Alwafi Pujiraharjo
Staf Pengajar Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Malang.

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

SIMULASI NUMERIS PERUBAHAN MORFOLOGI DASAR LAUT PADA DESAIN PELABUHAN DI KABUPATEN GRESIK, INDONESIA Beselly Putra, Sebrian Mirdeklis; Suharyanto, Agus; Pujiraharjo, Alwafi
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.996 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.008.01.13

Abstract

ABSTRAK Pengembangan konstruksi Indonesia yang cepat akhir-akhir ini salah satunya dipicu dengan kebijakan tol laut dengan cara pembangunan pelabuhan baru. Salah satunya adalah di Kabupaten Gresik sebagai bongkar barang curah cair dan curah padat. Dibangunnya pelabuhan ini adalah mengurangi beban dan lama tunggu bongkar muat di Tanjung Perak sebagai pelabuhan utama. Besaran lahan reklamasi untuk pelabuhan dan panjang dermaga yang direncanakan akan berhubungan terhadap perubahan morfologi dasar laut. Untuk memahami kondisi tersebut studi dilakukan dengan menggunakan model numeris 2D Coastal Modeling System-Flow (CMS Flow). CMS-Flow menyelesaikannya dengan depth-integrated continuity dan persamaan momentum menggunakan metode volume-hingga. Formula transpor sedimen unified, van Rijn, dan formula transpor non-equilibrium (NET). Pemodelan jangka menengah dijalankan dengan waktu simulasi tiga bulan dengan 5 macam alternatif. Besaran sedimentasi yang minimum di dalam kolam pelabuhan adalah inti dari peninjauan studi. Alternatif yang ketiga dengan desain lolos air memberikan nilai erosi-sedimentasi yang paling kecil, sehingga membuat arus pasang surut dan sungai lebih stabil. Pengembangan dari reklamasi pelabuhan di masa depan disarankan maksimum pada jarak 2700m atau kurang dari garis pantai untuk mencegah turbulensi lebih lanjut. Key words: Perubahan morfologi, analsis hidrodinamik, alternatif pelabuhan, USACE CMS-Flow ABSTRACT The rapid development of Indonesia leads to Sea Toll Policy by Indonesian government. One of the potential locations is in Gresik Regency as solid and liquid bulk cargo. Purpose of the new harbor is to reduce dwelling time in Tanjung Perak harbor. The amount of land reclamation and the size of the port is strictly related with local sea bed morphological change. This study is conducted using the Coastal Modeling System-Flow (CMS-Flow) 2D numerical model. The unified sediment transport formula, the van Rijn, and a non-equilibrium transport formula (NET) were applied for the computation of sediment transport and morphology change. 5 alternatives medium-term CMS-Flow runs, with simulated times of three months. Minimum sedimentation rate inside harbor is key of the assessment. The chosen alternative model 3 with permeable design gives the lowest rate of erosion and sedimentation that makes tidal and river current are more stable. Development of port reclamation is suggested maximum 2700 m from the shoreline or less to prevent further turbulences. Key words: Morphological changes, hydrodynamic analysis, harbor alternatives, USACE CMS-Flow
PENGARUH KOMPETENSI MANAJER PROYEK TERHADAP KEBERHASILAN PROYEK PADA PERUSAHAAN KONTRAKTOR DI KABUPATEN MALANG Prianto, Khusnul; Dewi, Sri Murni; Pujiraharjo, Alwafi
Media Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2012): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.548 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v10i2.1790

Abstract

Khusnul Prianto1, Sri Murni Dewi2 & Alwafi Pujiraharjo31, 2 & 3Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya MalangAlamat Korespondensi : Jl. MT. Haryono No 167 Malang, Indonesiaazdotagroup@yahoo.comABSTRACTThis study aims to determine how big a role simultaneously and partially between knowledge,skills and attitude of the project manager to project success, and to know the most dominant factorthat affects the success of a project. This research uses survey research conducted at contractorcompanies in Malang. The population in this study is the management of the contractor as theproject manager supervisor leader contractor (director) or authorized by the company. Primary datawas collected through questionnaires. Secondary data obtained from the literature to form iteratur,journals, and data from agencies with an interest in this study, such as professional associations andrelated agencies.The results of descriptive analysis using respondents’ answers showed knowledge variable,variable skills, attitudes and behavior / work commitment, top management variables on averagehave an important influence to determine the success of the project. Test results using regressionanalysis and test assumptions Multiple Linear Regression analysis shows simultaneously betweenthe variables of knowledge, skills, work commitment and top management significantly influencethe success of the project amounted to 0.831. Partially between the variables of knowledge, skills,work commitment and top management significantly influence the success of the project amountedto 0.286, 0.296, 0.280 and 0.147.Dominant variable affecting the level of success of a project is a skill / expertise.Keywords: Competence, Project Manager, Contracting Company
KINERJA PELAYANAN BARANG DI PELABUHAN UMUM GRESIK Raekhan, Mohammad Rum; Djakfar, Ludfi; Pujiraharjo, Alwafi
Media Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2017): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.287 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v15i2.7675

Abstract

Volume bongkar muat barang di Pelabuhan Umum Gresik dari tahun ke tahun semakin meningkat. Lamanya proses bongkar muat barang berpengaruh terhadap lamanya turn round time kapal dan juga tingginya biaya operasional. Banyaknya waktu yang masih terbuang saat kapal sudah berada di tambatan menyebabkan rendahnya waktu efektif kapal dalam melakukan proses bongkar muat. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah mengetahui kinerja bongkar muat di Pelabuhan Umum Gresik khususnya pada Dermaga 265, Dermaga Curah Kering dan Dermaga 70 serta penyebab terjadinya idle time. Dalam melihat tingkat kinerja bongkar muat eksisting digunakan standar yang telah ditetapkan oleh Dirjen Hubla. Tingkat kepuasan dan kepentingan variabel-variabel terkait bongkar muat juga diukur dari persepsi pengguna. Untuk menganalisa kinerja eksisting dan untuk mengidentifikasi faktor yang menyebabkan idle time digunakan metode analisis deskriptif sedangkan untuk menganalisis tingkat kepentingan dan kepuasan pelanggan terhadap kinerja operasional bongkar muat digunakan metode Importance Performance Analysis. Hasil analisis kinerja eksisting operasional bongkar muat menunjukkan bahwa rata-rata produktivitas bongkar muat dan efektifitas waktu efektif time:berthing time (ET:BT) dari kapal-kapal yang melakukan kegiatan bongkar muat di Dermaga 265 masih kurang baik dan berada di bawah standar kinerja yang telah ditetapkan, sedangkan Dermaga Curah Kering dan Dermaga 70 masuk kriterria pencapaian yang baik. Faktor yang banyak menghambat proses bongkar muat dan sering menyebabkan idle time diantaranya kerusakan alat bongkar muat, menunggu truk, menunggu muatan, ketersediaan tenaga kerja bongkar muat dan masalah cuaca. Dari analisis kepuasan pengguna didapatkan variabel-variabel yang masuk dalam kuadran 1 dan memerlukan prioritas penanganan, yang menurut pengguna jasa tingkat kepentingannya tinggi namun performanya masih belum memuaskan, diantaranya lamanya waktu dalam proses bongkar muat, kapasitas lapangan penumpukan, kesiapan truck, kebersihan pelabuhan dan masalah penerangan.
OPTIMALISASI WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN PROYEK KONSULTAN PENGAWASAN PADA DINAS PEKERJAAN UMUM DI KOTA TARAKAN Syaihu, Acmad; Anwar, M. Ruslin; Pujiraharjo, Alwafi
Media Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v14i2.3700

Abstract

Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui waktu optimal pekerjaan proyek dan pengawasan. Proyek pada umumnya memiliki batas waktu (deadline), artinya proyek harus diselesaikan sebelum atau tepat pada waktu yang telah ditentukan. Selain itu adanya keterlambatan berakibat kehilangan peluang pekerjaan pengawasan lain. adapun bagi owner keterlambatan penyelesaian pekerjaan proyek akan menyebabkan catatan yang tidak baik, sehingga penggunaan hasil pembangunan proyek menjadi mundur atau terlambat. Dengan metode PERT dan CPM dapat menentukan lintasan kritis (network planning) dalam suatu kegiatan proyek tahap demi tahap secara berurutan untuk penyelesaian kegiatan proyek tersebut.Dengan time schedule dapat menyusun network planning dan menentukan hitungan maju mundur dan kelongaran waktu.Hasil analisa pelaksanan dan pengawasan yang diambil tiga bidang PSDA,Bina Marga dan Cipta Karya terdiri dari 120 hari kalender,150 hari kalender dan 360 hari kalender. Dapat optimalisasi waktu fisik  menjadi 91 hari kalender menjadi 118 dan  menjadi 280 hari kalender dan Bidang PSDA, Bina Marga dan Cipta Karya pengawasan dapat menyelesaikan 104 hari kalender, 134 dan 300 hari kalender,kesimpulan dari penelitian ini ketiga bidang Optimal waktu dapat menyelesaikan pekerjaan,nilai Z= (99.99%, 98.98%, and 99.99%) dan pengawasan dapat meyelasaikan dilapangan kegiatan proyek tepat pada waktu yang telah ditentukan (95,91%, 93,94%, 99,99%). 
Uji Tarik dan Pengaruh Kulit Bambu Terhadap Kuat Lekat Tulangan Bambu Pilin Faradisa, Najmi; Nuralinah, Devi; Pujiraharjo, Alwafi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bambu memiliki kuat tarik yang tinggi mendekati baja struktur sehingga dapat menjadi bahan alternatif tulangan struktur beton. Bambu memiliki kelemahan yaitu sifatnya yang higroskopis. Bambu dapat mengalami kembang susut dan terjadi berkurangnya kuat lekat dengan beton. Perlu diberikan perlakuan khusus terhadap bambu agar daya lekatnya meningkat salah satunya dengan cara dipilin. Selain itu, bambu memiliki kelemahan lain yaitu bersifat tidak homogen. Setiap bagian bambu memiliki karakteristik dan kekuatan yang berbeda-beda. Karena sifatnya yang tidak homogen, dilakukan uji kuat tarik pada beberapa bagian bambu yang berbeda dan secara spesifik meneliti pengaruh kulit bambu terhadap kuat lekat. Kuat lekat dicari dengan cara pengujian pull-out, dengan bambu pilin sebagai tulangannya. Bambu pilin terdiri atas 3 buah bambu berdimensi 0,4x0,4 cm, dipilin seperti kepang rambut, pelapis sikadur, dan dibenamkan di antara 2 balok beton berukuran 40x15x30 cm. Hasil uji tarik bambu hanya didapatkan dari 1 benda uji yang berhasil, yaitu sebesar 48,90 MPa. Dalam pengujian pull-out, seluruh tulangan benda uji mengalami keruntuhan tipe-1 (keruntuhan tarik) sehingga tidak dapat ditentukan kuat lekat tulangan bambu pilin terhadap beton. Penelitian ini mendapatkan kuat tarik rata-rata tulangan bambu pilin dengan kulit sebesar 73,78 MPa dan kuat tarik rata-rata tulangan bambu pilin tanpa kulit sebesar 34,72 MPa. Hasil penelitian ini kemudian diuji menggunakan metode ANOVA satu arah dan didapatkan Fhitung sebesar 11,35 dan dengan level of significance (α) = 0,05, didapatkan Ftabel = F(0,95;1;4) = 7,71. Karena nilai Fhitung > Ftabel (11,35 > 7,71), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Diperoleh kesimpulan bahwa kulit bambu memberikan perbedaan yang signifikan terhadap kuat tarik tulangan bambu pilin.   Kata kunci: bambu pilin, kulit bambu, kuat tarik, pull-out, kuat lekat  
PERENCANAAN BENDUNG SEBAGAI PENGENDALI GERUSAN LOKAL (LOCAL SCOURING) PADA PILAR JEMBATAN MAJAPAHIT MALANG Ibrahim, Tsabita Imania; Pujiraharjo, Alwafi; Suharyanto, Agus
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendung merupakan bangunan air yang melintang pada sungai dengan fungsi utama mengatur muka air pada sungai tersebut. Selain berfungsi menaikkan muka air, bendung juga memiliki fungsi untuk mengendalikan gerusan lokal, misalnya pada pilar jembatan dengan mengatur kecepatan aliran. Studi ini bertujuan mengatasi gerusan lokal pada pilar jembatan dengan membuat bendung di hilir pilar. Lokasi penelitian adalah Jembatan Majapahit di Kota Malang yang melintasi Sungai Brantas dimana pada pilarnya terjadi gerusan lokal. gerusan lokal ini disebabkan karena adanya penyempitan pada lokasi pilar jembatan sehingga menyebabkan efek pembendungan di hulu pilar yang mengakibatkan keceapatan aliran yang besar pada lokasi pilar jembatan. Bendung direncanakan di hilir jembatan pada lokasi dan elevasi yang mempertimbangkan pengaruh kenaikan muka air di hulu dan stabilitas tubuh bendung serta kondisi hidrolika aliran setelah adanya bendung pada kondisi banjir rencana. Debit banjir rencana yang digunakan adalah debit banjir dengan kala ulang 50 tahun sebesar 285,45 m3/det yang diperoleh dari analisis data pengukuran debit selama 13 tahun.  Tujuan pembangunan bendung adalah untuk mengurangi kecepatan aliran di hulu bendung sehingga tercipta sedimentasi di hulu bendung yaitu pada pilar jembatan. Kenaikan muka air di hulu bendung diharapkan tidak mempengaruhi kondisi tanah di kanan dan kiri sungai yaitu tidak terjadi limpasan ke tebing sungai sehingga tidak mengganggu pemukiman di kanan dan kiri sungai. Elevasi puncak bendung direncanakan mampu menaikkan muka air di hulu sehingga mengurangi gerusan pada pilar namun tidak menyebabkan banjir di kanan kiri sungai. Dari hasil analisis hidrolika dengan mempertimbangkan kondisi tersebut maka direncanakan bendung dengan pusat pada jarak 15 meter dari hilir jembatan dan elevasi puncak +446,62 m dimana diperlukan bendung setinggi 2,5 m. Di hilir bendung dibuat peredam energi dengan kolam olak USBR Tipe III, dasar kolam olak diturunkan 1 meter dari elevasi sungai di hilir untuk menjaga tinggi loncatan hidrolik tidak melebihi kedalaman normal alirin di hilir bendung. Kata Kunci: debit banjir, aliran kritis, kolam olak, stabilitas
OPTIMALISASI WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN PROYEK KONSULTAN PENGAWASAN PADA DINAS PEKERJAAN UMUM DI KOTA TARAKAN Acmad Syaihu; M. Ruslin Anwar; Alwafi Pujiraharjo
Media Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2016): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v14i2.3700

Abstract

Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui waktu optimal pekerjaan proyek dan pengawasan. Proyek pada umumnya memiliki batas waktu (deadline), artinya proyek harus diselesaikan sebelum atau tepat pada waktu yang telah ditentukan. Selain itu adanya keterlambatan berakibat kehilangan peluang pekerjaan pengawasan lain. adapun bagi owner keterlambatan penyelesaian pekerjaan proyek akan menyebabkan catatan yang tidak baik, sehingga penggunaan hasil pembangunan proyek menjadi mundur atau terlambat. Dengan metode PERT dan CPM dapat menentukan lintasan kritis (network planning) dalam suatu kegiatan proyek tahap demi tahap secara berurutan untuk penyelesaian kegiatan proyek tersebut.Dengan time schedule dapat menyusun network planning dan menentukan hitungan maju mundur dan kelongaran waktu.Hasil analisa pelaksanan dan pengawasan yang diambil tiga bidang PSDA,Bina Marga dan Cipta Karya terdiri dari 120 hari kalender,150 hari kalender dan 360 hari kalender. Dapat optimalisasi waktu fisik  menjadi 91 hari kalender menjadi 118 dan  menjadi 280 hari kalender dan Bidang PSDA, Bina Marga dan Cipta Karya pengawasan dapat menyelesaikan 104 hari kalender, 134 dan 300 hari kalender,kesimpulan dari penelitian ini ketiga bidang Optimal waktu dapat menyelesaikan pekerjaan,nilai Z= (99.99%, 98.98%, and 99.99%) dan pengawasan dapat meyelasaikan dilapangan kegiatan proyek tepat pada waktu yang telah ditentukan (95,91%, 93,94%, 99,99%). 
KINERJA PELAYANAN BARANG DI PELABUHAN UMUM GRESIK Mohammad Rum Raekhan; Ludfi Djakfar; Alwafi Pujiraharjo
Media Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2017): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v15i2.7675

Abstract

Volume bongkar muat barang di Pelabuhan Umum Gresik dari tahun ke tahun semakin meningkat. Lamanya proses bongkar muat barang berpengaruh terhadap lamanya turn round time kapal dan juga tingginya biaya operasional. Banyaknya waktu yang masih terbuang saat kapal sudah berada di tambatan menyebabkan rendahnya waktu efektif kapal dalam melakukan proses bongkar muat. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah mengetahui kinerja bongkar muat di Pelabuhan Umum Gresik khususnya pada Dermaga 265, Dermaga Curah Kering dan Dermaga 70 serta penyebab terjadinya idle time. Dalam melihat tingkat kinerja bongkar muat eksisting digunakan standar yang telah ditetapkan oleh Dirjen Hubla. Tingkat kepuasan dan kepentingan variabel-variabel terkait bongkar muat juga diukur dari persepsi pengguna. Untuk menganalisa kinerja eksisting dan untuk mengidentifikasi faktor yang menyebabkan idle time digunakan metode analisis deskriptif sedangkan untuk menganalisis tingkat kepentingan dan kepuasan pelanggan terhadap kinerja operasional bongkar muat digunakan metode Importance Performance Analysis. Hasil analisis kinerja eksisting operasional bongkar muat menunjukkan bahwa rata-rata produktivitas bongkar muat dan efektifitas waktu efektif time:berthing time (ET:BT) dari kapal-kapal yang melakukan kegiatan bongkar muat di Dermaga 265 masih kurang baik dan berada di bawah standar kinerja yang telah ditetapkan, sedangkan Dermaga Curah Kering dan Dermaga 70 masuk kriterria pencapaian yang baik. Faktor yang banyak menghambat proses bongkar muat dan sering menyebabkan idle time diantaranya kerusakan alat bongkar muat, menunggu truk, menunggu muatan, ketersediaan tenaga kerja bongkar muat dan masalah cuaca. Dari analisis kepuasan pengguna didapatkan variabel-variabel yang masuk dalam kuadran 1 dan memerlukan prioritas penanganan, yang menurut pengguna jasa tingkat kepentingannya tinggi namun performanya masih belum memuaskan, diantaranya lamanya waktu dalam proses bongkar muat, kapasitas lapangan penumpukan, kesiapan truck, kebersihan pelabuhan dan masalah penerangan.
Numerical Study of Tsunami Generation Mechanism Alwafi Pujiraharjo
Rekayasa Sipil Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.292 KB)

Abstract

Tsunami can be gererated by seafloor deformation (fault), under water or sub-marine landslides, under water explosions, and asteroids impact. However, most of tsunami cases are generated by fault. Numerical study of tsunami generation mechanisms are investigated. Tsunami generation by faults are studied and focused on the effects of dispersion and nonlinearity on tsunami generation. Simulations included tsunami generation at deep, intermediate, and shallow water regions. Numerical simulation showed that at deep and intermediate water region the dispersion effect reduce the generated tsunami profile by shifting the profile into more than one wave while the nonlinearity effect does not important for this case. At shallow water, both dispersion and nonlinearity did not take effect to generated tsunami profile. Durations of seabed movement are also simulated to investigate the effect of fast and slow event generation of tsunami. For fast event tsunami propagation, generated tsunami profiles are similar to the profiles of bottom motion. 
Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Ketersediaan Air Baku Di Malang Raya Alwafi Pujiraharjo; Arief Rachmansyah; Indradi Wijatmiko; M. Ruslin Anwar
Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.711 KB)

Abstract

Air merupakan kebutuhan yang penting dalam kehidupan manusia dimana merupakan sumber daya alam yang harus dijaga ketersediaannya. Perubahan dan penggunaan lahan serta perubahan cuaca dapat menimbulkan perubahan pada kondisi sumber air. Perubahan tersebut dapat mempengaruhi ketersediaan air. Kondisi saat ini di Malang Raya, yang meliputi Kota Batu, Kota Malang dan Kabupaten Malang, terdapat beberapa mata air dan sumur yang mengalami penurunan kuantitas. Apabila tidak dilakukan usaha perlindungan dan perbaikan mata air, maka dapat menimbulkan kondisi dimana tidak ada sumber air yang dapat diambil lagi. Untuk lebih memahami masalah kesediaan air di Malang Raya, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kondisi kesediaan air di Malang Raya. Penelitian akan dilakukan dengan mengumpulkan data-data dan informasi yang dapat digunakan dalam analisis ketersediaan air. Data yang diperoleh dapat berupa data primer dan sekunder, seperti data curah hujan, suhu, topografi, kondisi geologi dan geohidrologi serta kondisi pelayanan air di Malang Raya. Data-data tersebut kemudian juga akan dianalisis melalui perhitungan banjir rencana untuk mengetahui resiko banjir serta melalui perhitungan debit andalan untuk mengetahui resiko kekeringan dengan melihat adanya pengaruh perubahan iklim yang ditandai oleh perubahan suhu.