Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KEPATUHAN DIET DAN KESEIMBANGAN GULA DARAH MELALUI MINDFUL EATING: PENDEKATAN KEPERAWATAN DAN GIZI Riska Rohmawati; Sulistyorini Sulistyorini; Umi Hanik; Ratna Yunita Sari; Imamatul Faizah Faizah; Siti Nur Hasina; Rahmadaniar Aditya Putri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.45164

Abstract

Permasalahan kepatuhan diet dan kontrol gula darah masih menjadi tantangan utama pada masyarakat dengan risiko penyakit metabolik, khususnya diabetes melitus. Kurangnya kesadaran dalam pola makan menjadi salah satu penyebab utamanya. Pendekatan mindful eating sebagai bagian dari intervensi edukatif keperawatan dan gizi dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan diet dan keseimbangan gula darah melalui penerapan mindful eating pada masyarakat berisiko di wilayah Tandes Surabaya. Kegiatan dilakukan dalam bentuk edukasi interaktif dan pelatihan mindful eating selama 4 minggu kepada 30 peserta. Edukasi diberikan secara kolaboratif oleh tenaga keperawatan dan gizi. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner kepatuhan diet serta pemeriksaan gula darah sebelum dan sesudah intervensi. Setelah pelaksanaan program, terjadi peningkatan tingkat kepatuhan diet dan penurunan kadar gula darah pada sebagian besar peserta. Responden juga melaporkan peningkatan kesadaran saat makan dan pengendalian asupan makanan. Edukasi mindful eating yang dilakukan secara kolaboratif oleh tim keperawatan dan gizi memberikan dampak positif terhadap perilaku makan dan kondisi kesehatan masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan potensi untuk diterapkan secara luas sebagai bagian dari promosi kesehatan di komunitas.
DIABETES SELF-MANAGEMENT EDUCATION (DSME) DENGAN METODE “PASTI SEMBUH” TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELITUS DI RS ISLAM SURABAYA A.YANI Sulistyorini Sulistyorini; Umi Hanik; Riska Rohmawati Rohmawati; Siti Nur Hasina
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.46251

Abstract

Diabetes adalah kondisi kronis yang memerlukan manajemen mandiri yang komprehensif, seperti pengaturan pola makan dan olahraga, sebagai pelengkap penggunaan obat-obatan. Salah satu strategi yang terbukti efektif dalam mendukung manajemen diabetes adalah Pendidikan manajemen mandiri diabetes (Diabetes Self-Management Education/DSME). Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas DSME dalam menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus di Rumah Sakit Islam Surabaya A. Yani. Pengabdian masayarakat ini dilaksanakan pada Januari sampai Mei 2025 dengan cara memberikan edukasi secara rutin tentang DSME. Program ini dilaksanakan di RSI Surabaya A. Yani. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwasannya ditemukan perbedaan signifikan pada kadar gula darah pasien sebelum dan sesudah pelaksanaan DSM .Dalam pengabdian masyrakat ini ditemukan bahwa pemberian DSME mempengaruhi secara signifikan terhadap kadar gula darah pasien. Pemantauan glukosa darah membantu mendeteksi pola fluktuasi kadar glukosa (gula) darah yang disebabkan oleh makanan, olahraga, obat-obatan, dan proses patologis yang terkait dengan perubahan glukosa darah, seperti diabetes melitus). Selain edukasi, beberapa hal yang dapat mempengaruhi kadar glukosa seseorang adalah stres, gaya hidup, berat badan hingga kepatuhan minum obat . Program pengabdian masyarakat DSME dengan metode “ Pasti Sembuh “ bisa dilanjutkan di RSI Surabaya Ahmad Yani sebagai kegiatan rutinitas di Poli Rawat Jalan Penyakit Dalam. Rumah sakit dapat mempertimbangkan pengembangan Standar Prosedur Operasional (SPO) terkait implementasi DSME dengan metode “Pasti Sembuh” untuk mendukung pengelolaan pasien diabetes secara holistik.
PELATIHAN KADER DAN PENDAMPINGAN SEBAYA DALAM MEMFASILITASI SPIRITUAL GROUP THERAPY BAGI PENDERITA DIABETES MELLITUS (DM) TIPE 2 Siti Nur Hasina; Misutarno Misutarno; Rahmadaniar Aditya Putri; M. Shodiq; Sulistyorini Sulistyorini
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.47066

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat dan memberikan beban besar pada sistem kesehatan serta menurunkan kualitas hidup penderitanya. Banyak penderita DM tipe 2 mengalami stres, kecemasan, hingga depresi akibat perubahan gaya hidup dan komplikasi penyakit yang dialami. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melatih dan memberikan pendidikan kesehatan kader serta penderita Diabetes mellitus tipe 2 dalam mencegah komplikasi khususnya masalah psikologis dengan spiritual group therapy. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan cara pelatihan dan edukasi, pengabdian ini dilakukan pada Bulan Juni 2025 di Pos Kemuning Desa Tandegan Morowudi Gresik. Kegiatan ini dihadiri oleh 45 Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 dan 8 kader serta 1 Perawat Desa. Hasil pengabdian masyarakat ini dapatkan bahwa sebelum dilakukan pelatihan dan edukasi didapatkan tingkat pengetahuan rendah sebesar 93% dan setelahnya sebagian besar responden (53,3%) berada pada kategori pengetahuan sedang, 29% pada kategori tinggi, dan hanya 17,7% yang masih berada pada kategori rendah. Peningkatan ini menunjukkan bahwa dengan pelatihan dan edukasi yang diberikan sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai Diabetes Mellitus Tipe 2. Sehingga agar program terapi spiritual group therapy dan edukasi kesehatan bagi penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 dikembangkan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak kader dan pendamping sebaya agar cakupan dan dampak program semakin luas