Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Workshop Pembuatan soal berbasis HOTS jelang AKM 2021 di SMA Muhammadiyah Kota Padangsidimpuan Elisa Elisa; Fitriani Fitriani; Fatma Suryani; Heni Mulyani Pohan; Nasirsah Nasirsah
Marpokat: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Yayasan Al-Ahliyah Al-Islamiyah Aek Badak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62086/mjpkm.v2i1.421

Abstract

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menetapkan bahwa masyarakat Indonesia perlu menguasai enam literasi dasar, yaitu (1)literasi Bahasa,(2) literasi numerasi,(3) literasi sains,(4) literasi digital,(5) literasi finansial serta (6) literasi budaya dan kewargaan. Namun sayangnya implementasi di lapangan sangat minim sekali, terbukti rendahnya literasi siswa Indonesia yang diketahui dari hasil tes PISA (https://gpseducation.oecd.ord/). Selain itu siswa mengalami kesulitan dalam berpikir kritis dan bernalar juga diketahui dari minimnya siswa yang dapat menyelesaikan soal higher order thinking skills (HOTS) yang dimuat dalam soal UN. Hal ini dikarenakan kurangnya kemampuann serta pengetahuan guru tentang soal HOTS (High order Thinking Skills). Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan bagi guru di SMA Muhammadiyah dalam pembuatan soal HOTS. Pelatihan ini dimulai dari metode ceramah dan tanya jawab yang membuka wawasan guru tentang pengertian HOTS dan cara mengimplementasikannya di kelas. Pelatihan ini terdiri atas tiga kegiatan yaitu kegiatan wawancara,pelatihan dan implementasi dan refleksi kegiatan pembuatan soal HOTS. Dari hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dalam bentuk workshop dengan tema “Workshop Penyusunan soal berbasis HOTS jelang AKM 2021 di SMA Muhammadiyah Kota Padangsidimpuan ” diperoleh kesimpulan dari hasil analisis penilaian terkait kemampuan menyusun soal HOTS bahwa (1) pada soal HOTS level pengetahuan dan pemahaman (L1) 64.3% masuk kriteria sangat baik; (2) pada soal HOTS level aplikasi (L2) 44.6% peserta masuk kriteria sangat baik; (3) pada soal HOTS level penalaran (L3) sebanyak 46.4% masuk dalam kriteria cukup. Ini menunjukkan bahwa bapak/ibu guru peserta workshop dapat menyusun soal HOTS sesuai dengan level kognitif matematika berdasarkan kisi-kisi ujian nasional yang nantinya akan diterapkan dalam proses pembelajaran kepada siswa-siswanya sehingga akan meningkatkan kemampuan siswanya dalam menyelesaikan soal-soal HOTS
Pelatihan Media Sosial Instagram dalam Pemanfaatan Fiturnya sebagai Peluang Usaha Andes Fuady Dharma Harahap; Fatma Suryani Harahap; Melvariani Syari Batubara; Jalilah Azizah Lubis; Elisa Elisa; Heni Mulyani Pohan; Riski Baroroh; Asmaryadi Asmaryadi
Marpokat: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Yayasan Al-Ahliyah Al-Islamiyah Aek Badak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62086/mjpkm.v1i2.288

Abstract

Instagram merupakan salah satu aplikasi yang digunakan untuk berbagi foto dan video. Kini Instagram sedang berkembang sebagai media para pembisnis untuk mengomunikasikan bisnis melalui kegiatan promosi di aplikasi Instagram. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, wawasan dan motivasi tentang pemanfaatan Instagram sebagai wadah peluang usaha khususnya dibidang online. Metode yang dilakukan pada pengabdian masyarakat ini yaitu metode ceramah berupa penyampaian materi tentang pemanfaatan fitur-fitur Instagram sebagai peluang usaha atau bisnis, selain metode ceramah juga menggunakan metode diskusi berupa tanya jawab dengan mahasiswa sebagai peserta pengabdian. Berdasarkan hasil pengabdian kepada masyarakat ini maka dapat disimpulkan bahwa ternyata masih banyak mahasiswa peserta yang belum paham  optimasi instagram bisnis. Instagram hanya digunakan sebagai akun pribadi saja, namun setelah mengikuti acara Pengabdian Kepada Masyarakat ini hingga akhir, peserta mulai paham dan melakukan banyak perubahan terhadap instagramnya, yang mana sebelumnya instagram personal berubah menjadi instagram bisnis.
PEMANFAATAN MEDIA LECTURE MAKER DALAM PEMBELAJARAN KIMIA MELALUI PENERAPAN PROFESSIONAL LEARNING COMMUNITY DI SMA NEGERI 1 BATANG ANGKOLA Heni Mulyani Pohan; Fatma Suryani Harahap; Elisa Elisa; Alfiansyah Halomoan Siregar; Fitri Agustina Lubis; Paisal Hamid Marpaung
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 8, No 1 (2023): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v8i1.75-80

Abstract

This study aims : (1) Wheather the Lecture Maker can improve student  chemistry learning outcomes on the subject Mekanika Kuantum in the class XI IPA SMA Negeri 1 Batang Angkola. (2) Difference in direct learning  models by utilizing  Lecturer Maker media through the application of Proffesional Learning Community than direct teaching method without use of Lecture Maker media compare to direct learning models without utilizing  Lecture Maker media on student chemistry learning outcomes. The kind of this study is experiment, XI IPA 4 as the experiment class and XI IPA 3 as the control class. Data on learning outcomes are taken using tests. Before the test given to the student is first tested for feasibility outside the sample, including validity test, reliability test, differentiability and difficulty of the test. Data analysis techniques use normality tests, homogeneity tests, and hypothesis testing. Analysis result show the study result in the experiment class is average 63,39 to 76,42 increased 13,03. While the study result in the control class is average 50,52 to 59,73 increased 9,21. The percentage study result in the experiment class with use of Lecture Maker media through Proffesional Learning Community 30,12% be 49,34% increased 19,22%. Based on the control class without use Lecture Maker the percentage is 21,26% be 35,87% increased 14,61%. Based on the result show thitung > ttabel so H0 ignored and Ha accepted. Hypothesis 1 is accepted. Can be seen average experiment class higher 76,62 than average control class 59,73 so H0 ignored and Ha accepted. So the hypothesis 2 can accepted too.