Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

INOVASI PELAYANAN SAMSAT DRIVE-THRU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN DAN PENERIMAAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI KANTOR SAMSAT KABUPATEN BULELENG Ramadi, Kadek Agus Dwi; Sandiasa, Gede
Locus Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v16i1.1715

Abstract

Kebutuhan masyarakat akan pelayanan publik yang cepat, mudah dan praktismasih perlu diperhatikan khususnya di sektor pelayanan pajak kendaraan yangdisaat bersamaan jumlah kendaraan semakin meningkat sehingga dibutuhkanadanya suatu inovasi. Inovasi Samsat Drive-Thru hadir sebagai upaya pemerintahuntuk dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Beberapa pokokpermasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut 1. Bagaimanainovasi samsat drive-thru di Kantor Samsat Kabupaten Buleleng?; 2.Bagaimanakah kualitas pelayanan samsat drive-thru di Kantor Samsat Buleleng?;3. Bagaimanakah inovasi samsat drive-thru dapat meningkatkan penerimaan pajakkendaraan bermotor di Kabupaten Buleleng?.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Adapuninforman ditentukan dengan teknik purposive sampling. Kemudian pengumpulandata menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis datadilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dankemudian penarikan kesimpulan dan verifikasi.Dari hasil penelitian menunjukan bahwa inovasi samsat drive-thru di KantorSamsat Kabupaten Buleleng dilihat dari teori atribut inovasi berupa relativeadvantage, compability, complexity, triability, dan observability sudah memenuhikeinginan dan harapan masyarakat akan pelayanan yang cepat, mudah dan praktis.Kemudian mengenai kualitas pelayanan yang diukur dalam dimensi tangible,empathy, reliability, responsiveness, dan assurance sudah cukup baik namun masihada yang perlu ditingkatkan. Selanjutnya dari hasil penelitian ini, adanya samsatdrive-thru berkontribusi cukup besar terhadap penerimaan pajak kendaraanbermotor di Kabupaten Buleleng.Beberapa rekomendasi yakni drive-thru dapat diperluas pada layananpergantian STNK dan Balik Nama, perbaikan sistem pendataan agar tidak terjadiperbedaan data STNK dan identitas pemilik kendaraan, serta membuka unit layanandrive-thru sampai ke kecamatan.
KEMITRAAN BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN) PERTAMINA DENGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) PERTASHOP DI DESA BUKTI KECAMATAN KUBUTAMBAHAN Dharmasatya, I Ketut; Sandiasa, Gede
Jurnal Widya Publika Vol 12 No 1 (2024): Widya Publika
Publisher : Magister Administrasi Publik Program Pascasarjana Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70358/widyapublika.v12i1.1227

Abstract

BUMN, dalam hal ini Pertamina, meluncurkan program kemitraan Pertashop. Kemitraan ini melibatkan Pertamina dan pengusaha UMKM di daerah. Pertashop (Pertamina Shop) adalah outlet skala kecil yang disiapkan untuk melayani kebutuhan konsumen non-subsidi yang tidak atau belum terlayani oleh lembaga penyalur Pertamina lainnya. Sebagai bentuk kemitraan baru, banyak pengusaha lokal yang ingin bermitra dengan Pertamina. Kehadiran Pertashop berdampak pada lingkungan sekitar, namun para mitra mengalami kendala dalam proses pembangunan Pertashop. Berdasarkan uraian di atas, pokok permasalahan yang dapat dirumuskan adalah sebagai berikut: 1) Bagaimana bentuk kemitraan Pertashop dengan Pertamina?, 2) Apakah dampak yang ditimbulkan oleh Pertashop di Desa Bukti? Dan 3) Apakah ada kendala bagi mitra dalam mendirikan Pertashop di Desa Bukti? Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan maksud memperoleh gambaran yang jelas tentang kemitraan Pertamina dengan usaha kecil dan menengah Pertashop di Desa Bukti. Pengambilan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pemanfaatan dokumen. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan fakta bahwa bentuk kemitraan Pertamina dengan Pertashop meliputi jaminan asuransi, dukungan akses permodalan, pengembangan usaha, dan digitalisasi Pertashop. Dampak yang ditimbulkan meliputi dampak positif seperti pengembangan ekonomi masyarakat dan kemudahan pelayanan bahan bakar minyak (BBM), serta dampak negatif seperti terancamnya kelangsungan pedagang eceran BBM dan kebisingan suara mobil tangki. Kendala yang dihadapi pengusaha Pertashop meliputi kendala internal, yaitu permodalan dan sumber daya manusia, serta kendala eksternal, yaitu inkonsistensi perizinan yang harus dipenuhi, bebasnya pedagang pengecer BBM ilegal, dan produk Pertashop yang berupa BBM non-subsidi.
KOLABORASI GOVERNANCE DALAM PENANGANAN COVID19 (DI DESA PANJI SUKASADA DAN DESA SARI MEKAR KECAMATAN BULELENG) Sandiasa, Gede; Sudianing, Ni Ketut
Jurnal Widya Publika Vol 11 No 1 (2023): Widya Publika
Publisher : Magister Administrasi Publik Program Pascasarjana Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70358/widyapublika.v11i1.1025

Abstract

Desa menurut undang-undang No. 6 Tahun 2014 terdiri dari desa dinas dan desa adat. Dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan dan pelayanan publik, desa dinas dan desa adat, berkewajiban untuk melaksanakan program kerjasama kemitraan, disini disebutkan sebagai kolaborasi governance. Sinergitas dua institusi ini sangat perlu diperhatikan dan didorong agar terjadi keselarasan gerak antara desa dinas dan desa adat. Permasalahan yang dihadapi desa terkait dengan pandemi covid-19 tidak bisa ditangani oleh sebagian institusi yang ada di masyarakat, tetapi harus dilakukan secara bersama-sama, sebab dampak yang ditimbulkan oleh pandemi ini, meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti mengajukan permasalahan penelitian sebagai berikut: a) bagaimana proses Kolaborasi Governance antar Institusi di tingkat desa dalam Penanganan Covid-19?; b) bagaimana Partisipasi masyarakat mendukung Kolaborasi Governance Penanganan Covid-19 ?; dan faktor-Faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam mewujudkan kolaborasi governance di tingkat desa?.Untuk menjawab permasalahan tersebut peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif, guna memperoleh jawaban atas permasalahan tersebut secara komprehensif, sesuai fakta-fakta di lapangan, yang digali dengan teknik pengumpulan data, yaitu FGD, wawancara, observasi, dokumentasi, dan menggunakan teknik analisis data interaktif Miles Huberman. Temuan penelitian adalah sebagai berikut: 1) kolaborasi dalam penanganan covid 19 ditingkat desa berjalan sangat baik, dengan pelibatan berbagai aktor pelaksana dan sumberdaya yang dimiliki sebagai kekuatan inti “autonomous energy” masyarakat dalam menghadapi permasalahan desa. 2) partisipasi masyarakat desa cukup tinggi, baik secara mandiri maupun kelembagaan 3) Masih terdapat kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kerjasama penanganan covid19, antara lain: terbatasnya akses informasi dan sarana kesehatan bagi masyarakat, jalur distribusi dan tatakelola bantuan, terbatasnya produk peraturan pendukung tindakan penanganan covid 19. Rekomendasi penelitian 1) perlunya penguatan dan sosialiasi tentang penanggulangan bencana dan wabah penyakit, secara berkesinambungan, dan membentuk desa tangguh bencana. 2) adanya penguatan peraturan desa dan awig-awig desa adat, berkenaan dengan penanggulangan bencana dan wabah penyakit. Dan 3) membuat pedoman dan tatalaksana penanggulangan bencana dan wabah penyakit ditingkat desa.
KUALITAS PELAYANAN LEMBAGA PERKREDITAN DESA DI DESA PUCAK SARI SINGARAJA Krisna Dewi, Luh Novi; Sandiasa, Gede
Jurnal Widya Publika Vol 12 No 2 (2024): Widya Publika
Publisher : Magister Administrasi Publik Program Pascasarjana Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70358/widyapublika.v12i2.1333

Abstract

Kualitas pelayanan yang diberikan oleh Lembaga Perkreditan Desa (LPD) masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satu permasalahan yang muncul adalah kurangnya perhatian terhadap saran-saran nasabah yang memengaruhi fleksibilitas layanan, seperti kendala dalam penarikan tabungan pada hari Minggu karena LPD tutup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan LPD Desa Adat Pucaksari dengan fokus pada aspek keandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), kemampuan (competence), faktor penghambat, dan upaya penyelesaian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan informan dari manajer LPD Desa Pucaksari, staf LPD, dan masyarakat setempat. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan LPD Desa Pucaksari secara umum sudah baik, didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Namun, terdapat faktor penghambat seperti dampak pandemi COVID-19 yang memengaruhi proses pekreditan, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam membayar kredit, yang menyebabkan kredit macet. Upaya penyelesaian yang dilakukan LPD mencakup pemberian surat peringatan secara lisan dan kunjungan langsung kepada debitur bermasalah. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan mendorong nasabah untuk lebih aktif dalam memenuhi kewajibannya.
Pemberdayaan Kelompok Petani Penangkar Bibit di Desa Julah dalam Upaya Pengembangan Usaha Berkelanjutan Suwardike, Putu; Sandiasa, Gede; Arnawa, Gede; Jaya, I Komang Ardika; Yani, Komang Virga
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 6 No Risdamas (2024): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 6 Vol. Risdamas Desember, 2024
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v6iRisdamas.203

Abstract

Desa Julah merupakan salah satu sentra penangkaran bibit tanaman di Bali. Dari 77 anggota kelompok, sebanyak 31 orang atau 40,26% diantaranya berprofesi rangkap sebagai petani dan penangkar bibit tanaman. Jenis bibit yang rutin diproduksi adalah jeruk, sawo, mangga, rambutan, kelapa, kelengkeng, dan bunga soka. Jumlah bibit yang dibuat berfluktuasi antara 1.000-10.000 bibit/orang/tahun. Secara prinsip, penangkar bibit tanaman memiliki motivasi yang tinggi mengembangkan usaha pembibitan dan berharap masyarakat tetap percaya terhadap mutu bibit yang dihasilkan. Kepercayaan masyarakat tersebut perlu dijaga melalui produksi bibit yang bermutu. Pelaksanaan PkM bertujuan untuk: (1) Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitra dalam produksi bibit tanaman bermutu, (2) Meningkatkan kemampuan mitra menentukan harga pokok produksi bibit, (3) Meningkatkan kemandirian mitra dalam mengelola kelompok. Kegiatan yang telah dilakukan meliputi: (1) sosialisasi dan koordinasi, (2) pelatihan produksi bibit tanaman unggul, (3) pelatihan penentuan harga pokok produksi bibit, (3) pendampingan penyusunan SOP Penangkaran Bibit Tanaman, (4) serah terima alat dari Pelaksana kepada Mitra, (5) Pendampingan manajemen kelompok, dan (6) Pendampingan penerapan Iptek di lapangan, termasuk pemasangan perangkap imago hama gayas (Telebo). Hasil kegiatan, pengetahuan dan keterampilan mitra dalam produksi bibit tanaman bermutu meningkat sebesar 25%, sebanyak 65% mampu menghitung harga pokok produksi bibit, dan tersusun SOP Perbanyakan Bibit Tanaman
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) DI RSUD KABUPATEN BULELENG Yulianita, Ayu Ade; Sandiasa, Gede
Locus Vol 17, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v17i2.2490

Abstract

Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan kebijakan strategisKementerian Kesehatan berdasarkan Permenkes Nomor 24 Tahun 2022, yangmewajibkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk RSUD KabupatenBuleleng, untuk menerapkan RME paling lambat 31 Desember 2023. Penelitian inibertujuan untuk mengkaji implementasi kebijakan RME di RSUD Kabupaten Bulelengdan dampaknya terhadap pengelolaan pelayanan kesehatan. Penelitian menggunakanmetode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta menganalisis implementasikebijakan melalui model George C. Edward III, yang mencakup variabel komunikasi,sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Data dikumpulkan melalui wawancara,observasi, dan studi dokumentasi, dengan analisis interaktif Miles dan Huberman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi RME di RSUD KabupatenBuleleng masih berlangsung secara bertahap dan belum merata di seluruh unitpelayanan. Poliklinik rawat jalan telah menerapkan RME secara menyeluruh,sedangkan IGD dan rawat inap masih dalam tahap pengembangan. Dampak positif darikebijakan ini antara lain peningkatan efisiensi pelayanan, pengurangan kesalahanpencatatan, dan akses data pasien yang lebih cepat. Namun, juga ditemukan dampaknegatif seperti beban kerja awal yang meningkat, ketergantungan pada jaringaninternet, serta kebutuhan anggaran yang besar. Penelitian merekomendasikanpeningkatan pelatihan, penyempurnaan SOP, serta penguatan infrastruktur teknologiuntuk mendukung keberlanjutan kebijakan RME.
Peningkatan Publisitas PMI Kabupaten Buleleng Melalui Pelatihan Jurnalis dan Multimedia bagi Relawan Sandiasa, Gede; Agustana, Putu; Sukraaliawan, I Nyoman; Suprapta, I Nyoman; Joni Ardana, Dewa Made; Maheri Agung, I Gusti Ayu
Jnana Karya Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu Administrasi Universitas PanjiSakti kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng. Latar belakang kegiatan iniadalah untuk meningkatkan keterampilan relawan dalam era digital melalui pelatihan jurnalistikdan publikasi media. Metode pelaksanaan pelatihan terdiri dari penyampaian materi oleh tigapembicara ahli yang menjelaskan kiat peningkatan keterampilan digital, pembuatan kegiatanjurnalistik sederhana, dan keterampilan multimedia, yang dilanjutkan dengan praktik membuatberita jurnalistik dan multimedia.Hasil dari pelaksanaan pelatihan menunjukkan bahwa relawan PMI mampu mengaplikasikanteknologi digital dalam kegiatan mereka, yang berdampak positif terhadap efektivitas komunikasidan publikasi. Kesimpulannya, penguatan kapasitas relawan melalui pelatihan ini sangat pentinguntuk mendukung kegiatan kepalangmerahan di masyarakat. Saran yang diberikan adalah perlunyaevaluasi berkala dan pengembangan modul pelatihan yang lebih komprehensif untuk meningkatkankualitas pelatihan di masa mendatang.