Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengendalian Kualitas Tempe Menggunakan Six Sigma-DMAIC Di UMKM Tempe Pak Dwi dan Her Natasya Dyah Maharani; Anisa Rahma Hakiki; Farah Yulvaniya; Rizky Saepulloh; Widya Setiafindari
Jurnal ARTI (Aplikasi Rancangan Teknik Industri) Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal ARTI: Aplikasi Rancangan Teknik Industri
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/arti.v1i20.1205

Abstract

UMKM Tempe Pak Dwi dan Her adalah usaha kecil menengah yang berfokus pada produksi tempe, berlokasi di Prenggan, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta. Berdiri sejak tahun 2012, UMKM ini memiliki kapasitas produksi sebesar 9.013 unit per bulan. Namun, perusahaan menghadapi tantangan berupa tingkat kecacatan produk yang mencapai 4,5%, yang menyebabkan kerugian waktu dan biaya karena produk cacat harus dibuang atau dikemas ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis cacat, memberikan usulan perbaikan serta menenetukan alat pengendali cacat pada produksi tempe dengan menerapkan metode Six Sigma-DMAI (Define, Measure, Analyze, Improve). Hasil analisis menunjukkan bahwa cacat produksi disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kualitas kedelai yang tidak memenuhi standar, penyebaran ragi yang tidak merata, suhu penyimpanan yang tidak ideal, pengemasan manual yang kurang presisi, kerusakan pada mesin sealer, dan penggunaan bahan plastik berkualitas rendah. Rekomendasi perbaikan yang diajukan meliputi penggantian mesin tua, penggunaan mesin pengaduk ragi untuk memastikan penyebaran ragi yang merata, peningkatan kualitas bahan baku, penerapan standar operasional prosedur (SOP), dan pelaksanaan perawatan rutin pada peralatan.
Penerapan Metode Six Sigma dan Failure Mode Effect Analysis dalam Pengendalian Kualitas Produk Sarung Tangan Golf di CV Cahaya Setia Mulia Abadi Ahmad Luqmanul Farras; Widya Setiafindari
Jurnal Rekayasa Proses dan Industri Terapan Vol. 3 No. 2 (2025): Mei: Jurnal Rekayasa Proses dan Industri Terapan ( REPIT )
Publisher : Politeknik Kampar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59061/repit.v3i2.1098

Abstract

CV Cahaya Setia Mulia Abadi is a manufacturing industry that produces sports gloves made of leather and synthetic materials. The golf glove product of the Brance brand studied from January 9-29, 2025 had a high defect rate of 1135 units so that improvements needed to be made to reduce defects in its production. Quality control is carried out through the Six Sigma approach using stages and a number of methods such as SIPOC, P Control Chart, Fishbone Diagram, and 5W + 1H. The purpose of this method is to identify the type of product defect, find out the cause of the defect, and formulate appropriate improvement efforts. FMEA analysis is also applied to identify potential failures based on the highest RPN value. At the define stage, 4 types of defects are known to be processed using the CTQ diagram, namely open stitches, holes, damaged variations, and asymmetrical. The next stage is measure which produces a CL value of 0.04668, UCL 0.051, and LCL 0.04262. The analysis of the analyze stage shows that the source of defects comes from human factors, machines, methods, materials and the environment. The potential causes of defects were further analyzed through FMEA with the highest RPN of 168, with the type of open stitch defect. In the improve stage, a proposal for corrective actions was prepared for all factors. In the control stage, efforts were made to ensure that corrective actions could be implemented consistently and effectively.
PENERAPAN TIME SERIES DALAM PERAMALAN PENJUALAN AIR MINUM DALAM KEMASAN DI CV TIRTA SHAHADAH Diaz Arjun Annolu; Widya Setiafindari
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 2 No. 2 (2025): September
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v2i2.5830

Abstract

CV Tirta Shahadah adalah perusahaan yang memproduksi air mineral dengan ukuran seperti 120 ml, 220 ml, 330 ml, 600 ml, dan galon refill. Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah ketidakseimbangan antara persediaan dan permintaan, yang ditunjukkan dengan tingginya tingkat stockout sebanyak 443 dan overstock sebanyak 1818 selama periode 10 bulan, dari Juni 2024 hingga Maret 2025. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan peramalan penjualan untuk menentukan jumlah persediaan yang lebih optimal dengan menggunakan tiga metode yaitu Weighted Moving Average (WMA), Double Exponential Smoothing (DES), dan Trend Analysis. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa metode DES memberikan hasil paling akurat untuk kemasan 120 ml sebanyak 334 dus, dengan nilai MAPE sebesar 35.174%. Kemasan 220ml sebanyak 1200 dus, dengan nilai MAPE sebesar 14.34%. Kemasan 330ml sebanyak 1114 dus, dengan nilai MAPE sebesar 9.409%. Kemasan 600ml sebanyak 787 dus, dengan nilai MAPE sebesar 9.587%. Sementara untuk kemasan galon refill, metode Trend Analysis dengan peramalan sebanyak 272 unit dengan nilai MAPE sebesar 11.745%.
Analisis Pengendalian Kualitas Tempe Menggunakan Six Sigma-DMAIC Di UMKM Tempe Pak Dwi dan Her Natasya Dyah Maharani; Anisa Rahma Hakiki; Farah Yulvaniya; Rizky Saepulloh; Widya Setiafindari
Jurnal ARTI (Aplikasi Rancangan Teknik Industri) Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal ARTI: Aplikasi Rancangan Teknik Industri
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/arti.v1i20.1205

Abstract

UMKM Tempe Pak Dwi dan Her adalah usaha kecil menengah yang berfokus pada produksi tempe, berlokasi di Prenggan, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta. Berdiri sejak tahun 2012, UMKM ini memiliki kapasitas produksi sebesar 9.013 unit per bulan. Namun, perusahaan menghadapi tantangan berupa tingkat kecacatan produk yang mencapai 4,5%, yang menyebabkan kerugian waktu dan biaya karena produk cacat harus dibuang atau dikemas ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis cacat, memberikan usulan perbaikan serta menenetukan alat pengendali cacat pada produksi tempe dengan menerapkan metode Six Sigma-DMAI (Define, Measure, Analyze, Improve). Hasil analisis menunjukkan bahwa cacat produksi disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kualitas kedelai yang tidak memenuhi standar, penyebaran ragi yang tidak merata, suhu penyimpanan yang tidak ideal, pengemasan manual yang kurang presisi, kerusakan pada mesin sealer, dan penggunaan bahan plastik berkualitas rendah. Rekomendasi perbaikan yang diajukan meliputi penggantian mesin tua, penggunaan mesin pengaduk ragi untuk memastikan penyebaran ragi yang merata, peningkatan kualitas bahan baku, penerapan standar operasional prosedur (SOP), dan pelaksanaan perawatan rutin pada peralatan.
Strategi Pengendalian Persediaan Bahan Baku: Analisis Komparatif Metode Continuous Review System (CRS) dan Periodic Review System (PRS) Salsabilla Kusumawardani; Widya Setiafindari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v3i3.400

Abstract

PT XYZ adalah produsen kain yang menghadapi tantangan overstock bahan baku, khususnya benang, dengan kelebihan sebanyak 1.061 karung pada bulan Agustus. Studi ini bertujuan untuk mengoptimalkan manajemen persediaan dan meminimalkan biaya persediaan melalui penerapan metode Continuous Review System (CRS) dan Periodic Review System (PRS). Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan metode CRS menghasilkan pengurangan biaya yang signifikan, dengan total biaya persediaan minimal sebesar Rp39.608.727.959,14 dan penghematan mencapai Rp675.848.300,86 atau 1,68%. Proyeksi biaya persediaan untuk tahun 2024 dengan metode ini adalah Rp39.628.147.841,77. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi industri tekstil dalam penerapan strategi pengendalian persediaan yang efisien.
IMPLEMENTASI JUST IN TIME TERHADAP EFISIENSI PASOKAN BAHAN LEATHER DI PABRIK GLOVE PT ADI SATRIA ABADI Syahrul Hidayatullah; Widya Setiafindari
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i6.7274

Abstract

Poorly managed raw material inventory can lead to cost inefficiencies, stock accumulation, and disruptions in production flow. PT Adi Satria Abadi, a glove manufacturing company, has experienced excessive leather raw material inventory due to a procurement system that has not yet been optimally implemented. This study aims to analyze the application of the Just-In-Time (JIT) method in improving the efficiency of leather raw material supply and reducing inventory costs. The research employs a quantitative descriptive method with a case study approach, using data on raw material purchases, material usage, inventory costs, and ordering frequency. The analysis compares conditions before and after the implementation of the JIT method, including optimal order quantity, total inventory cost, and storage efficiency. The results show that the implementation of the JIT method reduced inventory costs by 59.2%, decreased idle stock by 37%, and improved the smoothness of raw material supply by 36.36%. Therefore, the JIT method can serve as an effective solution for companies in managing leather raw material inventory efficiently and sustainably.
Co-Authors A Dandi Setiawan Afwan Anggara Afwan Anggara Agung Joko Prasetyo Agustinus Andrie Prasetyo Ahmad Luqmanul Farras Ahmad Suhaimi Ahmad Zada Hilmi Syifa Aldi Yoga Pradana Alex Alfandianto Alex Alfandianto Alfiansyah Alfiansyah Anfitra Akhsel Arya Putra Ramadhan Angga Revoma Putra Anggi Riska Devi Anggi Riska Devi Anisa Rahma Hakiki Annisa Fitria Annisa Fitria Dandy Silva Dandy Silva Daniallabib Danu Fatrohim Deni Kurniawan Dewintari Meilin Sihombing Diaz Arjun Annolu Dicky Tri Sandyayuda Dicky Tri Sandyayuda Dimas Ari Nuryanto Dimas Ihza Mahendra Dwi Kurniawan Egga Jerri Indri Saputri Exsan Priadi Farah Yulvaniya Hanif Bima Al Farisi Hasbi Bachroni Hilman Adiatma Hilman Adiatma I Komang Dartawan Ibnu Afqah Arrauf Melian Iwan Eri Nuryanto Kuncoro Adhi Gautama Lulu Rahiba M. Septial Dafha Pratama Mardi Setyono Maria Eva Susanti Lelu Mella Wulandari Mohammad Faisal Nurfaizi, Mohammad Faisal Nurfaizi Muhammad Nastain Nalan Adha Ilan Ilahi Nandar ismail Natasya Dyah Maharani Noviana Salsabila Nuzul Eky Fachrezy Okta Tri Wulandari Purwo Budi Utomo Putra, Angga Revoma R. Akhmad Zakaria Nur Alim Radhinal Sa’id Riginianto Rahmad Fauzi Rajif Sihab Rebecca Angelina Silaen Recha Anggardha Resa Aulia Febriansyah Riky Ardiyanto Rizki Afif Pratama Rizky Saepulloh Rizqi Nurrahman Tri Sutrisno Rofi Kurniawan Roni Andika Salsabilla Kusumawardani Satria Adi Pamungkas Syahrul Hidayatullah Thegar Gilang Rachmawan Thegar Gilang Rachmawan Virgianto Utama Wahyu Hadi Sutiyono Wahyu Hadi Sutiyono Winda Nur Oktaviana Yohanes Anton Nugroho Yusuf Pratomo