Claim Missing Document
Check
Articles

BANTUAN ALAT PENJERNIH AIR TANAH DI PERUMAHAN DELTA MAS KOTA SEMARANG Aprilina Purbasari; Budiyono Budiyono; Tutuk Djoko Kusworo; Siswo Sumardiono; Kristinah Haryani
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2022.15037

Abstract

Air merupakan sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Air dibutuhkan antara lain untuk pembangkit listrik, industri, pertanian, peternakan, dan dalam kehidupan sehari-hari manusia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Teknik Kimia FT Undip dilaksanakan di Perumahan Delta Mas, Kota Semarang. Pada Perumahan tersebut terdapat sumber air tanah yang berada di pangkal Jalan Delta Mas V (RT 5 RW 4). Air tanah tersebut digunakan untuk sarana kebersihan, sedangkan untuk minum dan memasak warga membeli air gunung atau air yang sudah diolah. Berdasarkan analisis situasi maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk mengetahui kualitas air tanah serta memberikan bantuan alat penjernih air tanah di Perumahan Delta Mas, Kota Semarang. Hasil analisis air tanah yang diambil pada musim penghujan dan musim kemarau menunjukkan bahwa kadar deterjen, timbal (Pb), dan total Coliform melebihi Standar Baku Mutu Media Air untuk Keperluan Higiene Sanitasi sehingga Tim Pengabdian kepada Masyarakat memberikan bantuan berupa alat penjernih air dengan komponen utamanya karbon aktif untuk mengatasi hal tersebut. Hasil analisis air tanah setelah pemakaian alat penjernih air pada 1, 7, dan 28 hari menunjukkan bahwa kandungan deterjen dan timbal (Pb) dapat berkurang sehingga memenuhi Standar Baku Mutu, namun kandungan total Coliform masih melebihi Standar Baku Mutu. Selanjutnya disarankan untuk menghilangkan atau disinfeksi bakteri Coliform dalam air dengan cara yang sederhana, yaitu dengan pemanasan atau dengan proses klorinasi menggunakan kalsium hipoklorit (Ca(ClO)2 atau kaporit.Kata kunci : alat penjernih, air tanah,air higiene sanitasi
Synthesis and Performance Evaluation of Magnetized Modified Coal Fly Ash as Adsorbent for Naphthol Blue Black Dye Removal from Synthetic DyeWastewater Restu Kusumawardani; Aprilina Purbasari
TEKNIK Vol 43, No 3 (2022)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v43i3.48337

Abstract

The removal of dyes from wastewater has become a major concern in the textile industry due to the adverse effects of dyes on the environment. This research focuses on the adsorption of naphthol blue black (NBB) dye by synthesizing coal fly ash with alkali (sodium hydroxide solution) and Fe3O4 (magnetite) to accelerate the separation of dyes from aqueous solutions. Magnetized modified coal fly ash (MMCFA) was characterized by XRF, SEM, and FTIR analysis. Batch experiments were carried out to study the effect of pH, initial concentration, and contact time on the efficiency of dye removal. The results showed that the adsorption of NBB dye reached the optimum condition at initial concentration of 100 mg/L with pH of 6 and contact time of 120 minutes. The ability of MMCFA to adsorb NBB dye was higher than that of sieved coal fly ash (SCFA) and modified coal fly ash (MCFA). The addition of alkali and Fe3O4 can be proven to increase the adsorption ability of SCFA. The percentage of NBB dye that was adsorbed by MMCFA, MCFA, and SCFA at optimum condition was 96.39%, 89.83%, and 89.33%, respectively.
Optimization and characterization of biodegradable film based on glutinous flour/glycerol/chitosan/ZnO using Response Surface Methodology (RSM) - Central Composite Design (CCD) Aulia Beta Safira; Aprilina Purbasari
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 25, No 10 (2022): Volume 25 Issue 10 Year 2022
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.25.10.368-381

Abstract

Starch-based films are considered more competitive than petroleum because they are renewable, environmentally friendly, and easily degraded. The film in this study was fabricated from white glutinous flour, glycerol, chitosan, and ZnO through a starch gelatinization process. Chitosan content ranges from 2-4% (w/v), ZnO 4-8% of the dry weight of solid, and glycerol 15-45% of the dry weight of solids with a mass of white glutinous flour as much as 3 g was determined. Optimization and determination of running variables based on Central Composite Design. Response variables such as tensile strength, elongation, and water absorption were observed as important parameters in applying film as packaging materials. The Design Expert program recommended 2 g of chitosan: 8 % ZnO: 36.02% glycerol as the best composition in film fabrication, which aims to obtain maximum tensile strength and elongation, as well as minimum water absorption with the maximum desirability value (0.660). The predicted response values under optimal conditions by RSM were 3.68 MPa for tensile strength, 86.79% for elongation, and 268.09% for water absorption. The actual response has a tensile strength of 3.31 MPa, elongation of 83.5%, and water absorption of 320%. On average, a white glutinous flour/glycerol/chitosan/ZnO-based film required ± 45 days to degrade in the soil completely.
Preparation and Characterization of Zeolite Membrane for Bioethanol Purification Aprilina Purbasari; Titik Istirokhatun; Ariestya Meta Devi; Lulluil Mahsunnah; Heru Susanto
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis 2013: BCREC Volume 8 Issue 1 Year 2013 (June 2013)
Publisher : Masyarakat Katalis Indonesia - Indonesian Catalyst Society (MKICS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9767/bcrec.8.1.4062.47-53

Abstract

The use of bioethanol as an alternative fuel with a purity of more than 99.5% wt has prompted research on bioethanol purification. One of the promising methods used for bioethanol purification is pervaporation membrane. This research is aimed to prepare and characterize zeolite membranes for pervaporation membrane. The membrane preparation consisted of two stages, namely support preparation and zeolite deposition on the support. In support preparation, α- alumina and kaolin with specific composition (50:30; 40:40; 50:30) was mixed with additives and water. After pugging and aging process, the mixture became paste and extruded into tubular shape. The tube was then calcined at temperature of 1250 °C for 3 hours. After that, zeolite 4A was deposited on the tubes using clear solution made of 10 %wt zeolite and 90 %wt water and heated at temperature of 80 °C for 3 hours. Furthermore, the resulting zeolite membranes was washed with deionized water for 5 minutes and dried in oven at temperature of 100 °C for 24 hours. Characterization of zeolite membranes included mechanical strength test, XRD, and SEM. In the mechanical strength test, the membrane sample with α- alumina:kaolin = 50:30 (membrane A) has the highest mechanical strength of 46.65 N/mm2. Result of XRD analysis for the membrane A indicated that mullite and corundum phases were formed, which mullite phase was more dominant. Meanwhile the result of SEM analysis shows that zeolite crystals have been formed and covered the pores support, but the deposition of zeolite has not been optimal yet. The performance examination for bioethanol purification showed that the membrane could increase the purity of bioethanol from 95% to 98.5% wt. © 2013 by Authors, Published by BCREC Group. This is an open access article under the CC BY-SA License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0)
Peta Jalan (Roadmap) Hilirisasi Industri Manufaktur Berbasis Logam untuk Mendukung Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur Pratama, Pambudi Pajar; Buchori, Luqman; Purbasari, Aprilina
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 1 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.21322

Abstract

Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dilakukan sebagai salah satu strategi mendorong percepatan pengurangan kesenjangan ekonomi dan peningkatan pertumbuhan perekonomian di luar Jawa, terutama Kawasan Timur Indonesia. Pembangunan kawasan industri merupakan salah satu faktor penentu dalam perkembangan industri manufaktur pada suatu wilayah. Kawasan Industri adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang dikembangkan dan dikelola oleh Perusahaan Kawasan Industri. Dalam kajian ini, akan difokuskan hanya 4 (empat) mineral strategis yang bisa dikembangkan di dalam Kawasan Industri maupun Kawasan Peruntukan Industri yang mendukung IKN yaitu nikel, bauksit, tembaga, dan timah dimana diharapkan pada periode waktu tertentu dapat memberikan petunjuk tahapan langkah yang perlu dilakukan untuk mencapai usulan target pada tiap program baik turunan maupun utama serta menjadi acuan pemerintah di dalam negeri dalam perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, serta pengembangan sumber daya alam. Pelaksanaan penyusunan kajian dilakukan dengan pengumpulan literatur, kajian, pertemuan rutin tim dan wawancara penyusun naskah akademik dengan narasumber, yang kemudian disosialisasikan dengan Focus Group Discussion (FGD) dan diskusi publik. Pembangunan hilirisasi industri komoditas nikel untuk mendukung industri prioritas baterai kendaraan listrik dan stainless steel, sedangkan untuk komoditas bauksit yaitu membangun industri aluminium untuk panel surya, komponen EV Battery Pack, food packaging, dan komponen elektrikal, Untuk komoditas tembaga yaitu untuk mendukung industri prioritas kabel dan penggerak motor listrik/dinamo, serta komoditas timah yaitu membangun industri timah untuk mendukung industri prioritas tin chemical, PCB, industri elektronika. Kata kunci: peta jalan, hilirisasi, industri manufaktur, logam, IKN
Characteristics of all organic redox flow battery (AORFB) active species TEMPO-methyl viologen at different electrolyte solution Ariyanti, Dessy; Purbasari, Aprilina; Hapsari, Farida Diyah; Saputra, Erwan Adi; Hamzah, Fazlena
International Journal of Renewable Energy Development Vol 13, No 5 (2024): September 2024
Publisher : Center of Biomass & Renewable Energy (CBIORE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61435/ijred.2024.60155

Abstract

The practice of using wind and solar energy to generate electricity represents a solution that would be beneficial for the environment and ought to be explored. However, in order to ensure users' stability and continuous access to electricity, the increasing usage of renewable energy needs to align with the advancement of energy storage technologies. Redox flow batteries, which use an organic solution as the electrolyte and a proton exchange membrane as an ion exchange layer, are currently the subject of extensive research as one of the alternative renewable energy storage systems with the benefit of a techno economy. This study investigated the solubility of organic solution, namely 2,2,6,6-Tetramethylpiperidinyloxy or 2,2,6,6-Tetramethylpiperidine 1-oxyl (TEMPO) and methyl viologen (MV) in various essential electrolyte solutions such as NaCl, KCl, KOH, and H2SO4 that can be used as electrolytes of all organic redox flow battery (AORFB) system to produce high energy density and charging and discharging capacity. The result shows the optimum condition for effective charge transfer in AORFB is TEMPO catholyte and MV anolytes in the 0.08 M H2SO4electrolyte solution. Additionally, a correlation between the acquisition of electrolyte solutions on TEMPO catalyst and MV anolytes was discovered by the data. Electrolyte solution can improve electrical conductivity in TEMPO solution, which in turn can improve the efficiency of AORFB charging and discharging. Contrarily, MV anolytes exhibit a different pattern where the addition of electrolyte solutions reduces their electrical conductivity. RFBs systems with the aforementioned catholyte and anolyte can be used to store solar energy with a maximum current of 0.6 A for 35 minutes. Storage effectiveness is characterized by a change in colour in the catholyte and anolyte. The findings firming the possibility of using AORFB as one of the alternative energy storage systems that can accommodate the intermittence of the renewable energy input resource. 
Sedimentation Process of TiO2 Nanoparticles in Aqueous Solution Ariyanti, Dessy; Purbasari, Aprilina; Lesdantina, Dina; Saputro, Erwan Adi; Gao, Wei
Reaktor Volume 22 No.2 August 2022
Publisher : Department of Chemical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/reaktor.22.2.70-76

Abstract

TiO2 nanoparticles, a semiconductor photocatalyst is widely used in various applications especially for water treatment. The common problems for the application are separating the nanoparticles from the water body and recovering it to be reused. This research was conducted to investigate the aggregation and sedimentation properties of TiO2 nanoparticles via chemical addition. The experiment was carried out for 5 hours by varying the pH, ionic strength, and the addition of organic matter such as rhodamine B, methylene orange, and humic acid. The results indicate that pH and ionic strength greatly affect the TiO2 sedimentation process. Sedimentation can be formed properly when the solution is at pH 1 and 14, this happens because pH is close to the isoelectric point. Meanwhile, ionic strength with a concentration of 0.1 M gave the most optimal results in TiO2 sedimentation. In the presence of ionic strength with the appropriate concentration, the thickness of the electrical double layer particles can be reduced so the attractive force increases and sedimentation occur. Meanwhile, in the presence of organic matter, rhodamine B, methylene orange, and humic acid did not significantly affect the formation of TiO2 sedimentation.Keywords: titanium dioxide, sedimentation, ionic strength, isoelectric point, water treatment
PEMANFAATAN ABU TERBANG SEBAGAI GEOPOLIMER UNTUK ADSORPSI LOGAM BERAT Mn Aprilina Purbasari; Nita Aryanti; Vitus Dwi Yunianto; Budi Ismadi
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.11322

Abstract

Geopolimer merupakan polimer anorganik yang tersusun dari ikatan Si-O-Al. Geopolimer dapat diperoleh dari material alumino-silikat seperti abu terbang yang direaksikan dengan aktivator alkali. Pada penelitian ini, abu terbang yang merupakan limbah padat dari proses pembakaran batubara dimanfaatkan sebagai geopolimer dengan aktivator alkali campuran larutan NaOH 10 N dan larutan natrium silikat. Geopolimer yang diperoleh digunakan untuk mengadsorpsi logam berat mangan (Mn). Faktor-faktor yang mempengaruhi proses adsorpsi, yaitu konsentrasi awal larutan logam berat Mn dan waktu kontak, dipelajari pada penelitian ini selain dilakukan juga kajian isoterm dan kinetika adsorpsi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi awal larutan logam berat Mn maka semakin rendah efisiensi adsorpsi yang diperoleh. Sementara itu proses adsorpsi logam berat Mn oleh geopolimer mencapai kesetimbangan setelah 120 menit. Berdasarkan kajian isoterm dan kinetika adsorpsi yang telah dilakukan, adsorpsi logam berat Mn oleh geopolimer dari abu terbang mengikuti model isoterm Langmuir dan model kinetika order dua semu.
PEMANFAATAN ABU TERBANG SEBAGAI GEOPOLIMER UNTUK ADSORPSI LOGAM BERAT Mn Aprilina Purbasari; Nita Aryanti; Vitus Dwi Yunianto Budi Ismadi
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol. 9 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.12510

Abstract

Geopolimer merupakan polimer anorganik yang tersusun dari ikatan Si-O-Al. Geopolimerdapat diperoleh dari material alumino-silikat seperti abu terbang yang direaksikan denganaktivator alkali. Pada penelitian ini, abu terbang yang merupakan limbah padat dari prosespembakaran batubara dimanfaatkan sebagai geopolimer dengan aktivator alkali campuranlarutan NaOH 10 N dan larutan natrium silikat. Geopolimer yang diperoleh digunakan untukmengadsorpsi logam berat mangan (Mn). Faktor-faktor yang mempengaruhi proses adsorpsi,yaitu konsentrasi awal larutan logam berat Mn dan waktu kontak, dipelajari pada penelitianini selain dilakukan juga kajian isoterm dan kinetika adsorpsi. Hasil yang diperolehmenunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi awal larutan logam berat Mn maka semakinrendah efisiensi adsorpsi yang diperoleh. Sementara itu proses adsorpsi logam berat Mn olehgeopolimer mencapai kesetimbangan setelah 120 menit. Berdasarkan kajian isoterm dankinetika adsorpsi yang telah dilakukan, adsorpsi logam berat Mn oleh geopolimer dari abuterbang mengikuti model isoterm Langmuir dan model kinetika order dua semu.
PEMBUATAN SLOW RELEASE FERTILIZER DENGAN MENGGUNAKAN POLIMER AMILUM DAN ASAM AKRILAT SERTA POLIVINIL ALKOHOL SEBAGAI PELAPIS DENGAN MENGGUNAKAN METODA FLUIDIZEDBED Yenni, Afri; ,, Suherman; Purbasari, Aprilina
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Vol. 15 No. 1 (2025): Prosiding SNST 15 Tahun 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan Slow release fertilizer bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk terhadap laju  pelepasan unsur-unsur nutrisi pupuk pada tanaman. Dalam studi ini dilakukan pembuatan slow release fertilizer dengan menggunakan asam akrilik dan polivinil alkohol (PVA) yang masing-masing dicampur dengan amilum dan Polietilen glikol  (PEG) sebagai bahan tambahan pelapis dengan menggunakan metoda fluidized bed spraying coating (FBSC). Variable yang dipelajari konsentrasi polimer  akrilik/amilum (18 %/0-2 %) dan PVA/amilum (3 %/0-2 %) sedangkan berat PEG yang ditambahkan pada masing-masing campuran adalah 1 gram dan suhu udara bed (pengeringan) (35-55 oC) terhadap kualitas produk urea yang terlapisi yakni efisiensi pelapisan, dissolution rate, persen dustiness, dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa efisiensi pelapisan urea dengan akrilik/amilum (18/2 %) pada suhu 40oC adalah 14,4 % sedangkan PVA/amilum (3/2 %) adalah 5,2 %.  Efisiensi pelapisan meningkat dengan meningkatnya konsentrasi pelapis dan berkurang jika terjadi peningkatan suhu bed. Hal yang sama terjadi pada dissolution rate, dimana jika konsentrasi pelapis meningkat maka  dissolution rate  akan meningkat kebalikan terhadap suhu bed, suhu bed meningkat maka  dissolution rate  menurun. Dustiness produk meningkat dengan meningkatnya suhu  bed serta konsentrasi pelapis. Pada analisa SEM pelapis urea dengan menggunakan akrilik morfologi lebih bagus dibandingkan dengan PVA. Kata Kunci: Slow Release Fertilizer, akrilik, PVA, amilum, urea, Fluidized Bed Spray
Co-Authors . Suherman Afiatin Afiatin Afri Yenni Agnesia Permatasari Alice Pramashinta Anissa Ardanti Wulandari Ariestya Meta Devi Arif Fajar Utomo Aulia Beta Safira Budi Ismadi Budiyono Budiyono Darmaji, Timothius Adrian Christantyo Dessy Ariyanti Dessy Ariyanti Didi Dwi Anggoro Ekky Febri Ariani Erwan Adi Saputro Faleh Setia Budi Farida Diyah Hapsari Fikri Mudzakir Marasabessy Hafsah Fajrin Aprilianti Hamzah, Fazlena Hargono Hargono Heny Kusumayanti Heny Kusumayanti Herry Santosa Heru Susanto Kristinah Haryani Kusmiyati Kusmiyati Laeli Kurniasari Lesdantina, Dina Lukman Atmaja Lulluil Mahsunnah Luqman Buchori M. Djaeni Machmud Lutfi H Margaretha Praba Aulia Mira Amalia Hapsari Muhammad Adi Irawan Muslim, Aristianto Nita Aryanti Nita Aryanti Noer Abyor Handayani Noer Abyor Handayani Nungki Primastuti Pratama, Pambudi Pajar Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Pury Diana Shintawati Raizka Kharisma Mediani Ratnawati Ratnawati Restu Kusumawardani Rini Kusumawati Samadhi, T Walmiki Saputra, Erwan Adi Sary, Cindy Nella Setia Budi Sasongko Shalahudin Nur Ayyubi Shalahudin Nur Ayyubi Silviana Silviana Silviana Silviana Siswo Sumardiono Slamet Priyanto Sri Rukiyawati Suherman , Suherman Suherman Titik Istirokhatun Tjokorde Walmiki Samadhi Tjokorde Walmiki Samadhi Tjokorde Walmiki Samadhi Tkokorde Walmiki Samadhi Tutuk Djoko Kusworo Vitus Dwi Yunianto Vitus Dwi Yunianto Budi Ismadi Wahyu Zuli Pratiwi Wei Gao Wisnu Jati N Wulandari Dharsono Y. Saptiana Oktari Yazid Bindar Yazid Bindar Yustina Linasari