Alwafi Pujiraharjo
Staf Pengajar Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Malang.

Published : 38 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

COMPARISON OF WHAT IF, FAST TRACK, AND CRASH PROGRAM METHODS FOR ACCELERATION OF PROJECT DELAY Ratih Prawirawati; Agus Suharyanto; Alwafi Pujiraharjo
Rekayasa Sipil Vol. 16 No. 2 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.2
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2022.016.02.5

Abstract

One of the obstacles that often arises in working on a project is project delay. Delays are usually caused by unplanned obstacles  or problems. Delays cause the project implementation duration is not as planned in employment contract. What If, Fast Track, and Crash Program methods can all reduce project delays. The costs incurred by the Fast Track method and the What If method were less than the realization costs, while the Crash program method is greater than the realization costs, but the costs of all these methods are greater than the planning costs.The combination of Fast Track Crash Program methods and the combination of Fast Track What If methodsboth can restore the initial duration of the project.If the methodsare reversed into combinations of the Crash Program Fast Track methods and What If Fast Track methods, the produced results aredifferent, namely unable to restore the initial duration of the project. The costs incurred from these combinations are both less than the realization costs, but still higher than the planning costs.
Pengaruh Jetty terhadap Morfodinamika Muara Sungai Serayu Muhammad Ridwan Zulvan; Alwafi Pujiraharjo; Agus Suharyanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muara Sungai Serayu mengalami morfodinamika atau perubahan keadaan morfologi terutama pada lanskap sand bars di kiri mulut sungai. Selama musim kering, sand bars meluas. Masalah akan muncul ketika sand bars belum tererosi di awal musim hujan dan kapasitas mulut sungai dalam melimpaskan debit masih kecil sehingga berakibat banjir di hulu muara seperti yang terjadi pada bulan April 2022. Oleh karena itu, dilakukan pemodelan hidrodinamika yang memperhitungkan pengaruh gelombang, pasang surut, dan debit sungai. Pada domain eksisting ketika kondisi musim kering yang mana gelombang dari arah tenggara mencapai 2,39 m, terjadi longshore current di depan sand bars yang mentranspor sedimen dari laut sehingga terbentuk longshore bars dan sedimentasi di ujung sand bars setebal 0,20 m setelah simulasi dua hari. Hal ini menjadi alasan dibangunnya jetty single di kiri muara sungai dengan kemiringan 1:2, tinggi +4,10 m dari MSL, dan ujungnya berada pada kedalaman 5 m berdasarkan garis gelombang pecah saat muka air surut. Dengan simulasi selama dua hari, sedimen di ujung sand bars tidak mengalami penebalan yang berarti dan relatif masih sama dengan kondisi awal sehingga jetty secara signifikan mencegah sedimentasi di ujung sand bars. Kata kunci: morfodinamika, sand bars, jetty
Studi Pola Arus Teluk Lamong Akibat Pasang Surut Mohammad Ilham Ramadhan Heru; Alwafi Pujiraharjo; M. Ruslin Anwar
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak tahun 2011 hingga saat ini Selat Madura telah mengalami beberapa pembangunan pulau reklamasi. Pulau reklamasi ini memberikan dampak terhadap pola dan besaran arus yang ada akibat dari perubahan parameter oseanografi. Salah satu parameter yang berubah adalah pasang surut akibat dari kondisi astronomis benda-benda langit. Pola dan besaran ini sangat dipengaruhi oleh perubahan parameter luas wilayah lautan dan pasang surut. Informasi pola arus sangatlah penting untuk kepentingan pelayaran, misalnya untuk menentukan alur pelayaran, navigasi kapal, dan tata letak pelabuhan. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukannya studi pola arus ini untuk mengetahui model pasang surut di kawasan Teluk Lamong, pola arus sebelum dan sesudah adanya pulau reklamasi, dan bagaimana kondisi eksisting kecepatan arus jika dibandingkan dengan ketentuan kapal untuk bersandar di pelabuhan. Melalui hasil analisis didapatkan bawah untuk koordinat (6°56'03'' LS, 112°42'43" BT) bulan Maret memiliki tipe diurnal atau harian tunggal dengan nilai formzahl lebih dari 3, sedangkan untuk koordinat (7°11'24.3" LS, 112°46'44" BT) untuk bulan Maret merupakan mixed tide prevailing semidiurnal dengan nilai formzahl dengan rentang 0.25 < F < 1.5. Melalui perhitungan software numerik didapatkan bahwa kondisi pasang surut purnama pada model bulan Maret mendapatkan nilai 0.5624 m dan -0.8046 m, sedangkan untuk kondisi pasang surut perbani didapatkan nilai 0.0228 m dan -0.1292 m. Hasil analisis pola arus pada Teluk Lamong pada saat pasang maupun surut memiliki perbedaan baik pada arah ataupun kecepatan. Kecepatan arus terbesar terjadi saat kondisi pasang purnama dengan kecepatan 0.0225 m/s di daerah pelabuhan milik PT Wilmar Nabati dan kecepatan 0.0131 m/s di pelabuhan Teluk Lamong, namun untuk pelabuhan Surabaya nilai terbesar didapat pada kondisi pasang perbani dengan kecepatan 0.0303 m/s. Melalui perbandingan antara model non-reklamasi dan reklamasi didapatkan bahwa perbandingan antara nilai kecepatan relatif tidak signifikan dan perbandingan pola arus pada daerah Teluk Lamong juga tidak berubah. Ketika terjadi pasang dari selatan menuju utara sedangkan saat kondisi surut maka akan bergerak dari utara menuju selatan. Analisis kecepatan dan arah arus untuk alur pelayaran kapal pada model didapatkan nilai yang masih aman dikarenakan pada semua model memiliki kecepatan < 1 m/s, sehingga tidak terdapat rekomendasi khusus terhadap kapal untuk bersandar pada saat-saat tertentu. Kata Kunci: Arus, Pemodelan hidrodinamika, Pasang surut, Alur pelayaran, Reklamasi.
Analisis Numerik Karakteristik Aliran Sungai di Sekitar Pilar Menggunakan Program CADMAS-SURF Anis Wahyu Fatmawati; Indradi Wijatmiko; Alwafi Pujiraharjo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai merupakan saluran terbuka dengan aliran air akibat limpasan hujan. Besar kecilnya limpasan air dapat dipengaruhi oleh intensitas hujan yang terjadi dan luas wilayah dimana hujan itu terjadi. Aliran sungai memiliki beberapa karakteristik seperti tinggi muka air (water level), kecepatan, dan tekanan yang memiliki metode pengukuran masing-masing. Kebanyakan sungai dilintasi oleh jembatan yang berfungsi sebagai akses penghubung dua wilayah. Salah satu struktur penting jembatan adalah pilar. Keberadaan pilar jembatan dapat memengaruhi aliran yang terjadi di sungai. Pada penelitian ini dilakukan analisis numerik karakteristik aliran sungai yang ada di sekitar pilar. Analisis numerik akan menggunakan program CADMAS-SURF. Penelitian ini menggunakan tiga model pilar pada simulasinya, yaitu persegi, bulat, dan oval. Hasil analisis yang diperoleh berupa gambar simulasi dan hasil pengukuran karakteristik aliran berupa tinggi muka air, kecepatan aliran, dan tekanan aliran. Tinggi muka air maksimum sebelum pilar terukur pada model persegi. Sementara tinggi muka air di kanan dan kiri pilar terukur pada model bulat. Serta tinggi muka air setelah pilar terukur pada model oval. Kecepatan aliran maksimum sebelum dan setelah pilar terukur pada model persegi. Kecepatan maksimum di kanan dan kiri pilar terukur pada model oval. Tekanan aliran memiliki nilai hampir sama pada setiap model pilar. Pengukuran karakteristik aliran memiliki hasil yang berbeda-beda. Hal ini dapat dipengaruhi oleh dua faktor. Pertama adalah perbedaan bentuk dan dimensi penampang pilar. Kedua adalah letak titik pengukurannya, baik adanya perbedaan secara horizontal maupun vertikal. Hasil perhitungan gaya-gaya di sekitar pilar menunjukkan model oval adalah pilar yang paling efektif dalam menahan tekanan. Kata kunci : Tinggi Muka Air, Kecepatan Aliran, Tekanan Aliran, Pilar.
Optimalisasi Daerah Irigasi Bendung Baru Dengan Memanfaatkan Suplai Dari Waduk Tugu, Kabupaten Trenggalek Dengan Metode Analisis Kesetimbangan Air Dwi Yanti, Anggi Ayu; Pujiraharjo, Alwafi; Suharyanto, Agus
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waduk Tugu yang terletak di aliran Sungai Keser memiliki kapasitas 12 juta meter kubik dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air irigasi untuk wilayah seluas 1.200 hektar. Namun, belum ada kajian yang memastikan apakah ketersediaan air waduk mencukupi untuk luas lahan irigasi yang direncanakan. Oleh karena itu, penelitian ini menganalisis kebutuhan air irigasi Bendung Baru berdasarkan pola tanam tahunan, debit andalan dari Sungai Keser, keseimbangan air di Bendung Baru, dan kebutuhan suplai air dari Waduk Tugu untuk menutupi kekurangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan suplai air dari Waduk Tugu untuk mengaliri daerah irigasi Bendung Baru di Kabupaten Trenggalek dengan menggunakan metode keseimbangan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air irigasi di Bendung Baru untuk sawah adalah 2,11 lt/dt/ha dan 3,73 lt/dt/ha untuk intake. Debit andalan yang masuk ke Bendung Baru dari sungai-sungai terhubung mencapai 1,82 m³/det dengan debit andalan sebesar 1,10 lt/det. Analisis keseimbangan air pada lahan potensi kiri menunjukkan kebutuhan 331,36 lt/det, sedangkan lahan potensi kanan membutuhkan 401,78 lt/det. Kebutuhan suplai air untuk mencukupi kekurangan mencapai 1.257,24 lt/det, yang dapat dipenuhi dengan ketersediaan air setelah suplesi sebanyak 3.758,89 lt/det.
Resource Leveling Optimization Using Different Objective Functions on Building Project Irvania, Artya; Pujiraharjo, Alwafi; Suharyanto, Agus
ASTONJADRO Vol. 13 No. 1 (2024): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the problems that often occur in allocating labor is fluctuations arising from the uneven allocation of labor, so resource leveling optimization is needed to avoid these problems. This study investigates the impact of five objective functions to determine which objective function can produce an efficient labor histogram and determine the effect of resource leveling on changes in labor cost fluctuations based on case studies. The research was conducted using the symbiotic organisms search (SOS) algorithm. The results of this study show that objective function 4 (the minimum amount of the sum of the squared deviations in the use of resources between time intervals) is more effective than other objective functions by producing the most significant average increase in fitness value of 61.64% and can produce a smoother labor allocation histogram compared to other objective functions. Resource leveling also affects cost fluctuations, with a decrease in efficiency of 47%, so that it can improve project implementation efficiency and effectiveness.
Optimalisasi Debit pada Pintu Pengambilan Bebas Saluran Irigasi dengan Mempertimbangkan Elevasi Ambang Pengambilan dan Konsentrasi Sedimen (Studi Kasus: Irigasi Pengambilan Bebas Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta) Rahmawati, Suci; Pujiraharjo, Alwafi; Beselly Putra, Sebrian Mirdeklis
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu sistem irigasi pengambilan bebas yang ada di Indonesia adalah intake Kalibawang, sungai Progo, Yogyakarta. Salah satu permasalahan yang terjadi pada intake Kalibawang Adalah debit yang masuk ke intake tersebut berada di bawah kebutuhan minimum yaitu 7 m3/detik, fenomena ini terjadi akibat perubahan morfologi sungai di sekitar intake karena lokasinya yang berada pada tikungan luar sehingga dasar sungai di depan intake mengalami gerusan pada saat megaliri debit tinggi. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menentukan elevasi ambang pengambilan optimal untuk meningkatkan debit aliran yang masuk ke intake dengan pertimbangan kondisi sedimen yang dapat masuk ke intake. Analisis dilakukan dengan pemodelan numerik Delft3D 4-Flow menggunakan debit andalan (Q80%) sungai Progo sebesar 23,09 m3/detik dan waktu simulasi selama 16 hari. Variasi pemodelan dilakukan dengan penurunan bertahap sebesar 10 cm pada elevasi ambang intake. Hasil simulasi menunjukkan korelasi positif yang signifikan antara penurunan elevasi ambang terhadap peningkatan debit yang masuk dengan debit maksimum yang dapat dihasilkan adalah 10,1 m3/detik dan konsentrasi sedimen layang di intake sebesar 2,82655 kg/m3. Berdasarkan analisis komparatif disimpulkan bahwa solusi optimal penurunan elevasi ambang intake sebesar 30 cm, yaitu dari +157 m menjadi +156,7 m. Elevasi ambang rencana ini mampu menghasilkan debit sebesar 7,9 m3/detik yang telah memenuhi kebutuhan debit operasional intake. Temuan ini merekomendasikan penyesuaian elevasi ambang intake pada bangunan pengambilan bebas Kalibawang sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan ketersediaan air irigasi. Kata Kunci: Optimalisasi Debit, Elevasi Ambang Intake, Debit Andalan, Konsentrasi Sedimen, Irigasi Kalibawang, Delft3D
Studi Pengaruh Penambahan Groundsill terhadap Sedimentasi di depan Pengambilan Bebas dengan Pendekatan Numerik (Studi Kasus: Bangunan Pengambilan Bebas Kalibawang, Sungai Progo, Kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta) Bulo, Octavian; Pujiraharjo, Alwafi; Beselly Putra, Sebrian Mirdeklis
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan morfologi Sungai Progo pada alur yang melewati tikungan menyebabkan permasalahan pada Free Intake Kalibawang, dimana terjadi erosi akibat adanya gerakan helikoidal aliran ketika melewati tikungan luar sungai. Erosi yang terus menerus terjadi mengakibatkan penurunan elevasi dasar sungai (degradasi) di depan bangunan pengambilan. Pada musim kemarau, penurunan dasar sungai menyebabkan penurunan elevasi muka air sehingga elevasi muka air rencana tidak tercapai sehingga debit rencana sebesar 7 m3/det yang masuk pengambilan juga tidak mencukupi. Penelitian ini mempelajari pengaruh penambahan groundsill terhadap sedimentasi di depan bangunan pengambilan Kalibawang agar dasar sungai yang sebelumnya mengalami degradasi dapat mengalami agradasi. Penelitian ini menentukan elevasi puncak groundsill dengan menjadikan elevasi saluran pengambilan sebagai batas. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan numerik menggunakan perangkat lunak Delft3D untuk melakukan simulasi aliran, transport sedimen, dan perubahan morfologi sungai. Domain pada simulasi ini menyesuaikan batimetri Sungai Progo yang berada di sekitar bangunan pengambilan Kalibawang. Groundsill direncanakan dengan tinggi 1,5 m dengan elevasi puncak pada +157 m, diletakkan di hilir bangunan pengambilan. Waktu perubahan morfologi yang terjadi yaitu selama selama satu bulan sungai mengalirkan debit hidrograf banjir. Berdasarkan hasil simulasi, didapatkan bahwa sedimentasi yang terjadi di depan bangunan pengambilan terlalu besar. Setelah simulasi, dasar sungai di depan pengambilan mengalami sedimentasi dengan nilai maksimum sebesar 9,5 m. Dilakukan pengecekan konsentrasi sedimen yang masuk dan hasilnya 2,66 kg/m3 yang melebihi persyaratan maksimum sebesar 0,4 kg/m3. Sehingga penambahan groundsill pada pengambilan bebas Kalibawang tidak efektif. Kata Kunci: Pengambilan Bebas, Groundsill, Sedimentasi, Morfologi Sungai, Software Delft3D