Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peran Gim dalam Memaknai Pendidikan Empati: Analisis Visual pada Narasi Gim Menggapai Matahari Lukman Hakim; Yuyun Wahyu Izzati Surya; Sutinah
FOUNDASIA Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v17i1.96064

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis narasi empati dalam Gim Menggapai Matahari (The Sun Shines Over Us) sebagai teks budaya digital yang merepresentasikan kesehatan mental pelajar dan pendidikan empati. Masalah yang diangkat adalah bagaimana Gim berpeluang memberikan makna bagi perkembangan pendidikan empati, yang secara khusus berfokus pada isu kepedulian sosial, inklusi dan kesehatan mental. Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis visual dan analisis naratif terhadap tujuh multi-route playthroughs, enam tangkapan layar, dan transkripsi dialog sebagai proses encoding konsep empati. Kerangka konseptual Cultural Studies dan Game Studies dipadukan dengan konsep komunikasi empatik untuk menginterpretasi bentuk emosi dan respons empati atau non-empati Rogers diantaranya: perspective-taking, validasi emosi atau checking-in, tindakan suportif, dan respons non-empatik. Temuan menunjukkan Gim membangun spektrum narasi empatik seperti memahami perspektif orang lain, validasi emosi, kepedulian hingga memanggil bantuan atau dorongan suportif, namun dalam Gim juga menampilkan bentuk narasi yang menampilkan agresi non-empati seperti intimidasi. Makna empati bersifat negosiatif karena dipengaruhi rute pilihan dan konsekuensi naratif cerita. Implikasinya, pembelajaran sosial-emosional juga dapat diperkuat melalui media Gim yang berfokus pada narasi empati sosial.
Mimesis in Mobile Legends hero narratives: Recontextualizing Indonesian literary works Lukman Hakim; Yuyun Wahyu Izzati Surya; Sutinah Sutinah
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): In Progress
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines Mobile Legends as a popular digital medium that recontextualizes Indonesian literary and folkloric narratives through game characters. Previous studies on Mobile Legends have mainly focused on visual representation, cultural identity, gender, and player behavior, while the relation between Indonesian literary sources and game narratives through mimetic and narrative analysis remains less explored. This study aims to reveal the mimetic patterns and narrative recontextualization of Gatotkaca and Kadita in Mobile Legends. Using a qualitative interpretive method, this study applies Abrams’s mimetic perspective and Greimas’s narrative analysis to examine character lore, hero descriptions, visual-audiovisual elements, and intertextual relations with the narratives of Gatotkaca, Nyi Roro Kidul, Putri Kandita, the Mahabharata, wayang traditions, and related Indonesian literary-folkloric sources. The findings show that Gatotkaca and Kadita are transformed through three levels of mimesis: idea, sensory-cultural form, and artistic-digital work. Gatotkaca is recontextualized from a wayang heroic figure into a ludic subject oriented toward defense, attack, and competitive gameplay, while Kadita is transformed from a mythic sea queen figure into a mage hero whose sacred maritime power becomes a playable ability. This study contributes by integrating Abrams’s mimesis and Greimas’s narrative structure to explain how Indonesian literary figures are reshaped into narrative, visual, and ludic functions in mobile game media.