Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Keju Mozzarella Analog yang Disubstitusi dengan Pati Termodifikasi Gusnilawati Gusnilawati; Nur Wulandari; Eko Hari Purnomo
agriTECH Vol 42, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.518 KB) | DOI: 10.22146/agritech.52777

Abstract

Keju mozzarella analog (KMA) merupakan keju mozzarella imitasi yang telah menjadi perhatian beberapa tahun terakhir. Namun, keju mozzarella analog memiliki umur simpan yang pendek karena tekstur dan regangannya tidak stabil pada suhu tinggi. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan umur simpan keju mozzarella analog dengan mensubstitusi lemak menggunakan pati termodifikasi. Pada penelitian ini digunakan tiga tipe pati termodifikasi yaitu pati beras, pati jagung, dan pati kentang. Pada penelitian ini, kestabilan KMA terpilih dipelajari pada beberapa suhu penyimpanan berbeda yaitu 5 °C, 15 °C, 25 °C, dan 35 °C. Kekerasan dan daya regang merupakan parameter yang diamati selama penelitian. Keju mozzarella analog terpilih pada penelitian ini adalah KMA yang disubstitusi dengan 5% pati beras termodifikasi. Kualitas KMA menurun seiring dengan meningkatnya suhu penyimpanan. Paramater regangan menurun lebih cepat dari pada parameter kekerasan. Laju penurunan kualitas kekerasan dan regangan pada suhu 5 °C, 15 °C, 25 °C, dan 35 °C berturut-turut 0,017; 0,022; 0,105; dan 0,151% per hari dan 0,025; 0,028; 0,172; dan 0,222% per hari. Karakteristik penurunan kestabilan kekerasan dan regangan yang dipengaruhi oleh suhu disebut dengan energi aktivasi (Ea) adalah 14378,64 kal/mol dan 14507,73 kal/mol. Stabilitas KMA meningkat berturut-turut 31 hari (46%), 10 hari (34%), 3 hari (22%), dan 1 hari (15%) pada masing-masing suhu penyimpanan 5 °C, 15 °C, 25 °C, dan 35 °C. Kestabilan KMA terpilih pada suhu ruang (30 °C) meningkat 10%. Substitusi pati beras termodifikasi juga dapat mengurangi aw dari 0,95 menjadi 0,92.
PENDEKATAN METODE WEIGHTED PRODUCT (WP) DALAM UPAYA PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN (SPK) UNTUK PENILAIAN KINERJA KARYAWAN Dian Eko Hari Purnomo; Yogi Akbar Sunardiansyah; Nicolas Hutasoit
KAIZEN : Management Systems & Industrial Engineering Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/kaizen.v6i1.16368

Abstract

An employee performance appraisal process is a set of certain processes which will produce a value from the employee's performance in a certain value, either in percentage or in another unit of value. In an employee appraisal process it will be difficult when the structure of the problem and how to solve it are unknown. Assessing employee performance will be easier if you know the structure of the problem and know how to do it. In this study, we tried to apply the Weighted Product (WP) method in an employee performance appraisal process. The problem of evaluating employee performance can be approached using the Multi Attribute Decision Making (MADM) approach. With this approach, one of the methods that can be used in solving the Multi Attribute Decision Making (MADM) problem is chosen, namely the Weighted Product (WP) Method. The difficulties experienced by a company in carrying out the employee performance appraisal process are due to the absence of certain criteria that can be used in evaluating employee performance. This research seeks to find criteria that can be used in the employee performance appraisal process. In addition, this research will also design a Decision Support System (DSS) that can be used in the process of evaluating the performance of employees in the company. Based on the research that has been done, several criteria are obtained that can be used in the process of assessing employee performance, namely responsibility, discipline, communication and skills and loyalty. In addition, based on the results of system testing that has been done, it can also be concluded that the Decision Support System (DSS) that has been designed can be used as a tool to facilitate the employee performance appraisal process. Keywords: Performance Assessment, WP Method and Decision Support System (DSS) ABSTRAK Suatu proses penilaian kinerja karyawan merupakan suatu kumpulan proses tertentu dimana akan menghasilkan suatu nilai dari kinerja karyawan dalam satau nilai tertentu, baik dalam persentase atau satuan nilai yang lain. Dalam suatu proses penilian karyawan akan menjadi sulit ketika belum diketahui struktur masalahnya dan cara penyelesaiannya. Penilian kinerja karyawan akan lebih mudah jika sudah diketahui struktur masalahnya dan diketahui caranya. Dalam penelitian ini mencoba menerapkan metode Weighted Prodct (WP) di dalam suatu proses mekanisme pemberian nilai kepada karyawan. Masalah pemberian nilai kepada kinerja karyawan berusaha didekati dengan menggunakan pendekatan Multi Attribute Decision Making (MADM). Dengan pendekatan tersebut dipililah salah satu metode yang dapat digunakan dalam penyelesaian permasalahan Multi Attribute Decision Making (MADM) yaitu Metode Weighted Product (WP). Kesulitan yang diamlai oleh suatu perusahaan di dalam melaksanakan proses penilaian kinerja karyawan disebabkan belum adanya atau belum terdapat kriteria acuan yang dapat digunakan dalam melakukan pemberian nilai kinerja karyawan. Dalam penelitian ini berusaha menemukan kriteria-kireria yang dapat digunakan atau dapat difungsikan untuk pemberian nilai kepada kinerja karyawan. Selain itu, dalam penelitian ini juga akan dirancang suatu sistem yang dapat mempercepat pemberian nilai kepada karyawan dalam wujud atau model rancangan yang berupa Sistem Pendukung Keputusan (SPK), dengan harapan proses atau mekanisme pemberian nilai kinerja karyawan dalam berjalan lebih cepat dan tepat. Bedasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh beberapa kriteria yang dapat difungsikan atau dapat dipergunakan dalam pemberian nilai kepada kinerja karyawan diantaranya yaitu tanggung jawab, kedisiplinan, komunikasi dan keterampilan serta loyalitas. Selain itu, berdasarkan hasil pengujian sistem yang telah dilakukan dapat disimpulkan juga bahwa Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang telah dirancang dapat digunakan sebagai sarana dalam mempermudah proses penilaian kinerja karyawan. Kata Kunci: Pemberian Nilai Kinerja, Weighted Product (WP) dan Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Untuk Penilaian Kinerja Pemasok Kayu Dian Eko Hari Purnomo; Agung Ari Purwanto
Majalah Teknik Industri Vol 28 No 1 (2020): Majalah Teknik Industri Juni 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian kinerja pemasok merupakan keputusan yang penting dalam suatu perusahaan, karena akan meningkatkan daya saing perusahaan dalam menghadapi persaingan bisnis yang sangat kompetitif. CV. Rimba Sentosa sedang melakukan pemilihan supplier yang akan memasok bahan baku kayu mahoni dengan lima pemasok, yaitu Manggala Jati, UD. Jati Mukti, Toko Kayu Jati”Mukti”, Gunung Hijau, dan Indah Sentosa. Dalam penelitian ini penilaian kinerja pemasok terbaik menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode ini didasarkan pada konsep perbandingan berpasangan untuk setiap hirarki yang ada pada struktur hirarki yang ada. Kriteria yang digunakan dalam pemilihan ini ada 3 kriteria dan 6 sub kriteria yang mendukung setiap kriteria. Kriteria-kriteria yang dapat digunakan untuk penilaian kinerja pemasok adalah waktu, kualitas, dan harga. Sub kriteria yang dapat digunakan dalam untuk penilaian kinerja pemasok adalah pengiriman tepat waktu, lead time, spesifikasi bahan baku, jumlah bahan baku, harga pembelian bahan baku, dan biaya transportasi. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan metode AHP, maka pemasok yang mempunyai nilai terbaik adalah pemasok “Indah Sentosa”, yang mana nilainya adalah 0,344 atau 34,420%.
Implementasi Konsep Artificial Intelligence Dalam Membantu Menentukan Persediaan Bahan Baku Kayu Pada Industri Furnitur Dian Eko Hari Purnomo; Agung Ari Purwanto
Majalah Teknik Industri Vol 29 No 1 (2021): Majalah Teknik Industri Juni 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada industri furnitur mengalami masalah ketidakpastian dalam menentukan jumlah persediaan bahan baku kayu yang optimal. Logika fuzzy merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menganalisis sistem yang mengandung ketidakpastian. Pada penelitian ini membahas penerapan logika fuzzy dalam menyelesaiakan permasalahan persediaan bahan baku kayu pada industry furnitur dengan pendekatan Fuzzy. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pemasukan, penyaluran, dan persediaan bahan baku kayu dari bulan Januari sampai dengan bulan Desember tahun 2018. Perancangan sistem untuk memperoleh output dilakukan dengan tahap-tahap: (a) Pembentukan himpunan fuzzy, (b) Aplikasi fungsi implikasi, (c) Komposisi aturan, (d) Penegasan (defuzzifikasi). Penyelesaian masalah dengan menggunakan metode Fuzzy Tsukamoto dilakukan dengan metode Tsukamoto dengan bantuan software Visual Basic sehingga akan diperoleh hasil yang dinginkan pada variabel output. Dari hasil perhitungan menggunakan metode Fuzzy Tsukamoto, maka dapat dianalisis pembandingan antara persediaan bahan baku kayu realisasi dengan pendekatan Fuzzy Tsukamoto terlihat berbeda dan hasil dari pendekatan Fuzzy Tsukamoto lebih optimal.
Karakterisasi Distribusi Ozon Pada Air Distilasi dan Air Kelapa yang Diproduksi Menggunakan Mesin Lucutan Plasma Berpenghalang Dielektrik Ganda David Yudianto; Ratih Dewanti Hariyadi; Sukarno Sukarno; Muhammad Nur; Eko Hari Purnomo
Biota Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Biota 2023
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/Biota.v9i2.16714

Abstract

Ozone produced using plasma technology can act as an antimicrobial agent that could be applied in a sterilization process. A Double Dielectric Barrier Discharge (DDBD) machine has ability to produce ozone in sufficient amount for microbial inactivation. The objective of this study is to characterize the ozone distribution expressed as dissolved ozone in distilled water and coconut water produced using a DDBD machine. The information can be useful for industries to design a commercial sterilization process. The results shows that an oxygen flow rate of 0.2 L/min produces the highest ozone concentration, i.e. 3440 mg/L. In addition, the capacity of the machine is relatively similar to all off oxygen flow rate, i.e., 41.28-43.2 g/hour. The oxygen flow rate of 0.2 L/min produces the highest dissolved ozone concentration, i.e. 0.42 mg/L distilled water. This oxygen flow rate is followed by its best kinetic model based on its linear portion during dissolved ozone penetration. A zero order model could describe this penetration process well, including its best k value of 0.0292 mg/L per minute with the highest dissolved ozone concentration among other oxygen flow rates. Besides, distilled water could represent dissolved ozone penetration in coconut water. Ozone gas and dissolved ozone concentration have possitive corellation with R-square value of 0.8934.
PERANCANGAN MODEL ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) UNTUK MEMBANTU MENENTUKAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KAYU PADA INDUSTRI FURNITUR DENGAN PENDEKATAN METODE FUZZY MAMDANI Dian Eko Hari Purnomo
Industry Xplore Vol 9 No 1 (2024): Industry Xplore
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/teknikindustri.v9i1.6054

Abstract

Perencanaan persedian dalam suatu industri manufaktur tentunya menjadi bagian yang cukup penting. Hal ini dikarenakan jika bahan baku tidak ada maka artinya proses produksi pada industri manufaktur akan terhambat atau mengalami kendala. Sedangkan jika jumlah ketersediaan bahan baku terlalu berlebihan maka akan menimbulkan biaya tambahan. Sehingga untuk dapat melakukan perencanaan persediaan yang sesuai kebutuhan khususnya pada industri manufaktur yang berupa industri furnitur yang bahan baku utamanya berupa kayu. Penelitian ini berusahan melakukan perencanaan persediaan yang optimal dengan menggunakan pendekatan Logika Fuzzy. Pendekatan Fuzzy yang diadopsi atau yang dimplementasikan dalam penelitian ini adalah berupa Metode Fuzzy Mamdani. Alasan dalam penelitian ini menggunakan Metode Fuzzy Mamdani untuk melakukan proses prediksi persediaan kayu pada industri furnitur karena memiliki struktur yang sederhana dan fleksibel. Dalam mekanisme proses perhitungan Metode Fuzzy Mamdani pada umumnya menggunakan konsep operasi yang berupa mekanismer perhitungan min-max ataupun dapat menggunakan mekanisme max-product dengan menggunakan serangkaian aturan yang telah ditentukan berdasarkan variabel yang digunakan. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah tahun 2019, 2020, 2021, dan 2022. Dalam proses penyelesaian masalah yang berupa penentuan jumlah persediaan yang optimal adalah dengan menggunakan proses penyelesaian Metode Fuzzy Mamdani. Dari hasil perhitungan menggunakan metode Fuzzy Mamdani. Dengan menggunakan data pada bulan Januari 2022 yang berupa data permintaan yang mempunyai nilai 1711 kubik dan data produksi yang mempunyai nilai 1469 kubik, maka didapatkan hasil pengolahan data dengan Metode Fuzzy Mamdani untuk jumlah persediaan pada periode bulan Januari 2022 adalah senilai 208 kubik.
Prospek Pengolahan Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) Dalam Bentuk Tempe Bermutu Kusnandar, Feri; Wicaksono, Alexander Tommy; Firlieyanti, Antung Sima; Purnomo, Eko Hari
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 15 No. 1 (2020): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.15.1.1-9

Abstract

Kacang merah (Phaseolus vulgaris L) berpotensi untuk diolah menjadi tempe. Mutu tempe dipengaruhi oleh proses pengolahan dan cara pengemasan selama proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ketebalan kacang merah dan persen aerrasi dari kemasan terhadap mutu tempe kacang merah yang dihasilkan. Grits kacang merah 10 mesh yang telah direbus diinokulasi dengan campuran kapang Rhizopus oryzeae dan Rhizopus oligosporus, dikemas plastik dengan perlakuan ketebalan (1, 2, dan 3 cm) dan aerasi (1%, 2,5% dan 4%), dan difermentasi selama 36 jam pada suhu 30 oC untuk menghasilkan tempe. Mutu tempe dievaluasi berdasarkan parameter fisik (kekompakan, rendemen, dan warna), dan kimia (kadar protein, protein terlarut, dan daya cerna protein). Tempe yang dikemas dengan ketebalan satu cm dan aerasi satu persen memberikan mutu paling baik dibandingkan perlakuan lain, yaitu kompak, rendemen tinggi (94,7%), dan warna putih kekuningan (L=61,23; a*=2,33; b*=13,29). Tempe tersebut mengandung protein (23.75%bb), protein terlarut (25.1%), dan daya cerna protein (87,1%) yang tinggi. Namun demikian, penerimaan secara organoleptik terhadap tempe kacang merah grits ini masih belum sebaik tempe kedelai.
Keragaman Karakteristik Fisik Buah, tanaman dan Rendemen Minyak dari 9 Klon Buah Merah (Pandanus conoideus) Sarungallo, Zita Letviany; Hariyadi, Purwiyatno; Andarwulan, Nuri; Purnomo, Eko Hari
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.1.70-82

Abstract

Buah merah (Pandanus conoideus) merupakan tanaman endemik Papua, sebagai sumber minyak makan yang kaya karotenoid dengan keragaman klon yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keragaman sifat fisik buah dan tanaman dari 9 klon buah merah, serta rendemen minyaknya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa buah utuh atau cepallum dari buah merah terdiri atas empulur/pedicel (51-61%), bulir/drupa (39-49%), biji (27-36%) dan daging buah (10-17%).  Keragaman sifat fisik cepallum antar klon terutama terlihat pada warna kuning-oranye atau merah-merah tua, berbentuk silinder meruncing, terdiri dari ukuran pendek (<50 cm), sedang (40-60 cm) dan panjang (>60 cm). Empulur setiap klon buah merah bervariasi pada warna (putih atau kuning), berbentuk silinder meruncing dengan ukuran yang bervariasi. Bulir berwarna kuning-oranye atau merah-merah tua, berbentuk persegi banyak dengan ukuran yang bervariasi. Sedangkan sifat fisik tanaman bervariasi antara klon, terutama pada tinggi tanaman dan batang utama, serta panjang cabang tanaman dan jarak antar cabang. Penentuan rendemen minyak buah merah berbasis berat total bulir (5,7-8,7% berat basah, bb atau 7,7-18,3% berat kering, bk) lebih rendah dari basis berat total daging buah (19,7-27,4% bb atau 31,9-54,5% bk). Hasil Principle component analysis berdasarkan karakteristik fisik buah dan tanamannya, ke-9 klon buah merah terdistribusi dalam empat kuadran menurut lokasi budidaya yaitu Distrik Minyambou (dataran tinggi) di kuadran I, Distrik Koya, Jayapura (dataran rendah) di kuadran II, dan Kebun Percobaan UNIPA, Manokwari (dataran rendah) kuadran III dan IV.
IMPLEMENTASI METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) UNTUK EVALUASI PEMASOK KAYU PADA INDUSTRI FURNITUR Purnomo, Dian Eko Hari; Sunardiansyah, Yogi Akbar
JISO : Journal of Industrial and Systems Optimization Vol. 4 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jiso.v4i1.1-7

Abstract

ABSTRAKPenilaian kinerja pemasok merupakan keputusan yang penting dalam suatu perusahaan, karena akan meningkatkan daya saing perusahaan dalam menghadapi persaingan bisnis yang sangat kompetitif. PT. JQK sedang melakukan pemilihan supplier yang akan memasok bahan baku kayu mahoni dengan lima pemasok, yaitu Manggala Jati, UD. Jati Mukti, Toko Kayu Jati”Mukti”, Gunung Hijau, dan Indah Sentosa. Dalam penelitian ini penilaian kinerja pemasok terbaik menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode ini didasarkan pada konsep perbandingan berpasangan untuk setiap hirarki yang ada pada struktur hirarki yang ada. Kriteria yang digunakan dalam pemilihan ini ada 3 kriteria dan 6 sub kriteria yang mendukung setiap kriteria. Kriteria-kriteria yang dapat digunakan untuk penilaian kinerja pemasok adalah waktu, kualitas, dan harga. Sub kriteria yang dapat digunakan dalam untuk penilaian kinerja pemasok adalah pengiriman tepat waktu, lead time, spesifikasi bahan baku, jumlah bahan baku, harga pembelian bahan baku, dan biaya transportasi. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan metode AHP, maka pemasok yang mempunyai nilai terbaik adalah pemasok “Indah Sentosa”, yang mana nilainya adalah 0,344 atau 34,420%.ABSTRACTSupplier performance evaluation is an important decision in a company, because it will increase the company's competitiveness in the face of very competitive business competition. CV. Rimba Sentosa is selecting suppliers who will supply mahogany wood raw materials with five suppliers, namely Manggala Jati, UD. Jati Mukti, "Mukti" Teak Wood Shop, Gunung Hijau, and Indah Sentosa. In this study the best supplier performance appraisal uses the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. This method is based on the concept of pairwise comparisons for each hierarchy that exists in the existing hierarchical structure. The criteria used in this election are 3 criteria and 6 sub criteria that support each criterion. The criteria that can be used for evaluating supplier performance are time, quality, and price. Sub criteria that can be used in assessing supplier performance are on-time delivery, lead time, raw material specifications, quantity of raw materials, purchase price of raw materials, and transportation costs. Based on calculations using the AHP method, then the supplier that has the best value is the "Indah Sentosa" supplier, which value is 0.344 or 34.420%.
Optimization of the Refining Process for a Fraction Rich in Crude Common Pony Fish (Leiognathus equulus) Oil as a By-product of Fish Protein Hydrolysate Processing Using The Response Surface Method Rukmana, Jaka; Hariyadi, Purwiyatno; Hari Purnomo, Eko; Nur Faridah, Didah; Darniadi , Sandi
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 24 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v24i1.3404

Abstract

The production of fish protein hydrolysate from common pony fish yields a fraction rich crude fish oil as a by-product. To utilize this by-product, refining is necessary to obtain common pony fish oil. This research aims to use a fraction rich crude fish oil from fish protein hydrolysate by-products to obtain fish oil and to determine the optimal conditions for the refining process using the response surface method (RSM) in the degumming, neutralization, and bleaching processes. The experimental design used was the Box–Behnken design, with the responses used to determine the optimum conditions at the degumming stage were water content and total dissolved solids. The response used to determine the optimum conditions at the neutralization stage was the refining factor, and at the bleaching stage was color (L, a*, b*). Parameters studied for each purification process include heating temperature (50-80°C), contact time between fraction rich crude fish oil with auxiliary materials (10-20 minutes) and the length of time for centrifugation (5-15 minutes) with a rotation speed of 10,062 G. The optimal conditions obtained in the degumming, neutralization, and bleaching processes for heating temperature, contact time between fraction rich crude fish oil with auxiliary materials, and centrifugation time, respectively,  were 50°C, 10 min, 5 min; 50°C, 20 min, 5 min; and 80°C, 10 min, 15 min. Verification of the optimum conditions resulted in a free fatty acid value of 8.25% ± 0.01%, an acid value of 1.87 ± 0.02 mg KOH/g oil, a peroxide value of 1.04 ± 0.01 meq/Kg, an anisidine value of 11.11 ± 0.01 meq/Kg, a total oxidation value of 13.21 ± 0.01 meq/Kg and water content 6.052 ± 0.02 %. These results indicate a reduction in free fatty acids, acid number, peroxide number, anisidine number and water content by 66%, 90%, 73.5%, 61%, 63%, and 92% respectively. Our results showed that the purified fraction rich crude fish oil has met the SNI standards in parameter acid number, peroxide number, iodine number, anisidine number, and total oxidation value. The purification process that has been carried out can improve the quality fraction rich crude fish oil, but further processing still needs to be carried out to reduce water content and free fatty acid value
Co-Authors - Mursalin . Mursalin Achmad Nasir Ginanjar Andini Giwang Kinasih Andriani, Cynthia Anis Zamaluddien Antung Sima Firlieyanti Antung Sima Firlieyanti Azis B. Sitanggang Budi Nurtama Cynthia Andriani Darniadi , Sandi David Yudianto Dedi Fardiaz Denny S. Agustin Dewi Fortuna Ayu Dias Indrasti Dodik Briawan Endang Yuli Purwani Fadlillah, Hendry Noer Fahim M. Taqi Feri Kusnandar Fitriani Fitriani Fujio Lamtarida Panggabean Ginanjar, Achmad Nasir Gusnilawati Gusnilawati Hafzialman Hafzialman Hendry Noer Fadlillah HUTASOIT, NICOLAS Islamawan, Praboyo Ardin Iwan Makhmul Rambe Jaka Rukmana Joko Hermanianto Koji Ishiguro Koji Ishiguro Laksono Trisnantoro Lestari, Sri Wahyuning Puji Ayu Lilis Nuraida Lula Nadia Lula Nadia M. Aman Wirakartakusumah M. Aman Wirakartakusumah M. Aman Wirakartakusumah M. Taqi, Fahim Mahdiyar, Dewangga Mawi Prabudi Muhammad Nur MURSALIN MURSALIN Nugraha Edhi Suyatma Nur Fitriana Dewi Nur Wulandari Nur Wulandari Nuri Andarwulan Nuri Andarwulan Nurlita Dianingsih, Nurlita Nurwijayanti Purwanto, Agung Ari Purwiyatno Hariyadi Puspo Edi Giriwono Rachmawati, Annisa Noor Ratih Dewanti -Hariyadi Rindy Panca Tanhindarto Santi Dwi Astuti Stefani Hartono Sugiyono Sugiyono Sukarno Sukarno Sumarto Sumarto Sumarto Sumarto Sunardiansya, Yogi Akbar Sunardiansyah, Yogi Akbar Syamsiar, Syamsiar Takahiro Noda Takahiro Noda Tien R. Muchtadi Tjahja Muhandri Tri Wahyu Sulistyawati Uswatun Hasanah Wicaksono, Alexander Tommy Widhiasmoro, Ashari Winiati Pudji Rahayu yermia, yermia yermia Yogi Akbar Sunardiansyah Yundari, Yundari Zamaluddien, Anis Zita L. Sarungallo Zubaidah Irawati