Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Nutritional Quality of Amofer (Ammonia Fermentation) Corn Straw Using EM4 and M21 Decomposer Fitria, Restuti; Luthfi, Subhanul Arafat Chayatul; Hindratiningrum, Novita
Jurnal Sains dan Teknologi Peternakan Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Peternakan
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jstp.v5i1.3160

Abstract

This study aimed to identify the best starter levels of commercial cultures and incubation time on crude protein (CP), crude fiber (CF), extract ether (EE), and nitrogen-free extract (NFE) of amofer corn straw. This research used a completely randomized design with ten treatments and four replications. The treatments were the additions of EM4 (EM) and M21 decomposer (MD) at different levels (control/without amofer; 0.04 % EM; 0.06 % EM; 0.04 % MD; and 0.06 % MD) and incubation times (4 weeks and 2 weeks). The obtained data were analyzed by analysis of variance (ANOVA), then continued with the Duncan Multiple Range Test (DMRT). The result showed that the use of commercial starters with different fermentation times could increase the CP and NFE levels while reducing the EE and CF of amofer corn straw. The most effective treatment was the addition of 0,04 % EM and 2 weeks incubation which contained CP of 5.9415 %, CF of 37.8545 %, EE of 4.5183 %, and NFE of 32.4245 %.
Evaluating the Digestibility of Ammonia Fermented (Amofer) Corn Cob Using Different Levels of M21 Decomposer and Urea (In Vitro Study) Restuti Fitria; Siti Rahmawati Zulaikhah; Novita Hindratiningrum
ANIMAL PRODUCTION Vol. 22 No. 3 (2020)
Publisher : Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University in associate with the Animal Scientist Society of Indonesia (ISPI) and the Indonesian Association of Nutrition and Feed Science (AINI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jap.2020.22.3.69

Abstract

This research aimed to evaluate the addition of M21 Decomposer (MD) and urea (U) on the Dry matter digestibility (DMD) and Organic matter digestibility (OMD) in vitro. There were five treatments and five replicates. The treatments in this study were the addition of MD and U at different levels. namely R0 = Corn cob without amofer/control; R1 = Amofer Corn cob plus 0.04% MD+3% U; R2 = Amofer Corn cob plus 0.06% MD+3% U; R3 = Amofer Corn cob plus 0.04% MD+5% U; and R4 = Amofer Corn cob plus 0.06% MD+5% U. The obtained data were subjected to Analysis of Variance and continued by an Orthogonal Contrast. The result showed that the treatments significantly affected (P<0.05) both DMD and OMD digestibility. The digestibility of amofer corncob was higher than the non-amofer that exhibited 17.982±2.4409% DMD and 26.024±3.009% OMD. The highest DMD and OMD digestibility was observed in R4. i.e.. 24.655±4.858% and 34.276±5.176%. respectively. In conclusion. the best level in the incorporating MD and U is at MD 0.06% and U 5% could improve DMD by 6.673% and OMD by 8.252%.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TERNAK KAMBING DI KTT TERUS JAYA MELALUI PERBAIKAN TATALAKSANA REPRODUKSI MENGGUNAKAN KALENDER REPRODUKSI Chayatul Luthfi; Novita Hindratiningrum; Nurreni Irawati; Arif Harnowo; Dwi Sukowati
Migunani Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Migunani Nusantara
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbaikan tatalaksana dapat dilakukan dengan pengelolaan reproduksi, pakan dan pemeliharaan yang baik. Pengelolaan reproduksi dapat diwujudkan antara lain dengan perkawinan tepat waktu yang merupakan langkah awal untuk mendapatkan keturunan (cempe). Penetapan perkawinan tepat waktu dapat dilakukan dengan menerapkan teknologi kalender reproduksi. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak kambing, khususnya berkaitan dengan teknologi reproduksi dan pemuliaan, dan meningkatkan produktivitas ternak kambing dengan memperpendek selang beranak dan meningkatkan laju reproduksi induk kambing.di kelompok peternak Terus Jaya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut: (1) Transfer Pengetahuan (Pendidikan kepada Peternak) dan (2) Demplot paket teknologi Kalender Reproduksi. Peningkatan pengetahuan dapat dilakukan melalui alih teknologi sehingga ada perubahan pola pikir dalam beternak. Cara paling sederhana untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peternak, adalah dengan melakukan test tertulis setelah ceramah dan diskusi dilakukan pada khalayak sasaran. Hasil test yang dilakukan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman di tingkat peternak. Pre test yang diberikan diperoleh rata-rata nilai sebesar 37,7 dan meningkat pada hasil nilai post test menjadi 68,8. Peningkatan nilai tersebut berkisar 82,49%. Beberapa hal yang dilakukan dalam kegiatan PkM ini adalah : (1) Peternak diberikan bimbingan untuk membatasi waktu cempe tinggal bersama dengan induknya, (2) Peternak diberikan gambaran tentang inefisiensi yang terjadi jika perkawinan setelah melahirkan dilakukan terlambat. (3) Peternak diajak untuk lebih memperhatikan pemberian pakan ternak kambingnya. Kesimpulan kegiatan ini adalah memberikan wawasan baru bagi peternak terkait efisiensi pemeliharaan melalui pengelolaan reproduksi.
PENYULUHAN PERTANIAN URBAN FARMING UNTUK KETAHANAN PANGAN KELUARGA DI MT. NURUL ‘ILMI KELURAHAN MERSI Anri Kurniawan; Triat Adi Yuwono; Hanis Adila Lestari; Dwi Sukowati; Luthfi Wahab; Novita Hindratiningrum
Migunani Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Migunani Nusantara
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di daerah perkotaan yang sangat pesat menyebabkan penyempitan lahan pertanian. Urban farming adalah salah satu alternatif solusi yang inovatif yang dapat diterapkan untuk memanfaatkan lahan terbatas. Pertanian perkotaan bertujuan untuk ketahanan pangan keluarga, mengurangi jejak karbon, dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Namun demikian, teknologi ini masih jarang diketahui oleh masyarakat umum, termasuk ibu-ibu anggota majelis Ta’lim Nurul ‘Ilmi yang berada di Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur. Oleh karena itu dilaksanakan penyuluhan tentang pemanfaatan teknologi urban farming untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga bagi anggota Majelis Ta’lim. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan tingkat pemahaman anggota Majelis Ta’lim Nurul ‘Ilmi tentang konsep dan manfaat urban farming. Metodologi pelaksanaan kegiatan menggunakan Participacy Rural Appraisal (PRA). Kegiatan penyuluhan ini berjalan dengan lancar, hal ini bisa dilihat dari antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan serta hasil pre test dan post test yang menunjukkan bahwa sebagian besar peserta lebih memahami tentang urban farming dibandingkan dengan sebelum mengikuti penyuluhan.