Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Double Loop Problem Solving untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Matematika pada Siswa Kelas XII MIPA 5 SMA Negeri 1 Gemolong Tahun Pelajaran 2022/2023 Prayitno, Joko
JURNAL PENDIDIKAN Vol 31 No 3 (2022): November
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v31i3.2797

Abstract

Tujuan penelitian ini, yaitu 1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Matematika dengan model pembelajaran double loop problem solving. 2) Menguji peningkatan keaktifan dan hasil belajar Matematika dengan model pembelajaran double loop problem solving. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan pada Semester Gasal tahun pelajaran 2022/2023 di kelas XII MIPA 5 SMA Negeri 1 Gemolong Sragen. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penerapan model pembelajaran double loop problem solving dapat meningkatkan hasil belajar Matematika pada materi “turunan fungsi trigonometri” peserta didik kelas XII MIPA 5 SMA Negeri 1 Gemolong Sragen tahun pelajaran 2022/2023. Hal tersebut ditunjukkan oleh hasil belajar peserta didik pada tahap siklus I, dan siklus II yang mengalami kenaikan hasil belajar. Hasil belajar peserta didik meningkat sebesar 4,61 yaitu 79,86 pada siklus I dan 84,47 pada siklus II, sedangkan ketuntasan belajar peserta didik meningkat 22,22% yaitu 77,78% pada siklus I dan 100% pada siklus II. Rata-rata keaktifan belajar peserta didik meningkat sebesar 12,50% yaitu 72,92% pada siklus I dan 85,42% pada siklus II. 
Komunikasi Keperawatan Sebagai Budaya Keselamatan Pasien Dalam Upaya Pencegahan Malpraktik Perdata Anam, Ach Syaiful; Santoso, Aris Prio Agus; Suryanto, Suryanto; Sukendar, Sukendar; Prayitno, Joko
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 6, No 3 (2022): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v6i3.3408

Abstract

Komunikasi berperan dalam kesembuhan klien, dan komunikasi pula yang menjadi salah satu akar penyebab terjadinya kesalahan pemberian tindakan keperawatan. Kurangnya penerapan komunikasi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan menyebabkan munculnya insiden keselamatan pasien. Perilaku perawat yang kurang komunikasi, perhatian, cerobohan, tidak teliti, dan tidak peduli dalam menjaga keselamatan pasien adalah faktor utamanya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komunikasi keperawatan dengan budaya keselamatan pasien, dan hubungan komunikasi keperawatan dengan pencegahan malpraktik perdata. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan library research dengan pengumpulan data sekunder. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara kulitatif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa keselamatan pasien merupakan hal yang sangat penting untuk di perhatikan dan ditingkatkan kualitasnya. Melalui komunikasi efektif, perawat dapat menjelaskan mengenai prosedur proses keperawatan secara jelas kepada pasien maupun keluarga pasien agar pasien dapat lebih mudah memahami penyampaian informasi oleh perawat. Dalam keselamatan pasien terdapat 7 standar, 6 sasaran dan 7 langkah untuk meningkatkan keselamatan pasien. Melalui penerapan komunikasi efektif kebijakan keselamatan pasien dapat diberlakukan dengan baik untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Kegagalan komunikasi merupakan penyebab keluhan terbanyak di Rumah Sakit, dan bahkan karena adanya missed communication pula bisa menimbulkan malpraktik perdata. Ketidakpuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan perawat untuk menolong atau menyelamatkan pasien dari penderitaannya atau akibatnya yang dapat menyebabkan kematian yang sebelumnya tidak diberitahukan kepadanya, dapat dijadikan dasar untuk menuntut ganti rugi kepada perawat dan Rumah sakit. Hal tersebut pastilah sudah memenuhi syarat perbuatan atau tindakan yang melanggar hukum perdata.
DAMPAK KEBERADAAN ATRAKSI WISATA MANDI SAKRAL DI KAWASAN PURA SURANADI TERHADAP EKONOMI MASYARAKAT PRAYITNO, JOKO
Tourism, Hospitality And Culture Insights Journal Vol 4 No 1 (2024): Tourism, Hospitality And Culture Insights Journal
Publisher : Politeknik Pariwisata Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36983/thcij.v4i1.555

Abstract

Lombok is one of the tourist destinations in Indonesia which has many tourist attractions. The sacred bathing tourist attraction in Suranadi Temple area is one of them. From my observations, tourists visiting this area not only carry out rituals, but tourists also enjoy traditional culinary delights with basic objectives, reasons, and argumentative factors. The existence of this tourist destination has an impact on the economic aspect. Based on observations, literature studies, and interviews with several residents and temple managers, the findings strengthen the community's view that tourism can have an impact on the economic growth of the Suranadi community.   Keywords: Economy, sacred bath, Suranadi.
Komunikasi Spiritual Dalam Pemertahanan Kesucian Pura Batu Bolong Sebagai Destinasi Wisata Hindu di Lombok Prayitno, Joko; Harianti, Dwi
Samvada : Jurnal Riset Komunikasi, Media, dan Public Relations Vol 4 No 2 (2025): Vol 4 No 2 (2025): Samvada November 2025
Publisher : IAHN Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/jsv.v4i2.3308

Abstract

Batu Bolong Temple in Lombok is a Hindu tourist destination that combines historical heritage with stunning beaches, serving as a primary place of worship and spiritual contemplation for the Hindu community. The increasing flow of tourists has created the potential for the profanation of sacred spaces through commercialization, behavioral shifts, and environmental pressures, thus demanding new communication practices to maintain the sanctity of the temple. This interpretive qualitative study aims to reveal the role of spiritual communication in preserving the holiness of Batu Bolong Temple as a Hindu tourist destination, involving stakeholders, managers, devotees, and business actors as key participants. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and document studies, and then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The research results show three main forms of spiritual communication: ritual symbolic communication, interpersonal communication based on the values of dharma and tat twam asi, and educational communication to tourists regarding the sacred–profane boundaries. These three forms create an effective non-formal social regulation mechanism in maintaining the sanctity of the temple amidst tourism pressures, while also producing a conceptual model of destination spiritual communication as a theoretical contribution to the development of Hindu spirituality-based tourism
PELAKSANAAN PASAL 14 AYAT (2) UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 TENTANG PEMBERIAN AMNESTI DAN ABOLISI BAGI PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI DITINJAU DARI NILAI-NILAI PANCASILA Prayitno, Joko; Makhali, Imam
MIZAN, Jurnal Ilmu Hukum Vol 15 No 1 inpress (2026): Mizan: Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/mizan.v15i1 inpress.8709

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pelaksaan Pasal 14 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 memberikan kewenangan kepada Presiden untuk memberikan amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat. Kewenangan konstitusional ini menimbulkan perdebatan ketika dikaitkan dengan kemungkinan pemberian amnesti dan abolisi kepada pelaku tindak pidana korupsi, mengingat korupsi merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang berdampak luas terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Pasal 14 ayat (2) UUD 1945 terkait pemberian amnesti dan abolisi bagi pelaku tindak pidana korupsi ditinjau dari nilai-nilai Pancasila. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian amnesti dan abolisi terhadap pelaku tindak pidana korupsi berpotensi bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua tentang Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta sila kelima tentang Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Pemberian kebijakan tersebut dapat mencederai rasa keadilan masyarakat dan melemahkan upaya pemberantasan korupsi. Oleh karena itu, pelaksanaan kewenangan Presiden dalam memberikan amnesti dan abolisi harus dilakukan secara sangat selektif, transparan, dan berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan sumber dari segala sumber hukum.
Dimensi Serat dan Nilai Turunan Serat Kayu Gmelina (Gmelina arborea Roxb.) dan Waru (Hibiscus tiliaceus L.) Kutana, Agung Nugrawan; Prayogo, Yanico Hadi; Wahyudi, Imam; Hanifah, Nisrina Putri; Pangestu, Kidung Tirtayasa Putra; Prayitno, Joko
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 17 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70561/fw12ft30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi serat dan nilai turunan serat kayu gmelina (Gmelina arborea Roxb.) dan waru (Hibiscus tiliaceus L.) serta membandingkan karakteristik anatomi serat kedua jenis kayu tersebut. Sampel kayu dimaserasi menggunakan metode Schultze dan diamati secara mikroskopis pada pembesaran 40× dan 100×. Parameter yang diukur meliputi panjang serat, diameter serat, diameter lumen, dan tebal dinding sel. Data dimensi serat digunakan untuk menghitung nilai turunan serat berupa Runkel ratio, flexibility ratio, felting power, Muhlsteph ratio, dan coefficient of rigidity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu gmelina memiliki panjang serat 1251,65 µm, diameter serat 31,10 µm, diameter lumen 18,26 µm, dan tebal dinding sel 6,42 µm, sedangkan kayu waru memiliki panjang serat 1083,96 µm, diameter serat 22,69 µm, diameter lumen 15,72 µm, dan tebal dinding sel 3,48 µm. Nilai turunan serat kayu gmelina berturut-turut adalah Runkel ratio 0,70, flexibility ratio 0,59, felting power 40,24, Muhlsteph ratio 31,10, dan coefficient of rigidity 0,21, sedangkan kayu waru memiliki nilai Runkel ratio 0,44, flexibility ratio 0,69, felting power 47,77, Muhlsteph ratio 51,97, dan coefficient of rigidity 0,15. Berdasarkan total nilai turunan dimensi serat, kayu waru memperoleh skor 250 dan termasuk kelas kualitas II, sedangkan kayu gmelina memperoleh skor 200 dan termasuk kelas kualitas III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu waru memiliki serat yang lebih fleksibel dengan lumen relatif lebih besar dan dinding sel lebih tipis, sedangkan kayu gmelina memiliki serat yang lebih besar namun lebih kaku akibat dinding sel yang lebih tebal.