Alwafi Pujiraharjo
Staf Pengajar Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Malang.

Published : 38 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Optimalisasi Biaya Pelaksanaan Konstruksi Jalan Dengan Metode Logika FUZZY FIS Takagi-Sugeno Pada Proyek Jalan Trans Kalimantan Provinsi Kalimantan Utara Febryan Nugraha; Alwafi Pujiraharjo; Ruslin Anwar
Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.734 KB) | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil/2018.012.01.2

Abstract

National development requires infrastructure as one of the driving wheel of economic growth. One of the main parts of infrastructure development is the construction of highways. Road construction requires many factors to consider before the development process begins, such as factors of materials, equipment, labor, time and cost. In practice, accurate calculations are needed in determining the required amount of each factor, since a slight mistake can cause losses on the part of the contractor that impact the low quality of the highway. In this research used fuzzy logic (fuzzy logic) as decision maker. Because the workings of fuzzy logic represent the way of human thinking that appears from the outside and contained in the form of words. Fuzzy logic is a logic that has the value of vagueness or fuzzyness between right and wrong. In fuzzy logic theory a value can be true or false at the same time. Fuzzy itself in the language is interpreted as or vague.Fuzzy logic has degrees of membership in the vulnerable 0 to 1. Fuzzy logic used as a pointer to the extent to which the value is true and the extent to which the value is wrong, in contrast to classical logic, a value has only two the possibility of being a member of the set or not. Fuzzy logic can also be used as an alternative decision-making as an easy modern control system. The fuzzy logic used is FIS Takagi-Sugeno because of its more efficient computing, works well for linear techniques, works well for adaptive optimization and ensures continuity of results. In this research will also be developed an application that aims to assist users in analyzing and forecasting the needs of what is required in making a highway construction. Using the Takagi_Sugeno FIS based FIS user interface generated in this research, the resulting performance using Fuzzy Logic is better than the manual calculation, it can be seen from the total cost generated from the calculation method. For calculations using Fuzzy Logic has a total cost of Rp.52.950.009.851 while the results of manual calculations of Rp. 54.840.926.051.
Studi Perencanaan Bangunan Utama Embung Guworejo Dalam Pemenuhan Kebutuhan Air Baku Di Kabupaten Kediri Alwafi Pujiraharjo; Suroso Suroso; Agus Suharyanto; Faris Afif Octavio
Rekayasa Sipil Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.146 KB)

Abstract

Embung Guworejo direncanakan dibangun di desa Guworejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Kabupaten Kediri adalah salah satu daerah di Privinsi Jawa Timur dengan perkembangan yang cepat baik dari pertambahan jumlah penduduk maupun dalam pertumbuhan pertanian dan ekonomi. Namun perkembangan tersebut masih menemui hambatan-hambatan yang dapat mengganggu jalannya proses tersebut, yaitu adanya permasalahan kekurangan air pada saat musim kemarau untuk kebutuhan irigasi dan permasalahan banjir pada musim penghujan. Salah satu upaya dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan membangun embung (bendungan) yang dapat memberikan solusi pemanfaatan air permukaan dari daerah hulu yang dapat berfungsi sebagai tampungan air pada saat musim penghujan. Dalam kajian ini dilakukan analisis perencanaan tubuh utama embung, stabilitas rembesan, stabilitas lereng dan simulasi embung tersebut. Analisis perencanaan tubuh utama embung dilakukan guna mengetahui dimensi embung yang akan direncanakan tersebut. Perhitungan stabilitas rembesan dilakukan guna mengidentifikasi faktor kehilangan air melalui tubuh embung, sedangkan stabilitas lereng dilakukan guna mengidentifikasi faktor keamanan tubuh embung dari bidang longsor yang potensial pada bagian hulu dan hilir. Dan simulasi embung adalah untuk mengetahui apakah embung tersebut layak dibangun atau tidak. Berdasarkan hasil desain tubuh embung sesuai dengan data penunjang yang didapat, maka didapatkan bahwa tubuh embung Guworejo aman terhadap bahaya yang mungkin ditimbulkan pada bendungan dan sesuai dengan hasil simulasi embung tersebut, embung Guworejo layak dibangun karena dapat menyalurkan ketersediaan air untuk kebutuhan irigasi. 
Analisis Multiple Resource Pada Proyek Konstruksi Dengan Metode Jumlah Kuadrat Terkecil (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gudang Barang Inventaris, Gedung Penunjang 3 lt, Pagar, Gapura dan Jembatan Penghubung di Jakarta) Gde Agus Yudha P. A.; Alwafi Pujiraharjo; Saifoe El Unas
Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1011.098 KB)

Abstract

Pada proyek konstruksi sering dijumpai adanya fluktuasi pemakaian tenaga kerja yang disebabkan karena volume pekerjaan yang tidak merata sepanjang periode pelaksanaan proyek. Selain itu pada penjadualan banyak terjadi overlap antara aktivitas satu dengan aktivitas yang lainnya, sehingga menyebabkan kebutuhan puncak tenaga harian menjadi tinggi. Pada penelitian ini, dilakukan pemerataan terhadap tenaga kerja (resource leveling), dengan asumsi waktu penyelesaian proyek dibatasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh leveling suatu tenaga kerja terhadap tenaga kerja lainnya, leveling tenaga kerja yang memberikan optimasi biaya yang paling baik dan besarnya optimasi biaya yang dihasilkan. Leveling dilakukan dengan metode jumlah kuadrat terkecil. Tenaga kerja yang di-leveling yaitu pekerja, tukang batu dan tukang kayu. Hasil leveling kemudian dibandingkan dengan hasil leveling program software Primavera Project Planner (P3) yang digunakan sekaligus sebagai alat bantu pemrosesan dan visualisasi hasil leveling. Hasil analisis menunjukkan bahwa hasil leveling metode jumlah kuadrat terkecil dan software P3 keduanya memberikan solusi penggunaan tenaga kerja yang lebih baik pada leveling tukang batu dibandingkan pada leveling pekerja dan tukang kayu. Besarnya optimasi biaya yang dihasilkan pada kasus penelitian ini adalah 4,9 % dibandingkan dengan biaya pada schedule awal, sedangkan software P3 mampu melakukan leveling secara simultan (multiple resource) dengan hasil efisiensi biaya sebesar 9,3 %. Jadi leveling yang dilakukan pada schedule awal dapat memberikan penghematan biaya tenaga kerja. 
Analisis Dinding Pasangan Batu Bata Terhadap Respon Beban Berulang dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Christin Remayanti; Sri Murni Dewi; Alwafi Pujiraharjo
Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.585 KB)

Abstract

Perilaku mekanik dari dinding pasangan batu bata atau masonry batu bata dipengaruhi oleh perilaku mekanik bahan penyusunnya yaitu batu bata dan spesi yang dapat diperoleh dengan melakukan penelitian di laboratorium. Selanjutnya hal tersebut dapat digunakan untuk mengetahui perilaku mekanik dinding pasangan batu bata secara komputasi. Salah satu cara untuk mengetahui perilaku masonry batu bata secara komputasi adalah dengan menggunakan metode elemen hingga. Teknik pemodelan dengan metode elemen hingga terdiri dari dua jenis model yaitu model makro dan model mikro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan bentuk model mikro dan model makro pada analisis dinding pasangan batu bata terhadap respon beban berulang, mengetahui pengaruh penggunaan bracing pada dinding pasangan batu bata dan pengaruh penggunaan bambu sebagai bahan alternatif bracing bila dibandingkan dengan menggunakan bracing dari bahan baja. Penelitian dilakukan pada model makro dan mikro secara numerik sehigga didapatkan perpindahan, regangan dan tegangan yang terjadi akibat beban berulang. Penelitian ini menunjukkan bahwa model makro lebih sederhana daripada model mikro dan juga menunjukkan bahwa dengan penambahan bracing baik dari bahan baja maupun bambu pada dinding pasangan batu bata dapat meningkatkan kekuatan dan kekakuan dinding terhadap respon beban berulang. 
Model Numerik 2-Dimensi Perambatan Gelombang pada Perairan Dalam Sampai Peraiaran Dangkal Menggunakan Persamaan Boussinesq M. Cahyono; Alwafi Pujiraharjo
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 4 (2005)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2005.12.4.4

Abstract

Abstrak. Pada penelitian ini telah dikembangkan suatu model numerik 2-dimensi perambatan gelombang pada perairan relatif dalam sampai perairan dangkal. Model numerik didasarkan pada persamaan Boussinesq yang diturunkan oleh Nwogu [1993]. Persamaan Boussinesq diselesaikan dengan teknik pemisahan operator untuk menyederhakan penyelesaian masalah perambatan gelombang yang kompleks menjadi lebih sederhana dengan beberapa nilai awal yang meliputi masalah konveksi, propagasi, dan dispersi satu dimensi. Persamaan konveksi dan propagasi diselesaikan dengan skema beda hingga eksplisit MacCormack, sedangkan untuk suku-suku dispersi diselesaikan dengan skema beda hingga terpusat orde empat. Model diujikan untuk beberapa simulasi transformasi gelombang yaitu shoaling, refraksi, dan difraksi gelombang reguler pada beberapa kondisi batimetri hasil percobaan laboratorium oleh peneliti sebelumnya, seperti percobaan pengaruh perubahan kedalam terhadap refraksi-difraksi gelombang oleh Berkhoff dkk pada tahun 1982 [lihat Wei dan Kirby, 1998], percobaan refraksi-difraksi oleh Whalin pada tahun 1971 [lihat Wei dan Kirby, 1998] dan percobaan shoaling oleh Chawla [1995]. Perbandingan antara hasil-hasil simulasi model dengan data percobaan menunjukkan kemiripan. Hal ini membuktikan bahwa model yang dikembangkan mampu memprediksi transformasi gelombang akibat pengaruh pendangkalan dengan baik.Abstract. Two-Dimensional model of wave propagation from relatively deep water to shallow water has been developed in this study. The model was based on the extended Boussinesq equations derived by Nwogu [1993]. The Equations were solved using a time splitting technique in which the two-dimensional Boussinesq equations were split into several one-dimensional initial value problems including convection, propagation and dispersion problems respectively. The convection and propagation problems were solved using Explicit MacCormack scheme while dispersion problems were solved using fourth order central scheme. The model has been used to simulate shoaling, refraction and diffraction of regular wave setup in laboratories by previous authors, including, effect of bathymetric variation to wave refraction-diffraction by Berkhoff et al in 1982 [Wei and Kirby, 1998], wave refraction-diffraction by Whalin in 1971 [Wei and Kirby, 1998] and shoaling experiment by Chawla [1995].  omparisons between the model predictions and data show good agreement. Thus, the model is capable of predicting wave transformation due to varying bathymetry.
Profil Program Studi Teknik Sipil Tahun 2020 Muhamad Abduh; Harnedi Maizir; Anton Soekiman; Niken Silmi Surjandari; Alwafi Pujiraharjo; A.A. Gde Agung Yana; Muhammad Isran Ramli; Deyza Achrizt Arisintani; Aditya Pratama
Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2021.28.1.1

Abstract

Abstrak Pendidikan teknik sipil telah ada di Indonesia selama 100 tahun, dengan mengacu kepada pendirian Technische Hogeschool Bandoeng pada tahun 1920, dan telah berkembang menjadi 433 program studi teknik sipil, yang 40% diantaranya bergabung dalam organisasi BMPTTSSI, yang sudah berusia 42 tahun, sebagai wadah komunikasi dan kolaborasi untuk menjawab tantangan pendidikan teknik sipil di Indonesia. Kebutuhan akan adanya gambaran profil program studi teknik sipil yang ada di Indonesia dirasakan saat ini sebagai baseline dalam pengambilan kebijakan dengan banyaknya tantangan bagi pendidikan teknik sipil di Indonesia. Kajian untuk mendapatkan gambaran profil program studi teknik sipil dilakukan dengan menggunakan instrumen survey secara daring kepada anggota BMPTTSSI yang melingkupi tiga bagian: masukan, proses, dan luaran. Kajian menghasilkan profil program studi teknik sipil untuk semua jejang yang menggambarkan variasi yang besar dalam berbagai parameter. Upaya untuk mengelompokkannya berdasarkan kategori perguruan tinggi (PTN atau PTS), wilayah (dalam bentuk Komda), dan juga akreditasinya tidak dapat memberikan kecenderungan yang afirmatif. Selanjutnya analisis dilakukan, khusus untuk jenjang S1, terhadap hubungan antara masukan dan luaran, termasuk pengelompokkan berdasarkan kategori perguruan tinggi dan akreditasi telah dilakukan khususnya terkait dengan indikator luaran yang sering digunakan yaitu waktu penyelesaian studi, waktu tunggu pekerjaan pertama, dan IPK lulusan.   Kata-kata Kunci: Akreditasi, lulusan, mahasiswa, pendidikan, program studi, teknik sipil. Abstract Civil engineering education in Indonesia has been established for 100 years since the Technische Hogeschool Bandoeng was founded in 1920, and it is represented by 433 civil enginering programs. About 40% of them are members of 42-year-old organization, called BMPTTSSI, which was established as a platform for communication and collaboration between members to answer the challenges of Indonesian civil enginering education. The need to have a profile of civil engineering programs is relevant now to be used as a baseline for policy in civil engineering education in Indonesia. A study on the profile of civil enggineering programs was conducted using online survey to members of BMPTTSSI and covered indicators related to inputs, process, and outputs of the program. The results showed varitions on parameters used in the study for all offered degree programs. An effort to classify the findings based on type of higher education (private or public), geography, and accreditation has not affirmatively concluded. Further analysis, for undergraduate program only, to find the association between indicators of input and output of the program has been conducted, especially on length of study, waiting time for employment, and GPA of graduate. Keywords: Accreditation, civil engineeirng, education, graduate, program, student.
Pengaruh Aspek Hidrolika Dalam Teknologi Membran Untuk Penyediaan Air Bersih Di Daerah Bencana Yatnanta Padma Devia; Alwafi Pujiraharjo; Cahyo Adhi P
Rekayasa Sipil Vol 10, No 3 (2016)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.362 KB) | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2016.010.02.08

Abstract

Kekurangan dan kualitas air bersih yang menurun menjadi dampak dari suatu daerah bencana. Penanganan yang ada selama ini dengan pengiriman truk tangki namun seringkali terkendala karena jumlah dan akses terbatas. Untuk itu perlu suatu alternatif yang lebih mudah, murah, terjangkau dan tepat guna. Salah satunya adalah teknologi membran dalam proses forward osmosis (FO). Penelitian awal ini untuk mengkaji kemungkinan pemakaian teknologi forward osmosis di daerah bencana ditinjau dari sisi hidrolika. Penelitian ini merupakan eksperimen di laboratorium dan analisis data dikaji dengan menggunakan konsep hidrolika dan analisis kimia. Hasilnya adalah kecepatan aliran optimum 0,25 m/detik yang menghasilkan bilangan Reynold 2039 pada air baku dan 2620 pada larutan penyeimbang dimana termasuk jenis aliran transisi atau turbulen rendah. Pada kecepatan ini fluks air yang dihasilkan lebih tinggi 30% dari kecepatan 0,17 m/detik yakni 8,4 L/m -jam. Untuk penyisihan kontaminan tertinggi dicapai pada kecepatan 0,25 m/detik dimana penyisihan nitrit, nitrat dan kalium permanganat secara berurutan adalah 51,22%, 95,11%, 97,03%. 
Karakteristik Antrian Kapal Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Waktu Tunggu Kapal (Waiting Time) Di Pelabuhan Tanjung Perak Frizky Andrian Perdana; Alwafi Pujiraharjo; Indradi Wijatmiko
Rekayasa Sipil Vol 11, No 3 (2017)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1617.258 KB) | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil/2017.011.03.1

Abstract

Economic growth in Indonesia especially in East Java and Eastern Indonesia has caused the number of ship visits in Tanjung Perak Port to increase. These conditions resulted in a higher ship queue that will linearly cause the waiting time of the ship (waiting time) in the port which is getting longer. Therefore it is necessary to study about the average of ship waiting time, the characteristics of ship queue, the factors that affect the waiting time of the ship, the direction of improvement. This study uses the Queue Analysis Method, Multiple Regression Analysis and SWOT Analysis. The analysis shows that the average waiting time at Tanjung Perak Harbor is the longest in the northern and western emerald terminal of 46.20 hours, and the smallest is in the diamond terminal 29.94 hours and the terminal of 29 , 94 hours. From queuing characteristics, the percentage of server usage of northern and western emerald terminal terminal has exceeded the capacity of 124.44%, while the southern emerald terminal is 94.40%, Diamond Terminal is 70.56%, Multipurpose Terminal is 84.31%, and Mirah terminal 85.24%, From the simulation of North and West Jamrud Terminal requires at least 7 servers. The most influential factor on (waiting time) is the Availability of Pier (X4) of 13.25% and then the effect of the Production of Loading and Unloading (X1) of 12.11% with the regression model obtained is Y = 403.914-8.198 X1-6.551X2- 4,874 X3-6,409 X4-6,909 X5. The Strategy must be done to decrease the waiting time of ships at Tanjung Perak Port by maximizing the performance of the loading and unloading force (TKBM), transferring the vessel to dock at the surrounding ports such as Lamong Bay Terminal and Manyar BMS Gresik Terminal and improving services and document processing procedures at the port to cope with the increase in the flow of goods. Developing Surabaya's West Sailing Channel (APBS) to revitalize the Sailing Flow and harbor pools, implement correct port regulation and maximize existing guidance to anticipate the increase in ship visits.
Peluang Investasi Pada Kawasan Wisata Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) Di Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah Dengan Sistem Built Operate Transfer (BOT) Laras Mitra Parayogi; M. Ruslin Anwar; Alwafi Pujiraharjo
Rekayasa Sipil Vol. 8 No. 3 (2014)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.998 KB)

Abstract

The development of the tourism sector in Indonesia is one of the potential investment is promising. But not all potential can be developed .Such is the case with the tourism sector in Kotawaringin Barat exspecially is the Tanjung Puting National Park (TNTP). One of the barriers are is the limitation of funds and Government resources in developing this sector. Therefore required partnership with the private sector is a Built Operate Transfer (BOT). The purpose of this research are: (1) to know the means of tourism is needed at the time of a visit in the area of tourism, (2) to test the feasibility of financial investments on the TNTP without a BOT system, (3) to test the feasibility of financial investments on the TNTP without a BOT system. The research method used questionnaire for tourist at TNTP, and count financial feasibility with Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), Profitability Index (PI), and descriptive statistical analysis methods.Survey at TNTP location to know real condition and interview with employee Balai Taman Nasional Tanjung Putting. The result of this research is that the facility is needed, campground cottage - inn, restaurant, boat kelotok, audio visual room, trackking area, gift shop, health clinic, and investment in the area of TNTP judged worth doing with BOT for maximum concession periode 18 years. If investment more than 18 years, prefer doing without BOT. 
Studi Dampak Rencana Reklamasi Di Teluk Lamong Propinsi Jawa Timur Terhadap Pola Arus Pasang Surut Dan Angkutan Sedimen Alwafi Pujiraharjo; Arief Rachmansyah; Pudyono Pudyono; Agus Suharyanto; Yatnanta Padma Devia; Dwi Ratna Nur F.
Rekayasa Sipil Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.115 KB)

Abstract

Rencana pengembangan Teluk Lamong yaitu peningkatan kapasitas bongkar muat dan terminal peti kemas, pengembangan water front city, dan terminal multi purpose dikhawatirkan akan berdampak negative terhadap pola arus dan sedimentasi di Teluk Lamong, kondisi lingkungan, dan kondisi social masyarakat di sekitar Teluk Lamong. Dampak dari sedimentasi ini dikhawatirkan akan menyebabkan pendangkalan alur pelayaran sungai di Selat Madura. Selain itu juga dikhawatirkan akan mengganggu habitat satwa di Pulau Galang yang merupakan wilayah konservasi. Penelitian ini hanya mengkaji dampak dari rencana reklamasi terhadap perubahan pola arus pasang surut dan sedimentasi di Teluk Lamong. Studi dilakukan dengan menggunakan bantuan simulasi model numerik untuk memprediksi perubahan pola arus dan perubahan pola angkutan dan endapan sedimen di Teluk Lamong dengan adanya reklamasi. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data batimetri dan topografi Teluk Lamong, data karakteristik sedimen, data detail rencana reklamasi, data debit sungai dan data pasang surut. Data topografi, batimetri dan detail rencana reklamasi digunakan sebagai input geometri Teluk Lamong. Sedangkan data pasang surut, karakteristik sedimen, dan debit sungai digunakan sebagai kondisi batas dalam simulasi pola arus dan sedimen. Analisis hasil simulasi dilakukan terhadap 5 skenario model yang dipilih. Dari hasil simulasi diketahui pola arus pasang surut dan pola penyebaran sedimen di Teluk Lamong. Berdasarkan hasil simulasi ini juga diperoleh prediksi ketebalan endapan sedimen di Teluk Lamong berikut dampaknya terhadap alur pelayaran Selat Madura. Hasil simulasi menunjukkan bahwa perlu perbaikan bentuk, posisi dan luas area reklamasi terhadap rencana reklamasi yang sudah ada. Perbaikan bentuk area reklamasi disarankan mengikuti Model 5.