Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Potential Increase in Chili Crop Yield Through Superior Seed Selection Using an Intelligent System in Koya Barat, Papua Prayitno, Joko; Firmansyah, Idris; Kahar, Gertrudis Vebriyanti
Jurnal Inotera Vol. 10 No. 2 (2025): July - December 2025
Publisher : LPPM Politeknik Aceh Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31572/inotera.Vol10.Iss2.2025.ID546

Abstract

This study discusses the development of a decision support system for selecting superior chili seeds using the Simple Additive Weighting (SAW) method. The main problem addressed is the difficulty in objectively determining the best seeds based on multiple criteria. An iterative development model was employed, allowing the system to be gradually improved. Black-box testing showed 100% compliance with the intended functionalities, while user testing using the User Acceptance Test (UAT) method achieved 85% in the “strongly agree” category, indicating that the system is easy to use and relevant to the problems faced by farmers in Koya Barat Subdistrict, Jayapura City, Papua. The analysis results recommend the Mellyana chili variety as the best seed choice. These findings demonstrate that this method effectively supports farmers’ decision-making in selecting superior chili seeds.
Potential Of Aduncum Leaf Essential Oils (Piper aduncum L) As An Antibacterial For Dental Caries Aryani, Farida; Arensyah, Mardy; Hernandi, Muhammad Fikri; Hertianti, Erina; Wartomo, Wartomo; Prayitno, Joko; Yusuf, Andi; Zarta, Abdul Rasyid; Sari, Nur Maulida
JURNAL AGRIMENT Vol. 9 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/jurnalagriment.v9i2.2980

Abstract

Aduncum leaf (Piper aduncum L) have the potential as antifungal from phenolic compounds and their derivatives. Essential oils have been widely used by the community both for health, this is because of the compound content that is known to be used as antibacterial. This study aims to determine the physical properties and antibacterial activity of the aduncum leaf essential oil (Piper aduncum L). Distillation is carried out using a steam and water distillation method. Testing physical properties include color, type weight using a pycnometer and refractive index using a refractometer. Antibacterial testing is carried out by diffusion method so that the wells with modification using Streptococcus sobrinus and Streptococcus mutants. Chloramphenicol is used as a positive control in antibacterial testing. The results of testing physical properties showed the essential oil of the aduncum leaf with the M1 code had an oil weight of 6.75 gr golden yellow with a weight type 0.97875 and the Bias Index of 1,508. Oil with the M2 code has an oil weight of 3.34 gr in yellow brown with a weight of 1,01635 and a refractive index of 1,512. The results of testing the antibacterial activity S. sobrinus showed the diameter of the inhibition of aduncum leaf essential oil included in the moderate category with a value of around 6 mm-12 mm, while S. mutans antibacterial activity shows the diameter of inhibiting aduncum leaf essential oil included in the moderate category with a value of around 8 mm-15 mm. Based on the results of the study obtained, the essential oil of the aduncum leaf can be recommended as an antibacterial caries and can be developed.
Tantangan Merdeka Belajar secara Daring Menggunakan Metode Resitasi di Masa Pandemi Covid19 Pada Siswa Kelas VIII-DSMP Negeri 4 Tulungagung Semester 2 Tahun Pelajaran 2020/2021 Prayitno, Joko
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 1 No 1 (2021): Volume 1, Nomor 1, September 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v1i1.177

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di Kelas VIII-D pada waktu pembelajaran Bahasa Jawa diperoleh hasil bahwa hasil belajar siswa kurang memuaskan, yaitu dari 35 siswa hanya 15 siswa yang nilainya dapat mencapai KKM atau ≥ 72, sedangkan 20 siswa lainnya masih belum dapat mencapai KKM atau ≤ 71. Hal ini disebabkan karena guru kurang memberikan penekanan materi yang jelas tentang Tembang Macapat tersebut, setelah memberikan tugas kepada siswa, guru meninggalkan kelas (Daring), guru tidak menggunakan strategi, metode maupun model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengembangkan kreatif siswa, serta masih banyak siswa yang meninggalkan kelas (daring) atau tidak mengikuti pembelajaran pada saat pembelajaran berlangsung. Untuk itu agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa kompetensi Tembang Macapat serta untuk tercapainya tujuan pembelajaran perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan Pendekatan Resitasi secara Daring. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa Kelas VIII-D . Dalam penelitian ini peneliti sebagai guru (peng-ajar), guru mata pelajaran yang sama (mitra peneliti) sebagai observerproses pembelajaran Tembang Macapat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Resitasi secara Daring untuk meningkatkan hasil belajar dan mengembangkan kreatif siswa pada materi Tembang Macapat siswa Kelas VIII-D SMP Negeri 4 Tulungagung mempunyai kriteria keberhasilan baik. Hal inidibuktikan dengan adanya Memaksimalkan Merdeka Belajar siswa berdasarkan nilai Post Test Online per siklus dengan nilai di atas KKM yaitu persentase pada siklus I 66,7% dan pada siklus II90,0%.Simpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah bahwa penerapan pembelajaran Tembang Macapat melalui Pendekatan Resitasi secara Daring dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal Tembang Macapat Kelas VIII-D SMP Negeri 4 Tulungagung. Oleh karena itu guru disarankan untuk menggunakan Pendekatan Resitasi secara Daring dalam pembelajaran Bahasa Jawa pada materi Tembang Macapat agar hasil belajar siswa meningkat.
Pemanfaatan Limbah Serbuk Gergaji sebagai Cinderamata dari Bahan Resin di Kecamatan Samarinda Seberang Hertianti, Erina; Nona, Risna; Nur Maulida Sari; Wartomo; Hernandi, M. Fikri; Salusu, Heriad Daud; Prayitno, Joko; Yusuf, Andi; Suryadi; Alfrida; Nurhamidah; Balfasd, Aulia Lutfi
ABDIKU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Mulawarman Vol. 2 No. 2 (2023): ABDIKU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Mulawarman
Publisher : Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/abdiku.v2i2.1045

Abstract

Limbah serbuk gergaji merupakan salah satu limbah sisa produksi perkayuan yang berdampak negatif bagi lingkungan jika dibiarkan menumpuk terus-menerus dan berakhir dengan dibakar, yang pada akhirnya akan menyebabkan polusi udara. Salah satu aplikasi dalam pemanfaatan limbah serbuk gergaji adalah memanfaatkan limbah tersebut menjadi suatu produk yang bernilai ekonomis tinggi. Program Studi Pengolahan Hasil Hutan, Jurusan Lingkungan dan Kehutanan, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda sebagai lembaga pendidikan vokasi yang memiliki fungsi Tridharma perguruan tinggi, khususnya di bidang Teknologi Hasil Hutan, berusaha menjalankan peran akademisi sebagai pendamping dalam bidang pengabdian bagi Masyarakat ataupun kelompok Masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi pemanfaatan limbah serbuk gergaji industri perkayuan menjadi cinderamata dengan bahan resin dan menghasilkan barang dengan nilai ekonomis tinggi dan memperkenalkan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda khususnya Program Studi Pengolahan Hasil Hutan tentang upaya pemanfaatan hasil hutan bukan kayu berupa limbah serbuk kayu akibat sisa industri perkayuan. Metode kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, antara lain: survei ke lapangan dan melakukaan koordinasi dengan pihak setempat, pelaksanaan kegiatan pelatihan dan praktek langsung pembuatan cinderamata dari bahan resin dan limbah serbuk gergaji, diskusi selama kegiatan berlangsung dan evaluasi kegiatan yang dilakukan oleh peserta untuk mengetahui dan menganalisis ketercapaian pelaksanaan kegiatan pengabdian. Hasil kegiatan ini adalah diperolehnya peningkatan dan pemahaman oleh kelompok masyarakat melalui pelatihan dan sosialisasi dalam pemanfaatan limbah serbuk gergaji menjadi produk dengan nilai ekonomis tinggi pada kelompok PKK Jalan Samratulangi Gang Gotong Royong RT.05 Kelurahan Gunung Panjang Kecamatan Samarinda Seberang.
Penerapan Model Pembelajaran Double Loop Problem Solving untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Matematika pada Siswa Kelas XII MIPA 5 SMA Negeri 1 Gemolong Tahun Pelajaran 2022/2023 Prayitno, Joko
JURNAL PENDIDIKAN Vol 31 No 3 (2022): November
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v31i3.2797

Abstract

Tujuan penelitian ini, yaitu 1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Matematika dengan model pembelajaran double loop problem solving. 2) Menguji peningkatan keaktifan dan hasil belajar Matematika dengan model pembelajaran double loop problem solving. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan pada Semester Gasal tahun pelajaran 2022/2023 di kelas XII MIPA 5 SMA Negeri 1 Gemolong Sragen. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penerapan model pembelajaran double loop problem solving dapat meningkatkan hasil belajar Matematika pada materi “turunan fungsi trigonometri” peserta didik kelas XII MIPA 5 SMA Negeri 1 Gemolong Sragen tahun pelajaran 2022/2023. Hal tersebut ditunjukkan oleh hasil belajar peserta didik pada tahap siklus I, dan siklus II yang mengalami kenaikan hasil belajar. Hasil belajar peserta didik meningkat sebesar 4,61 yaitu 79,86 pada siklus I dan 84,47 pada siklus II, sedangkan ketuntasan belajar peserta didik meningkat 22,22% yaitu 77,78% pada siklus I dan 100% pada siklus II. Rata-rata keaktifan belajar peserta didik meningkat sebesar 12,50% yaitu 72,92% pada siklus I dan 85,42% pada siklus II. 
Komunikasi Keperawatan Sebagai Budaya Keselamatan Pasien Dalam Upaya Pencegahan Malpraktik Perdata Anam, Ach Syaiful; Santoso, Aris Prio Agus; Suryanto, Suryanto; Sukendar, Sukendar; Prayitno, Joko
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 6, No 3 (2022): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v6i3.3408

Abstract

Komunikasi berperan dalam kesembuhan klien, dan komunikasi pula yang menjadi salah satu akar penyebab terjadinya kesalahan pemberian tindakan keperawatan. Kurangnya penerapan komunikasi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan menyebabkan munculnya insiden keselamatan pasien. Perilaku perawat yang kurang komunikasi, perhatian, cerobohan, tidak teliti, dan tidak peduli dalam menjaga keselamatan pasien adalah faktor utamanya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komunikasi keperawatan dengan budaya keselamatan pasien, dan hubungan komunikasi keperawatan dengan pencegahan malpraktik perdata. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan library research dengan pengumpulan data sekunder. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara kulitatif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa keselamatan pasien merupakan hal yang sangat penting untuk di perhatikan dan ditingkatkan kualitasnya. Melalui komunikasi efektif, perawat dapat menjelaskan mengenai prosedur proses keperawatan secara jelas kepada pasien maupun keluarga pasien agar pasien dapat lebih mudah memahami penyampaian informasi oleh perawat. Dalam keselamatan pasien terdapat 7 standar, 6 sasaran dan 7 langkah untuk meningkatkan keselamatan pasien. Melalui penerapan komunikasi efektif kebijakan keselamatan pasien dapat diberlakukan dengan baik untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Kegagalan komunikasi merupakan penyebab keluhan terbanyak di Rumah Sakit, dan bahkan karena adanya missed communication pula bisa menimbulkan malpraktik perdata. Ketidakpuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan perawat untuk menolong atau menyelamatkan pasien dari penderitaannya atau akibatnya yang dapat menyebabkan kematian yang sebelumnya tidak diberitahukan kepadanya, dapat dijadikan dasar untuk menuntut ganti rugi kepada perawat dan Rumah sakit. Hal tersebut pastilah sudah memenuhi syarat perbuatan atau tindakan yang melanggar hukum perdata.
DAMPAK KEBERADAAN ATRAKSI WISATA MANDI SAKRAL DI KAWASAN PURA SURANADI TERHADAP EKONOMI MASYARAKAT PRAYITNO, JOKO
Tourism, Hospitality And Culture Insights Journal Vol 4 No 1 (2024): Tourism, Hospitality And Culture Insights Journal
Publisher : Politeknik Pariwisata Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36983/thcij.v4i1.555

Abstract

Lombok is one of the tourist destinations in Indonesia which has many tourist attractions. The sacred bathing tourist attraction in Suranadi Temple area is one of them. From my observations, tourists visiting this area not only carry out rituals, but tourists also enjoy traditional culinary delights with basic objectives, reasons, and argumentative factors. The existence of this tourist destination has an impact on the economic aspect. Based on observations, literature studies, and interviews with several residents and temple managers, the findings strengthen the community's view that tourism can have an impact on the economic growth of the Suranadi community.   Keywords: Economy, sacred bath, Suranadi.
Komunikasi Spiritual Dalam Pemertahanan Kesucian Pura Batu Bolong Sebagai Destinasi Wisata Hindu di Lombok Prayitno, Joko; Harianti, Dwi
Samvada : Jurnal Riset Komunikasi, Media, dan Public Relations Vol 4 No 2 (2025): Vol 4 No 2 (2025): Samvada November 2025
Publisher : IAHN Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/jsv.v4i2.3308

Abstract

Batu Bolong Temple in Lombok is a Hindu tourist destination that combines historical heritage with stunning beaches, serving as a primary place of worship and spiritual contemplation for the Hindu community. The increasing flow of tourists has created the potential for the profanation of sacred spaces through commercialization, behavioral shifts, and environmental pressures, thus demanding new communication practices to maintain the sanctity of the temple. This interpretive qualitative study aims to reveal the role of spiritual communication in preserving the holiness of Batu Bolong Temple as a Hindu tourist destination, involving stakeholders, managers, devotees, and business actors as key participants. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and document studies, and then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The research results show three main forms of spiritual communication: ritual symbolic communication, interpersonal communication based on the values of dharma and tat twam asi, and educational communication to tourists regarding the sacred–profane boundaries. These three forms create an effective non-formal social regulation mechanism in maintaining the sanctity of the temple amidst tourism pressures, while also producing a conceptual model of destination spiritual communication as a theoretical contribution to the development of Hindu spirituality-based tourism
PELAKSANAAN PASAL 14 AYAT (2) UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 TENTANG PEMBERIAN AMNESTI DAN ABOLISI BAGI PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI DITINJAU DARI NILAI-NILAI PANCASILA Prayitno, Joko; Makhali, Imam
MIZAN, Jurnal Ilmu Hukum Vol 15 No 1 inpress (2026): Mizan: Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/mizan.v15i1 inpress.8709

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pelaksaan Pasal 14 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 memberikan kewenangan kepada Presiden untuk memberikan amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat. Kewenangan konstitusional ini menimbulkan perdebatan ketika dikaitkan dengan kemungkinan pemberian amnesti dan abolisi kepada pelaku tindak pidana korupsi, mengingat korupsi merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang berdampak luas terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Pasal 14 ayat (2) UUD 1945 terkait pemberian amnesti dan abolisi bagi pelaku tindak pidana korupsi ditinjau dari nilai-nilai Pancasila. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian amnesti dan abolisi terhadap pelaku tindak pidana korupsi berpotensi bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua tentang Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta sila kelima tentang Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Pemberian kebijakan tersebut dapat mencederai rasa keadilan masyarakat dan melemahkan upaya pemberantasan korupsi. Oleh karena itu, pelaksanaan kewenangan Presiden dalam memberikan amnesti dan abolisi harus dilakukan secara sangat selektif, transparan, dan berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan sumber dari segala sumber hukum.