Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : CHEMTAG Journal of Chemical Engineering

PENGAMBILAN PEKTIN DARI KULIT BAGIAN DALAM (ALBEDO) SEMANGKA DENGAN PROSES EKSTRAKSI Nur Hidayah; Mega Kasmiyatun; Ery Fatarina Purwaningtyas
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 1, No 2 (2020): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.758 KB) | DOI: 10.56444/cjce.v1i2.1771

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi pektin dengan pelarut HCl yang bertujuan untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh dan kondisi optimum pengambilan pektin dari albedo semangka dengan proses ekstraksi. Pektin yang dihasilkan diharapkan sesuai dengan standar mutu IPPA (International Pectin Producers Association). Percobaan dilakukan dengan mengeringkan albedo semangka dan diekstraksi dengan pelarut HCl. Larutan hasil ekstraksi disaring untuk memisahkan ampas dengan filtrat. Filtrat kemudian ditambah aceton. Setelah tercampur merata, filtrat didiamkan hingga terbentuk endapan, kemudian disaring dan dikeringkan dalam oven. Pektin kering ditimbang beratnya dan dianalisis kadar metoksil dan galakturonat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang paling berpengaruh adalah variabel waktu dengan kondisi optimum pada waktu 80 menit, suhu 90oC dan pelarut HCl 0,05 N menghasilkan rendemen pektin 46,72%. Pektin yang dihasilkan memiliki kadar metoksil 4,65% dan kadar galakturonat 40,7% sehingga pektin sesuai dengan standar mutu IPPA
PENGARUH PROSES AERASI TERHADAP PENURUNAN KADAR COD PADA LIMBAH CAIR KARET Wenny Julita Dyah Setyowati; Retno Ambarwati Sigit Lestari; Ery Fatarina Purwaningtyas
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 3, No 1 (2022): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.531 KB) | DOI: 10.56444/cjce.v3i1.3031

Abstract

Limbah cair industri karet yang tidak diolah secara optimal dapat menjadi salah satu penyebab dari kerusakan lingkungan. Mahalnya biaya yang harus dikeluarkan untuk pembuatan maupun perawatan alat pengolahan limbah karet serta keberadaan lahan yang besar kadang membuat para pengelola pabrik karet tidak mengolah limbah yang ada, sehingga air yang dibuang ke lingkungan melebihi baku mutu limbah cair industri karet menurut Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 5 tahun 2012. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode pengolahan limbah yang relatif murah dan cukup efisien, yaitu dengan menggunakan metode aerasi. Pengolahan yang dilakukan adalah untuk menurunkan kandungan COD (Chemical Oxygen Demand) yang ada pada limbah cair karet. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian experimental design model factorial design two level dengan batas bawah dan batas atas. Parameter yang dianalisis adalah COD dan pH dengan menggunakan variabel berubah yaitu waktu pengoperasian, tinggi kolom dan berat soda ash. Berdasarkan hasil penelitian variabel yang paling berpengaruh adalah berat soda ash dengan konsentrasi COD sebelum pengolahan sebesar 2600 mg/l, sedangkan setelah diolah konsentrasinya turun menjadi 200 mg/l pada percobaan ke-8. Hasil ini menunjukkan bahwa metode aerasi mampu menyisihkan konsentrasi COD limbah cair industri karet. Kata Kunci : Limbah Cair Karet, COD, pH, Aerasi
OPTIMASI EVAPORASI DAN MASERASI PEMBUATAN SABUN CAIR LIDAH BUAYA dabutar, afif handika; Purwaningtyas, Ery Fatarina; Mulyaningsih, Sri
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 4, No 1 (2023): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v4i1.3186

Abstract

Lidah buaya (Aloe Barbadensis Miller) memiliki kandungan saponin yang mempunyai kemampuan untuk membersihkan dan bersifat antiseptik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan optimasi waktu maserasi dan evaporasi proses pembuatan sabun cair lidah buaya dan menentukan karakteristik sabun cair lidah buaya dengan parameter pH, tinggi busa, uji organoleptik, dan bobot jenis.Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah beaker glass 500 ml dan 250 ml, evaporator, erlenmeyer 250 ml, thermometer 150˚C, neraca analitik, pipet tetes, cawan porselin, desikator, gelas ukur 100 ml dan 10 ml, corong kaca. Bahan yang digunakan adalah lidah buaya, etanol, aquadest, minyak jarak, minyak zaitun, minyak kelapa, kalium hidroksida, asam stearat, dan gliserin. Selanjutnya ekstrak tersebut di formulasikan menjadi sediaan sabun cair.Metode penelitian ini membuat ekstrak lidah buaya dengan maserasi yang kemudian dievaporasi lalu dicampurkan ke dalam bahan pembuatan sabun, selanjutnya juga menambahkan asam stearat dan KOH, setelah itu menguji sabun cair yang dihasilkan dengan beberapa uji yang telah ditentukan.Dari hasil penelitian dengan perbandingan maserasi hari ke 1, 3, 5, dan 7 pada waktu evaporasi 30, 45, 60, dan 75 menit, belum diperoleh nilai optimum hanya diperoleh kondisi maksimum pada hari ke – 7 dengan bobot jenis 1,070 g/ml, tinggi busa 0,66% dan pada hari ke – 3 dengan pH 9, sabun yang dihasilkan berbentuk kental, berwarna putih kekuningan, berbau khas lidah buaya.Kata Kunci :lidah buaya, optimasi, evaporasi, maserasi.