Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pelatihan Coaching Klinik dan Pemberdayaan Masyarakat dalam upaya mencegah Komplikasi Diabetes Mellitus Nunik Purwanti; Syiddatul Budury; Siti Maimunah; Erika Martining Wardani
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6137

Abstract

Diabetes mellitus  merupakan penyakit gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin. Pelaksanaan pengabdian bertujuan  mengajarkan Kader dan masyarakat  Coaching Klinik dan Pemberdayaan Masyarakat dalam mencegah Komplikasi Diabetes Mellitus sebagai upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ada tiga yaitu pra kegiatan, kegiatan dan pasca kegiatan. Pra kegiatan terdiri rapat strategi pelaksanaan, survei lokasi, persiapan sarana dan prasarana. Pelaksanaan kegiatan melakukan pelatihan kader, penyuluhan, demonstrasi aktifitas fisik, dan pretest dan post test. Pelaksanaan pasca kegiatan melakukan evaluasi dan pembuatan laporan kegiatan. Evaluasi dirancang dengan membandingkan kondisi pengetahuan dan kesadaran setelah pelaksanaan pengabdian. Evaluasi sesudah penyuluhan dengan pembuatan laporan kegiatan. Hasil di dapatkan bahwa pengetahuan sebelum pemberian pendidikan kesehatan dan pelatihan seluruhnya mempunyai pengetahuan kurang 9 (60%). Sesudah pemberian penyuluhan didapatkan pengetahuan baik sebanyak 9 (60%), pengetahuan cukup sebanyak 40% dan pengetahuan kurang sebanyak 0%. Hasil uji mann whitney di dapatkan nilai p value 0,000 kurang dari 0,05 berarti ada pengaruh pendidikan kesehatan dan Coaching Klinik dan Pemberdayaan Masyarakat dalam mencegah Komplikasi Diabetes Mellitus. Terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata kemampuan sebelum dan sesudah pelatihan. Diharapkan dapat pengabdian masyarakat dalam bentuk pengelolaan bahan herbal  lagar masyarakat dapat memanfaatkan bahan yang ada di lingkungan sekitar untuk Kesehatan terutama diabetes mellitus.
Penyuluhan Pengamalan Hadist Atthuhuuru Sathrul Iman Terhadap Phbs di Lingkungan Masyarakat Karanrejo Wonokromo Surabaya Siti Maimunah; Iis Noventi; Rusdianingseh Rusdianingseh; Nunik Purwanti; Erika Wardani; M.Shodiq M.Shodiq
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6486

Abstract

Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) perilaku yang dipraktikan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. Tujuan utama dari gerakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah untuk meningkatkan kualitas kesehatan melalui proses memberikan kesadarn yang menjadi awal dari kontribusi individu – individu dalam menjalani perilaku kehidupan sehari – hari yang bersih dan sehat. Kepercayaan terhadap ajaran agama mempunyai peranan penting dalam pembentukkan kepribadian dan perilaku individu. Metode Penyuluhan menggunakan metode ceramah dan tanya jawabuntuk mengetahui tingkat pengetahuan responden dapat diketahui dengan dilakukan pre test berupa kuisioner yang akan diisi oleh responden untuk mengetahui tingkat pengetahuan responden mengenai manfaat PHBS terhadap perkembangan anak. Pre test dilakukan sebelum penyuluhan diberikan, untuk mengetahui peningkatan pengetahuan responden mengenai pemahaman manfaat PHBS Tahun terhadap perkembangan anak dapat diketahui dengan membandingkan hasil post tes yang telah diisi oleh responden setelah penyuluhan dilakukan dengan hasil pre test. Hasil dari pengabdian Masyarakat ini bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat karena nilai post test lebih tinggi daripada nilai pre test. .
Pelatihan Coaching Klinik dan Pemberdayaan Masyarakat dalam upaya mencegah Komplikasi Diabetes Mellitus Nunik Purwanti; Syiddatul Budury; Siti Maimunah; Erika Martining Wardani
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6137

Abstract

Diabetes mellitus  merupakan penyakit gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin. Pelaksanaan pengabdian bertujuan  mengajarkan Kader dan masyarakat  Coaching Klinik dan Pemberdayaan Masyarakat dalam mencegah Komplikasi Diabetes Mellitus sebagai upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ada tiga yaitu pra kegiatan, kegiatan dan pasca kegiatan. Pra kegiatan terdiri rapat strategi pelaksanaan, survei lokasi, persiapan sarana dan prasarana. Pelaksanaan kegiatan melakukan pelatihan kader, penyuluhan, demonstrasi aktifitas fisik, dan pretest dan post test. Pelaksanaan pasca kegiatan melakukan evaluasi dan pembuatan laporan kegiatan. Evaluasi dirancang dengan membandingkan kondisi pengetahuan dan kesadaran setelah pelaksanaan pengabdian. Evaluasi sesudah penyuluhan dengan pembuatan laporan kegiatan. Hasil di dapatkan bahwa pengetahuan sebelum pemberian pendidikan kesehatan dan pelatihan seluruhnya mempunyai pengetahuan kurang 9 (60%). Sesudah pemberian penyuluhan didapatkan pengetahuan baik sebanyak 9 (60%), pengetahuan cukup sebanyak 40% dan pengetahuan kurang sebanyak 0%. Hasil uji mann whitney di dapatkan nilai p value 0,000 kurang dari 0,05 berarti ada pengaruh pendidikan kesehatan dan Coaching Klinik dan Pemberdayaan Masyarakat dalam mencegah Komplikasi Diabetes Mellitus. Terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata kemampuan sebelum dan sesudah pelatihan. Diharapkan dapat pengabdian masyarakat dalam bentuk pengelolaan bahan herbal  lagar masyarakat dapat memanfaatkan bahan yang ada di lingkungan sekitar untuk Kesehatan terutama diabetes mellitus.
Penyuluhan Pengamalan Hadist Atthuhuuru Sathrul Iman Terhadap Phbs di Lingkungan Masyarakat Karanrejo Wonokromo Surabaya Siti Maimunah; Iis Noventi; Rusdianingseh Rusdianingseh; Nunik Purwanti; Erika Wardani; M.Shodiq M.Shodiq
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6486

Abstract

Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) perilaku yang dipraktikan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. Tujuan utama dari gerakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah untuk meningkatkan kualitas kesehatan melalui proses memberikan kesadarn yang menjadi awal dari kontribusi individu – individu dalam menjalani perilaku kehidupan sehari – hari yang bersih dan sehat. Kepercayaan terhadap ajaran agama mempunyai peranan penting dalam pembentukkan kepribadian dan perilaku individu. Metode Penyuluhan menggunakan metode ceramah dan tanya jawabuntuk mengetahui tingkat pengetahuan responden dapat diketahui dengan dilakukan pre test berupa kuisioner yang akan diisi oleh responden untuk mengetahui tingkat pengetahuan responden mengenai manfaat PHBS terhadap perkembangan anak. Pre test dilakukan sebelum penyuluhan diberikan, untuk mengetahui peningkatan pengetahuan responden mengenai pemahaman manfaat PHBS Tahun terhadap perkembangan anak dapat diketahui dengan membandingkan hasil post tes yang telah diisi oleh responden setelah penyuluhan dilakukan dengan hasil pre test. Hasil dari pengabdian Masyarakat ini bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat karena nilai post test lebih tinggi daripada nilai pre test. .
E-health HIV Sebagai Strategi Pencegahan Dini Penyakit Menular Seksual Human Immunodeficiency Virus Erika Wardani; Riezky Nugroho; Eppy Setiyowati; Lono Wijayanti; Nunik Purwanti
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i3.9440

Abstract

E-health tentang bagaimana strategi PMS HIV ditularkan dan dicegah adalah senjata utama melawan secara dini PMS HIV, karena tidak ada pengobatan atau vaksin yang dapat mencegah penyebaran penularan PMS HIV. E-health mengenai strategi pencegahan dini PMS HIV dilakukan di masyarakat lingkungan kelurahan yang merupakan salah satu komunitas yang dapat dijadikan sebagai contoh upaya pencegahan PMS HIV secara dini. Pencegahan dilakukan dengan e-health yang berupa diskusi dan sesi tanya jawab dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan yang jelas bagi masyarakat mengenai strategi pencegahan penularan PMS HIV. Sebelum dan sesudah penyuluhan, diadakan pre-test dan post-test untuk menilai apakah ada perubahan dalam pengetahuan mengenai strategi dini dalam pencegahan PMS HIV. Kegiatan diikuti peserta sebanyak 88 orang. Secara keseluruhan terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat peserta mengenai deteksi dini PMS HIV, pencegahan PMS HIV, penularan PMS HIV dan individu yang berisiko tertular PMS HIV setelah mengikuti kegiatan e-health. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tujuan kegiatan penyuluhan telah tercapai.
THE EFFECTIVENESS OF GIVING NIGELLA SATIVA OIL TO SKIN INTERGITY DISORDERS IN ADOLESCENTS SUFFERS ACNE VULGARIS Nunik Purwanti; Fitriasari, Andikawati
Nurse and Holistic Care Vol. 2 No. 1 (2022): Nurse and Holistic Care
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/nhc.v2i1.2803

Abstract

Introduction: Changing cosmetics can cause acne vulgaris. Objective: The research objective was to analyze the effectiveness of Nigella Sativa oil administration on skin integrity problems in adolescents with acne vulgaris in Kedensari Village RT 17 RW 05 Tanggulangin Sidoarjo. Methods: This study used Quasi Experimental with a pre-posttest control group design approach. The study population was all adolescents with acne vulgaris who experienced skin integrity problems in Kedensari Village RT 17 RW 05 Tanggulangin Sidoarjo. The sample was selected using the simple random sampling technique of 28 adolescents who were then divided into two groups, namely the experimental group of 14 people and the control group of 14 people. The independent variable was the administration of Nigella Sativa oil, while the dependent variable was the degree of skin integrity disorders in adolescents with acne vulgaris. The research instrument was a skin condition observation sheet. Data analysis used the Wilcoxon test and the Mann Whitney test with a significance value of α = 0.05. Results: The results showed: 1) There were significant differences in skin integrity before and after intervention in the intervention group p =0,001,(0,001<0,05) There were significant differences in skin integrity in the intervention group and the control group (p =0,000 <0.005). Conclusions: Giving nigella sativa oil is effective in improving skin integrity problems in adolescent with acne vulgaris. It is hoped that the nurses can use nigella sativa oil in providing care for adolescents with acne vulgaris.
An Overview Of Healthy House And Incidence Of Pulmonary Tuberculosis Disease Eppy Setiyowati; Nunik Purwanti; Umi Hanik
Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health Vol. 3 No. 1 (2023): Proceeding of The International Conference of Inovation, Science, Technology, E
Publisher : Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/icistech.v3i1.46

Abstract

Some members of the public still do not understand healthy homes, this causes one family member to have pulmonary tuberculosis. The purpose of this study was to analyze the relationship of healthy home knowledge level with the incidence of pulmonary tuberculosis disease in Surabaya. Design analytical research across sectional. A research image of 70 people, A large sample of 60 respondents was taken with the Simple Random Sampling technique. Independent variable levels of healthy home knowledge and variable dependent incidence of pulmonary TB disease. The data were analyzed using the statistic test Chi-Square with a p-value ≤ of 0.05. The results of the study were obtained from 60 respondents, with almost some (38.3%) low level of knowledge about healthy homes and most (68.3%) people with pulmonary TB. Data analyzed with Chi-Square statistic tests showed p=0.03 p-value ≤0.05, which means there is a relationship between healthy home knowledge levels and pulmonary TB disease. The conclusion of a healthy home does not cause the outbreak of pulmonary tuberculosis.
An Overview Of Healthy House And Incidence Of Pulmonary Tuberculosis Disease Eppy Setiyowati; Nunik Purwanti; Umi Hanik
Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health Vol. 3 No. 1 (2023): Proceeding of The International Conference of Inovation, Science, Technology, E
Publisher : Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/icistech.v3i1.46

Abstract

Some members of the public still do not understand healthy homes, this causes one family member to have pulmonary tuberculosis. The purpose of this study was to analyze the relationship of healthy home knowledge level with the incidence of pulmonary tuberculosis disease in Surabaya. Design analytical research across sectional. A research image of 70 people, A large sample of 60 respondents was taken with the Simple Random Sampling technique. Independent variable levels of healthy home knowledge and variable dependent incidence of pulmonary TB disease. The data were analyzed using the statistic test Chi-Square with a p-value ≤ of 0.05. The results of the study were obtained from 60 respondents, with almost some (38.3%) low level of knowledge about healthy homes and most (68.3%) people with pulmonary TB. Data analyzed with Chi-Square statistic tests showed p=0.03 p-value ≤0.05, which means there is a relationship between healthy home knowledge levels and pulmonary TB disease. The conclusion of a healthy home does not cause the outbreak of pulmonary tuberculosis.