove pada tahun 2009, 2014, dan 2019, serta perubahan yang terjadi. Validasi data dilakukan dengan pengamatan kawasan langsung di lokasi penelitian berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan. Hasil pengolahan data menunjukan di Kecamatan Muara Gembong pada tahun 2009-2019 diketahui terjadi penambahan luasan lahan mangrove sebesar 1017,746 ha dan pengurangan luasan mangrove sebesar 275,37 ha. Selain itu, terdapat pula lahan mangrove yang tetap bertahan pada kurun waktu 2009-2019 seluas 255,057 ha. Sehingga perubahan lahan mangrove yang terjadi di Kecamatan Muara Gembong cenderung mengalami pertambahan luasan lahan mangrove, yaitu sebesar 66% lahan mangrove yang bertambah. Muara Gembong Subdistrict is an area with a wide and scattered mangrove ecosystem. Mangroves are a group of plant species that grow along tropical to subtropical coastlines in an environment that contains salt and landforms in the form of beaches with anaerobic soil reactions. The condition of mangrove ecosystems is very sensitive to outside disturbances, especially from pollution activities, conversion of mangrove forests to non-forest areas, excessive exploitation of mangrove products resulting in dynamics in the area of land. Changes that occur in this mangrove ecosystem can be in the form of addition, subtraction, and permanent land. The method used in this research is the processing of Sentinel 2A, Landsat 8, and Landsat 5 satellite image data to analyze the distribution of mangroves in 2009, 2014 and 2019, and the changes that occur. Data validation is done by direct observation of the area at the research location based on data processing that has been done. The results of data processing showed that in Muara Gembong Subdistrict in 2009-2019 it was known that there was an increase in the area of mangrove land by 1017, 746 ha and reduction in mangrove area by 275.37 ha. In addition, there are also mangrove lands that have survived in the period 2009-2019 covering 255,057 ha. So that changes in mangrove land that occur in Muara Gembong District tend to experience an increase in the area of mangrove land, which is equal to 66% of the mangrove land that is increasing.
Kandungan Klorofil-a dan Kelimpahan di Perairan Kendal, Jawa Tengah Garini, Bonita Nindya; Suprijanto, Jusup; Pratikto, Ibnu
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v10i1.28655

Abstract

Kondisi perairan suatu wilayah memiliki tingkat kesuburan yang berbeda – beda salah satunya pada Perairan Jawa khususnya bagian utara. Perairan Utara Jawa memiliki kondisi arus dan gelombang yang cukup stabil dimana hal ini berpengaruh terhadap kandungan yang terdapat di dalamnya. Perairan Kendal merupakan salah satu perairan yang terletak di Utara Jawa yang dimanfaatkan dalam kegiatan perikanan. Kendal merupakan Kabupaten yang memiliki hasil tangkapan ikan yang cukup besar yang dimanfaatkan masyarakat untuk kehidupan sehari- hari. Kabupaten Kendal juga terkenal dengan kegiatan industri seperti industri Kayu Lapis. Kegiatan industri berdampak terhadap kondisi perairan di Kendal karena buangan limbah cair maupun padat yang dapat mempengaruhi tingkat kesuburan. Tingkat sesuburan perairan dapat dilihat salah satunya dari kandungan klorofil-a yang terdapat di dalamnya. Kandungan klorofil-a pada perairan dapat dilihat melalui banyaknya fitoplankton karena fitoplankton merupakan penghasil klorofil-a tertinggi di perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas Perairan Kendal dilihat dari kandungan klorofil-a dan fitoplankton. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, metode deskripstif dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran tentang kualitas perairan melalui sebaran kandungan spasial klorofil-a pada Perairan Kendal. Teknik penentuan lokasi sampling dan pengambilan sampel menggunakan metode purpose sampling. Pengambilan data lapangan dilakukan sebanyak 10 titik. Titik lokasi ditandai menggunakan Global Positioning System. Hasil yang didapatkan dari penelitian menunjukkan hasil persebaran konsentrasi klorofil-a pada masing – masing stasiun berbeda dan hasil kelimpahan fitoplankton yang di dapatkan juga berbeda tetapi sesuai dengan konsentrasi klorofil-a pada masing – masing stasiun. Perbedaan disebabkan karena adanya faktor perbedaan lokasi sampling. Konsentrasi klorofil yang tertinggi terdapat pada stasiun 6 sebesar 1,7025 mg/m³ dan kelimpahan fitoplankton tertinggi juga pada stasiun 6 sebanyak 43.373 sel/L.The condition of the waters of an area has different fertility levels - one of which is in the Java waters especially in the north. The waters of North Java have relatively stable currents and waves which affect the content contained therein. Kendal waters is one of the waters located in North Java that is used in fisheries activities. Kendal is a regency that has a large enough fish catch that is utilized by the community for daily life. Kendal Regency is also famous for industrial activities such as the Plywood Industry. Industrial activities have an impact on water conditions in Kendal because of liquid and solid waste discharges that can affect fertility. Water fertility can be seen one of them from the content of chlorophyll-a contained in it. Chlorophyll-a content in water can be seen through the number of phytoplankton because phytoplankton is the highest chlorophyll-a producer in water. The purpose of this study was to determine the quality of Kendal Waters in terms of chlorophyll-a and phytoplankton content. The method used in this research is descriptive method, descriptive method is intended to get a picture of the quality of waters through the distribution of spatial content of chlorophyll-a in Kendal waters. The technique of determining the location of sampling and sampling uses the purpose sampling method. Field data collection was carried out by 10 points. Location points are marked using the Global Positioning System. The results obtained from the study showed that the distribution of chlorophyll-a concentrations at each station was different and the results of the abundance of phytoplankton obtained were also different but in accordance with the concentration of chlorophyll-a at each station. The difference is due to the sampling location difference factor. The highest chlorophyll concentration was found at station 6 at 1.7025 mg/m³ and the highest phytoplankton abundance was also at station 6 as many as 43,373 cells/L.
Komposisi dan Tutupan Kanopi Vegetasi Mangrove di Perairan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan Kuncahyo, Ilham; Pribadi, Rudhi; Pratikto, Ibnu
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v9i4.27915

Abstract

Kondisi kesehatan vegetasi mangrove yang berada di daratan dan pulau – pulau kecil sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan laut. Perbedaan kondisi tumbuh mangrove dapat mempengaruhi dinamika perubahan vegetasi dan tutupan kanopi mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur, komposisi dan tutupan kanopi mangrove di Perairan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Penentuan titik atau stasiun sampling dengan menggunakan metode purposive sampling. Metode pengambilan data vegetasi mangrove dengan metode plot sampling dan pengambilan data tutupan kanopi mangrove dengan metode hemispherical photography. Penelitian ini dilakukan di 4 lokasi yaitu Desa Kramat (DK), Desa Muara Bakau (DMB), Pulau Rimau Balak (PRB), dan Pulau Kandang Balak (PKB) yang terdiri dari 4 stasiun penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Perairan Bakauheni yang terdiri dari 4 lokasi peneltiian ditemukan 14 spesies mangrove di dalam plot dan di luar plot penelitian. Nilai Kerapatan mangrove berkisar 966–1634 ind/ha. Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) dan Keseragaman (J’) di lokasi penelitian termasuk dalam kategori rendah. Hasil persentase tutupan kanopi mangrove termasuk kategori padat berkisar 72,04±13,18% – 86,41±1,08%. The health condition of mangrove vegetation on land and small islands is very important in maintaining the balance of coastal and marine ecosystems. Differences in mangrove area conditions can affect the dynamics of changes in vegetation and mangrove canopy cover. This study aims to analyze the structure, composition and cover of mangrove canopies in Bakauheni Waters, South Lampung Regency. The method used in this research is descriptive method. Determination of the point or sampling station using purposive sampling method. The method of collecting mangrove vegetation data using plot sampling method and mangrove canopy cover data collection using hemispherical photography method. This research was conducted in 4 locations, namely Kramat Village (DK), Muara Bakau Village (DMB), Rimau Balak Island (PRB), and Kandang Balak Island (PKB) consisting of 4 research stations. The results showed that the Bakauheni Waters area which consisted of 4 research sites found 14 mangrove species inside the plot and outside the research plot. Mangrove density values range from 966-1634 ind/ha. The value of Diversity Index (H') and Uniformity (J') in the study location is included in the low category. The percentage yield of mangrove canopy cover including the dense category ranges 72.04±13.18% - 86.41±1.08%.
Co-Authors A.B. Susanto A.B. Susanto Abdul Faqih Hanan Agus Indarjo Agus Indarjo Agus Sabdono Ali Ridlo Alin Maulani Ambariyanto Ambariyanto Ananta, Clarence Daffa Andhika Kurniawan Andhika Kurniawan Annisa, Amin Yunita Nur Baskoro Rochaddi Baskoro Rochaddi Bayu Kreshna Adhitya Sumarto Bonita Nindya Garini Chandra Sinambela Chrisna Adhi Suryono Chrisna Adhi Suryono Clarence Daffa Ananta Dhanar Syahrizal Akhmad Diah Permata Wijayanti Dietta Suryani Dimas Nugroho Ari Prihantanto Dimas Nugroho Ari Prihantanto Emi Yati Erni Kusumastuti Erni Kusumastuti, Erni Fadhil Febyanto Ferdiansyah, Hendra Irawan Fitri Kurniawati Fitri Kurniawati Garini, Bonita Nindya Hadi Endrawati Hanan, Abdul Faqih Hanif, Kharisma Haidar Hariyadi Hariyadi Heryoso Setiyono Hira, Khansa Yatita Huda, Abiyani Choirul Huda, Juan Syamsul Ilham Kuncahyo Ilham Kuncahyo, Ilham Indriani Widhianingrum Irawan Saputro Irwani Irwani Irwani Irwani Ita Riniatsih Justin Cullen Jusup Suprijanto Jusup Suprijanto Kharisma Haidar Hanif Koesoemadji Koesoemadji Koesoemadji Koesoemadji M. Andry Herdiatma M. Andry Herdiatma Maulana Yustishar Maulana Yustishar Maulani, Alin Muhamad Fatah Nashrullah Munasik Munasik Nashih, Muhammad Dhiaulhaq Fakhruddin Nashrullah, Muhamad Fatah Nathanael Ganang Anindityo Wibowo Nirwani Soenardjo Novitasari, Dyah Pitaloka Nur Taufiq-Spj Oscar Leonard J. Oscar Leonard J. Petrus Subardjo Putra Charisma Chryssa Sitompul Raden Ario Rendha Hendyanto Rendha Hendyanto Retno Hartati Ria Azizah Tri Nuraini Rina Shofiana Riter, Johannes Rudhi Pribadi Rudhi Pribadi Sarifah, Almunatus Subagiyo Subagiyo Suryono Suryono Syahrial V. Canavaro Taufiq-Spj, Nur Tiara Anggita Wibisono, Ganang Wibowo, Nathanael Ganang Anindityo Widianingsih Widianingsih Widianto, Nur Cahyo Yati, Emi Zulkifli Aziz Zulkifli Aziz