Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Evaluating the Digestibility of Ammonia Fermented (Amofer) Corn Cob Using Different Levels of M21 Decomposer and Urea (In Vitro Study) Restuti Fitria; Siti Rahmawati Zulaikhah; Novita Hindratiningrum
ANIMAL PRODUCTION Vol. 22 No. 3 (2020)
Publisher : Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University in associate with the Animal Scientist Society of Indonesia (ISPI) and the Indonesian Association of Nutrition and Feed Science (AINI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jap.2020.22.3.69

Abstract

This research aimed to evaluate the addition of M21 Decomposer (MD) and urea (U) on the Dry matter digestibility (DMD) and Organic matter digestibility (OMD) in vitro. There were five treatments and five replicates. The treatments in this study were the addition of MD and U at different levels. namely R0 = Corn cob without amofer/control; R1 = Amofer Corn cob plus 0.04% MD+3% U; R2 = Amofer Corn cob plus 0.06% MD+3% U; R3 = Amofer Corn cob plus 0.04% MD+5% U; and R4 = Amofer Corn cob plus 0.06% MD+5% U. The obtained data were subjected to Analysis of Variance and continued by an Orthogonal Contrast. The result showed that the treatments significantly affected (P<0.05) both DMD and OMD digestibility. The digestibility of amofer corncob was higher than the non-amofer that exhibited 17.982±2.4409% DMD and 26.024±3.009% OMD. The highest DMD and OMD digestibility was observed in R4. i.e.. 24.655±4.858% and 34.276±5.176%. respectively. In conclusion. the best level in the incorporating MD and U is at MD 0.06% and U 5% could improve DMD by 6.673% and OMD by 8.252%.
PENINGKATAN PEMAHAMAN METODE SELEKSI UNTUK MENDAPATKAN BIBIT ITIK UNGGUL DI DESA TAMBAKSOGRA KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS Novita Hindratiningrum Novi; Setya Agus Santosa
Migunani Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Migunani Nusantara
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efforts to increase livestock production and livestock products can be carried out through the fields of breeding (genetic = seeds), nutrition and management. The field of breeding aims to increase the productivity (production and reproduction characteristics) of livestock by increasing their genetic quality. Improving the genetic quality of livestock can be done in two ways, namely selection and the mating system. The purpose of this activity is to introduce livestock breeding technology for the formation of superior local duck seeds to breeders and to initiate the formation of local duck breeding units or centers. The method used is technology transfer and the application of nursery patterns with individual selection methods. Technology transfer is carried out through counseling and discussion. The conclusions from the counseling results are (1) to pioneer the establishment of a unit or duck breeding center at the farmer level it needs to be supported by good production records; (2) farmers can understand that the application of breeding technology can increase production in the long term; (3) there is an increase in the knowledge of the participants, as evidenced by an increase in value at the end of the activity. Keywords : selection method; nurseries; ducks
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TERNAK KAMBING DI KTT TERUS JAYA MELALUI PERBAIKAN TATALAKSANA REPRODUKSI MENGGUNAKAN KALENDER REPRODUKSI Chayatul Luthfi; Novita Hindratiningrum; Nurreni Irawati; Arif Harnowo; Dwi Sukowati
Migunani Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Migunani Nusantara
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbaikan tatalaksana dapat dilakukan dengan pengelolaan reproduksi, pakan dan pemeliharaan yang baik. Pengelolaan reproduksi dapat diwujudkan antara lain dengan perkawinan tepat waktu yang merupakan langkah awal untuk mendapatkan keturunan (cempe). Penetapan perkawinan tepat waktu dapat dilakukan dengan menerapkan teknologi kalender reproduksi. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak kambing, khususnya berkaitan dengan teknologi reproduksi dan pemuliaan, dan meningkatkan produktivitas ternak kambing dengan memperpendek selang beranak dan meningkatkan laju reproduksi induk kambing.di kelompok peternak Terus Jaya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut: (1) Transfer Pengetahuan (Pendidikan kepada Peternak) dan (2) Demplot paket teknologi Kalender Reproduksi. Peningkatan pengetahuan dapat dilakukan melalui alih teknologi sehingga ada perubahan pola pikir dalam beternak. Cara paling sederhana untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peternak, adalah dengan melakukan test tertulis setelah ceramah dan diskusi dilakukan pada khalayak sasaran. Hasil test yang dilakukan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman di tingkat peternak. Pre test yang diberikan diperoleh rata-rata nilai sebesar 37,7 dan meningkat pada hasil nilai post test menjadi 68,8. Peningkatan nilai tersebut berkisar 82,49%. Beberapa hal yang dilakukan dalam kegiatan PkM ini adalah : (1) Peternak diberikan bimbingan untuk membatasi waktu cempe tinggal bersama dengan induknya, (2) Peternak diberikan gambaran tentang inefisiensi yang terjadi jika perkawinan setelah melahirkan dilakukan terlambat. (3) Peternak diajak untuk lebih memperhatikan pemberian pakan ternak kambingnya. Kesimpulan kegiatan ini adalah memberikan wawasan baru bagi peternak terkait efisiensi pemeliharaan melalui pengelolaan reproduksi.
PENYULUHAN PERTANIAN URBAN FARMING UNTUK KETAHANAN PANGAN KELUARGA DI MT. NURUL ‘ILMI KELURAHAN MERSI Anri Kurniawan; Triat Adi Yuwono; Hanis Adila Lestari; Dwi Sukowati; Luthfi Wahab; Novita Hindratiningrum
Migunani Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Migunani Nusantara
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di daerah perkotaan yang sangat pesat menyebabkan penyempitan lahan pertanian. Urban farming adalah salah satu alternatif solusi yang inovatif yang dapat diterapkan untuk memanfaatkan lahan terbatas. Pertanian perkotaan bertujuan untuk ketahanan pangan keluarga, mengurangi jejak karbon, dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Namun demikian, teknologi ini masih jarang diketahui oleh masyarakat umum, termasuk ibu-ibu anggota majelis Ta’lim Nurul ‘Ilmi yang berada di Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur. Oleh karena itu dilaksanakan penyuluhan tentang pemanfaatan teknologi urban farming untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga bagi anggota Majelis Ta’lim. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan tingkat pemahaman anggota Majelis Ta’lim Nurul ‘Ilmi tentang konsep dan manfaat urban farming. Metodologi pelaksanaan kegiatan menggunakan Participacy Rural Appraisal (PRA). Kegiatan penyuluhan ini berjalan dengan lancar, hal ini bisa dilihat dari antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan serta hasil pre test dan post test yang menunjukkan bahwa sebagian besar peserta lebih memahami tentang urban farming dibandingkan dengan sebelum mengikuti penyuluhan.
KANDUNGAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK AMONIASI FERMENTASI (AMOFER) JERAMI PADI MENGGUNAKAN MIKROORGANISME LOKAL ONGGOK DENGAN LEVEL YANG BERBEDA Wildan Habba Adla; Novita Hindratiningrum; Muhammad Reyhan
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 1 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Jerami padi adalah hasil samping dari tanaman padi yang berpotensi besar sebagai sumber pakan untuk ternak ruminansia. Pemanfaatan jerami padi sebagai pakan ternak terkendala oleh nilai nutrisi yang rendah terutama kandungan protein kasar rendah dan serat kasar yang tinggi sehingga kecernaan rendah. Salah satu cara meningkatkan kualitas jerami padi yaitu dengan pembuatan amofer, yang merupakan paduan proses amoniasi dan fermentasi. Amoniasi fermentasi pada Jerami padi merupakan suatu cara pengolahan secara anaerob dengan memanfaatkan peran mikroorganisme. Mikroorganisme sebagai starter fermentasi jerami padi dapat menggunakan bahan dasar limbah yang tersedia di lingkungan sekitar, salah satunya adalah onggok. Limbah onggok merupakan sumber karbohidrat mudah larut atau Ready Available Carbohydrat (RAC) yang menjadi sumber zat makanan untuk mikroba dalam mempercepat pertumbuhan bakteri penghasil asam, khususnya asam laktat. Bakteri asam laktat berperan penting dalam fermentasi melalui penurunan pH, pengawetan bahan, peningkatan kualitas nutrisi, pengendalian mikroorganisme patogen, peningkatan stabilitas dan mutu hasil fermentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan bahan kering dan bahan organik amofer jerami padi menggunakam starter mikroorganisme lokal onggok dengan level yang berbeda. Materi dan Metode. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan jika terdapat perbedaan perlakuan dilakukan uji lanjut analisis DMRT. Perlakuan dalam penelitian ini adalah P0 : Amofer jerami padi tanpa starter (kontrol), P1 : Amofer jerami padi menggunakan MOL limbah tomat dengan sumber glukosa gula merah 4%, P2 : Amofer jerami padi menggunakan MOL limbah tomat dengan sumber glukosa molasses 4%, P3 : Amofer jerami padi menggunakan EM4 4%. Variabel yang diamati adalah kandungan bahan kering dan bahan organik amofer jerami padi yang diukur menggunakan metode analisis proximat. Hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan starter MOL limbah tomat pada amofer jerami padi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan bahan kering dan bahan organik. Uji lanjut DMRT menunjukkan kandungan bahan kering tertinggi pada perlakuan P0 sebesar 93,82±0,28% dan kandungan bahan organik tertinggi pada perlakuan P2 sebesar 82,00±0,87%. Penambahan starter MOL limbah tomat dengan sumber glukosa berbeda dapat menyebabkan hasil perlakuan yang berbeda. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan starter MOL limbah tomat dengan sumber glukosa berbeda pada amoniasi fermentasi jerami padi berpengaruh nyata terhadap kandungan bahan kering, namun pada bahan organik menunjukkan hasil yang sama.