Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Hubungan Faktor Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 6-59 Bulan di Kota Pekalongan Tahun 2023 Yuniastuti, Ari; Hidayah, Isti; Susanti, R.; Pratikwo, Suryo
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol. 22 No. 1 (2024)
Publisher : Badan Perencana Pembangunan, Riset dan Inovasi Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54911/litbang.v22i1.301

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem caused by low intake of nutritious food, poor sanitation, and a long history of disease infection. One of the indirect factors causing stunting is water, sanitation and hygiene (WASH). Pekalongan as the city of batik, it is possible that batik industry waste containing heavy metals can disrupt the growth of children. The purpose of this study is to analyze the factors of environmental sanitation association incidence of stunting among children in Pekalongan. This research is an analytic study with a case-control study design.  The population in this study were mothers who had toddlers aged 6-59 months with a total sample of 177 respondents. The sampling technique in this study is a non-probability sampling method, namely purposive sampling. Univariate bivariate and multivariate analysis with SPSS 20.0. The results of statistical tests showed that there was a relationship between Sewage (p=0.000; OR=5,096), light intensity (p=0.000; OR=9,404), vent area (p=0.000; OR=9.941), and the habit of opening windows (p=0.000; OR=27,215) with stunting. The prevalence of stunting in the city of Pekalongan is related to sewage ownership, lighting, ventilation and the habit of opening windows. It is suggested that the Pekalongan government use the Community Based Total Sanitation (CBTS) program to empower the community with regard to environmental sanitation. Keywords: Stunting, WASH, sanitation.
PENERAPAN METODE SOSIODRAMA DALAM PROMOSI KESEHATAN TENTANG DETEKSI DINI GANGGUAN KESEHATAN JIWA Djoko Santoso, Petrus Nugroho; Pratikwo, Suryo; Zakiyah, Nur; Agus Sukrillah, Ulfah; Sudirman, Sudirman
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 5, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v5i2.12253

Abstract

Latar Belakang : Jumlah gangguan jiwa secara global menurut data WHO (2020) terdapat 280 juta jiwa di dunia mengalami depresi dan 800 ribu jiwa meninggal dunia karena bunuh diri. di KotaPekalongan tahun 2019 sarana pelayanan kesehatan tingkat lanjut yaitu 18.190 jiwa dengan sasaranODGJ berat pada kecamatan Pekalongan Utara daerah Dukuh yaitu 52 jiwa. Di berbagai daerah banyak penderita gangguan kesehatan jiwa belum tertangani dengan baik. Dalam pelayanan kesehatan jiwa sekarang, tidak hanya berfokus pada pengobatan atau penyembuhan saja. Akan tetapi dilakukan berbagai upaya lain seperti pendidikan kesehatan jiwa, pencegahan atau deteksi dini gangguan jiwa dan pemberdayaan pada Masyarakat.Tujuan : untuk mengetahui pengaruh metode sosiodrama dalam promosi mengenai deteksi dinigangguan kesehatan jiwa yang berguna bagi masyarakat dan petugas kesehatanMetode : Penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan pre-post test with control group designHasil : Nilai p=0,000 (p0,005) artinya ada perbedaan yang bermakna tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah perlakuan kelompok berpasangan sebelum dan sesudah perlakuan metode sosio drama dan diskusi. Dan juga kelompok kontrol berpasangan. Sedangkan hasil uji beda kelompok tidak berpasangan kelompok intervensi dan kelompok kontrol sebelum yaitu ada perbedaan yang bermakna tingkat pengetahuan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol sebelum perlakuan. Dan juga setelah perlakuan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol.Simpulan : penelitian tingkat pengetahuan responden pada kelompok intervensi dengan metodesosiodrama dan diskusi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skor pengetahuan responden tentang deteksi dini gangguan kesehatan jiwa Kata Kunci : Sosiodrama, Deteksi Dini, Kesehatan Jiwa
PENGELOLAAN KEPERAWATAN KELUARGA Ny. R DAN Ny. U DENGAN NYERI KEPALA HIPERTENSI DI KOTA PEKALONGAN Saleh, Rosmiati Saleh; Pratikwo, Suryo; Rahmania, Putri Aisyah; Inayah, Maslahatul
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 1 No. 1 (2020): Oktober 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v1i1.6452

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi dapat menimbulkan masalah keperawatan nyeri kepala akibat ketidak mampuan keluarga mengenal masalah kesehatan penyakit hipertensi dan juga karena kurangnya dukungan keluarga ketika serangan nyeri datang akibat tekanan darah yang tinggi. Penanganan nyeri kepala hipertensi sangat dibutuhkan dan perlu dilakukan secara benar, tepat dan dapat dilakukan dengan cara perawatan non farmakologi yaitu dengan teknik relaksasi nafas dalam dan teknik distraksi (pengalihan nyeri) menggunakan musik.Tujuan : Agar klien dan keluarga mampu melakukan pengelolaan keperawatan nyeri kepala hipertensi dengan teknik relaksasi nafas dalam dan teknik distraksi menggunakan musik dengan benar dan tepat. Metode : Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif yaitu mendeskripsikan peristiwa atau fenomena yang ada pada saat ini. Penelitian ini berbentuk studi kasus dengan menggunakan 2 subjek yang  sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi.Hasil : Setelah dilakukan tindakan keperawatan penanganan nyeri kepala hipertensi dengan teknik relaksasi nafas dalam dan teknik distraksi menggunakan musik, pasien merasakan nyeri kepalanya berkurang dari score 4 menjadi 2 dan perlakuan ke 2, nyeri kepala dudah tidak ada rasa nyeri. Selanjutnya diberi pendidikan kesehatan tentang penyakit hipertensi, dan pentingnya dukungan keluarga. Hasilnya didapatkan bahwa keluarga lebih memahami tentang penyakit hipertensi yaitu klien 1; dari nilai 45 menjadi 80 dan klien 2 dari nilai 50 menjadi 85. Hal ini juga berpengaruh pada klien yang mangalami nyeri kepala hipertensi.Simpulan : Berdasarkan hasil dan pembahasan pada pengelolaan keperawatan keluarga pasien dengan nyeri kepala pada hipertensi di Kota Pekalongan didapatkan hasil dapat menurunkan tingkat nyeri dengan tindakan  teknik relaksasi nafas dalam dan teknik distraksi menggunakan musik, demikian pula dengan pengetahuan dan dukungan keluarga juga dapat berpengaruh terhadap respon pengetahuan tentang hipertensi, terbukti ada perbedaan antara pasien I dengan pasien II dalam memahami informasi yang diberikan. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan pendidikan dari ke dua subyek tersebut. 
PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI KESEHATAN DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP PENGETAHUAN KELUARGA DALAM PENANGANAN KEJADIAN KEJANG DEMAM PADA ANAK Saleh, Rosmiati; Pratikwo, Suryo; ., Arwani; Hartono, Mardi; Anonim, Tri
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v3i1.8514

Abstract

Latar Belakang : Tingkat pengetahuan keluarga dapat menjadi kunci dalam penanganan kejang demam pada anak. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan adalah dengan melakukan edukasi kesehatan menggunakan media audiovisual. Media audiovisual dapat memberikan stimulus pada dua indera manusia, yaitu penglihatan dan pendengaran. Edukasi kesehatan yang dilakukan secara terstruktur dan konsisten dapat memberikan informasi yang efektif bagi seseorang.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi kesehatan berbasis audiovisual untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dalam penanganan kejangdemam pada anak.Metode : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi kesehatan berbasis audiovisual untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dalam penanganan kejangdemam pada anak. Penelitian ini menggunakan metode quasy eksperimen dengan kelompok kontrol. Kelompok kontrol diberikan intervensi berupa edukasi kesehatan secara tradisional sedangkan kelompok intervensi diberikan intervensi berupa edukasi menggunakan media audiovisual. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan menggunakan seluruh responden yang memenuhi kriteria. Responden dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Masing-masing kelompok berisi 20 responden yaitu keluarga yang memiliki anak 3 bulan hingga 5 tahunHasil : Hasil membuktikan kedua responden mengalami peningkatan kemampuan berkenalan. Kata Kunci : Audiovisual; Pengetahuan; Kejang Demam.
PENGARUH PEMBERIAN BAKPAO ABON IKAN SALMON (ONCORHYNCHUS MASOU) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DENGAN ANEMIA Inayah, Maslahatul; Pratikwo, Suryo
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v3i2.9265

Abstract

Latar Belakang : Anemia pada ibu hamil dapat mengakibatkan dampak buruk pada ibu maupun pada janin.Dampak jangka panjang ibu hamil yang mengalami anemia dapat merusak system kekebalan tubuh apalagi pada saat ini terjadi wabah pandemi virus corona 19 yang mengancam semua orang termasuk ibu hamil . Untuk memantu meningkatkan system kekebalan tubuh atau system imun ibu hamil perlu mengkonsusmsi bahan makanan yang banyak mngandung zat besi. Pemenuhan kebutuhan zat besi dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung protein hewani salah satunya ikan salmon.Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian bakpao abon ikan salmon terhadap kadar hemoglobin ibu hamil anemia.Metode : Metode penelitian dengan menggunakan uji paired t test. Hasil : Hasil penelitian dilakukan pada 20 responden yang terdiri dari kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Rata-rata peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil yang mengkonsumsi bakpao abon ikan salmon sebesar 0,460 gr/dl. Hasil uji paired t test ditemukan adanya pengaruh pemberian bakpao abon ikan salmon terhadap kadar hemoglobin dengan nilai p < 0,05 . Hasil uji Mann-Whitney ditemukan adanya perbedaan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia antara kelompok intervensi dan kelompok control dengan nilai p < 0,05. Kesimpulan pemberian bakpao abon ikan salmon mempengaruhi peningkatan kadar hemoglobin secara signifikan dan terdapat perbedaab kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol.Kata Kunci : Bakpao abon ikan salmon, Hemoglobin, Ibu Hamil Anemia
ASUHAN KEPERAWATAN JIWA RISIKO PERILAKU KEKERASAN DAN LATIHAN MENGONTROL MARAH DENGAN CARA FISIK KE-2 (MEMUKUL BANTAL ATAU KASUR) PADA Sdr. I DAN Sdr. S DI RUANG GATOTKACA RSJD Dr. AMINO GONDOHUTOMO PROVINSI JAWA TENGAH Widowati, Indar; Pratikwo, Suryo; Saleh, Rosmiati
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v4i1.9803

Abstract

Latar belakang: Risiko perilaku kekerasan adalah suatu bentuk tindakan yang berisikomembahayakan secara fiisk, emosi dan/atau seksual pada diri sendiri atau orang lain. Tujuan:Artikel ini untuk menggambarkan asuhan keperawatan jiwa pada pasien dengan risiko perilakukekerasan dan mengontrol marah dengan cara memukul bantal atau kasurpengkajian, perumusanmasalah, diagnosa keperawatan, perencanaan, tindakan, evaluasi dan pendokumentasian asuhankeperawatan.Metode: Dalam artikel ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan menjadikan 2 subjekpenelitian yang memenuhi syarat inklusi dan ekslkusi. Teknik pengambilan sampel yangdilakukan penulis yaitu dengan cara Convience Sampling yaitu cara pengambilan dan penetapansampel dengan mencari subjek atas dasar keinginan penulis yang dianggap mudah danmenyenangkan penulis.Hasil: Setelah dilakukan latihan mengontrol marah dengan cara memukul bantal atau kasurdidapatkan respon yang sama di antara dua pasien. Strategi pelaksanaan hanya dapat dilakukansampai strategi pelaksanaan ke-3 pasien, hal ini disebabkan karena keterbatasan waktu penulisdalam pengelolaan kasus.Simpulan: Untuk dapat mencapai bina hubungan saling percaya pelaksanaan asuhan keperawatanjiwa pada pasien dibutuhkan kondisi pasien yang kooperatif.Kata kunci: Risiko perilaku kekerasan, latihan mengontrol marah.
Implementasi Keperawatan Breast Care Pada Ibu Post Partum Dengan Masalah Menyusui Tidak Efektif di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan. Inayah, Maslahatul; Harnany, Afiyah Sri; Hartati, Hartati; Pratikwo, Suryo
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v4i2.10644

Abstract

Latar Belakang : Post Partum atau masa nifas merupakan masa yang dimulai setelah plasenta lahir dan berakhirnya setelah alat-alat kandungan kembali seperti sebelum hamil yang berlangsung sekitar 6 minggu atau 42 hari (Yuliana &Hakim, 2020). Saat masa nifas ibu mengalami perubahan pada organ reproduksinya yaitu rahim akan kembali seperti sebelum hamil (Nandia et all,2021). Perubahan lain yang terjadi adalah membesarnya payudara dan area disekitar puting susu menghitam yang menandakan bahwa ibu siap untuk menyusui bayinya (Sukmawati & Pasetyorini, 2022). Menyusui merupakan proses memberikan makan oleh ibu kepada bayi  melalui payudara secara langsung yang berupa air susu. Menyusui tidak efektif merupakan kondisi ibu dan atau bayi mengalami ketidakpuasan atau kesukaran pada proses menyusui. Menyusui tidak efektif dapat menghambat pemberian ASI eksklusif sehingga harus segera diatasi.Tujuan : Menggambarkan hasil asuhan keperawatan menyusui tidak efektif dengan Tindakan breast care pada ibu post partum di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan.Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu sebuah penelitian dengan tujuan untuk menggambarkan hasil asuhan keperawatan menyusui tidak efektif dengan tindakan breast care pada ibu post partum di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan subyek penelitian sejumlah 2 orang yang memenuhi kriteria inklusi.Hasil : Pengkajian dilakukan pada 2 klien  yaitu Ny. L dan Ny. N dengan metode wawancara, studi dokumentasi, observasi, dan pemeriksaan fisik. Data dari pengkajian tersebut  didapatkan masalah keperawatan menyusui tidak efektif. Tindakan keperawatan breast care diberikan selama 3 ( tiga ) hari pada waktu pagi dan sore hari. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa status menyusui membaik setelah diberikan tindakan breast care yang di tandai dengan pancaran ASI meningkat, suplai ASI meningkat dan perlekatan bayi pada payudara ibu meningkat.Kesimpulan: Menyusui menjadi efektif setelah di lakukan Tindakan breast care baik pada klien Ny.L maupun Ny. NKata Kunci: Breast Care, Menyusui Tidak Efektif.  
HUBUNGAN STATUS GIZI (OBESITAS) SEBAGAI FAKTOR RESIKO DIABETES MELLITUS DENGAN KADAR GULA DARAH Sumarni, Sumarni; Eka Indrianing, Nadia; Pratikwo, Suryo; Sudirman, Sudirman
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v5i1.11401

Abstract

Latar Belakang : Angka kejadian Diabetes Mellitus di kawasan Asia Tenggara, Indonesia berada diurutan ketiga dengan prevalensi sebesar 11,3%. Pada tahun 2019 Jawa Tengah terdapat 652.822 kasus. Faktor utama peningkatan kadar gula darah pada manusia selain genetic yaitu dari tingkat obesitas. Status Gizi (Obesitas) mempengaruhi kejadian diabetes mellitus.Tujuan : Untuk mengetahui Hubungan Status gizi (Obesitas) sebagai faktor resiko Diabetes Mellitus dengan Kadar Gula darahMetode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan menggunakan Teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan status gizi (obesitas) sebagai faktor resiko Diabetes Mellitus dengan Kadar Gula darahHasil : Setelah dilakukan pengolahan data di ketahui bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Gula Darah Puasa dengan nilai p-value adalah 0,922 dan nilai korelasi adalah 0,018.Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar indeks massa tubuh dengan kadar gula darah puasa. Kata Kunci : Diabetes Mellitus, Status Gizi, Obesitas
PENERAPAN METODE SOSIODRAMA DALAM PROMOSI KESEHATAN TENTANG DETEKSI DINI GANGGUAN KESEHATAN JIWA Djoko Santoso, Petrus Nugroho; Pratikwo, Suryo; Zakiyah, Nur; Agus Sukrillah, Ulfah; Sudirman, Sudirman
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v5i2.12253

Abstract

Latar Belakang : Jumlah gangguan jiwa secara global menurut data WHO (2020) terdapat 280 juta jiwa di dunia mengalami depresi dan 800 ribu jiwa meninggal dunia karena bunuh diri. di KotaPekalongan tahun 2019 sarana pelayanan kesehatan tingkat lanjut yaitu 18.190 jiwa dengan sasaranODGJ berat pada kecamatan Pekalongan Utara daerah Dukuh yaitu 52 jiwa. Di berbagai daerah banyak penderita gangguan kesehatan jiwa belum tertangani dengan baik. Dalam pelayanan kesehatan jiwa sekarang, tidak hanya berfokus pada pengobatan atau penyembuhan saja. Akan tetapi dilakukan berbagai upaya lain seperti pendidikan kesehatan jiwa, pencegahan atau deteksi dini gangguan jiwa dan pemberdayaan pada Masyarakat.Tujuan : untuk mengetahui pengaruh metode sosiodrama dalam promosi mengenai deteksi dinigangguan kesehatan jiwa yang berguna bagi masyarakat dan petugas kesehatanMetode : Penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan pre-post test with control group designHasil : Nilai p=0,000 (p<0,005) artinya ada perbedaan yang bermakna tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah perlakuan kelompok berpasangan sebelum dan sesudah perlakuan metode sosio drama dan diskusi. Dan juga kelompok kontrol berpasangan. Sedangkan hasil uji beda kelompok tidak berpasangan kelompok intervensi dan kelompok kontrol sebelum yaitu ada perbedaan yang bermakna tingkat pengetahuan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol sebelum perlakuan. Dan juga setelah perlakuan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol.Simpulan : penelitian tingkat pengetahuan responden pada kelompok intervensi dengan metodesosiodrama dan diskusi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skor pengetahuan responden tentang deteksi dini gangguan kesehatan jiwa Kata Kunci : Sosiodrama, Deteksi Dini, Kesehatan Jiwa
PEMBERDAYAAN IBU BADUTA DALAM MEWUJUDKAN PERIODE EMAS MELALUI PRAKTIK PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN MAKANAN PENDAMPING ASI Tri Anonim; Suryo Pratikwo; Sumarni Sumarni; Erni Nuryanti; Maslahatul Inayah
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): MEI 2024 - OKTOBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v3i2.11476

Abstract

Latar Belakang : Usia dibawah 24 bulan sangat penting bagi bayi karena di masa inilah upaya menciptakan sumber daya manusia yang baik dan berkualitas. Masa itu merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat sehingga kerap diistilahkan sebagai “Periode Emas” sekaligus “periode kritis”. Untuk mencapai tumbuh kembang optimal, Global Strategy for Infant and Young Child Fedding WHO/UNICEF merekomendasikan perlunya 4 hal penting yang harus dilakukan, antara lain: memberikan ASI kepada bayi segera dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir, memberikan hanya ASI saja atau pemberian ASI eksklusif sejak lahir sampai bayi berusia 6 bulan, memberikan makanan pendamping ASI (MP ASI) sejak bayi berusia 6 bulan sampai 24 bulan, dan meneruskan pemberian ASI sampTujuan: Meningkatkan pengetahuan ibu Baduta dalam upaya perbaikan gizi anaknya melalui praktik pemberian ASI Eksklusif dan MPASI agar terwujud Periode Emas.Metode: Penyuluhan kesehatan dan Praktik pemberian ASI eksklusif dan MPASI melalui ceramah, tanya jawab, demomnstrasi membuat MPASI usia  6-9 bulan, 9-12 bulan dan 12-24 bulan.ai anak berusia 24 bulan atau lebih.Hasil Kegiatan: Hasil evaluasi nilai rata-rata pre test sebesar 76,6 ( baik) menjadi 87,4 (sangat baik) pada nilai rata-rata post-testKesimpulan: Penyuluhan tentang Pemberian ASI Eksklusif dan MPASI dapat meningkatkan pengetahuan pada Ibu Baduta, nilai rata-rata pre tes dibanding pos tes terjadi peningkatan signifikan.