Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Workshop Pembuatan soal berbasis HOTS jelang AKM 2021 di SMA Muhammadiyah Kota Padangsidimpuan Elisa Elisa; Fitriani Fitriani; Fatma Suryani; Heni Mulyani Pohan; Nasirsah Nasirsah
Marpokat: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Yayasan Al-Ahliyah Al-Islamiyah Aek Badak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62086/mjpkm.v2i1.421

Abstract

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menetapkan bahwa masyarakat Indonesia perlu menguasai enam literasi dasar, yaitu (1)literasi Bahasa,(2) literasi numerasi,(3) literasi sains,(4) literasi digital,(5) literasi finansial serta (6) literasi budaya dan kewargaan. Namun sayangnya implementasi di lapangan sangat minim sekali, terbukti rendahnya literasi siswa Indonesia yang diketahui dari hasil tes PISA (https://gpseducation.oecd.ord/). Selain itu siswa mengalami kesulitan dalam berpikir kritis dan bernalar juga diketahui dari minimnya siswa yang dapat menyelesaikan soal higher order thinking skills (HOTS) yang dimuat dalam soal UN. Hal ini dikarenakan kurangnya kemampuann serta pengetahuan guru tentang soal HOTS (High order Thinking Skills). Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan bagi guru di SMA Muhammadiyah dalam pembuatan soal HOTS. Pelatihan ini dimulai dari metode ceramah dan tanya jawab yang membuka wawasan guru tentang pengertian HOTS dan cara mengimplementasikannya di kelas. Pelatihan ini terdiri atas tiga kegiatan yaitu kegiatan wawancara,pelatihan dan implementasi dan refleksi kegiatan pembuatan soal HOTS. Dari hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dalam bentuk workshop dengan tema “Workshop Penyusunan soal berbasis HOTS jelang AKM 2021 di SMA Muhammadiyah Kota Padangsidimpuan ” diperoleh kesimpulan dari hasil analisis penilaian terkait kemampuan menyusun soal HOTS bahwa (1) pada soal HOTS level pengetahuan dan pemahaman (L1) 64.3% masuk kriteria sangat baik; (2) pada soal HOTS level aplikasi (L2) 44.6% peserta masuk kriteria sangat baik; (3) pada soal HOTS level penalaran (L3) sebanyak 46.4% masuk dalam kriteria cukup. Ini menunjukkan bahwa bapak/ibu guru peserta workshop dapat menyusun soal HOTS sesuai dengan level kognitif matematika berdasarkan kisi-kisi ujian nasional yang nantinya akan diterapkan dalam proses pembelajaran kepada siswa-siswanya sehingga akan meningkatkan kemampuan siswanya dalam menyelesaikan soal-soal HOTS
Pelatihan Media Sosial Instagram dalam Pemanfaatan Fiturnya sebagai Peluang Usaha Andes Fuady Dharma Harahap; Fatma Suryani Harahap; Melvariani Syari Batubara; Jalilah Azizah Lubis; Elisa Elisa; Heni Mulyani Pohan; Riski Baroroh; Asmaryadi Asmaryadi
Marpokat: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Yayasan Al-Ahliyah Al-Islamiyah Aek Badak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62086/mjpkm.v1i2.288

Abstract

Instagram merupakan salah satu aplikasi yang digunakan untuk berbagi foto dan video. Kini Instagram sedang berkembang sebagai media para pembisnis untuk mengomunikasikan bisnis melalui kegiatan promosi di aplikasi Instagram. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, wawasan dan motivasi tentang pemanfaatan Instagram sebagai wadah peluang usaha khususnya dibidang online. Metode yang dilakukan pada pengabdian masyarakat ini yaitu metode ceramah berupa penyampaian materi tentang pemanfaatan fitur-fitur Instagram sebagai peluang usaha atau bisnis, selain metode ceramah juga menggunakan metode diskusi berupa tanya jawab dengan mahasiswa sebagai peserta pengabdian. Berdasarkan hasil pengabdian kepada masyarakat ini maka dapat disimpulkan bahwa ternyata masih banyak mahasiswa peserta yang belum paham  optimasi instagram bisnis. Instagram hanya digunakan sebagai akun pribadi saja, namun setelah mengikuti acara Pengabdian Kepada Masyarakat ini hingga akhir, peserta mulai paham dan melakukan banyak perubahan terhadap instagramnya, yang mana sebelumnya instagram personal berubah menjadi instagram bisnis.
PEMANFAATAN MEDIA LECTURE MAKER DALAM PEMBELAJARAN KIMIA MELALUI PENERAPAN PROFESSIONAL LEARNING COMMUNITY DI SMA NEGERI 1 BATANG ANGKOLA Heni Mulyani Pohan; Fatma Suryani Harahap; Elisa Elisa; Alfiansyah Halomoan Siregar; Fitri Agustina Lubis; Paisal Hamid Marpaung
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 8, No 1 (2023): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v8i1.75-80

Abstract

This study aims : (1) Wheather the Lecture Maker can improve student  chemistry learning outcomes on the subject Mekanika Kuantum in the class XI IPA SMA Negeri 1 Batang Angkola. (2) Difference in direct learning  models by utilizing  Lecturer Maker media through the application of Proffesional Learning Community than direct teaching method without use of Lecture Maker media compare to direct learning models without utilizing  Lecture Maker media on student chemistry learning outcomes. The kind of this study is experiment, XI IPA 4 as the experiment class and XI IPA 3 as the control class. Data on learning outcomes are taken using tests. Before the test given to the student is first tested for feasibility outside the sample, including validity test, reliability test, differentiability and difficulty of the test. Data analysis techniques use normality tests, homogeneity tests, and hypothesis testing. Analysis result show the study result in the experiment class is average 63,39 to 76,42 increased 13,03. While the study result in the control class is average 50,52 to 59,73 increased 9,21. The percentage study result in the experiment class with use of Lecture Maker media through Proffesional Learning Community 30,12% be 49,34% increased 19,22%. Based on the control class without use Lecture Maker the percentage is 21,26% be 35,87% increased 14,61%. Based on the result show thitung > ttabel so H0 ignored and Ha accepted. Hypothesis 1 is accepted. Can be seen average experiment class higher 76,62 than average control class 59,73 so H0 ignored and Ha accepted. So the hypothesis 2 can accepted too.
Peningkatan Literasi Baca Tulis Hitung (Calistung) Berbasis Permainan Edukatif Bagi Anak SD Di Desa Tolang Jae Nikmah Sari Hasibuan; Nurmaini Ginting; Elisa Elisa; Hotna Youmita; Ade Rahmi Dani Pohan; Sawalinda Nasution; Nurtuana Harahap; Patima Wilda Sani Manurung
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/2qhkrk25

Abstract

Rendahnya kemampuan literasi membaca, menulis, dan berhitung (calistung) pada peserta didik kelas I–III sekolah dasar masih menjadi permasalahan di wilayah pedesaan, termasuk di Desa Tolang Jae, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan. Keterbatasan akses terhadap sumber belajar inovatif, kondisi geografis yang relatif terpencil, serta dampak gangguan lingkungan seperti bencana alam turut memengaruhi optimalisasi proses pembelajaran peserta didik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi calistung peserta didik kelas 1-3 melalui penerapan pembelajaran berbasis permainan edukatif yang dilaksanakan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan. Metode pelaksanaan meliputi pemetaan kemampuan literasi awal peserta didik, perancangan permainan edukatif yang kontekstual, implementasi pembelajaran dengan pendekatan belajar sambil bermain, serta refleksi dan evaluasi hasil kegiatan. Kegiatan dilaksanakan di posko KKN dengan melibatkan peserta didik kelas 1-3 sekolah dasar sebagai subjek kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan antusiasme, partisipasi aktif, serta keberanian peserta didik dalam membaca, menulis, dan melakukan perhitungan sederhana. Pendekatan permainan edukatif terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mendukung perkembangan kemampuan literasi dasar peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran calistung berbasis permainan edukatif dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dan adaptif bagi peserta didik sekolah dasar di wilayah pedesaan
Edukasi “Stop Bullying, Jadilah Teman Yang Baik Di Sekolah” Bagi Siswa Min 1 Tapanuli Selatan Irmalia Fitri Siregar; Melvariani Syari Batubara; Elisa Elisa; Rafiqah Amanda Lubis; Fery Endang Nasution; Erlina Harahap
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/j26dk347

Abstract

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang berjudul "Stop Bullying, Jadilah Teman yang Baik di Sekolah" bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan empati siswa MIN 1 Tapanuli Selatan melibatkan siswa MIN 1 Tapanuli Selatan Kelas 4,5 dan 5 sebagai kelompok sasaran yang dilaksanakan oleh Mahasiswa KKN UM-Tapsel bersama Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Edukasi ini difokuskan pada pengertian bullying, jenis-jenis bullying, dampak bullying, dan edukasi by stander untuk berani melapor. Kegiatan PKM dilakukan secara terjadwal pada 18 November 2025. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa, mencegah kekerasan dan perundungan di MIN 1 Tapanuli Selatan sebagai upaya menciptakan lingkungan yang aman, positif, dan kondusif untuk belajar
EFEKTIVITAS MODEL INQUIRY BERBANTUAN ALAT PERAGA KONVERSI ENERGI SEDERHANA TERHADAP KREATIVITAS SISWA Muhammad Saukani; Elisa Elisa; Ainun Mardiyah Lubis; Okran Sabil Sormin; Elisa Ariani Hasibuan; Imel Nadya Sari Napitupulu; Lulu Ikrima Rambe; Rosa Amelia Siagian
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 11, No 2 (2026): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v11i2.%p

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas pembelajaran Inquiry yang dipadukan dengan alat peraga konversi energi sederhana dalam meningkatkan kreativitas siswa pada mata pelajaran fisika. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui metode eksperimen semu menggunakan desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian berjumlah 70 siswa yang terbagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data diperoleh melalui tes esai yang disusun berdasarkan indikator kreativitas, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, independent sample t-test, serta analisis N-Gain dengan bantuan SPSS 2023. Hasil analisis memperlihatkan adanya perbedaan yang bermakna antara kedua kelas, ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,000 yang berada di bawah taraf 0,05. Pada kelas eksperimen, nilai rata-rata meningkat dari 61,01 saat pretest menjadi 78,13 saat posttest. Persentase N-Gain kelas eksperimen mencapai 51,64% dengan kategori sedang, sedangkan kelas kontrol sebesar 31,07%. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran Inquiry berbantuan alat peraga konversi energi sederhana efektif untuk mendorong peningkatan kreativitas siswa dalam pembelajaran fisika.
PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS GAME EDUCAPLAY SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI KALOR Rosa Amelia Siagian; Elisa Elisa; Ainun Mardiyah Lubis; Syahruddin Aritonang; Elisa Ariani Hasibuan; Imel Nadya Sari Napitupulu; Lulu Ikrima Rambe Rambe; Okran Sabil Sormin; Muhammad Saukani
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 11, No 2 (2026): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v11i2.76-80

Abstract

Penelitian ini mengembangkan Electronic Lembar Kerja Peserta Didik (E-LKPD) berbantuan Educaplay sebagai media pembelajaran berbasis permainan pada materi kalor. Metode yang digunakan adalah Research and Development (RD) dengan model pengembangan 4D yang mencakup tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek uji coba terdiri atas 36 peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Angkola Selatan. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, angket respon pengguna, instrumen keterlaksanaan pembelajaran, dan tes hasil belajar. Hasil validasi menunjukkan bahwa E-LKPD berada pada kategori sangat valid, yaitu 92,5% dari ahli materi, 95% dari ahli media, dan 90% dari ahli bahasa. Kepraktisan produk juga memperoleh kategori sangat praktis berdasarkan respon guru sebesar 97,5% dan respon peserta didik sebesar 81,8%. Dari aspek efektivitas, keterlaksanaan pembelajaran mencapai 79,3%, sedangkan capaian hasil belajar peserta didik memperoleh nilai rata-rata 80,51% dengan kategori baik. Dengan demikian, E-LKPD berbasis game Educaplay dinyatakan layak, praktis, dan efektif untuk mendukung pembelajaran Fisika pada materi kalor.
PENGEMBANGAN PANDUAN PRAKTIKUM BERBASIS PHYSICS LAB UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH Elisa Ariani Hasibuan; Ainun Mardiyah Lubis; Elisa Elisa; Okran Sabil Sormin; Rosa Amelia Siagian; Lulu Ikrimah Rambe; Imel Nadya Sari Napitupulu; Muhammad Saukani
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 11, No 2 (2026): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v11i2.92-97

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang dan menghasilkan panduan praktikum berbasis aplikasi Physics Lab yang memenuhi kriteria validitas, kepraktisan, serta efektivitas dalam upaya meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa pada topic Rangkaian Listrik Arus Searah. Penelitian ini didasarkan dari kondisi terbatasnya sarana laboratorium fisika di sekolah yang berdampak pada belum maksimalnya pelaksanaan kegiatan praktikum, sehingga pengembangan kemampuan berpikir kreatif siswa masih perlu dioptimalkan. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang menggunakan model 4-D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Subjek penelitian adalah 36 siswa kelas XI SMA Negeri 1 Angkola Selatan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini mencakup berbagai perangkat pengumpulan data yang relevan dengan tujuan penelitian, yaitu lembar validasi ahli, angket respons guru dan siswa, angket efektivitas, serta tes kemampuan berpikir kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panduan praktikum yang dikembangkan memperoleh persentase validitas dari ahli materi sebesar 92,5%, ahli media sebesar 95%, dan ahli bahasa sebesar 90% dengan kategori sangat valid. Kepraktisan produk berdasarkan respons guru memperoleh persentase 97,5% dengan kategori sangat praktis dan respons siswa sebesar 81,25% dengan kategori praktis. Efektivitas produk memperoleh persentase sebesar 90,13% dengan kategori sangat efektif. Selain itu, nilai rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa mencapai 79,55 dengan kategori kreatif dan persentase kemampuan berpikir kreatif siswa sebesar 90,34% dengan kategori sangat efektif. Dengan demikian, panduan praktikum menggunakan aplikasi Physics Lab pada materi Rangkaian Listrik Arus Searah dinyatakan sesuai dan dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa.
PEMBERDAYAAN EKONOMI KREATIF RUMAH TANGGA UNTUK MENDUKUNG PENCEGAHAN STUNTING DI KELURAHAN PIJORKOLING, KOTA PADANGSIDIMPUAN Elisa Elisa; Fatma Suryani; Andes Fuady Dharma
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 9 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i9.2025.3902-3912

Abstract

Penelitian ini berjudul Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Rumah Tangga untuk Mendukung Pencegahan Stunting di Kelurahan Pijorkoling, Kota Padangsidimpuan. Latar belakang penelitian muncul dari tingginya prevalensi stunting di Padangsidimpuan yang mencapai 18,9% pada tahun 2024, serta rendahnya pendapatan dan literasi gizi masyarakat yang berdampak pada konsumsi pangan keluarga. Upaya pencegahan stunting tidak cukup dilakukan melalui intervensi kesehatan semata, tetapi juga memerlukan penguatan ekonomi rumah tangga berbasis potensi lokal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberdayaan ekonomi kreatif rumah tangga terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga dan penurunan risiko stunting pada anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Subjek penelitian meliputi 30 rumah tangga berisiko stunting di Kelurahan Pijorkoling, kader posyandu, dan pelaku usaha mikro. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah (focus group discussion), serta kuesioner pengetahuan gizi sebelum dan sesudah intervensi. Program intervensi terdiri atas pelatihan pengolahan pangan bergizi berbasis bahan lokal (pisang, singkong, ikan lele), pelatihan kewirausahaan sederhana, serta digitalisasi pemasaran produk rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan gizi keluarga sebesar 45%, diversifikasi konsumsi pangan meningkat 38%, dan rata-rata pendapatan rumah tangga bertambah 27% setelah pelatihan. Selain itu, terbentuk kelompok usaha “Pijorkoling Sehat dan Kreatif” yang mampu mengembangkan produk olahan pangan sehat dan berfungsi sebagai wadah pemberdayaan ekonomi keluarga. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pemberdayaan ekonomi kreatif rumah tangga berperan signifikan dalam mendukung ketahanan pangan, mengubah perilaku konsumsi masyarakat, serta mempercepat upaya pencegahan stunting di tingkat lokal. Kesimpulannya, intervensi berbasis ekonomi kreatif efektif untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesadaran gizi masyarakat. Pendekatan kolaboratif antara pemerintah, akademisi, dan komunitas lokal menjadi faktor penting keberhasilan program pemberdayaan ini. Model ini diharapkan dapat diimplementasikan secara lebih luas pada level kelurahan lain sebagai kontribusi nyata terhadap Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting 2025–2029
HAMBATAN DAN STRATEGI OPTIMALISASI PERAN MAHASISWA KULIAH KERJA NYATA (KKN) DALAM PROGRAM PENCEGAHAN STUNTING DI DESA JORING NATOBANG Heni Mulyani Pohan; Fatma Suryani Harahap; Elisa Elisa
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 12 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i12.2025.4597-4605

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat prioritas di Indonesia dengan prevalensi 21,6% pada tahun 2022. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) memiliki potensi strategis dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tingkat komunitas. Namun, pelaksanaan program KKN seringkali menghadapi berbagai hambatan yang mengurangi efektivitas kontribusinya. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi hambatan-hambatan spesifik yang dihadapi mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan dan merumuskan strategi optimalisasi peran mereka dalam program pencegahan stunting di Desa Joring Natobang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Sampel penelitian dipilih secara purposive sampling yang terdiri dari mahasiswa KKN (20 orang), Dosen Pembimbing Lapangan (1 orang), pemerintah desa (kepala desa), tenaga kesehatan dan kader Posyandu (2 orang), ibu balita (15 orang). Durasi waktu penelitian selama 4 bulan ( September sampai Januari) Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD).  Hasil penelitian mengidentifikasi hambatan multidimensional yang meliputi hambatan internal dan eksternal. Hambatan internal mencakup keterbatasan pengetahuan aplikatif mahasiswa tentang intervensi keterampilan komunikasi yang belum memadai, pembekalan pra-KKN yang terlalu teoritis. Hambatan eksternal meliputi rendahnya partisipasi masyarakat, resistensi kuat terhadap perubahan praktik tradisional, kesenjangan komunikasi akibat dialek lokal, keterbatasan sarana prasarana dan anggaran, serta koordinasi yang kurang terstruktur dengan stakeholder lokal. Optimalisasi peran mahasiswa KKN sebagai agen perubahan dalam pencegahan stunting memerlukan pendekatan sistemik yang tidak hanya meningkatkan kapasitas individual mahasiswa tetapi juga memperbaiki sistem pelaksanaan KKN, menguatkan kolaborasi multi-stakeholder, dan menyesuaikan strategi intervensi dengan konteks lokal. Keberhasilan program tidak diukur dari penurunan angka stunting dalam waktu singkat, tetapi dari peningkatan awareness masyarakat, penguatan kapasitas lokal, dan terbentuknya fondasi untuk perubahan perilaku jangka panjang yang berkelanjutan pasca-KKN.