Claim Missing Document
Check
Articles

Optimasi Penjadwalan Produksi Menggunakan Metode Simulated Annealing di Industri XYZ Purwo Budi Utomo; Widya Setiafindari
Borobudur Engineering Review Vol 1 No 1 (2021): Ergonomic Engineering and Production Industry
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/benr.4610

Abstract

Perusahaan XYZ pada bulan Januari 2020 mendapatkan complain dari salah satu konsumennya karena pesanan datang terlambat. Peristiwa ini bisa terjadi karena beberapa hal yang mempengaruhinya, seperti kecelakaan kerja, perbaikan mesin dan penjadwalan yang tidak tepat. Namun pada saat konsumen complain tentang pesanan terlambat, ternyata jadwal produksi kurang baik yang menjadi penyebabnya. Perusahaan XYZ menerapkan metode FCFS (First Come First Serve) dalam menentukan jadwal produksinya. Jadwal produksi periode Januari 2020 kembali terjadi keterlambatan dimana untuk pada periode ini line satu cylinder sleeve mendapat jobs untuk mengerjakan lima jenis produk, diantaranya cylinder sleeve 73 mm, 78 mm, 92 mm, 86 mm, dan 95 mm dengan jumlah total sebanyak 940 pcs produk. Waktu untuk mengerjakan produk ini tersedia sebanyak 24 hari kerja. Jadwal produksi menggunakan FCFS dengan susunan formasi jobs 4-2-5-1-3 serta memiliki nilai makespan 30175 detik. Setelah itu menggunakan metode Simulated Annealing (SA) untuk menganalisis production schedule. Penelitian ini menghasilkan usulan production schedule dengan susunan jobs 1-3-5-2-4 dan memiliki nilai makespan 29165 detik. Setelah dilakukan analisa, ternyata usulan jadwal produksi baru dapat mengurangi waktu produksi. Jadwal produksi awal menghasilkan 940 pcs produk dengan 25,01 hari, sedangkan jadwal produksi dengan penjadwalan yang diusulkan dapat menghasilkan 940 pcs produk dalam 24,17 hari kerja. Waktu produksi yang berhasil diturunkan mampu mencapai 20,16 jam. Waktu yang tersedia untuk mengerjakan adalah 24 hari kerja. Dengan penjadwalan perusahaan (FCFS) diketahui susunan jobs adalah 4-2-5-1-3 dan memiliki nilai Makespan 30175 detik. setelah dilakukan perhitungan Simulated Annealing (SA) didapat penjadwalan usulan dengan susunan jobs 1-3-5-2-4 dan memiliki nilai Makespan 29165 detik. setelah melalui perhitungan, dikethaui bahwa dengan penjadalan awal waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan 940 pcs produk adalah 25,01 hari kerja sedangkan dengan penjadwalan usulan selesai dalam waktu 24,17 hari kerja. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penjadwalan usulan dapat mengatasi permasalahan tentang keterlambatan.
MANAJEMEN PEMELIHARAAN MESIN SPOTWELDING DENGAN MENERAPKAN TOTAL PRODUCTIVITY MAINTANANCE DI PT INDONESIA THAI SUMMIT AUTO Rajif Sihab; widya setiafindari
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol 2 No 3 (2022): November Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trianandra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v2i3.423

Abstract

Peralatan produksi secara bertahap meningkat dan tentu saja biaya Teknologi menjadi lebih penting. Peralatan produksi mewakili sebagian besar modal yang diinvestasikan di perusahaan, dan merosotnya peralatan menyebabkan peningkatan produksi, kualitas produk yang lebih rendah, dan siklus pengiriman yang lebih lama. Untuk menjaga kondisi mesin yang berjalan disetiap harinya 9 jam, maka pada bulan juli 2021 sampai Maret 2022 yang dimana memiliki downtime selama 393 Jam sehingga agar tidak mengalami waktu proses produksi terpotong terlalu lama, maka dibutuhkan Metode Total Produksi Maintanance untuk pemeliharaan mesin yang baik dan tepat sehingga hasilnya dapat meningkatkan efektivitas mesin dan dapat mengurangi kerugian yang diakibatkan dari kerusakan mesin. Penyebab rendahnya nilai guna mesin antara lain karena kurang tindakan preventive, corrective maintenance, dan tingginya tingkat defect and speed. Hasil pengukuran nilai effektivitas mesin spot welding SP 16 dan SP 17 dengan menggunakan metode overall Equipment Effectiveness dari bulan juli 2021 sampai maret 2022 memperoleh nilai presentase yang berkisar antara 85,13% - 92,99%. Dan nilai overall Equipment Effectiveness terbesar dimiliki pada bulan Agustus 2021 yaitu 92,99%, dan nilai overall Equipment Effectiveness terkecil dimiliki bulan febuari 2022 sebesar 85,13%. Menurut perusahaan standar ideal overall Equipment Effectiveness adalah 85 % sehingga pada bulan febuari 2022 sudah diatas setandar ideal perusahaan.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI PLYWOOD DENGAN PENDEKATAN STATISTICAL PROCESS CONTROL PADA PT XYZ Angga Revoma Putra; Widya Setiafindari
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol 1 No 3 (2021): November: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trianandra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/juritek.v1i3.921

Abstract

PT XYZ merupakan industri yang bergerak pada bidaang manufaktur pembuatan plywood atau pembuatan kayu lapis. Pada proses produksinya seringkali ditemukan produk yang memiliki ketidaksesuaian (cacat) spesifikasi perusahaan. Permasalahan yang terjadi adalah delaminasi, pecah ujung, SC/LC kurang. Oleh karena itu diperlukan analisis untuk memperbaiki kualitas produk plywood maka diambil data pada jumlah total produksi sebanyak 19.082 dengan rata-rata cacat produksi 7,06%, pada bulan april terdapat cacat produk delaminasi sebanyak 89 produk dengan jumlah total inspeksi 1570 ditemukan cacat pecah ujung sebanyak 50 dan cacat shortcore/longcore kurang sebanyak 25, selama bulan April terdapat cacat produk sebesar 10,44%. Permasalahan yang dihadapi perusahaan terhadap faktor penyebab dari ketiga jenis cacat adalah bagaimana cara meningkatkan dan mempertahankan kualitas produk plywood dan dapat meminimalisir produk cacat. Penelitian ini difokuskan pada pengendalian kualitas produk plywood dengan menggunakan metode Statistical Process Control sebagai pendekatan yang bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab dari produk cacat. Tahapan penelitian yang digunakan dalam melakukan pengendalian kualitas ini yaitu: membuat check sheet, membuat diagram pareto, membuat peta kendali, dan membuat diagram sebab akibat. Pada tahap menghitung peta kendali P mendapatkan rata-rata nilai persentase cacat 7,06% dengan diagram peta kendali P menunjukan ada 2 CL yang melewati garis UCL yaitu terjadi pada bulan April 2021 dan bulan februari 2022. Berdasarkan hasil analisis pada diagram sebab akibat terdapat empat Faktor yang menjadi penyebab cacat produk yaitu faktor manusia yaitu cepat lelah dan kurangnya konsentrasi, faktor mesin yaitu kurangnya maintenance dan pergantian alat yang rusak, faktor material yaitu kadar air terlalu tinggi, kerusakan pada mata kayu, dan keretakan pada kayu, faktor lingkungan suara bising mesin, suhu udara yang tinggi dan sisa potongan kayu jatuh diluar area.
PENGUKURAN EFEKTIVITAS MESIN PRODUKSI BUBBLE WRAP MENGGUNAKAN METODE OVERALL RESOURCE EFFECTIVENESS Studi Kasus PT GMP Sukses Makmur Indonesia Kuncoro Adhi Gautama; Widya Setiafindari
Ocean Engineering : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim Vol. 1 No. 4 (2022): Desember : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.403 KB) | DOI: 10.58192/ocean.v1i4.590

Abstract

PT GMP Sukses Makmur Indonesia is a company engaged in the production of Bubble Wrap (bubbled plastic). This company produces 818,680 rolls with an average monthly production of 68,223 rolls. The problem that often arises at Pt Gmp Sukses Makmur Indonesia is the high production machine delay time with a downtime of 705.43 hours and a breakdown of 663.33 hours in one year, so the engine performance is less effective. This can lead to not achieving production targets which cause losses. The purpose of this study is to determine the effectiveness of the Bubble Wrap production machine using the Overall Resource Effectiveness (ORE) measuring tool and to find the causes of the problems that have been carried out using the ORE method on Bubble Wrap production machines during the period September 2021 – August 2022. ORE is a method that is useful in measuring the effectiveness of production time by taking into account the resources which include humans, machines, materials and methods. In the ORE method there are seven factors that are measured including readiness, availability of facility, changover efficiency, availability of material, availability of manpower, performance efficiency, dan quality rate. The results of measuring machine effectiveness using the Overall Resource Effectiveness (ORE) method for Ektruder machines were 76.41%, Crushers 99.59%, Cooling 98.99%, Mixers 99.79%, and Air Compressors 98.88%. Based on the method used, it is known that in the Bubble Wrap production process, the extruder machine does not meet the ORE standard of 85%, while the influencing factors are performance efficiency and quality rate. where the value of performance efficiency and Quality rate does not meet the standard so that it affects the high value of Overall Resource Effectiveness (ORE).
ANALISIS PENURUNAN WAKTU SETUP DENGAN MENGGUNAKAN SINGLE MINUTE EXCHANGE OF DIE UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADA AUTOMATIC MOULDING MACHINE Dandy Silva; Widya Setiafindari
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol 3 No 1 (2023): Maret, Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trianandra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v3i1.1268

Abstract

PT XYZ is a company that has been engaged in metal casting for a long time. This company produces products in the form of wingnut spare parts. The production system used is make to order production. The obstacle faced by PT XYZ was that it was found that the setup operation process activity took quite a long time on average 40 minutes. If it continues to occur it will have an impact on delays. With these problems, PT XYZ reduced the setup time to overcome delays in completing the automatic molding machine wingnut product. Utilize the Single minute exchange of die (SMED) method to speed up setup. The SMED approach distinguishes between internal regulatory and external regulatory activities. Adjustment activities that only Internal adjustments can be made while the machine is stopped. The External Setup setup activity can be performed while the machine is running or operating. By switching to external setup instead of internal setup, setup tasks that were completed when the machine was stopped can now be completed while it is running, thereby reducing setup time. the setup operation of all these activities is carried out when the engine is off or the internal setup produces an average of 101 molds. Meanwhile, the setup time after implementing SMED can be reduced to 26.78 minutes or a decrease of 47.61%. This decrease in setup time increases productivity by 2 molds/day and if in a month with 26 working days it can add 59 molds so that in total it can produce 159 molds/month.
Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Utama Tahu Dengan Menggunakan Metode Periodic Review System Dan Countinuous Review System Ibnu Afqah Arrauf Melian; Widya Setiafindari
Jurnal ARTI (Aplikasi Rancangan Teknik Industri) Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal ARTI : Aplikasi Rancangan Teknik Industri
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.836 KB) | DOI: 10.52072/arti.v18i1.490

Abstract

Periode tanggal 2 Oktober - 15 Oktober perusahaan memiliki persediaan bahan baku sebanyak 196 kg, malakukan pembelian 1000 kg sehingga total persediaan bahan baku 1196 kg, pemakaiannya sebanyak 940 kg dan stok akhir sebanyak  256 kg (Over Stock). Pada periode tanggal 29 Agustus - 15 September 2022 perusahaan memiliki sisa persediaan bahan baku sebanyak 88 kg dan melakukan pembelian sebanyak 1000 kg dengan total 1088 kg. Pemakaian periode tersebut 1170 kg, mengalami stock out sebanyak 82 kg. Menganalisis perencanaan persediaan bahan baku untuk memenuhi permintaan penggunaan dan menghitung total biaya persediaan sehinga bahan baku selalu optimal. Periodic review system melakukan pemesanan kembali secara tratur. Ukuran pesanan bergantung pada tingkat persediaan akhir selama periode pemesanan ulang. Stok pengaman diperlukan untuk kehabisan stok. Continuous review system melakukan melakukan pemeriksaan inventaris dan pesanan kuantitas secara terus menerus. Dengan menggunakan metode PRS, total biaya persediaan adalah  Rp. 132.465.335,7 dengan penghematan biaya sebesar Rp.3.107.968,3 presentase penurunan 2,29 %.  Menggunakan metode CRS  sebesar  Rp.132.878.533,2 penghematan biaya sebesar Rp.2.685.770,8 presentase penurunan 1,98 %. Maka dapat disimpulkan bahwa metode PRS memiliki total biaya optimal karenan memberikan penghematan biaya lebih besar.
Information System for Course Quotas Forecasting using Trend Analysis Method Afwan Anggara; Widya Setiafindari
Compiler Vol 12, No 1 (2023): May
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/compiler.v12i1.1600

Abstract

Determining the class quota at each period of filling out the KRS (Study Plan Card) at the beginning of the semester is often an activity that cannot be determined easily. It is due to several important factors in it, one of the most influential and difficult things is the uncertainty when determining the quota for the number of students who will take the course, if later there is an error in predicting the number of students who will take the course, then the class quota that is prepared will certainly be less so that it leads to the disruption of the ongoing Student KRS registration process. The method used in this study is predicting using trend analysis which aims to determine how much capacity or inventory is needed for decision-making, then a system will be designed that can be used to predict the number of predicting quotas for courses that will be provided. The system design applies the system development method with UML. The stages of the process are carried out from collecting and processing subject offer quota data several previous academic years. This research has succeeded in building a model to make predictions using the Trend Analysis method, so that it can be used as a recommendation for the number of quotas offered for the next academic year.
PERAMALAN PRODUKSI CRUDE PALM OIL DENGAN ALGORITMA BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK Dewintari Meilin Sihombing; Widya Setiafindari
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 13 No 1 (2023): Inovatif Vol. 13 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v13i1.4887

Abstract

Jumlah produksi Crude Palm Oil di PT X pada Januari 2019 mencapai 3.413.353 Kg. Pada bulan berikutnya produksi minyak CPO mengalami penurunan. Jumlah bahan baku masuk yang berfluktuasi, menyebabkan munculnya ketidakpastian jumlah produksi CPO. Pada Februari 2019 produksi CPO PT X turun sebesar 52%. Untuk menghindari keadaan tidak pastinya jumlah produksi di masa yang akan datang, maka dilakukan peramalan. Backpropagation merupakan algoritma yang dapat diterapkan untuk menyelesaikan beberapa permasalahan, terutama masalah yang berkaitan dengan prediksi atau peramalan. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan algoritma Backpropagation Neural Network dengan variasi model arsitektur hidden neuron 4, fungsi pembelajaran trainlm, fungsi aktivasi sigmoid, learning rate 0.7, mampu menghasilkan tingkat kesalahan prediksi terbaik dengan nilai MSE sebesar 0.00054 pada pelatihan, dan 0,00372 pada pengujian. Model tersebut dapat digunakan sebagai model untuk meramalkan produksi CPO PT X pada bulan Mei-Desember 2021.
Analisa Pengendalian Cacat Produk Cetakan Cookies Dengan Metode Lean Six Sigma Rofi Kurniawan; Widya Setiafindari
JUMANTARA: Jurnal Manajemen dan Teknologi Rekayasa Vol 2, No 2 (2023): Juli
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/jumantara.v2i2.1559

Abstract

Setiap kegiatan usaha pastinya memiliki standar kualitas produk yang menjadi pedoman. Semakin tinggi kualitas produk maka akan banyak peminat akan produk tersebut. Perusahaan dituntut untuk  meningkatkan kualitas produk guna meningkatkan daya saing dengan usaha lain, salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan mengurangi cacat produk  sehingga dapat mengurangi kerugian yang di alami. IKM dengan produksi cor alumunium ini memiliki permasalahan yaitu produk cacat yang cukup banyak, saat ini terjadi cacat produk sebesar 8,33% dalam sekali produksi. IKM tersebut memproduksi sebanyak 60 pcs/hari. Dalam menangani kasus cacat produk yang terjadi akan dilakukan analisis menggunakan metode Lean Six Sigma. Penggunaan metode tersebut diharapkan mampu mengidentifikasi permasalahan terkait pemborosan yang sering terjadi pada area produksi dengan mengetahui prioritas tindakan perbaikan serta merekomendasi fulture value stream map yang bertujuan untuk mengurangi waste. Berdasarkan diagram SIPOC, bagian produksi IKM Cor Alumunium Wintolo teridentifikasi cacat produk yaitu cacat retak sebesar 39,8 % dan cacat berlubang sebesar 60,2 %. Untuk menganalisa hal tersebut dilakukan pengolahan data menggunakan peta kendali (P-Chart), hasil nilai perhitungan DPMO sebesar 33817,8293 dan nilai Level Sig Sigma sebesar 3,35. Berdasarkan hasil analisis diagram Fishbone, cacat produk disebabkan beberapa faktor diantaranya faktor lingkungan, material, manusia dan faktor material Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan metode Lean Six Sigma (DMAIC) didapatkan hasil usulan perbaikan untuk mencegah terjadinya cacat produk cetakan cookies dengan melakukan perbaikan terhadap faktor yang menyebabkan cacat produk. Pada tahap control memberikan usulan dengan memberikan solusi sederhana yaitu poka yoke dengan program pemilahan bahan baku dan pengecekan pasir.
IMPLEMENTASI METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE PADA KOMPONEN KRITIS TURBIN UAP DI PT MADUBARU Maria Eva Susanti Lelu; Widya Setiafindari
Jurnal Disprotek Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v14i2.4736

Abstract

IMPLEMENTATION OF RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE METHOD ON CRITICAL COMPONENTS OF STEAM TURBINE AT PT MADUBARUSteam turbine is a machine that can be used to convert heat energy from steam into mechanical energy so that it can produce electrical energy. As a source of electrical energy, PT Madubaru utilizes this steam turbine. The purpose of this research is to determine the Mean Time To Failure or MTTF and Mean Time To Repair or MTTR values and which components of this steam turbine have the highest Risk Priority Number (RPN) based on FMEA analysis. This study uses FMEA analysis and the Reliability Centered Maintenance (RCM) method. From the results of data processing that has been done it is known that the most critical component is the coupling component with a damage percentage level of 21.62% of the other components. Based on the calculation of the MTTF value, the result is 1863.74, this means that the coupling component needs to be maintained or checked after operating for 1863.74 hours or around 77,656 days. In addition, for the calculation of the MTTR value, the result is 0.7941 hours, which means that the coupling component takes 0.7941 hours to repair. While the FMEA analysis showed that the coupling component received the highest RPN value of 24 out of the other components. The cause that occurred was due to a broken coupling membrane which hampered the production process because it was necessary to repair the component.
Co-Authors A Dandi Setiawan Afwan Anggara Afwan Anggara Agung Joko Prasetyo Agustinus Andrie Prasetyo Ahmad Luqmanul Farras Ahmad Suhaimi Ahmad Zada Hilmi Syifa Aldi Yoga Pradana Alex Alfandianto Alex Alfandianto Alfiansyah Alfiansyah Anfitra Akhsel Arya Putra Ramadhan Angga Revoma Putra Anggi Riska Devi Anggi Riska Devi Anisa Rahma Hakiki Annisa Fitria Annisa Fitria Dandy Silva Dandy Silva Daniallabib Danu Fatrohim Deni Kurniawan Dewintari Meilin Sihombing Diaz Arjun Annolu Dicky Tri Sandyayuda Dicky Tri Sandyayuda Dimas Ari Nuryanto Dimas Ihza Mahendra Dwi Kurniawan Egga Jerri Indri Saputri Exsan Priadi Farah Yulvaniya Hanif Bima Al Farisi Hasbi Bachroni Hilman Adiatma Hilman Adiatma I Komang Dartawan Ibnu Afqah Arrauf Melian Iwan Eri Nuryanto Kuncoro Adhi Gautama Lulu Rahiba M. Septial Dafha Pratama Mardi Setyono Maria Eva Susanti Lelu Mella Wulandari Mohammad Faisal Nurfaizi, Mohammad Faisal Nurfaizi Muhammad Nastain Nalan Adha Ilan Ilahi Nandar ismail Natasya Dyah Maharani Noviana Salsabila Nuzul Eky Fachrezy Okta Tri Wulandari Purwo Budi Utomo Putra, Angga Revoma R. Akhmad Zakaria Nur Alim Radhinal Sa’id Riginianto Rahmad Fauzi Rajif Sihab Rebecca Angelina Silaen Recha Anggardha Resa Aulia Febriansyah Riky Ardiyanto Rizki Afif Pratama Rizky Saepulloh Rizqi Nurrahman Tri Sutrisno Rofi Kurniawan Roni Andika Salsabilla Kusumawardani Satria Adi Pamungkas Syahrul Hidayatullah Thegar Gilang Rachmawan Thegar Gilang Rachmawan Virgianto Utama Wahyu Hadi Sutiyono Wahyu Hadi Sutiyono Winda Nur Oktaviana Yohanes Anton Nugroho Yusuf Pratomo