Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

HUBUNGAN SELF-EFFICACY DAN SIKAP POSITIF TERHADAP PRESTASI AKADEMIK SISWA SMK NEGERI 1 SIPIROK Yulia Anita Siregar; Sukatno Sukatno
MES: Journal of Mathematics Education and Science Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.495 KB) | DOI: 10.30743/mes.v3i1.216

Abstract

Self-efficacy is a person's feelings, ways of thinking, self-motivation, and desire to have something, while a positive attitude means in the learning process students have a tendency to accept or reject a concept or idea, if not in accordance with his mind. Students can think and be positive if if a learning can provide real benefits for life. While the academic achievement is the result of behavioral changes that include the cognitive domain, affective domain and psychomotor domain which is a measure of student success after being given treatment or learning. This research was conducted at SMK Negeri 1 Sipirok. This study uses descriptive research method with correlational approach with the aim to know whether there is a significant relationship between self-efficacy and positive attitude toward student academic achievement. Based on the research that has been done, the research results found that there is a significant relationship between self-efficacy and positive attitude of students to the academic achievement in SMK Negeri 1 Sipirok Tapanuli Selatan but the relationship is not showing increase or decrease so it can be said academic achievement is not important enough in pushing self-efficacy and positive attitude of students.
PSIKOEDUKASI MENGOPTIMALKAN KECERDASAN EMOSI DAN SPIRITUAL ANAK SEJAK DINI Khairul Amri; Nor Mita Ika Saputri; Sukatno Sukatno; Abubakar Abubakar
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.911 KB) | DOI: 10.31604/jpm.v1i1.27-30

Abstract

Psychoeducation is a counselling on how to optimize the emotional intelligence and spiritual intelligence of children from an early age. This devotion is done for two months from January to February 2017. This dedication will be useful for teachers to develop children's intelligence optimally. Thus, teachers focus not only on the values of intellectual intelligence but also on other intelligence that will support the success of children later, such as emotional and spiritual intelligence. The results of this psychoeducation activity are: (1) the target of the previously planned trainees is at least 50 people, and the attendance is 100 people. Thus the target of the trainees can be said successful; (2) the teacher canrecognize and develop the child's emotional and spiritual intelligence through his body language; (3) the material delivered also has reached the target. The material presented includes: (a) recognizing the emotions of the child, (b) releasing negative emotions, (c) managing oneself emotions, (d) motivating oneself, (e) recognizing the emotions of others, (f) motivating others, (g) fostering relationships, (h) recognize the personality and emotions of the child, (i) adopt a parenting pattern appropriate to the child's development and personality, (j) communicate well with the child, (k) discuss all issues together, (l) tell grand stories, (m) involve the child in religious rituals.Keywords: Psychoeducation, emotional intelligence, spiritual intelligence
LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PSIKIS MAHASISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Vitria Larseman Dela; Nurhasanah Pardede; Sukatno Sukatno; Anas Munandar Matondang; Harun Arrasyd
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 1 (2022): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling - Januari-Juni 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2022.v7i1.77-84

Abstract

Penelitian ini didasarkan atas permasalahan yang dialami oleh para mahasiswa saat pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Pemerintah indonesia telah membatas kegiatan diluar rumah seperti kegiatan pendidikan yang telah dilakukan secara online melalui pembelajaran online. Permasalahan dalam penelitian ini adalah : 1. Banyak Mahasiswa yang merasa stress dalam proses pembelajaran di masa pandemi karna banyak tugas daring yang dikerjakan, terkendala kuota internet yang tidak mencukupi serta jaringan internet yang  tidak memadai, 2. Banyak mahasiswa yang malas, bosan dan jenuh dalam proses pembelajaran di masa pandemi. Metode penelitian yang digunakan True experimental design dengan bentuk preetest-posttest Control Group Design. Dengan sampel kelas eksperimen yaitu  semester tiga sebanyak 10 mahasiswa dan kontrol yaitu semester satu sebanyak 10 mahasiswa sehingga jumlah sampel 20 mahasiswa. Dalam penelitian ini peneliti lebih memfokuskan pada layanan bimbingan dan konseling khususnya layanan bimbingan kelompok. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini hasil pretest kelompok eksperimen 892, rata-rata kelompok eksperimen adalah 89,2. Pretest kelompok kontrol 604, rata-rata kelompok kontrol adalah 60,4.  Hasil kelompok eksperimen dari data pretest adalah 892, rata-rata 89,2, dan posttest kelompok eksperimen 911, dengan rata-rata 91,1, setelah diberikan layanan bimbingan kelompok. Hasil pretest dan posttest kelompok eksperimen dengan hasil 89,2 dan posttest 91,1 maka kelompok eksperimen mengalami peningkatan sebesar 1,9,  Maka dapat disimpulkan hipotesisnya diterima. 
PENGARUH PENGGUNAAN GADGET TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DI SMK NEGERI 1 BATANG ANGKOLA Sukatno Sukatno
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2020): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling - JULI-DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2020.v5i2.167-171

Abstract

penggunaan gadget terhadap motivasi belajar siswa melalui layanan bimbingan kelompok di SMK Negeri 1 Batang Angkola.Gadget adalah sebuah alat elektronik kecil dengan berbagai macam fungsi. Gadget membawa dampak yang baik bagi proses pendidikan didalam pembelajaran, akan tetapi sangat penting untuk mengontrol dan membatasi penggunaan gadget supaya lebih bermanfaat dan tidak menyimpang dari sarana yang telah ada. Motivasi belajar adalah suatu dorongan yang timbul di dalam diri seseorang untuk belajar. Bimbingan kelompok adalah salah satu layanan bimbingan dan konseling yang merupakan suatu proses pemberian bantuan kepada individu dalam suasana kelompok untuk memperoleh pamahaman baru serta mengembangkan potensi individu secara optimal.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian true eksperimental design rancangan pretest-postest control group design. Sampel kelas eksperimen yaitu kelas X TKJ I sebanyak 10 siswa diantaranya 3 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan dengan perlakuan layanan bimbingan kelompok.Berdasarkan hasil analisis uji wilcoxo0n signed rank test yang dilakukan peneliti, diperoleh hasil Z sebesar 0,045 < 0,05 artinya Ho ditolak. Hal ini menunjukkan bimbingan kelompok efektif untuk mengurangi pengaruh penggunaan gadget terhadap motivasi belajar siswa. Hasil temuan pada kelompok eksperimen terdapat penurunan pengaruh penggunaan gadget yang signifikan antara hasil pretest dan posttest eksperimen. Rata-rata pengaruh penggunaan gadget terhadap motivasi belajar siswa kelompok eksperimen sebesar 42 % (pretest eksperiment) dan 70 % (posttest eksperiment) ini terlihat perbedaan yang sangat signifikan.Hasil pengolahan data, menunjukkan bahwa pengaruh penggunaan gadget terhadap motivasi belajar siswa melalui layanan bimbingan kelompok di SMK Negeri 1 Batang Angkola, yang terdapat adanya pengaruh dapat di minimalisirkan
KONSELING ANTAR BUDAYA TERHADAP PERKAWINAN BATAK TOBA DAN NIAS DI KECAMATAN SIBABANGUN Sukatno Sukatno; Rizky Fardhani Lubis
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2019): JURNAL RISTEKDIK BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.262 KB) | DOI: 10.31604/ristekdik.2019.v4i2.127-133

Abstract

Judul penelitian ini menekankan pada permasalahan yang terjadi pada saat menuju perkawinan pada suku budaya Batak dan Nias. Tujuan yang ingin di capai adalah untuk mengetahui perbedaan perkawinan suku batak dan Nias. Dengan menggunakan penelitian kualitatif, responden yang menjadi obyek penelitian, Mendukung penelitian kualitatitf digunakan tradesi fenomenologi yang fokus pada pengalaman seseorang. Adapun teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel didasarkan atas tujuan tertentu (orang yang betul dipilih memiliki kriteria sebagai sampel). Jenis sumber  data yang akan dimanfaatkan oleh peneliti adalah data primer dan data sekunder. Obyek penelitiannya adalah keluarga kawin beda suku dengan beragam variasi sebanyak 3 Pasang Responden dan 4 masyarakat. Wawancara dilakukan selama dua minggu. Temuan yang dapat menjadi sumbangan dalam konseling antar budaya perkawinan beda budaya. Menghadapi persoalan konseling antar budaya, dalam perkawinan beda budaya. Begitu kuatnya hubungan kekeluargaan dalam etnis Nias,  sehingga pendapat keluarga selalu dijadikan pertimbangan untuk mengambil keputusan. Kata kunci :Konseling, Perkawinan, SukuBatak ,Nias
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN SELF ESTEEM REMAJA KELAS XI TKJ DI SMK DARUL FALAH SUNGAI TANANG NAGARI KASIK PUTIH KECAMATAN SUNGAI AUR KABUPATEN PASAMAN BARAT Khairul Amri; Sukatno sukatno; Ziska Haryanti
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 1 (2021): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling - Januari-Juni 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2021.v6i1.120-124

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan self esteem remaja kelas XI TKJ di SMK Darul Falah Sungai Tanang Nagari Kasik Putih Kecamatan Sungai Aur. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMK Darul Falah Sungai Tanang terdiri dari 3 kelas yaitu kelas X, XI, dan XII. Sampel penelitian terdiri dari 1 kelas yaitu kelas XI TKJ berjumlah 26 siswa. Instrument penelitian berupa kuisioner sebanyak 30 soal. Teknik analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji linearitas, uji hipotesis dan analisis regresi linier berganda.Berdasarkan uji hipotesis diketahui nilai Sig. adalah sebesar 0,000. Karena nilai Sig. 0,000 < 0,05, maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji F dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima atau dengan kata lain ada hubungan yang signifikan positif antara pola asuh orang tua dengan self esteem remaja kelas XI TKJ di SMK Darul Falah Sungai Tanang.
KESEHATAN MENTAL REMAJA PUTRI KORBAN PERCERAIAN ORANG TUA Erlina Harahap; Sukatno Sukatno; Auliya Warzuqni; Nor Mita Ika Saputri
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2021): RISTEKDIK : JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2021.v6i2.268-272

Abstract

Perceraian tidak hanya berdampak bagi yang bersangkutan (suami-istri) namun juga melibatkan anak khususnya remaja putri dan beban tersendiri bagi anak sehingga berdampak pada mentalnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesehatan mental remaja putri korban perceraian orang tua. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) penyebab perceraian di Desa Kasik Putih Kecamatan Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat disebabkan oleh faktor ekonomi, perselingkuhan yang merambat kepada hal-hal yang lain seperti kekerasan dalam rumah tangga (kdrt). 2) Gangguan kesehatan mental yang di alami oleh remaja putri korban perceraian seperti perasaan dendam, marah juga menyalahi orang tuanya, sedih juga menyalahkan diri sendiri, perasaan tidak disukai, kehilangan rasa aman dan kehangatan, dan bersikap agresif. 3) dampak setelah orang tua bercerai hidupnya berantakan merasa kecewa dan hancur yang paling mendalam adalah putus sekolah tidak bersemangat dalam bersekolah dan merasa minder bila bersama teman-teman. Kesimpulan yang dapat di ambil dari hasil penelitian ini bimbingan. Bimbingan konseling keluarga ini merupakan suatu proses interaktif untuk membantu keluarga dalam mencapai keseimbangan dimana setiap keluarga merasakan kebahagiaan. Konseling keluarga dapat dijadikan salah satu cara atau solusi bijak mengatasi dan memberi solusi dalam permasalah keluarga dan pada dasarnya dapat menekan dan meminimalisir terjadinya gangguan kesehatan mental pada remaja putri korban perceraian. Bagi remaja putri, diharapkan agar mampu mengendalikan diri saat mengahadapi masalah dan merubah pandangan agar lebih positif  dan memperbanyak kegiatan-kegiatan yang baik dan positif untuk diri dan kehidupan serta selalu dan mendekatkan diri kepada sang pencipta yaitu Allah SWT.
KONSEP DIRI REMAJA DITINJAU DARI LATAR BELAKANG BUDAYA MANDAILING DAN BUDAYA MINANGKABAU SERTA IMPLIKASINYA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING sukatno sukatno
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 3 No. 1 (2019): Volume 3 Nomer 1 Mei 2019
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v3n1.p30-34

Abstract

Budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Indonesia memiliki banyak keberagaman budaya, salah satunya adalah kebudayaan yang berkembang dikalangan remaja.Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif artinya penelitian dilakukan secara mendalam serta menggunakan pendekatan deskriptif yang bermaksud untuk mendapatkan gambaran tentang konsep diri remaja pada budaya mandailing dan budaya minangkabau.Hasil penelitian adalah Orang Minang berpandangan bahwa hidup pada hakikatnya baik, karena itu tujuan hidup adalah berbuat kebaikan atau jasa, œhiduik bajaso, mati bapusako, mereka ibaratkan: gajah mati maninggakan gadiang, harimau mati maninggkan baling, manudia mati maninggakan namo. Pepatah itu mengisyaratkan bahwa hidup adalah menghasilkan, setiap orang harus bekerja dan produktif sewaktu ia hidup sehingga dapat meninggalkan sesuatu apabila telah meninggal. Sebagai individu orang Minang sangat egaliter, hal itu dinyatakan dalam ungkapan œduduk samo randah tagak samo tinggi. Ungkapan ini membuka kesempatan kepada setiap individu untuk mencari yang terbaik, karena setiap orang itu pada prinsipnya menpunyai hak yang sama dalam berinisiatif dan memutuskan sesuatu. Masyarakat mandailing  dikenal sebagai masyarakat yang memiliki sosial yang tinggi. Hal ini dapat dibuktikan dengan  meninjau partisipasi masyarakat dalam menghadiri berbagai acara dan peristiwa yang terjadi di daerah pemukiman sukunya seperti menghadiri takjiah, mengadakan pengajian, menghadiri kemalangan (melayat), mengunjungi orang yang sedang sakit, dan sebagainya. Saran terhadap penelitian ini, penelitian ini akan lebih baik jika dikembangkan lagi secara mendalam mengenai dua latar belakang budaya yang sangat berbeda. Baik ditinjau dari sifat, karakteristik, adat-istiadat, suku dan kebiasaan hidup.Kata kunci : Budaya ; sosial ; pendekatan deskriptif
DUKUNGAN KELUARGA DAN KEMANDIRIAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 11 PADANGSIDEMPUAN Nurhasanah Pardede; Erlina Harahap; Sukatno Sukatno; Ulfa Daiyana Dalimunthe; Harun Arrasyd
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2022): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling - Juli-Desember 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2022.v7i2.262-267

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai adalah : (1) Untuk mengetahui tingkat pembukaan diri siswa diberikan layanan bimbingan kelompok pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (2) Untuk mengetahui pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan pembukaan diri siswa. Metode penelitian yang digunakan True experimental design dengan bentuk preetest-posttest Control Group Design. Dengan sampal kelompok eksperimen yaitu VIII – 2 sebanyak 10 siswa dan kontrol yaitu kelas VIII – 3 sebanyak 10 siswa sehingga jumlah sampel 20 siswa.Hasil temuan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol terhadap peningkatan yang signifikan antara hasil preetest kontrol dan posttest eksperimen. Rata-rata variabel pengendalian perkembangan emosi siswa sebesar 143.5000 (Posttest eksperimen) sedangkan kelas kontrol 141.1000 (Posttest kontrol) ini terlihat perbedaan yang sangat signifikan.Hasil pengelolaan data, menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan pembukaan diri siswa SMP Negeri 1 Sipirok.
BIMBINGAN KONSELING TRAUMATIK DAN TEKNIK DESENSITISASI TERHADAP KORBAN COVID-19 DI KOTA PADANGSIDIMPUAN Vitria Larseman Dela; Sukatno Sukatno; Nurhasanah Pardede
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 1 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-MARET 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i1.25-31

Abstract

Di awal tahun 2020 yang lalu dunia dikejutkan dengan wabah virus corona-19 yang mewabahi  hampir seluruh negara di dunia. Di Indonesia, pemerintah menyatakan bahwa Indonesia darurat bencana wabah covid-19. Masyarakat yang pernah menjadi koban dari virus corona ini sampai saat ini masih merasakan luka, trauma, dan cemas yang mendalam. Hal ini membuat para korban menjalani hidup tidak efektif karena masih merasa takut untuk bepergian dan ke luar rumah. Terkait hal itu maka Bimbingan dan Konseling traumatik sangat diperlukan untuk memulihkan kembali kondisi mental dan jiwa masyarakat yang pernah menjadi korban covid-19. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian  diketahui bahwa tingkat trauma korban covid-19 yang telah mendapatkan layanan konseling berada pada rendah sebesar 50% kategori sedang yaitu 43% dan kategori tinggi 7%. Hasil penelitian  ini berbanding terbalik sebelum dilakukan layanan konseling traumatik dan teknik desensitisasi yang menyatakan bahwa tingkat trauma para korban covid-19 sudah berada pada kategori rendah. Dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan bahwa pelaksanaan layanan konseling traumatik menggunakan teknik desensitisasi berhasil dan memberikan dampak baik dan positif bagi para korban.