Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengendalian Kualitas Produk Tempe dengan Menggunakan Metode Statistical Quality Control (SQC): Studi Kasus: UMKM HARTONO Tempe Kabupaten Kebumen R. Akhmad Zakaria Nur Alim; Rizki Afif Pratama; Alfiansyah Alfiansyah; Widya Setiafindari
Mars : Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer Vol. 2 No. 3 (2024): Juni : Mars : Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer
Publisher : Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/mars.v2i3.96

Abstract

This research was based on a flaw found in observations made during a period of one month with the location object of MSMEs Hartono tempe. The discovery of this defect has an impact on the quality of tempeh so that it can reduce people's purchasing power in tempeh. The purpose of this study is to find out how good the quality of the products produced, find out how big the level of defects in tempeh production is, and find out the causes of product defects using the SQC method. The use of the SQC method is used to control the quality of the initial process of the finished product, as well as certain quality standards that have been agreed upon by the company. Data was collected through interviews with company owners and observations for one month on the tempeh production process that occurred. Data shows that defects in tempeh production include the inclusion of foreign objects, uneven shapes, and damaged packaging. After observation, it turned out that damaged packaging was the most common cause of defects during observations. So, we will make a suggestion, namely making a plastic adhesive device (Sealer). In addition to reducing defects due to damaged packaging, the manufacture of sealers also speeds up the plastic gluing process when producing.
Upaya Perbaikan Kualitas Produk Dengan Metode Six Sigma dan FMEA di PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri: FMEA, Six sigma, Pengendalian Kualitas Mohammad Faisal Nurfaizi, Mohammad Faisal Nurfaizi; Widya Setiafindari
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jisi.v2i4.803

Abstract

PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri adalah perusahaan bidang manufaktur, pembuat cetakan injeksi plastik. Permasalahan yang dihadapi perusahaan yaitu terdapat produk cacat dalam proses produksinya sehingga diperlukan upaya perbaikan kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan yang signifikan dan faktor-faktor penyebabnya. Metode yang digunakan metode Six Sigma dengan tahapan DMAIC ( Define, Measure, Analyze, Improve , dan Control ) dan Failure Mode and Effect Analysis . Hasil pembahasan tahap mendefinisikan diketahui produk yang dipilih Container GS serta pendefinisian spesifikasi produk CTQ, alur penggunaan diagram SIPOC. tahap pengukuran diketahui terdapat 6 jenis CTQ, persentase cacat tertinggi yaitu jenis cacat dimensi variabel, dari perhitungan nilai DPMO didapat sebesar 21.157 dan 3.55 sebagai nilai sigma . Dari peta kendali menghasilkan proses produksi yang belum mencapai kestabilan, tahap analisa pada diagram pareto dimensi variabel cacat sebesar 24% dan cacat awal sebesar 19%. Berdasarkan diagram fishbone penyebab cacat oleh faktor man, machine, method, material . Tahap perbaikan dari analisis hasil FMEA mendapatkan nilai RPN tertinggi dengan nilai 720 faktor manusia karena kurang disiplin dalam menjaga kebersihan area penyimpanan material dan peralatan kerja. Tahap kontrol melakukan perbaikan dari hasil FMEA yaitu melakukan pembersihan area penyimpanan secara berkala.
PERANCANGAN MESIN PARUT KELAPA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN DESIGN FOR MANUFACTURING AND ASSEMBLY Iwan Eri Nuryanto; Widya Setiafindari
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jisi.v2i4.854

Abstract

Proses pemarutan kelapa secara manual Pada UMKM X dengan permintaan parutan kelapa sebanyak 30 biji/ hari yang di selesaikan dengan waktu 3 jam dirasa kurang mencukupi permintaan yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan membuat desain pemarut kelapa yang ideal, untuk mengetahui biaya dan untuk mengetahui keungulan mesin parut kelapa di banding alat parut yang sudah ada. Proses perancangan dimulai dengan identifikasi kebutuhan dan spesifikasi pengguna, pembuatan konsep desain awal. Kemudian dianalisis menggunakan prinsip DFMA untuk mengidentifikasi elemen yang tidak diperlukan, mengurangi jumlah komponen, serta memperbaiki tata letak untuk mempermudah proses perakitan. Hasil penelitian ini adalah desain alat parut kelapa yang telah di rancang dan analisa mengunakan metode Desain for Manufacturing and Assembly DFMA dapat memenuhi permintaan parutan kelapa yang di butuhkan oleh UMKM X, biaya perakitan setiap unit Alat parut kelapa memerlukan biaya Rp312.717, keungulan dari mesin parut kelapa yang di rancang dan di analisis menggunakan DFMA dibanding alat parut yang saat ini adalah kapasitas produksi lebih banyak dari sebelumnya, dimana untuk memarut 30 biji kelapa memerlukan waktu 3 jam, untuk saat ini bisa di selsaikan dalam waktu 1 jam Maka mengalami peningkatan produktifitas sebanyak 66,67%.
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PT ANEKA ADHILOGAM KARYA MENGGUNAKAN METODE JUST IN TIME Yusuf Pratomo; Exsan Priadi; Satria Adi Pamungkas; Danu Fatrohim; Anfitra Akhsel Arya Putra Ramadhan; Widya Setiafindari
JURNAL ILMIAH RESEARCH AND DEVELOPMENT STUDENT Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jis.v3i1.1073

Abstract

PT Aneka Adhilogam Karya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengecoran logam. Pada bulan Januari sampai Agustus 2024, besi cor ulet mempunyai kelebihan persediaan sebesar 10.350 kg sehingga menyebabkan peningkatan biaya operasional seperti biaya penyimpanan, biaya listrik, dan pekerja gudang. Kelebihan persediaan ini akan membebani biaya penyimpanan sebesar Rp 100 juta. 31.213.272 untuk bahan pelindung yang tidak segera digunakan. Di sisi lain, terjadi kekurangan bahan baku besi cor sebanyak 17.626 kg sehingga memerlukan pemesanan ulang segera sehingga meningkatkan biaya pemesanan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat efisiensi biaya penyimpanan bahan baku melalui penerapan just in time pada PT Aneka Adhilogam Karya. Metode penelitian ini dilakukan secara just in time. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa metode JIT dapat menurunkan biaya persediaan secara keseluruhan secara signifikan dibandingkan dengan kebijakan perusahaan. Untuk bahan baku besi ulet penerapan metode JIT menghasilkan penurunan biaya sebesar Rp 2.106.812 atau 59,20%, dan untuk bahan baku besi cor penurunan biaya mencapai Rp 372.576 atau 77,06%. Secara keseluruhan efisiensi biaya yang dicapai dengan pendekatan JIT secara keseluruhan adalah sebesar Rp 2.479.388 dengan tingkat efisiensi sebesar 61,34%.
Analisis Resiko Keselamatan Kesehatan Kerja sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan dengan Menggunakan Metode Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control Agung Joko Prasetyo; Widya Setiafindari
Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro dan Informatika Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL TEKNIK MESIN, INDUSTRI, ELEKTRO DAN INFORMATIKA
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jtmei.v4i1.4787

Abstract

PT MaduBaru PG/PS, a sugarcane agro-industry owned by the Sultanate of Ngayogyakarta Hadiningrat, faces a significant challenge in reducing workplace accidents. From January to September 2024, the company recorded 15 incidents, highlighting the need for a thorough analysis of potential hazards in its sugarcane processing operations. This study employs the HIRARC method (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) to evaluate and address these risks. The hazards identified are categorized into low, medium, and high risks. Low-risk activities include kettle station work and rear factory cleaning tasks. Medium risks are found in kettle station cleaning, repair work, milling station operations, milling station cleaning, west DKS double work, and ash disposal site tasks. High-risk activities are primarily associated with Besali station operations. The main contributors to accidents are a lack of PPE usage, inadequate supervision, and non-compliance with SOPs, such as wearing non-standard footwear. The most dangerous incidents involve exposure to hot materials, which can be mitigated through the proper use of PPE. Enforcing SOP compliance and improving safety awareness are critical to reducing accidents. Strengthening safety measures and ensuring regular monitoring can help create a safer working environment at PT MaduBaru PG/PS.
Analysis of Work Posture at PT Kanugrahan Techno Engineering : Application of the REBA Method to Reduce MSDs Risk Ahmad Zada Hilmi Syifa; Nalan Adha Ilan Ilahi; A Dandi Setiawan; Egga Jerri Indri Saputri; Lulu Rahiba; Widya Setiafindari
International Journal of Mechanical, Industrial and Control Systems Engineering Vol. 2 No. 1 (2025): March :IJMICSE: International Journal of Mechanical, Industrial and Control Sys
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ijmicse.v2i1.167

Abstract

This study aims to analyze the musculoskeletal disorders (MSDs) risk of workers at PT Kanugrahan Techno Engineering involved in grinding activities using the REBA (Rapid Entire Body Assessment) method. The analysis results indicate that grinding activities 1 and 2 have a REBA score of 9, indicating a very high risk, while grinding activity 3 has the highest score of 10, indicating an extreme risk. Grinding activities 4 and 5 have a score of 7, indicating a moderate risk. To reduce these risks, ergonomic aids in the form of a table and chair were designed to support better posture. The production cost of one set of tools is Rp 710,966, with a total cost for 5 sets amounting to Rp 3,554,833.91. The implementation of ergonomic aids is expected to reduce MSDs risks, increase comfort and work efficiency, and improve worker productivity.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI PLYWOOD DENGAN PENDEKATAN STATISTICAL PROCESS CONTROL PADA PT XYZ Putra, Angga Revoma; Widya Setiafindari
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 1 No. 3 (2021): November: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v1i3.921

Abstract

PT XYZ merupakan industri yang bergerak pada bidaang manufaktur pembuatan plywood atau pembuatan kayu lapis. Pada proses produksinya seringkali ditemukan produk yang memiliki ketidaksesuaian (cacat) spesifikasi perusahaan. Permasalahan yang terjadi adalah delaminasi, pecah ujung, SC/LC kurang. Oleh karena itu diperlukan analisis untuk memperbaiki kualitas produk plywood maka diambil data pada jumlah total produksi sebanyak 19.082 dengan rata-rata cacat produksi 7,06%, pada bulan april terdapat cacat produk delaminasi sebanyak 89 produk dengan jumlah total inspeksi 1570 ditemukan cacat pecah ujung sebanyak 50 dan cacat shortcore/longcore kurang sebanyak 25, selama bulan April terdapat cacat produk sebesar 10,44%. Permasalahan yang dihadapi perusahaan terhadap faktor penyebab dari ketiga jenis cacat adalah bagaimana cara meningkatkan dan mempertahankan kualitas produk plywood dan dapat meminimalisir produk cacat. Penelitian ini difokuskan pada pengendalian kualitas produk plywood dengan menggunakan metode Statistical Process Control sebagai pendekatan yang bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab dari produk cacat. Tahapan penelitian yang digunakan dalam melakukan pengendalian kualitas ini yaitu: membuat check sheet, membuat diagram pareto, membuat peta kendali, dan membuat diagram sebab akibat. Pada tahap menghitung peta kendali P mendapatkan rata-rata nilai persentase cacat 7,06% dengan diagram peta kendali P menunjukan ada 2 CL yang melewati garis UCL yaitu terjadi pada bulan April 2021 dan bulan februari 2022. Berdasarkan hasil analisis pada diagram sebab akibat terdapat empat Faktor yang menjadi penyebab cacat produk yaitu faktor manusia yaitu cepat lelah dan kurangnya konsentrasi, faktor mesin yaitu kurangnya maintenance dan pergantian alat yang rusak, faktor material yaitu kadar air terlalu tinggi, kerusakan pada mata kayu, dan keretakan pada kayu, faktor lingkungan suara bising mesin, suhu udara yang tinggi dan sisa potongan kayu jatuh diluar area.
ANALISIS PENURUNAN WAKTU SETUP DENGAN MENGGUNAKAN SINGLE MINUTE EXCHANGE OF DIE UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADA AUTOMATIC MOULDING MACHINE Dandy Silva; Widya Setiafindari
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 3 No. 1 (2023): Maret: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v3i1.1268

Abstract

PT XYZ is a company that has been engaged in metal casting for a long time. This company produces products in the form of wingnut spare parts. The production system used is make to order production. The obstacle faced by PT XYZ was that it was found that the setup operation process activity took quite a long time on average 40 minutes. If it continues to occur it will have an impact on delays. With these problems, PT XYZ reduced the setup time to overcome delays in completing the automatic molding machine wingnut product. Utilize the Single minute exchange of die (SMED) method to speed up setup. The SMED approach distinguishes between internal regulatory and external regulatory activities. Adjustment activities that only Internal adjustments can be made while the machine is stopped. The External Setup setup activity can be performed while the machine is running or operating. By switching to external setup instead of internal setup, setup tasks that were completed when the machine was stopped can now be completed while it is running, thereby reducing setup time. the setup operation of all these activities is carried out when the engine is off or the internal setup produces an average of 101 molds. Meanwhile, the setup time after implementing SMED can be reduced to 26.78 minutes or a decrease of 47.61%. This decrease in setup time increases productivity by 2 molds/day and if in a month with 26 working days it can add 59 molds so that in total it can produce 159 molds/month.
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PRODUK ENGINE PULLEY YST PRO MENGGUNAKAN METODE SEVEN TOOLS DAN KAIZEN FIVE M CHECKLIST DI PT MITRA REKATAMA MANDIRI Anggi Riska Devi; Widya Setiafindari
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 3 No. 2 (2023): Juli: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v3i2.1743

Abstract

PT Mitra Rekatama Mandiri merupakan perusahaan foundry yang memproduksi Engine Pulley Yst Pro. Pada Januari 2023 hingga Februari 2023, Engine Pulley Yst Pro memiliki tingkat kecacatan sebesar 6,4% yang berada di atas target cacat maksimum perusahaan sebesar 3% sehingga memerlukan pengendalian. Studi ini bertujuan guna mengendalikan kualitas untuk mengurangi jumlah produk cacat pada Engine Pulley Yst Pro. Metode seven tools dan five M checklist digunakan sebagai alat kontrol kualitas dengan menggunakan (Check Sheet, Stratification Chart, Histogram, Scatterplot, Control Chart, Pareto Chart, Fishbone Chart) untuk mengidentifikasi akar penyebab cacat kemudian memberikan saran perbaikan. Berdasarkan hasil penelitian ada 3 jenis cacat yakni cacat keropos, cacat rantap, dan cacat bentuk tidak sesuai dengan total cacat sebanyak 899 cacat. Diagram Pareto menunjukkan jenis deffect yang paling banyak yaitu rantap dengan persentase 43% sejumlah 386 unit. Penyebab keropos adalah manusia, material, metode dan lingkungan. Rantap disebabkan oleh manusia, material, metode, mesin, dan lingkungan. Penyebab bentuk tidak sesuai adalah manusia, metode, mesin, dan lingkungan. Berdasarkan akar permasalahan tersebut, dilakukan perbaikan menggunakan Five M Checklist yang menitik beratkan pada perbaikan pada 5 akar permasalahan yaitu manusia, metode, material, mesin, dan lingkungan yang terlibat dalam proses pembuatan produk Engine Pulley Yst Pro. Kata kunci: Engine pulley, five m checklist, pengendalian kualitas, seven tools.
Analisis Kualitas Produk Crude Palm Oil Menggunakan Metode Seven Tools di PT DK Deni Kurniawan; Widya Setiafindari
Widya Teknik Vol. 21 No. 2 (2022): November
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v21i2.4525

Abstract

PT DK merupakan sebuah perusahaan agrobisnis yang memproduksi Crude Palm Oil. Permasalahan yang timbul di PT DK adalah permasalahan kualitas produknya yang masih mengalami kecacatan, yaitu masih tingginya kandungan asam lemak bebas, kadar air, dan kadar kotoran. Sehingga melewati standar yang ditentukan oleh perusahaan. Sampel yang di analisis pada bulan Juli sebanyak 297 sampel, didapatkan kandungan asam lemak bebas yang melebihi standar (≤ 3,5%) sebanyak 38 sampel, kandungan kadar air yang melebihi standar (≤ 0,15%) sebanyak 203 sampel, dan kadar kotoran yang melebihi standar (≤ 0,02%) sebanyak 181 sampel. Dikarenakan hal tersebut pihak perusahaan mengalami kerugian, karena kualitas yang buruk, produk memiliki nilai jual yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui permasalahan kualitas yang dihadapi oleh perusahaan, dan mengetahui faktor-faktor penyebab permasalahan pada kualitas produk di PT DK, yang kemudian dicari solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode analisis yang digunakan untuk melakukan penelitian ini yaitu metode Seven Tools, yaitu metode statistik yang menggunakan tujuh alat bantu dalam melakukan pengendalian kualitasnya, dan digunakan untuk mengukur tingkat kontrol kualitas produk yang dijalankan perusahaan. Dari hasil analisis didapatkan proporsi permasalahan kualitas pada produk Crude Palm Oil yang paling dominan terjadi pada bulan Juli 2022 adalah kecacatan kadar air sebesar 48%, kemudian kadar kotoran sebesar 43%, dan kadar asam lemak bebas sebesar 9%. Faktor-faktor penyebab kecacatan pada produk Crude Palm Oil adalah faktor manusia, mesin, material, lingkungan, dan metode kerja.
Co-Authors A Dandi Setiawan Afwan Anggara Afwan Anggara Agung Joko Prasetyo Agustinus Andrie Prasetyo Ahmad Luqmanul Farras Ahmad Suhaimi Ahmad Zada Hilmi Syifa Aldi Yoga Pradana Alex Alfandianto Alex Alfandianto Alfiansyah Alfiansyah Anfitra Akhsel Arya Putra Ramadhan Angga Revoma Putra Anggi Riska Devi Anggi Riska Devi Anisa Rahma Hakiki Annisa Fitria Annisa Fitria Dandy Silva Dandy Silva Daniallabib Danu Fatrohim Deni Kurniawan Dewintari Meilin Sihombing Diaz Arjun Annolu Dicky Tri Sandyayuda Dicky Tri Sandyayuda Dimas Ari Nuryanto Dimas Ihza Mahendra Dwi Kurniawan Egga Jerri Indri Saputri Exsan Priadi Farah Yulvaniya Hanif Bima Al Farisi Hasbi Bachroni Hilman Adiatma Hilman Adiatma I Komang Dartawan Ibnu Afqah Arrauf Melian Iwan Eri Nuryanto Kuncoro Adhi Gautama Lulu Rahiba M. Septial Dafha Pratama Mardi Setyono Maria Eva Susanti Lelu Mella Wulandari Mohammad Faisal Nurfaizi, Mohammad Faisal Nurfaizi Muhammad Nastain Nalan Adha Ilan Ilahi Nandar ismail Natasya Dyah Maharani Noviana Salsabila Nuzul Eky Fachrezy Okta Tri Wulandari Purwo Budi Utomo Putra, Angga Revoma R. Akhmad Zakaria Nur Alim Radhinal Sa’id Riginianto Rahmad Fauzi Rajif Sihab Rebecca Angelina Silaen Recha Anggardha Resa Aulia Febriansyah Riky Ardiyanto Rizki Afif Pratama Rizky Saepulloh Rizqi Nurrahman Tri Sutrisno Rofi Kurniawan Roni Andika Salsabilla Kusumawardani Satria Adi Pamungkas Syahrul Hidayatullah Thegar Gilang Rachmawan Thegar Gilang Rachmawan Virgianto Utama Wahyu Hadi Sutiyono Wahyu Hadi Sutiyono Winda Nur Oktaviana Yohanes Anton Nugroho Yusuf Pratomo